NovelToon NovelToon
KELUARGA POSESSIV

KELUARGA POSESSIV

Status: tamat
Genre:Fantasi / Mafia / Duda / Masuk ke dalam novel / Tamat
Popularitas:28.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ruby Lane

Follow dulu sebelum baca
- up seharian - hari kecuali Sabtu
- up mood g bias nggak di up

Hanya mengisahkan seorang gadis kecil berumur 10 tahun yang begitu mengharapkan kasih sayang seorang Ayah. Satu satunya keluarga yang ia miliki di dunia.

Tapi bukannya sebuah kasih sayang yang ia dapatkan melainkan kekerasan yang ia sering dapatkan dari sang Ayah, tak membuat tekednya luntur karena hati kecilnya selalu yakin bahwa Ayahnya pasti akan menyayanginya suatu saat nanti.

Meski mental dan fisiknya sudah hancur ia terus menghujani sang Ayah dengan kasih sayangnya.

Sampai dimana satu kejadian menimpanya tepat di hari ulang tahun Ayahnya ia meninggal.

bagaimana kisah selanjutnya? ayo ikut kisah ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ruby Lane, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆

Happy reading

...----------------...

Badan mungilnya sudah basah kuyup tangannya dengan semangat memercikan air yang berada dalam bak mandi

. Pagi ini Agasta memandikan putrinya di bawah sinar matahari di belakang Mansion sedangkan kedua putranya Alaska,

Xavier sudah pergi bekerja di karenakan urusan yang mendesak membuat mereka harus turun tangan, Aida pun pergi dengan rasa terpaksa ia harus pergi sekolah karena hari ini ujian untuk ke lulusannya.

Dia pergi dengan wajah yang tertekuk kesal ingin bolosnya sudah tidak bisa ia lakukan.

Tangan besar Agusta dengan hati hati mengusap tubuh putrinya sabun sedangkan si mungil mulai tertarik dengan busa putih yang sekarang berada di tubuhnya dan juga air yang tengah ia pakai.

Mata bulatnya berbinar senang dengan suara pekikan yang begitu menggemaskan tangannya mengambil busa yang berada di tubuhnya lalu mengarahkannya kemulut.

Si mungil berpikir jika apa yang berada di badannya ini adalah es cream memang terlihat mirip lagi pun sang Ayah terlalu banyak mengambil sabun jeli untuk di usap ketubuh putrinya itu hingga busa yang di hasilkan menggumpal banyak.

Agasta membulatkan matanya terkejut dengan cepat meraih tangan kecil putrinya

" Sayang! ini tidak boleh di makan" si mungil mengerutkan ke dualis ya"

" es cleam enyak ini yayah" ucapnya dengan mata melotot lucu sebab tidak terima Ayahnya melarang.

Agasta menarik sudut bibirnya menghela nafas sejenak lihatlah kedua mata itu yang tengah membulat marah padanya " Ini sabun sayang bukan es cream jika princess mau", Ayah akan belikan tetapi jika sudah makan sayur dan juga

Dengan cepat tangan Agasta mengguyur tubuh putrinya dengan hangat dan menggangkat tubuh mungil itu,

mendapatkan penjelasan dari sang Ayah si mungil mengangguk pelan di barengi suara lucunya

" mimi Anya juga au mimi" ucapnya mengingatkan sang Ayah, Agasta

mengangkat tubuh si mungil dari bak mandi khusus untuk anak. ,"Mengambil handuk bergambar hello kitty untuk menghangatkan tubuh basah putrinya." iya Ayah lupa susu

"coklat ke sukaan princess, hmm" hidungnya yang mancung bertemu dengan hidung kecil putrinya gemas.

Membuat Anya terkikik geli di buatnya. Agasta membawa putrinya menuju meja yang sudah tersedia perlengkapan baju. putrinya yang lengkap.

Di dudukkan ya Anya diatas meja kayu dan si mungil hanya duduk anteng memperhatikan Ayahnya yang sibuk mengoleskan minyak telon, dan bedak pada tubuhnya, setelah selesai Ayahnya menyisir rambutnya.

Agasta tersenyum senang hari ini putrinya begitu anteng tidak seperti biasanya yang begitu aktif tapi kali ini mata bulatnya itu tidak lepas memperhatikannya.

"cantiknya anak Ayah" puji Agasta di sertai kecupan di wajah putrinya itu.

"yayah ampan!"puji si mungil mencoba menahan wajah Ayahnya dengan tangan kecilnya itu, Agasta membulatkan matanya I atas ucapan putrinya setelahnya suara tawa terdengar dari bibir pria itu.

Sudah biasa baginya di puji tampan terutama di kalangan wanita, tapi baru kali ini ia begitu senang mendapatkan pujian apa lagi dari putri kesayangannya.

Ricard baru datang menyusul dengan langkah terburu buru, wajah terlihat berseri seri, meskipun saat ini ia tengah rasa kesal pada putranya Agasta.

Pintu kamarnya di kunci oleh putranya membuatnya terlambat melihat cucunya di pagi hari yang sudah cantik dengan baju sweter rajut berwarna pink bermotif bunga terlihat lucu sekali di kenakan.

