💞😍Family Putra❤😘
Second Story, Istri Istri Tuan Bryant
🥰Couple Beda Usia🥰
🍃Subscribe, Like, Comment🍃
⚔️NO BOOM LIKE! TAK SUKA, SKIP⚔️
Bagaimana rasanya mencintai pria berumur yang berstatus om sendiri?
Mencintaimu adalah do'a terbaik dalam hidupku. Bagi dunia, kamu hanyalah pria dewasa nan dingin tanpa ekspresi. Namun, bagiku, kaulah duniaku. ~Bunga Angela
Menikah? Satu ikatan yang slalu kuhindari, tapi keras kepalamu menjadi akhir cerita masa lajangku.~Alkan Putra.
Hubungan hati dengan problematika keluarga dan perbedaan usia mengubah dunia dalam keluarga Putra. Kisah pasangan yang memiliki cinta sederhana berselimut badai kehidupan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asma Khan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 25#Kesal, Penolakan Al
Suara seorang pria yang terdengar serak seperti kurang minum dari arah belakang berhasil mengalihkan perhatian Bunga. Dimana hati gadis itu masih dalam keadaan tak baik, tapi ada saja yang menjadi pemicu perenggut sisa ketenangannya. Tanpa memberikan jawaban, ia berbalik seraya menyibakkan rambut menghadapi sang dosen yang tengah menantang perang dengannya.
"Pak Dosen terhormat, perkenalkan nama saya Bunga Angela. Catat dan ingat itu baik-baik karena mahasiswi satu ini, tidak akan kabur di hari pertamanya kuliah. Bapak sebagai dosen tidak boleh berburuk sangka!
"Harusnya sebagai dosen, bapak itu tanyain mahasiswanya secara baik-baik biar tahu apa yang terjadi. Mungkin lagi kesulitan atau bingung arah jalan di kampus sebesar ini, nah bapak sendiri malah dengan entengnya ngatain aku mau kabur."
Ucapan panjang kali lebar dari Bunga, membuat si dosen melongo tak percaya. Netra hazelnut yang berbinar menyebarkan aura permusuhan, tetapi bibir mungil terus bergerak mengucapkan banyak kata yang mendadak terbang entah kemana. Pemandangan indah yang tak pernah dirinya lihat mendadak menghantarkan debaran aneh di dalam dada.
Apa yang terjadi padanya? Tak ingin terlihat aneh, sontak saja ia menggelengkan kepala, lalu kembali ke mode serius. "Maaf telah salah paham, bisa katakan kamu mau kemana?"
"Hadeh, Pak Dosen telah banget nanyanya. Kenapa gak dari tadi, sih!" ketus Bunga tanpa berpikir untuk bersikap lebih kalem di depan si dosen. "Toilet dimana? Bisa tunjukkan, Pak!"
"Toilet di lantai ini ada dua, satu di ujung dekat ruang seni yang ada di sisi utara. Lalu satu lagi ada di dekat gudang peralatan olahraga. Tepatnya di ujung lorong di depan sana!" Pak dosen menunjukkan arah depan yang berjarak tiga meter dari tempat ia dan Bunga berdiri.
Setelah mendapat penjelasan yang dibutuhkan, Bunga berbalik tanpa berterima kasih pada si dosen. Langkah kaki gadis itu berjalan cepat meninggalkan sang dosen sendirian, tapi bukannya ikut pergi. Justru tetap terdiam di tempat seolah menunggu kembalinya Bunga ke tempat semula.
Meninggalkan keanehan si dosen. Al yang baru saja sampai kantor langsung masuk ke ruangan kerjanya. Pria dewasa itu berniat memeriksa file yang sudah ia kerjakan semalam sekali lagi, tapi tiba-tiba ada yang masuk ke dalam ruangannya tanpa permisi. Derap langkah kaki terdengar seperti decit tekanan tanpa beban menjadi isyarat suara akan siapa yang datang.
Tangannya terangkat tanpa menoleh ke belakang, "Ruangan suamimu bukan disini, tapi ada di sebelah. Jangan pernah masuk ke ruanganku tanpa izin. Pergilah!"
Suara hentakan kaki terdengar cukup keras bersambut rutukan dalam hati yang tak bisa diucapkan, "Om, aku kan cuma mau nyapa. Masa gak boleh, sih?"
"Aku tidak perduli dan juga, tidak ingin tahu tentang niatmu. Pahami saja satu hal, menjauh dariku!" tegas Al menyudahi perdebatan yang berasal dari rengekan sang istri keponakannya.
Wanita yang baginya hanyalah sampah, tapi sudah terlanjur menjadi bagian keluarga Putra tanpa izin kakak dan kakak iparnya. Hanya karena Hazel, maka keluarga mereka menjadi dua bagian. Permasalahan bukan pada satu titik saja, melainkan pada kenyataan yang menjadi sebab keretakan hubungan semua orang.
