Mengisahkan seorang pemuda yang terlahir dari keluarga mantan murid jenius slah satu sekte.
Yang dengan tekad, kemauan dan kerja keras menapaki jalan kultivasi, tanpa menggunakan nama besar kedua orang tuanya.
Hingga berada di puncak kekuatan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Qian Shan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sibuk
Di Akademi Penempaan......
Jendral Xun, Guru Kai dan Hao Chun hendak menikmati hidangan yang sengaja di siapkan Guru Kai, seblum Wu Jian akhirnya datang bergabung.
Duduk satu meja, bersama tiga orang hebat yang sangat Wu Jian kenali,membuat bocah itu bersikap santai tak seperti sebelumnya.
Sesekali mereka tiga orang dewasa itu menertawai keluguan Wu Jian tatkala menjawab pertanyaan pertanyaan ketiganya.
Dan pada satu kesempatan,,,, Wu Jian akhirnya bertanya pada ketiga orang dewasa yang berada pada satu meja denganya........
"Paman Chun, kakek paman dan Guru??"
"Sebenarnya?? dimana keluarga ayahku tinggal?? "
Pertanyaan Wu Jian berhasil membungkam ketiga nya, serta membuat mereka saling pandang dan berfikir.
Wajah Wu Jian menunduk, bocah itu seperti akan mendapat perasaan kecewa yang lain karna kembali tak mendapat jawaban ttg keluarga Ayahnya Wu Feng.
Tangan Hao Chun kemudian mengusap pundak Wu Jian lalu berkata......
"Jian'er?! paman hanya mengetahui suatu cerita,,,, namun cerita itu tetap tidak menjawab ttg keberadaan keluarga Wu" tutur Hao Chun.
Bocah itu kembali tersenyum penuh antusias mendengar Paman nya memiliki informasi ttg keluarga ayahnya.
"Tak apa paman!!! Jian'er hanya sangat penasaran dengan keluarga ayah!!! " ucap Wu Jian.
Bocah itu menggeser tubuh, ke arah Hao Chun.
Hao Chun mewajari sikap keponakan angkatnya itu, karena bagaimanapun,,, yang bocah itu ingin ketahui adalah tentang keluarga dari Ayahnya.
"Paman mendapat cerita ini dari kakek Hao wo,,, beliau mengatakan pada waktu itu, Paman sendiri baru lima hari terlahir"
"Kakek Hao Wo bersama puluhan pangawal keluarga Hao, tengah mencari suatu herbal untuk ibuku yang jatuh sakit setelah melahirkan Paman"
"Di katakan!! Kakek Hao menemukan sebuah gubuk kecil di kedalaman hutan tersebut,dan tak jauh dari sana ada aliran sungai "
"Niat kakek dan rombongan adalah,, menjadikan gubuk itu sebagai tempat istirahat selama pencarian mereka mencari herbal"
"Namun beberapa hari berikutnya, Kakek Hao tetap tidak beruntung, yang akhirnya Kakek Hao kembali ke gubug kecil tadi untuk beristirahat"
"Di saat itulah,,, Kakek Hao melihat Bayi laki laki yang di tinggal sendiri,bersama secarik kertas dan sebuah lencana kecil"
"Namun Kakek Hao memilih tinggal sampai beberapa hari kemudian,untuk memastikan barangkali orang tua dari bayi itu kembali,,, sayangnya tidak ada seorangpun yang datang untuk bayi laki laki itu"
"Selanjutnya,, kakek membawa saudara Feng pulang ke rumah dan mejadi saudara ku,,,, "
"Jian'er?! hanya itu yang bisa paman ceritakan pada mu!? " ucap Hao Chun,pada Wu Jian yang terlihat melamun.
"ee.... Paman??? lalu ttg kertas dan lencana itu,,,??? " tanya Wu Jian sambil memaksakan kesadaranya dari lamunan.
"Kertas dan lencana itu,seperti sebuah pusaka bagi keluarga Hao kami Jian'er!!! Dua benda itu kami simpan dan kami jaga untuk Saudara Feng!!sayangnya,,,, Saudara Wu Feng, tak sekalipun memiliki minat untuk membaca atau menyentuh lencana itu"
"Bahkan,,, Saudara Feng, hampir tidak pernah menyinggung nama klan nya, sampai hari ini"Tutur Hao Chun.
Sementara Jendral Xun dan Guru Kai, kini juga tau kebenaran ttg keluarga Wu Feng yang tak di ketahui.
Keduanya hanya diam menyimak cerita dari Tetua Hao Chun tanpa ingin mengoreksi atau menyela.
Untuk Wu Jian sendiri,,, bocah itu merasa heran dengan sikap ayahnya yang sama sekali tidak memiliki minat untuk mencari keberadaan keluraganya.
Namun,, Wu Jian akhirnya memilih untuk tidak perduli, sebab,,,, keluarga Hao sudah begitu baik,karna mau mengurus Wu Feng.
Obrolan beralih, setelah Wu Jian tak lagi memiliki minat pada cerita sebelumnya.
Di tengah acara makan dan perbincangan itu, salah satu pengurus Akademi yang bertugas di ruang pendaftaran datang menghadap.
"Ada apa nona Hei?? " tanya Guru Kai yang melihat kedatangan salah satu pengurus Akademi trsebut.
"Ee.... itu?? Tetua Kai,,, di depan gedung akademi,banyak orang yang hendak mendaftarkan diri menjadi murid akademi penempaan!! " jawab Nona Hei
Guru Kai masih bersikap biasa lalu kembali menimpali perkataan pengurus Akademi itu...