"Cantik sekali cucu kake--"

Agasta berniat pergi hari ini membawa putrinya kembali ke Mansion tempatnya rumahnya, tapi sial para bodyguard menahan karena perintah pria tua itu, yang begitu kekeuh meminta maaf.

"kakek? anya tidak punya kakek"ucap Agasta menyindir dengan si mungil yang anteng di pangkuannya tengah asik

memainkan jari jarinya dengan jari sang Ayah yang besar. Ricard tidak banyak bicara setelahnya ikut duduk di samping Agasta,

Agasta mengabaikan keberadaan pria tua itu ia lebih memilih mengambil cemilan biskuit lalu di celupkan dengan susu untuk putrinya.

Anya membuka mulutnya menerima suapan di seratai anggukan membenarkan perkataan Ayahnya itu

" kakek Anya kan cudah pelgi jauh yakan yayah" ucap si mungil membuat Agasta tersenyum puas mendegarnya. Ricard memaksakan senyumannya

" hati kakek sakit mendegarnya" ingin mendapatkan simpati dari cucunya. Agasta menatap datar pria tua itu.

"Aku ingin pulang dengan putriku, tuan Ricard kau tidak bisa menahan kami di sini lebih lama lagi"geramnya.

"puyang? Hump Anya ingin cini dulu yayah liat Teddy" ucap si mungil menyangkal Ayahnya ia masih ingat janji Ricard sesat sebelum tertidur.

...----------------...

Zegran hendak pergi ke kantor pagi ini menghentikan langkahnya tepat di depan pintu putranya yang tidak sengaja terbuka, terdengar suara dari dalam.

Zegran hanya diam di ambang pintu, tangannya menggapai pintu untuk di tutup tapi niatnya harus terhenti ketika mendengar suara putranya yang tengah berbicara di dalam sana, membuatnya di landa rasa bersalah.

Janjinya ingkar dalam membawa Anya masuk ke dalam keluarga Diantara. Hingga membuat putranya enggan berbicara dengannya saat ini.

Merasa bahunya di tepuk Zegran menoleh dengan senyuman tipisnya,

"Semua akan baik baik saja sayang, putra kita hanya belum bisa ikhlas menerima kepergian putrinya" ucap Zegran ketika melihat mata istrinya yang berkaca kaca.

"Iya aku mengerti semua membutuhkan waktu...."

Zegran menggenggam tangan istrinya untuk menguatkan

" kita beri waktu putra kita untuk sendiri sekarang biarkan dia meluapkan emosinya"

Orang yang di bicarakan sudah berada di belakang mereka. ketika ingin menutup pintu dengan rapat, jantung Arthur bertalu takut jika Ayahnya Zegran mendegar semua pembicaraannya namun ke khawatirannya tidak terjadi, ketika tidak sengaja mendengar keduanya berbicara mengenai dirinya bukan hal lain.

Melihat kepergian kedua orang tuanya membuat Arthur bernafas lega, ia harus membereskan masalalu gelap di keluarga Dirgantara.

Sebenrnya ia tidak ingin sama sekali melakukan hal ini tapi jika menyangkut putrinya ia harus segera bertindak, apa lagi orang itu mengincar Anya meskipun memang tidak ada yang terjadi hingga saat ini tapi kita tidak pernah tau kedepannya, bisa saja orang itu hanya mengundur waktu untuk mencari

waktu yang tepat dan mecelakai Anya. Hal itu tidak boleh terjadi sudah cukup putrinya terluka oleh perbuatan dirinya dulu sekarang Arthur ingin menjaga putrinya dari hal yang membuat nyawanya terancam.

"Ayah akan melindungimu sayang" gumamnya.

"Kita mulai rencana semalam," Arthur

Arthur yang mendengar suara menyebalkan itu kembali terdengar di dalam pikirannya ingin rasanya ia menonjok melampiaskan amarahnya semalam namun sayang hanya sebatas angannya saja.

Dia yang membuat putrinya kembali dalam pelukan Agasta,

dan tindakannya itu membuatnya kesal. Menggunakan seenaknya kekuatan teleportasi yang di sediakan tanpa persetujuannya

Entah Arthur harud menunggu berapa lama lagi ia bisa menggunakannya kembali. Karena sesuatu yang menyebabkan itu hanya berupa suara

makhluk halus baginya atau bisa di sebut sebagai sistem yang tidak berbentuk ataupun rupa yang bisa di sentuh melainkan hanya suara saja yang bisa di dengar olehnya.

"Lebih mudah di bandingkan rencanamu yang berbelit belit dan bertele tele aku sudah mempunyai bukti yang kau berikan padaku"

"lya saya tau Arthur tapi ku peringatkan jangan menganggap ,sepele suatu persoalan."

Arthur sudah siap dengan pakaian formalnya hari ini ia berencana mengunjungi Mansion kakek, kakek si tua bangka yang menghianati perjanjian,

Enak saja mempermainkannya sesuka hati, ada kebenaran lain juga yang harus di katakan tanpa menyebut kata yang di larang di dunia ini.

