NovelToon NovelToon
Senyumku Untuk Anakku Dan Racun Ku Untuk Kamu

Senyumku Untuk Anakku Dan Racun Ku Untuk Kamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Diam-Diam Cinta
Popularitas:13.2k
Nilai: 5
Nama Author: Queen_Fisya08

Fisya Alexander tak pernah menyangka rumah tangga yang ia jaga sepenuh hati justru menjadi awal kehancurannya.

Suaminya, Jason, berselingkuh dengan sahabat yang paling ia percaya namun pengkhianatan itu belum seberapa dibanding rencana keji yang mereka siapkan di ruang bersalin

Saat dua bayi perempuan lahir di hari yang sama, sebuah pertukaran terjadi, mereka yakin telah merebut segalanya dari Fisya.

Sayangnya, mereka tidak pernah sadar bahwa Fisya melihat semuanya

Sejak malam itu, senyum Fisya hanya untuk putrinya, sementara racunnya disiapkan untuk mereka yang telah menghancurkan hidupnya.

Ketika rahasia mulai terungkap, siapa yang sebenarnya sedang menjebak siapa ?

Jangan lupa tekan love sebelum melanjutkan membaca dan tinggalkan komentar dan Vote juga ya besty!🫰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen_Fisya08, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mencari Tina

Sore harinya, Kasandra berdiri di depan cermin sambil merapikan penampilannya.

Ia memilih gaun berwarna krem dan memoles wajahnya dengan riasan tipis.

Setelah merasa penampilannya sempurna, ia mengambil tas tangannya.

Sebelum keluar kamar, Kasandra mengambil ponselnya lalu menghubungi Jason.

"Jason, aku mau ke kafe yang ada di seberang kantor kamu, datanglah ke sana, ada yang ingin aku bicarakan dan aku tanyakan"

Suara Jason terdengar dari seberang telepon.

"Ok. Tunggu aku di sana, jangan ke mana-mana."

Kasandra tersenyum tipis.

"Aku tunggu."

Panggilan pun berakhir.

Tanpa berpamitan kepada siapa pun, Kasandra langsung keluar dari rumah.

Ia bahkan tidak memberi tahu Nisa bahwa ia akan pergi.

Dari balik jendela dapur, Nisa melihat mobil Kasandra perlahan meninggalkan halaman rumah.

Ia hanya mengembuskan napas panjang.

"Entah sampai kapan rumah ini dipenuhi kebohongan," gumamnya lirih.

Tatapannya kemudian beralih ke arah Agnes yang sedang tertidur pulas di dalam boks bayi.

Nisa menghampiri bayi kecil itu dan mengusap lembut pipinya.

"Yang sabar ya, Nak. Semoga suatu hari nanti semua kebenaran terungkap."

Beberapa saat kemudian, Kasandra tiba di sebuah kafe yang berada tepat di seberang gedung Alexander Group.

Dari balik kaca besar kafe itu, gedung perusahaan milik Fisya terlihat jelas.

Kasandra memilih duduk di sudut ruangan yang cukup sepi.

Dari tempat itu, ia dapat mengamati pintu keluar-masuk gedung Alexander Group tanpa menarik perhatian orang lain.

Seorang pelayan menghampirinya.

"Selamat sore, Kak. Mau pesan apa?"

"Satu cangkir kopi hitam tanpa gula," jawab Kasandra singkat.

"Baik, mohon ditunggu."

Pelayan itu pun pergi.

Kasandra menyandarkan tubuhnya di kursi sambil sesekali melirik jam tangan.

Jemarinya mengetuk pelan permukaan meja, menandakan kegelisahan yang sejak tadi ia rasakan.

Tak lama kemudian, secangkir kopi hangat disajikan di hadapannya.

Namun, Kasandra tidak langsung meminumnya, tatapannya tetap tertuju ke arah gedung Alexander Group.

Di dalam benaknya hanya ada satu pertanyaan.

**Di mana Tina sekarang?**

Dan pertanyaan itulah yang membuatnya tidak bisa tenang sedikit pun sambil menunggu Jason datang menemuinya.

Sekitar dua puluh menit kemudian, Jason masuk ke dalam kafe, wajahnya terlihat lelah setelah seharian bekerja.

Jason langsung duduk di hadapan Kasandra.

"Kamu kenapa ingin bertemu dengan ku mendadak? Bukankah aku sudah memberitahukan kamu tadi pagi"

Kasandra menatap Jason tanpa berkedip.

"Aku tidak bisa tenang setelah kamu telpon tadi pagi"

Jason mengembuskan napas panjang.

