Cewek sejelek Audry bisa Nikah sama Revan, seorang lelaki No satu yang paling banyak di minati oleh banyak perempuan. Kok bisa, Ya bisalah orang mereka di jodohkan. Revan sempat menyumpah nyerapahi Audry, karena dia harus menikah dengan Gadis jelek seperti Audry yang sama sekali bukan tipenya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rova Afriza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 25
"Ma?" Sapa Revan lembut, saat sudah tiba di rumah calon istrinya itu.
"Aduhhh rupanya menantu kesayangan mama udah dateng," Ucap Lena. Sembari berjalan menghampiri calon menantunya itu. Sementara Revan yang melihat mertuanya itu sudah tiba di hadapannya itupun, langsung cepat-cepat mengulurkan tangannya ke arah wanita paruh baya itu, untuk menyalaminya.
"Aduh, mama makin gak sabaran tau enggak sih, buat segera jadi mertua kamu secepat mungkin, baru jadi calon menantu aja udah sesopan ini sama mama, gimana kalau udah jadi menantu mama nanti," Ucap Lena memuji, karena prilaku yang di tunjukan oleh pria itu, lalu duduk di shofa yang ada di hadapan calon menantunya itu.
"Mama terlalu berlebihan menilai Revan, semoga aja nantinya Revan gak akan ngecewain mama," Ucap Revan. Sembari tersenyum penuh arti ke arah wanita paruh baya itu. Dirinya sempat merasa bersalah karena sudah membuat wanita paruh baya itu salah dalam menilai dirinya.
Sementara Lena, semakin terlihat menunjukan senyuman lebarnya saat mendengar kata-kata yang keluar dari mulut pria itu.
"Akh, anak ini paling pinter bikin calon mertuanya tambah klepek-klepek," Batin Lena.
"Oya bik, panggilin Audry nya gih, bilangin juga kalau calon suaminya udah datang buat jemput dia!" Perintah Lena, setelah pembantunya itu sudah selesai menyuguhkan minuman dan juga camilan di atas meja, untuk tamu kehormatan tuannya itu.
"Iya nyah," Sahut bibik. Lalu segera melakukan tugasnya berjalan ke arah kamar anak majikannya tersebut.
Tok...tok....
"Non, calon suaminya udah dateng, non sudah di suruh turun sama nyonya!" Ucap bibik memberitahu dari balik pintu kamar nonanya itu.
"Iya bik, bibik duluan aja!" Ucap Audry dari dalam kamarnya. Sembari terus mengoleskan ramuan hitam yang selama ini menutupi penyamarannya itu.
" Baik non," Ucap bibik. Lalu berlalu dari sana.
"Gila tu orang, cepat amat nyampenya, kegiatan gue belum kelar aja, udah nongol duluan!" Umpat Audry. Sembari terus mengoleskan ramuan tersebut ke bagian tubuh putih mulusnya yang belum tertutupi.
Beberapa menit kemudian.
"Gila! tu anak pinter amat pake topeng!" Rutuk Audry lagi di dalam hatinya. Saat melihat prilaku Revan yang terlihat begitu sopan saat di hadapan mamanya itu.
"Audry, kamu ini gimana sih? pake acara bikin calon suami kamu lama nunggu lagi!" Ucap Lena. Saat melihat putrinya itu sudah tiba di ruang tamu.
"Dia yang kecepatan dateng kali ma, bukan Audry nya yang kelamaan," Sahut Audry malas. Sembari mendelikan matanya saat menatap ke arah pria itu.
"Audry!" Bentak Lena. Saat mendengar penuturan anaknya itu.
"Udah ma, gak papa, lagian Revan betah kok ngobrol lama-lama sama mama sambil nungguin Audry nongol," Ucap Revan lembut. Sementara Audry yang mendengar itu pun sudah memelototkan matanya ke arah Revan.
"Cih, ke sok an banget," Batinnya.
"Beneran gak papa?" Tanya Lena memastikan.
"Iya, ma, karena Audry nya udah dateng, kita berangkat dulu ya ma," Ucap Revan pamit.
"Iya sayang hati-hati," Pesan Lena.
"Iya ma," Ucap Revan. Lalu bergegas untuk keluar rumah.
"Baik-baik di jalan, jangan nyusahin calon suami kamu!" Pesan Lena pada putrinya itu. Sementara Audry hanya menanggapinya dengan anggukan malas.
Brakkk...
Dengan kasar Audry menutup pintu mobil pria itu dari dalam, pertanda kalau dirinya sedang tidak baik-baik saja sekarang.
"Emang gue supir lo, sampe lo harus milih duduk di kursi belakang?" Ucap Revan.
Saat melihat gadis itu yang lebih memilih duduk di sana, di bandingkan harus bersebelahan dengannya. Walaupun dia tahu betul kenapa gadis itu lebih memilih untuk duduk di sana.
"Senang ya, udah bikin mama gue berada di pihak lo!" Tuding Audry pada Revan. Tanpa menghiraukan pertanyaan pria itu padanya sedikit pun.
"Lo ngomong apaan sih?" Jawab Revan malas. Sembari mulai mengemudikan mobilnya ke jalanan raya.
"Jangan pura-pura gak tahu, gue tahu betul apa maunya lo!" Jawab Audry sinis.
"Kalau udah tahu, kenapa masih nanya!?" Ucap Revan.
"Looo!" Audry semakin kesal mendengar ucapan pria itu, secepat mungkin dia langsung membuang pandangannya ke arah jendela karena malas melihat pria itu.
"Menarik! ternyata lo para normal ya?" Ucap Revan sembari tersenyum miring. Sementara Audry tak lagi mengacuhkannya. Matanya hanya sibuk melihat pemandangan yang ada di luar kaca jendela mobil pria itu.
********