Melati dan Rayan sudah 5 tahun menikah, tapi mereka belum di karuniai keturunan. Di usia 5 tahun pernikahan mereka melakukan pemeriksaan kesehatan, dan hasil nya Rayan yang bermasalah.
Dokter Silvi, sahabat nya Melati memberi saran pada Melati agar Melati mengatakan bahwa diri nya yang mandul. Maka Melati akan melihat seperti apa wajah asli mereka, dan Melati pun menerima saran itu.
Setelah mengatakan hal itu, Melati di perlakukan bak pembantu. Rayan datang dengan membawa wanita hamil yang diakui sebagai anak nya.
Di hari syukuran kelahiran anak nya, Rayan mengundang Melati dan menghina nya di depan banyak orang. Melati lalu memberikan surat hasil pemeriksaan yang asli, Rayan dan kekuarga nya tidak percaya dengan hal itu.
Tapi setelah memeriksa keaslian surat itu, dan melakukan tes DNA maka mereka baru tahu bahwa anak itu bukan anak nya Rayan. Dan saat itu juga Rayan juga sudah di tipu oleh istri baru nya, harta nya sudah di bawa lari oleh wanita itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29
Andin berjalan menuruni tangga dengan perut besar nya, dia menghampiri Rayan dan keluarga nya di ruang tamu. Bu Arum dan Arin menunggu nya, lebih tepat nya menunggu uang itu kembali.
"Bagai mana Andin? Mana uang nya?" Tanya bu Arum cepat.
"Gak ada bu, Mama bilang uang nya sudah di kembalikan sama ibu dan mbak Arini!" Andin berkata pada mereka.
"Jangan membodohi kami Andin, uang itu jumlah nya cukup besar. Tapi orang tua mu hanya mengembalikan sebesar 15 juta rupiah saja, itu tidak ada seperempat nya!" Bu Arum kesal sekali dengan ucapan Andin.
"Bu, mungkin memang segitu jumlah nya!" Ucap Andin lagi.
"Andin, jangan berfikir bahwa kami tidak bisa menghitung nya. Tamu yang datang itu banyak, dan mereka tidak ada yang berasal dari kalangan biasa. Mereka berasal dari kalangan orang- orang berada, jadi isi amplop mereka tidak mungkin main - main!" Bu Arum kembali berkata.
"Bu, kita tidak bisa menebak isi hati seseorang. Apa lagi isi amplop nya, Mama dam Papa memang tidak berbohong. Mereka mengambil amplop itu bukan untuk mengambil isi nya, tapi ingin menyelamatkan isi nya saja. Takut nya ada orang lain yang mengambil nya!" Andin memberikan alasan agar mertua dan ipar nya percaya.
"Alah, dasar orang tua mu itu serakah. Udah ketahuan maling, tali tetap tidak mau ngaku!" Arini berkata dengan sinis nya.
"Sudah, sudah, kalian membuat ku pusing saja!" Bentak Rayan pada istri dan juga kakak nya.
"Mertua kamu itu yang keterlaluan banget!" Jawab Arini lagi.
"Mbak,,,,!"
"Sudah cukup, jangan berdebat lagi!" Rayan menghentikan percekcokan antara istri dan juga keluarga nya.
Semua orang terdiam, baik itu Andin maupun Arini. Bu Arum pun sama, sekalipun dia kesal dan geram tapi setelah mendengar bentakan putra nya dia ikut diam.
"Ibu, mbak, udah ya mungkin cuma dapet segitu!" Rayan berkata pada ibu nya.
"Ibu gak percaya Ray kalau uang nya cuma segitu, pasti mertua nya sengaja mengambil nya!" Jawan bu Arum dengan ketus.
"Bu, ku mohon jangan mengungkit lagi masalah uang itu. Uang segitu tidak ada guna nya di mata orang tua Andin!" Rayan kembali berkata.
Bu Arum mendengus kesal, entah kenapa dia tiba - tiba merasa tidak percaya dengan orang tua nya Andin. Sedangkan Andin hanya tersenyum puas saat melihat Rayan membela nya di depan keluarga nya.
"Mas, aku mau ke kamar dulu ya. Aku mau istirahat!" Andin berkata sambil mengelus perut nya yang buncit.
"Iya sayang, mau mas bantuin?" Tawar Rayan.
"Gak usah mas, aku bisa sendiri. Kamu temenin ibu sama mbak Arini aja!" Andin kembali berkata.
Andin lalu segera kembali ke kamar nya, dia sengaja menjauh dari mereka semua. Karena dia ingin bicara pada orang tua nya, dia ingin meminta sebagian uang amplop itu.