Arthur hanya ingin putrinya kembali, ia ingin membalas ucapan kata sayang yang selalu

" putrinya berikan untuknya. kepang itu mulai tertarik dengan ucapan si bocah" wah hebat

"apa sejenis robot!" ucapnya penuh semangat.

"Aku tidak percaya boneka kok hidup"saut bocah laki laki di sebelahnya bersurai coklat dengan tangan bersedekap dada. Teo memicingkan matanya pada temannya Vino

" Tidak percaya? Aku tidak bilang bahwa itu robotkan, yang aku bicarakan adalah temenku. Ku beri nama dia boneka cantik. Bukan berarti dia boneka mainan" ucapnya sinis, sedangkan

kedua gadis kecil yang berada diantara keduanya mengerucutkan bibirnya kecewa. Vino mendengus sangat tidak nyambung sekali mereka membahas mainan bukan orang, bertepatan suara deru mobil terdengar memasuki area tk.

Teo tersenyum riang bocah itu berlari menyambut Ayahnya yang baru saja Tiba. Meninggalkan temannya yang sekarang

tengah memasang wajah jengkel melihat kepergian Teo tanpa menyelesaikan pembicaraan mereka terlebih dulu. Di dalam mobil Teo terkikik geli melihat wajah temannya Vino, Sean yang memperhatikan tingkah putranya mencubit

pelan pipi putranya yang selalu berbuat ulah nakal "lagi hmm" ,

Teo menjauhkan tangan Ayahnya dari pipinya.

"tidak Ayah atau mungkin iya sih" jawabnya Sean lebih memilih fokus kembali mengendarai mobil menatap jalanan lurus.

Matanya begitu lelah menatap jalanan lebih baik menitipkan putranya di Mansion Ricard lagi pun Abangnya pun masih di sana.

Istrinya begitu sibuk dengan kegiatan arisannnya hari ini bersama teman temanya hingga menyuruhnya untuk menjemput putra keduanya kebetulan dirinya juga pulang urusan pekerjaan sudah beres, Deon sudah berada di sana.

Kepalanya terasa pusing tiba tiba hingga membuatnya hilang fokus mempercepat kecepatan mobil yang tengah di bawanya sebentar lagi dirinya sampai di tujuan.

Namun naas kendaran yang ia kendarai hilang kendali saat melihat mobil hitam menyalipnya tiba tiba tanpa di duga.

Bruk

Hingga benturan antara kedua mobil tidak bisa ia hindari.

 TBC

...----------------...

Seminggu Day, gak up Masih ada yang setia?

Sebenernya Day ingin nulis cuman di kehidupan ril life lagi ada masalah. Udah beres sih salah satu tapi dengan ucapan kata yang di

awali kata"KITA SELESAI" sedih sih, tapi Day gak mau berlarut

Takut kepikiran terus makanya nemu waktu kosong Day pake buat cerita ajalah sebagai pelampiasan. Aih jadi curhat

3 chapter lagi End deh

Votenya

Lanjut cerita baru lagi.... Sad or happy nih?

Okey 500 vote + spam nexnya 100 Day up lagi jika terpenuhi target

See you nex time

1
Sivia
kenapa sudah tamat ka😔
selir Caesars
semangat thorr aku suka novel mu
Ruby Lane: makasih, udh dibaca novel Thor
total 1 replies
kuma kuma,🐻🐻
thor lanjutin cerita nya padahal bagus
Ruby Lane: makasih kaka
total 1 replies
kuma kuma,🐻🐻
ni ceritanya ngga ada lanjutannya gitu /Sob//Sob//Sob/ padahal seru loh ceritanya
Ruby Lane: maaf saya sedang sibuk kuliah srkng bias di lanjutkan
total 1 replies
selir Caesars
UPPpppp thorrrr ya ampunn ihhh sebel ga up
🇮  🇸 💕_𝓓𝓯𝓮ྀ࿐
imut banget /Kiss//Kiss//Kiss/
semangat kakak, nulisnya ^^
Rita Riau
ni ayah beneran ga punya hati,,, hewan aja masih sayang sama darah dagingnya.
Rita Riau
menarik,,,
izin mampir ya Thor 🙏
Ruby Lane: terimakasih udh komentar /Kiss/
total 1 replies
Alfatih Cell
lanjut thor....
buruk
𝙆𝙖𝙞𝙨𝙖𝙧 𝙙𝙚𝙬𝙖 𝙠𝙪𝙣𝙤
Thor lu make bot?
𝙆𝙖𝙞𝙨𝙖𝙧 𝙙𝙚𝙬𝙖 𝙠𝙪𝙣𝙤: ohhhhhhh
total 4 replies
buruk
wah semangat Kaka
ga papa kok semangat ya Kaka kerjanya jangan lupa sehat, jaga sehat dan kita selalu pasti nunggu Kaka Thor update
wahhh masyaallah 💖
wahh
tangga
* tangga
hueee , Anya gue emang Baek , kuat bgt mentalnya si Anya sam marya , gue jadi g bias , duh gabias bahayanya , gue bakal nyeela dulu 😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!