Jika istri dari Bryant memiliki norma dan memang lah wanita baik-baik, maka tidak akan meminta keponakannya untuk meninggalkan rumah keluarga sendiri. Ia tahu, sang keponakan bisa membeli rumah bahkan membangun mansion dengan hasil kerja keras selama beberapa tahun yang sudah berlalu.
Namun, apa gunanya rumah baru ketika rumah lama yang selama ini menjadi tempat berpulang berubah menjadi kesunyian malam. Sejak Hazel membawa Bryant keluar dari kediaman Putra, mulai saat itulah keluarganya merasa kesepian. Kebersamaan yang selalu menjadi kehangatan perlahan menghilang tanpa pernah disadari oleh semua orang.
Penolakannya memiliki sebab. Apalagi setiap kali wanita itu menunjukkan sisi lain yang terlihat murahan. Hati semakin yakin bahwa Bryant telah salah memilih pasangan. Akan tetapi, ia masih tidak memiliki jawaban atas pertanyaan yang selama ini mengusik pikiran. Apa alasan sang keponakan kekeh menikahi Hazel.
Memang benar Hazel model cantik dengan nilai plus dari sisi penampilan. Lalu, apa hanya karena itu? Tidak, mana mungkin semudah itu membuat Bryant jatuh cinta. Keponakannya yang selama ini sibuk bekerja, tapi tiba-tiba datang menemui keluarga hanya untuk memberi pengumuman tentang pernikahan yang tidak pernah direncanakan.
Satu teka-teki yang menjadi awal perpisahan keluarga menghadirkan rasa tak suka di dalam hatinya. Bukankah wajar, jika dirinya marah karena sikap Bryant tidak dewasa dan selalu membela Hazel disetiap ada kesempatan. Dimana itu semakin melukai hati sang kakak ipar yang merupakan mama dari Bryant sendiri.
"Ekhem! Apa yang kamu tunggu? Cepat keluar dari ruanganku!" Al mengibaskan tangan mengusir Hazel tanpa berniat melihat wajah kusut dari istri keponakannya itu.
Telinganya mendengar suara langkah kaki yang berjalan menjauh bersambut derit pintu terbuka, lalu tertutup kembali. Beberapa saat membiarkan keheningan seraya menghembuskan napas secara perlahan-lahan. Pagi yang seharusnya semangat mendadak tak lagi memiliki mood.
Padahal jadwal pagi ini cukup padat dengan beberapa pertemuan yang akan membahas proyek lama. Seketika hati merasa ingin menikmati kesegaran udara atau setidaknya ada secangkir kopi hitam untuk dijadikan teman kerja. Ide yang terlintas tak bisa diabaikan, lalu ia mendial nomor tiga di saluran telepon kantor.
"Antarkan secangkir kopi hitam ke ruanganku, sekarang!" titahnya begitu panggilan terhubung tanpa menunggu sambutan dan bahkan langsung menutup sambungan telepon tanpa menunggu jawaban dari seberang.
Ketika hati memiliki keyakinan diri. Bukankah kita menyebut itu sebagai kepercayaan atas sesuatu yang dianggap memang benar adanya. Lalu, apa jadinya ketika kesadaran yang tersisa terbelenggu oleh kebenaran tanpa bukti?
Pikiran yang melalang buana membawa Al pada persimpangan jalan. Pria itu sibuk merenung mencoba menjabarkan seluruh hasil informasi yang ia rangkai menjadi kilas balik cerita. Akan tetapi, usahanya seperti sia-sia seolah ada tembok besar sebagai penghalang.
"Astagfirullah, kenapa jadi pusing. Ternyata usia tuaku berpengaruh begitu besar. Baru saja memikirkan lima masalah, kepala sudah nyut-nyutan," tangan terangkat memijat pelipisnya. Lalu, ia duduk di kursi kebesarannya, "Sabar, Al. Semua pasti bakal membaik meski membutuhkan waktu, kuharap begitu."
Gumaman Al terdengar begitu lirih, bahkan tak seorangpun akan mendengarnya. Dimana ruangan kerja pria itu memanglah kedap suara dan sangat memberikan kenyamanan tersendiri bagi penghuninya. Apalagi tata letak barang-barang tersusun sedemikian rupa dan terlihat begitu rapi.
Mata yang terpejam bersambut helaan napas panjang. Perlahan tapi pasti, emosi hati mulai terendam ketenangan tak bertuan. Disini Al menikmati kesendirian tanpa gangguan, sedangkan di ruangan lain hanya ada ketegangan.
Amplop coklat berstempel pengadilan agama tergeletak di atas meja dan terlihat masih utuh tanpa keinginan menyentuhnya. Apapun isi dari amplop itu, ia tahu benar bahwa kertas di dalamnya akan menjadi alasan pertengkaran hebat untuk kesekian kalinya.
"Sampai kapanpun hubungan pernikahan kita tidak akan berakhir!" Diambilnya amplop coklat dari atas meja. Lalu ia sobek dengan sepenuh hati tanpa menunggu jawaban dari si pemberi amplop.
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu