Susah payah Rico mengumpulkan kepingan hatinya yang berserakan karena dua kali penolakan dari gadis yang merupakan cinta pertamanya.
Disaat dirinya sudah mulai kembali menata hidup tanpa lagi memikirkan cinta.
Hidupnya yang tenang kembali harus jungkir balik setelah secara terpaksa harus memenuhi permintaan sang mama untuk menikahi seorang gadis yang masih sangat belia.
Tak mampu menolak hingga pada akhirnya Rico memilih untuk mengajukan syarat.
"Aku tak akan mendua apalagi sampai menikah lagi, tapi bukan berarti kau berhak atas diriku. Jangan pernah mencintaiku karena cinta bagiku adalah sebuah kemunafikan belaka. Kau bebas dengan hidupmu dan aku dengan kehidupan ku meski kita terikat pernikahan." .... Rico Aditama
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Serra R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
Pagi ini Rico berangkat ke kantor bersama dengan Roy, minus Deviana karena Rico sengaja memberi ruang pada gadis itu untuk menghabiskan 2 hari lagi bersama sang adik.
Sesuai kesepakatan yang juga telah disetujui oleh Dee jika Adit akan ikut serta pergi bersama dengan mama Yenni ke ibukota.
Semua dilakukan setelah memikirkan baik tidaknya tindakan yang mereka ambil mengingat keselamatan Adit sangat terancam jika masih bertahan di kota B.
Hanya sementara, ya hanya sementara dan hal itu juga di yakinkan oleh Rico. Paling tidak hingga situasi kembali aman bagi bocah itu. Lagipula pengobatan pada Adit akan lebih efektif dilakukan di ibukota. Selain tenang dan aman, disana pula ada banyak orang yang siap membantu Adit agar cepat sembuh.
"Kau yakin jika dia akan baik baik saja disini? apa nggak sebaiknya kalau dia juga pergi ke ibukota sementara?"
"Aku sudah menyarankan seperti itu, tapi dia menolaknya. Dia punya alasan kuat untuk tetap berada disini. Dan alasan terbesarnya adalah nama baik keluarganya terutama kedua orang tuanya." Rico menghela nafas dalam.
"Kau tahu, setahun yang lalu berita kematian pasangan yang digadang-gadang sebagai pasangan yang romantis karena sepeninggal suaminya sang istri memilih untuk menyusulnya beberapa jam kemudian karena sakit." Lanjutnya.
"Ya, berita tersebut sempat viral kan?"
"Tapi semua cerita tersebut tak sesuai dengan apa yang diceritakan oleh Anggia."
"Ha, maksudnya bagaimana?"
"Anggia mengatakan jika kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan. Dan berita yang beredar sengaja di buat entah oleh siapa. Yang jelas sesaat sebelum keduanya ditemukan meninggal, sang mama sempat mengirim pesan pada Anggia untuk selalu menjaga adiknya."
"Jadi, ada indikasi jika musibah tersebut disengaja?" Roy memutar kendali setirnya, masuk ke dalam lokasi Cottages lalu mengarah ke bagian kanan dimana area khusus keluarga Aditama berada.
"Tidak ada bukti untuk itu, jadi semua tak bisa disimpulkan sesederhana itu. Bahkan kecelakaan besar tersebut bisa dirubah topiknya dengan menggiring opini masyarakat yang mengatakan pasangan tersebut meninggal karena sakit. Sangat aneh tapi itulah kenyataannya. Andai bukan Anggia sendiri yang bercerita mungkin aku juga tak akan mempercayai nya." Rico membuka seatbelt nya dan mulai membuka pintu mobil setelah mobil yang dikendarai Roy berhenti tepat di bangunan mungil yang merupakan kamar pribadinya di Cottages tersebut.
"Apa penyamaran yang dilakukannya selama ini juga ada hubungannya dengan masalah itu?"
"Hem, aku rasa iya. Tapi aku belum sempat bertanya padanya. Selama masa pelariannya setahun ini, Benni lah yang banyak membantunya."
"Benni, pemilik bengkel tempatnya bekerja?"
Rico menganggukkan kepalanya. Keduanya memilih untuk berdiam diri sejenak sebelum kembali tenggelam pada pekerjaan yang bisa dipastikan sedikit menumpuk akibat keduanya yang mangkir kemarin.
*************
The Twins Restoran di kota A.
Restoran yang mengusung konsep masakan nusantara dan internasional itu nampak selalu ramai. Selain tempatnya yang strategis juga masakannya yang terkenal lezat sejak awal menjadi daya tarik pengunjung.
Bersebelahan dengan hotel milik sang abang, restoran tersebut berdiri kokoh. The Twins restoran merupakan bisnis hasil kolaborasi antara Rico bersama sang adik Rena.