"Bukankah itu hal yang bagus, Nona Hei?? "
"Benar, tetua!!! tapi,,,?? jumlah mereka yang datang mendaftar adalah ribuan, Tetua??! "
"Apaaaa?????? " Guru Kai lamgsung berdiri mendengar laporan dari Nona Hei.
"Benar tetua,, sebab itulah junior datang melapor pada tetua Kai! " tutur Nona Hei.
Berfikir bahwa laporan yang di sampaikan pengurusnya adalah serius...
"Jenderal Xun dan Tetua Chun,saya pamit untuk menanggapi laporan Nona Hei?! anda tak perlu sungkan, lanjutkanlah jamuan ini tanpa saya!!!" meski Guru Kai tak enak hati,, namun Guru Kai juga tak dapat membiarkan semua orang menunggu di luar gedung akademi.
"Baik!! silahkan lakukan tugas anda Tetua Kai!! kami akan menyusul nanti" ucap Jenderal Xun.
Tak lagi menunggu,,, Guru Kai pergi keluar bersama Nona Hei, guna membantu pencatatan bagi para pendaftar.
Dan benar sesuai laporan Nona Hei,bahwa pendaftar di akademi penempaan adalah ribuan.
"Gleeukkkk..... " Guru Kai sampai menelan ludah, melihat hal yang belum pernah dia saksikan sebelumnya.
Guru Kai tidak tau kalau Akademi Penempaan Sekte Pedang Biru, menjadi minat nomor satu bagi halayak yang ingin mendaftar sebagai murid di sekte Pedang Biru.
Dari arah yang tak begitu jauh,, baik patriak maupun tetua lainya,hanya tersenyum melihat sikap tak percaya dari Guru Kai.
Hingga Tetua Dai meledeknya...
"Tetua Kai??! mulai sekarang, kau tak akan bisa bersantai lagi.... hhaahhaha" tuturnya, yg membuat tetua Kai menunduk sambil menggelengkan kepala.
"Haiiiizzzzzz,,,, kenapa aku merasa tidak senang,??? " Gumam Guru Kai.
"Akademi ini memang yang paling sepi?? tapi aku juga tak ingin terlalu banyak memiliki anak didik?? " Guru Kai seperti mengeluh, namun mau bagaimana???
"Gara gara satu bocah??! maka datanglah ribuan bocah selanjutnya!!! Haiss,,,, yang ku anggap berkah,, kini malah membawa bencana" Guru Kai masih tetap mengeluhkan keadaan, sampai Nona Hei menegurnya...
"Tetua?! kita harus segera mengurus semua calon murid yang ingin mendaftar ini!!! "
Guru Kai segera tersadar...
"ah... iya... iya.... iya,,, mari!!! " keduanya lalu memasuki gedung dan menuju ke ruang pendaftaran.
Karna hari itu Guru Kai dan Nona Hei, serta lainya tak dapat menyelesaikan pendaftran dari semua calon murid..
Guru Kai meminta agar semua pengurus membagikan kertas pendaftaran dan di minta membawa kembali esok harinya setelah semua persyaratan menjadi murid akademi penempaan mereka sepakati.
Cara Guru Kai tidak lain, agar semua pengurus dapat beristirahat dan tidak menguras tenaga.
"Jadi seperti ini, rasanya sibuk??? " ucap Guru Kai setelah menyelesaikan tugasnya sebagai penanggung jawab akademi.
"Nona Hei, Nona eun dan lainya?! istirahatlah sekarang!! aku akan kembali menemui Jendral Xun dan tetua Chun"
"Baik Tetua?!!! "
sebelumnya ketika belum naik tingkat wu jian bisa mengalahkan binatang tingkat 5, ini sudah naik dua tingkat malah terluka melawan binatang iblis tingkat 6
Yang Tokohnya Wu Jian karakter keras untuk
Mengambil keputusan dan bijaksana Hatinya
Baik penuh kasih sayang tidak memandang status Hormat pada Orang Tuanya dan ke yang lebih Tua, yang paling aku demen/Suka MCNYA
Tak mempermainkan kaum Hawa/Wanita malah Sebaliknya selalu menghormatinya Kaum Wanita
Cerita Sang Legenda Singkat Padat tidak bertele-tele dalam Perjalanan menuntut ilmu
Salam sehat sukses selalu untuk Author dan Keluarganya beserta Penggemar/Pembaca NOVELTOM
Karna Tokoh Utamanya selamat dan berbahagia bisa berkumpul kembali bersama keluarga dan Para CSNYA
Hmmm ada tugas baru dari Ras Kaisar ⭐⭐⭐⭐⭐
Wu Jian Wu Jian kanu pasti bisa berhasil mengatasi/Mengatasi/mengalahkan Dan Gue bunuh
Dia Hancurkan Dantain dan Merdiannya jadikan Manusia yang tak
Berguna lagi😄😄
Sekte Yuan/Benua Hitam jangan diberi kesempatan untuk hidup/Melarikan untuk menyalamatkan Dirinya sendiri
Dari orang2 yang Serakah Kekuasaan
Tidak Terlambat datang ke Benua Biru
Untuk bertempur menghadapi Sekte Taring/Sekte Ular yang di Pimpin Patriak Ing dari Daratane,Nyuan Benua Hitam
Terlambat datang ke Benua Biru
Pamit mau mengejar Patriak Ing Sekte Ular yang kabur yang merasa dirinya begitu bodoh dan mersa bersalah Telah membantai Para tawanan yang tak berdosa Wu Jian
Begitu geram pada Ptriak Ing