mahasiswi yang tidak haus dengan kehormatan dan bersikap dingin terhadap laki laki
dosen sekaligus tuan muda tampan berhawatak dingin dan mematikan
cerita ini hanya fantadi penulis saja ya... bukannya kisah nyata...
mohon beri dukungannya ya entah apa yang akan terjadi dengan wanita yang bersifat dingin dwngan tuan muda apakah akan merasakan cinta atau akan merasakan kebencian semata atau bahkan mereka adalah saudara kandung
entahlah sya juga blum mengetahuinya ikuti saja terus ceritanya 😘😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon V A SYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25
dira dan diego benar benar harus memikir jalan twrbaiknya mengenai rencana dini untuk pertunangan yang seharusnya tidak terjadi.
🌺🌺🌺
seperti biasa dira memilai aktivitasnya di kantor. dia mulai mendisain baju baju terbaru di ruangannya dia sangat fokis pada desainnya yang harus dia selesaikan secepatnya.
tok tok tok suata pontu terdengar namun tak membuat dira untul mengalihkan perhatiannya dari kegiatannya
" silahkan masuk"
"nona saya mendapat tawaran dari salah satu pemilik store ternama di kota B. beliau meminta agar perusaahan menjadi salah satu produsen yang akan mereka jual di store nya"
"baiklah silahlan bapak liat dulu latar belakang mengenai itu"
"baik nona"
setelah mengatakan it pak deni langsung keluar dari ruangan dira.
di tempat lain
diego mempelajari dokumen dokumen yang akan dia bahas nanti saat rapat. saat rapat berlangsung ponsel miliknya berbunyi namun di abaikannya. dia melihat nama yang tertera di sana. papa. diego tidak menjawabnya. palingan hanya akan membahas mengenai pertunangan lagi. batinnya.
diego melanjutkan rapatnya dan mengubah mode ponselnya ke silent.
setelah selesai, diego memeriksa ponselnya yang terdapat banyak panggilan tak terjawab dari papanya. diego kemudian menelpon balik papanya
tuut... tuut... tuut...
tidak ada yang menjawab. kemudian diego menelpon ke rumahnya
tuut... tuut.. tuut...
juga tidak ada jawaban tak lama setelah itu datang asistennya memberikan kabar buruk dari keluarganya.
"tuan muda harus segera ke rumah sakit sekarang"
"rumah sakit?" diego mengernyitkan keningnya melihat asistennya.
"nyonya besar tidak sadarkan diri tuan"
diego yang mendengar langsung mengambil langkah lebar yang di ikuti oleh Asistennya.
🌺🌺🌺
sebelumnya.
dini sedang berbelanja sendirian di sebuah mall besar. dia sedang asyik memilih baju dan taknpa di ketahuinya ada seseorang yang telah mengikutinya.
setelah selesai memilih dini berjalan menuju ke sebuah restoran dekat dia merasa haus dan memesan jus jeruk. namun saat pelayan restoran mengantarkan minumannya ke mejanya pelayan itu tidak sengaja menumpahkan jus jeruk di baju dini. pelayan restoran meminta maaf kepada dini. dini yang melihat wajah sang pelayan merasa iba dan mengangguk.
"baik tidak apa apa saya harus ke toilet sebentar. bisa tunjukkan arahnya?"
sang pelayan menunjukkan arah menuju ke toilet.
dini pun berjalan menuju ke toilet dan di ikuti oleh seseorang. setelah sampai di toilet dini segera membersihkan bajunya yang terkena noda jus.
dini yang hendak keluar dari toiletpun merasa ada yang aneh. saat dini hendak membuka pintunya lebih dulu pintu itu di buka oleh seseorang yang menggunakan topeng dan dengan sigapnya menancapkan sebuah pisau di perut dini kemudian meninggalkan dini yang tergeletak di lantai dengan darah yang terus mengalir dari luka tusukan itu.
tak berselang lama ada seorang pengunjung yang mbuka pinta toilet dan menemukan dini yang bergeletak di lantai. sang pengunjung langsung berteriak meminta pertolongan dan membuat yang pemilik resto langsung datang dan melihatnya.
"pak tolong panggilkan ambulance sekarang" ucap pengunjung resto.
"baik nona"
pengunjung itu melihat wajah korban dengan lekat. sepertinya dia mengenal wanita paruh baya itu batinnya.
"oh astaga tante dini" ucap dira kaget. ya pengunjung yang tadi menemukan dini yang dalam keadaan tidak sadarkan diri. segerahlah dia menghubungi revano suami dari dini dan memberikannya kabar. tak lama mabulance pun datang dan membawa dini menuju ke rumah sakit Z.
🌺🌺🌺
rumah sakit Z
kini dini sedang menjalani operasi. sementara itu Dira dan Juga Revano menunggu dengan cemas. beberapa kali terlihat dira mencoba menenangkan Revano. Revanopun mencoba memberi kabar kepada Diego tetapi tak di angkat oleh Diego.
setelah lama menunggu dokter keluar dengan cepat Raveno mendekati dokter yang di ikuti seorang perawat tersebut.
"maaf tuan ibu Dini harus segera melakukan tranfusi darah. namun persediaan darah yang sesuai dengan golongan darah Ibu Dini sedang kosong. apa ada dari keluarga tuan yang bergolongan Darah A?"
"golongan darah saya B dok dan anak saya juga memiliki golongan dara B"
"saya dok, golongan darah saya A, dan saya siap mendonorkan darah saya" ucap dira
"baik nona silahkan ikut ti perawat ini untuk melakukan pemeriksaan"
Dirapun mengikuti perawat dan setelah selesai pemeriksaan Dira kini siap dan melakukan tranfusi darah.
sementara itu di twmpat revano menunggu kini datanglah Diego bersama asistennya. Diego langsung berlari ketika melihat wajah ayahnya. Diegopun merasakan apa yang di rasakan ayahnya. dia sebenarnya ingin menanyakan mengenai perihal tersebut tetapi dia juga tidak bisa menanyakannya melihat ayahnya yang seperti saat ini.
di balik dinding di samping lorong itu ada seseorang yang terus melihat kecemasan keluarga itu.
🌺🌺🌺
maaf ya kakak kakak baru bisa up hari ini karena author juga di sibukkan dengan ujian akhir semester di kampus.
selamat membaca kakak kakak
terima kasih yang sudah memberikan saran dan kritikannya
doaon authornya juga ya supaya dalam melaksanakan ujian semester authornya tetap semangat dan bisa menyelesaikan semester ini dengan baik terima ksih kakak kakak
cerita nya bagus, tapi banyak sekali kata yang hilang, huruf yang salah,
mohon sebelum di phost, di telitii terlebih dahulu,
kita hanya membaca, memberi semangat, dan meluruskan,
semangat terus Thor,
----------------------------------
SEMOGA SuperWin😂