Namun setelah keterpurukan yang dialami oleh Rico beberapa tahun lalu. Restoran tersebut lebih banyak dikelola oleh Denisa, istri dari Raka yang merupakan kakak ipar si kembar.
Meski demikian, bisnis tersebut tetaplah milik si kembar sesuai dengan apa yang di katakan oleh Raka saat sang adik berniat untuk berubah haluan dalam berbisnis.
Semua orang tahu bagaimana rasa kecewa yang membelenggu Rico selama ini. Apalagi, the twins restoran merupakan salah satu tempat mereka berkumpul selain di panti asuhan kala itu. Sosok Citra juga merupakan salah satu nama yang ikut berperan dalam awal mula berkembangnya restoran.
Dari hasil pemikiran 4 pemuda yang kala itu belum tercemar oleh yang namanya cinta. Mungkin sudah, hanya saja masing-masing mencoba menahan diri dan memilih memendam semua rasa atas nama persahabatan.
"Selamat siang."
"Siang mbak, ada yang bisa kami bantu?"
"Ehm boleh bertanya pemilik resto ini apa ada di tempat?"
"Oh Bu Nisa, beliau baru saja kembali ke ibukota mbak. Mungkin dua hari lagi baru datang kembali. Apa ada pesan untuk beliau nanti biar kami sampaikan."
"Bu Nisa ya, bukannya pemiliknya adalah tuan Rico?"
"Tuan Rico sudah lama tidak kemari mbak."
"Baiklah, terimakasih ya." Wanita itu menampilkan senyumnya yang dibalas anggukan kepala ramah oleh sang pelayan.
"Jadi resto ini dipegang oleh kak Nisa? lalu kemana kak Rico?" Gumam wanita dengan rambut yang dikuncir satu itu.
Ditatapnya setiap sudut resto membuat hatinya nyeri. Banyak perubahan yang terjadi dalam hampir 4 tahun terakhir. Namun beberapa sudut membawanya kembali pada kenangan silam yang penuh dengan tawa.
Wanita itu adalah Citra, dia datang kembali setelah meninggalkan anak dan suaminya dengan alasan mencari kerja. Dan disinilah dia sekarang, berada di restoran yang menyimpan banyak kenangan dimasa silam. Namun dirinya harus menelan kekecewaan karena orang yang diharapkan bisa membantunya tak lagi berada di tempat.
**************
Dee benar-benar memanfaatkan waktu yang ada bersama sang Adik. Banyak yang keduanya bicarakan dan semakin membuat hati Dee bangga pada kedewasaan yang dimiliki Adit.
"Adit harus selalu ingat, jika kakak akan selalu menyayangi Adit sampai kapanpun. Percayalah, perpisahan ini demi kebaikan kita semua. Kakak harap Adit bisa segera sembuh dan tumbuh menjadi lelaki yang baik. Bukan kakak tak ingin kita bersama, tapi demi keselamatan kita lebih baik berpisah. Kakak yakin, bersama dengan mama Yenni hidupmu akan lebih baik." Dee memeluk Adiknya dengan erat.
Berat, sangat berat dia rasa namun semua demi kebaikan sang adik. Bersamanya, nyawa Adit akan terancam sementara dirinya tak memiliki kemampuan dan kekuatan apapun untuk melawan sang paman yang dia yakini berada dibalik semua musibah yang menimpa keluarganya.
"Kakak harus janji untuk jaga diri ya. Nggak papa kakak tetap jelek asal kakak selamat dan selalu sehat." Adit menyunggingkan senyumnya.
"Hiii, sudah berani ngatain kakak jelek ya. Sejak kapan kakak jelek memangnya?"
"Sejak kakak memakai tompel itu."
"Wah wah wah semakin nakal ya." Dee bergerak menggelitik tubuh sang adik hingga keduanya tertawa lepas.
Selama ini, hanya beberapa orang yang tahu tentang penyamaran Deviana. Selain Adit, Benni dan istrinya adalah orang pertama yang mengetahui akan hal itu. Keduanya bahkan yang mengusulkannya. Berkat istri Benni jugalah Dee bisa mendapatkan wig dan tompel palsu untuk bisa dia gunakan.
Mungkin sebentar lagi akan bertambah lagi orang yang mengetahui penyamaran nya. Dee sudah bertekat untuk membuka jati dirinya pada orang-orang yang secara tulus membantunya.
"Aku rasa tak ada salahnya mereka tahu, bagaimanapun mereka telah baik padaku dan Adit. Sudah saatnya aku kembali bangkit."
astaga pantes aja Rico jadi trauma, disaat dia bner" mencintai seorang gadis tpi mlaah dikhiannati bahkan sampai berbadan dua
Segala hal