Andin langsung menutup pintu kamar nya, dan dia meraih benda pipih milik nya yang sedang di isi daya. Andin langsung menghubungi orang tua nya, panggilan pertama nya langsung di jawab oleh mereka.
"Hallo Ma!" Sapa Andin.
"Hallo Andin, apa apa lagi?" Tanya bu Salma dari seberang sana.
"Ma, mana uang bagian ku. Aku tahu jumlah uang amplop itu banyak, dan Mama sama Papa mau menguasai sendiri. Aku minta bagian ku, karwna aku sudah membuat mas Rayan merelakan uang itu untuk kita!" Andin berkata pada Bu Salma.
"Kamu apaan sih Andin? Uang itu buat Mama sama Papa, kamu kan udah jadi istri nya Rayan. Jadi kalau kamu butuh uang, kamu bisa minta sama Rayan lah. Jangan minta sama kami!" Kembali Bu Salma berkata pada putri nya.
"Loh, kok Mama gitu sih? Aku udah bantuan kalian loh, jika tidak maka uang itu akan di ambil lagi oleh Bu Arum!" Andin kembali berkata.
"Pokok nya gak bisa Andin, uang itu milik kami!" Tegas bu Salma lagi.
Tut, tut, tut.
Panggilan telepon pun di matikan secara sepihak oleh Bu Salma, Andin pun merasa kesal bukan main pada keluarga nya.
********
Sore ini Melati dan bu Ambar sedang berada di Mall, hari ini Melati menemani sang Bunda setelah pulang dari kantor nya. Melati menemani sang Bunda berbelanja semua kebutuhan rumah mereka, sekaligus belanja kebutuhan pribadi Melati.
Tapi tanpa sengaja, Mata Melati menatap sepasang manusia yang dia kenal. Dia melihat foto mereka dari Ayah nya beberapa waktu yanh lalu, mereka adalah pasangan penipu, yaitu orang tua nya Melati.
"Bun, Bunda lihat itu!" Melati menunjuk pada kedua orang yang berada tidak jauh dari mereka.
"Siapa mereka?" Tanya Bunda Ambar heran.
"Masa ibu lupa sama mereka? Mereka kan orang tua nya Andin, kan Ayah pernah menunjuk kan gambar nya beberapa waktu yang lalu!" Melati mengingatkan sang Bunda.
"Oh iya benar, Bunda lupa. Maklum aja, udah tua He he he!" Jawab Bunda Ambar sambil tertawa.
"Seperti nya mereka udah berhasil mendapatkan uang yang banyak, bukti nya mereka berbelanja di sini!" Melati berkata lagi.
"Mungkin mereka sudah berhasil mendapatkan mangsa baru!" Ujar bu Ambar lagi.
"Ayo bu kita deketin mereka, kita pura - pura tidak mengenal mereka!" Melati berkata pada Bunda Ambar.
"Iya ayo!" Jawab Bunda Ambar.
Ibu dan anak itu berjalan mendekati mereka, mereka berjalan sambil mendorong triliun yang berisi bahan belanjaan mereka. Melati bersikap seolah - olah dia tidak mengenal mereka sama sekali.
"Pa, Mama seneng banget. Ternyata Rayan dan keluarga nya orang yang sangat bodoh, orang yang bisa kita bohongi!" Bu Salma berkata pada suami nya.
"Iya Ma, Papa yakin tidak lama lagi kita akan menjadi orang kaya yang sesungguh nya. Nanti setelah masa seaa rumah itu habis, kita akan tinggal bersama mereka di rumah itu!" Pak Gunawan berkata pada istri nya.
"Iya Pa, betul sekali itu. Dengan anak yang di kandung oleh Andin, maka Rayan dan keluarga nya akan menuruti semua keinginan Andin!" Ucap Bu Salma lagi.
Bu Ambar dan Melati berjalan di dekat mereka, mereka sengaja ingin mencuri dengar apa yang tengah di bicarakan oleh nya. Seperti dugaan Melati tadi, rupa nya orang tua nya Andin memang tidak mengenali Melati dan Mama nya.
"Mama senag sekali Pa, Andin bisa di andalkan. Dengan begitu kita tidak perlu lagi menemukan siapa ayah dari bayi yang di kandung oleh Andin. Anak itu akan menjadi pewaris semua harta kekayaan keluarga mereka!" Kembali bu Salma berkata.
"Iya Ma, Andin memang tidak perlu di ragukan lagi!" Kembali pak Gunawan berkata.
Sejak tadi, Melati sengaja memasang mode on pada kamera nya. Dia merekam semua percakapan orang tua nya Andin, Melagi yakin semua ini pasti akan sangat berguna nanti nya.
terus sehat dan semangat 😍💪