Arissa seorang gadis cantik,ternyata memiliki perasaan kepada sahabat nya sendiri yaitu Razel hansetya.Sayangnya hans tidak menyadari perasaan Arissa,iya hanya menganggap nya sebagai sahabat.Iya malah berpacaran dengan anak baru di kelasnya,namanya ghea adinda putri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon larassaty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
first kiss
Suara itu semakin jelas terdengar di telinga Rissa.Melihat perubahan ekspresi di wajah Rissa membuat Hans menjadi sangat cemas.Hingga....
kreeek.....
Tali ayunan itu patah,Rissa yang berada di ketinggian itu sontak jatuh kebawah.Melihat itu,Hans tidak tinggal diam ia mencoba menangkap Rissa agar tidak jatuh ke tanah.
Bugh
Suara benda yang jatuh,ternyata Rissa jatuh persis di atas tubuh Hans.Yang lebih parahnya adalah Rissa terjatuh sambil mencium bibir Hans.Mata keduanya saling bertemu.Rissa tidak langsung berdiri,karena tangan Hans masih memeluk erat tubuh Rissa.
Bukannya melepaskan pelukannya, Hans malah mengunci nya dengan melanjutkan ciuman itu.Rissa terbelalak dengan sikap Hans.Sedangkan Hans masih berhasrat dalam ciuman nya itu.Ia tidak sadar jika Rissa sangat terkejut di buat nya.
Semakin lama,Hans semakin bergairah,sedangkan Rissa hampir kekurangan oksigen.Rissa mencoba menghentikan ciuman itu sekuat tenaga.
Ia mencoba menarik tangan Hans akan Hans bisa sadar.Lama dan lama Rissa mencoba,akhirnya Hans bisa sadar dan melepaskan pelukan nya.Kemudian Rissa berusaha untuk duduk.Bibirnya merah karena ulah ciuman yang Hans berikan
Ia sangat malu untuk dapat menatap Hans.Karena wajahnya merona seperti tomat.
Hans sadar,jika ia baru saja mencium sahabatnya sendiri.Memang Hans sangat agresif jika sudah mendapatkan perlakuan seperti itu.Ia tidak akan melepaskan nya dan malah menariknya lebih jauh.
"Maafin gue,gue udah curi ciuman pertama loe!!!"Ucap Hans memecah keheningan diantara Rissa dan dirinya.
Rissa mencoba mensejajarkan wajahnya dengan Hans.
"Tidak apa-apa,itu semua tak sengaja.Aku mau berterimakasih sama kamu,karena kamu aku ga jatuh ke tanah".Jawab Rissa yang di iringi senyuman manisnya.
"Tapi.....Bibir mu sangat merah Riss....aku jadi ingin melakukan nya lagi"Ucap Hans mencoba menggoda sahabatnya itu.
Mendengar Hans menggoda nya, Rissa kemudian berdiri.Nampklah lutut mulus Rissa mengalihkannya darah segar.
Hans sangat cemas melihatnya,ia pun berdiri.Di liatnya Rissa sedikit meringis kesakitan.Hans mencoba memegang luka tersebut,ia mengambil potongan kayu yang tertinggal di lutut mulus Rissa.
"Ahk.....hati-hati Hans,itu sakit"
"Iya aku akan pelan-pelan mencabutnya"
Setelah mencabut potongan kayu itu,Hans mengajak Rissa berjalan kearah mobil.Ia akan mengantar Rissa ke klinik terdekat,karena Hans sedang takut jika nantinya Rissa terkena infeksi.
Hans memapah Rissa yang aga pincang itu.Rissa hanya bisa mengikuti semua kehendak Hans.Rissa juga meringis kesakitan.Setelah sampai di mobil,Hans mempersilahkan Rissa untuk duduk di samping kursi mengemudi.Lalu Hans membawa Rissa ke klinik terdekat.
Setelah menemukan klinik,Hans kembali memapah Rissa masuk ke dalam klinik tersebut.
Seorang Dokter pun dengan cepat menangani Rissa.Setelah luka nya di bersihkan,dokter pun memberikan obat untuk menghambat darah agar tidak keluar terus menerus.Setelah itu dokter memperbanyak luka Rissa agar tidak terinfeksi.
"Luka nya tidak parah,saya akan beri obat untuk membersihkan luka nantinya".
Kemudian dokter meninggalkan Rissa dan Hans. Hans menatap wajah Rissa penuh rana kecemasan.Meliahat itu,Rissa tak tinggal diam.Ia mencoba untuk menenangkan Hans.
"Sudahlah ini bukan luka besar,kamu ga udah sedih.Lagian aku juga senang kok udah di ajak jalan-jalan sama kamu".Ucap Rissa sambil tersenyum.
"Maaf karena aku kamu terluka,maaf karena aku kamu kehilangan cuman pertama".
"Tidak apa-apa Hans,kamu ga usah sedih.Lebih baik kita pulang.Takutnya Mia cariin aku".
Hans pun aga lega dengan perkataan Rissa.Ia mengantar Rissa untuk mengambil obat dari dokter.
Setelah mengambil obat, Hans memasukan mobilnya pulang ke rumah Rissa.Di rumah Mia sedang cemas menunggu ke pulangkan sepupunya itu.
Terdengar suara mobil memasuki area rumah, Mia pun bergegas keluar dari rumah.Ia melihat Hans yang memaparkan Rissa masuk kedalam rumah.
"Rissa,apa yang terjadi???kenapa kamu terluka"Tanya Mia cemas.
"Mi.....Nanti aku yang jelasin.Sekarang Rissa butuh istirahat.Aku mau nganter Rissa ke kamar dulu".Jawab Hans sambil melewati Mia.
Mia pun mengikuti mereka di belakang.Sesampainya si kamar,Hans mencoba membawa Rissa ke tempat tidur.Ia mengangkat kedua kaki Rissa ke ranjang.Setelah itu Hans menutupnya dengan selimut.Mia yang melihat itu sangat senang sekaligus sedih.
"Sekarang kamu istirahat dulu,besok masih ujian,jadi kamu harus sehat besok"Perintah Hans.Rissa pun mengganguk dan mencoba menutup matanya.
Mia menghampiri Hans,yang masih sibuk menatap lekat Rissa itu.
"Kamu berhutang penjelasan kepada ku Hans!!!"Ucap Mia dengan nada yang sedikit di tekan.
"Lebih baik kita bicara di luar,agar Rissa tidak terganggu!!"
Hans pun keluar dari kamar Rissa,dan Mia mengikutinya dari belakang.Setelah di luar kamar Rissa,Hans menceritakan semua nya.Dari awal hingga akhir.
"Jadi gitu cerita nya"
"Aku minta tolong ya Mi,jaga Rissa baik-baik.Soalnya aku ga bisa Nginep.Papa dan mama lagi berkunjung keapartemen aku"
"Iya"
Setelah menitipkan Rissa pada Mia,Hans pamit pulang.Sebelum pulang,ia masuk kembali ke kamar Rissa.Hans duduk di tepi ranjang sambil menatap Rissa lekat.
"Selamat tidur,semoga besok kamu udah sembuh".Ucap Hans yang kemudian mengecup kening Rissa.Setelah itu baru Hans keluar dan pulang kerumahnya.
Melihat semua itu,Mia menjadi yakin,jika Hans sebenarnya memiliki perasaan kepada Rissa.Tapi ia belum menyadarinya.
Sampai jumpa di episode selanjutnya ✋
Jangan lupa like, comment dan vote ya 😆
Salam buat para readers dari Arissa Adhista Azra & Razel Hansetya 😙 😙 😙
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
yg teliti thot