"Masalah Fisya lagi?"

"Iya. Masalah Fisya, dan juga Tina... anakku," jawab Kasandra tajam.

Jason kembali menarik napas panjang sebelum menyandarkan tubuhnya ke kursi sesaat kemudian, ia mengangkat satu tangan untuk memanggil seorang pelayan yang berdiri tidak jauh dari meja mereka.

Pelayan datang menghampiri.

"Ada yang bisa saya bantu?"

"Americano tanpa gula," jawab Jason singkat.

Setelah pelayan pergi, Kasandra kembali membuka pembicaraan.

"Jason..." panggil Kasandra

"Di mana Tina sekarang?" Tanya Kasandra

Jason menggeleng pelan.

"Aku belum tahu."

Kasandra langsung mengepalkan tangannya.

"Bagaimana mungkin kamu belum tahu?"

"Kamu sudah bertemu dengan Fisya, apa kamu tidak bertanya tentang Tina padanya?"

Jason menahan emosinya.

"Aku sudah mencoba bertanya tapi Fisya tidak mau menjawab keberadaan Tina dimana"

Kasandra memukul pelan meja di depannya.

"Aku ingin menemui Fisya sekarang juga."

Jason langsung menggeleng.

"Jangan."

"Kenapa?" Tanya Kasandra dengan tatapan tajam

"Karena kamu hanya akan membuat dia semakin curiga." Ucap Jason dengan penuh penekanan

Kasandra menggigit bibirnya.

"Aku hanya ingin bertemu Tina anakku"

Jason menatap Kasandra beberapa detik.

"Kas... Dimana pun Tina berada, dia tetap anak kandung kita."

Kasandra terdiam.

Jason melanjutkan.

"Fisya sangat menyayangi Tina, itu justru menguntungkan kita."

"Dia akan membesarkan Tina dengan pendidikan terbaik, memberikan kehidupan terbaik dan mempersiapkannya menjadi pewaris Alexander Group." Tegas Jason

"Suatu hari nanti... Semua itu akan kembali kepada kita." Lanjut Jason

Kasandra masih terlihat gelisah.

"Tapi bagaimana kalau Tina tidak pernah kembali?"

Jason menggeleng mantap.

"Itu tidak mungkin."

"Apa kamu yakin?" Tanya Kasandra ragu

Jason mengangguk.

"Ya aku yakin bahkan sangat yakin karena perusahaan Alexander sedang berkembang sangat pesat."

"Apalagi sekarang Fisya sudah menjalin kerja sama dengan Crown Empire Group."

Kasandra langsung mengangkat kepalanya.

"Crown Empire Group?"

"Iya." Jawab Jason

"Perusahaan terbesar itu?" Ucap Kasandra dengan wajah terkejut

"Benar." Jawab Jason

Kasandra masih tampak terkejut dan tidak percaya

"Bagaimana bisa?"

Jason menghela napas.

"Aku juga tidak tahu tapi kerja sama mereka sudah berjalan."

Kasandra mulai berpikir.

"Kalau begitu... Kekayaan Fisya akan semakin besar."

Jason tersenyum tipis.

"Itulah sebabnya aku tidak khawatir tentang anak kita Tina"

"Karena Tina sudah dipersiapkan menjadi pewaris."

"Semakin besar perusahaan Fisya... Semakin besar pula keuntungan yang suatu hari nanti bisa dinikmati Tina."

Kasandra akhirnya mulai tenang.

"Kamu benar."

Jason mencondongkan tubuhnya.

"Yang harus kita lakukan sekarang hanyalah bersabar, jangan bertindak gegabah, seperti yang kamu bilang, kita harus waspada"

Kasandra mengangguk pelan.

"Tapi... Aku masih merasa takut."

Jason mengernyit.

"Takut apa?"

"Takut kehilangan Tina." Jawab Kasandra lirih

Jason menggeleng.

"Kamu tidak akan kehilangan dia."

"Percayalah."

"Kita hanya perlu menjalankan rencana seperti semula tapi kali ini kita harus lebih berhati-hati."

Kasandra menarik napas panjang.

"Iya."

Jason kemudian berkata dengan nada rendah.

"Dan satu hal lagi."

Kasandra menatapnya.

"Jangan sampai Fisya curiga pada kita"

"Kita harus bersikap seperti biasa dan kita harus memerankan peran masing-masing agar pandangan Fisya seperti dulu lagi terhadap kita"

Kasandra mengangguk perlahan.

***

Di sudut lain rumah...

Nisa sedang menggendong Agnes yang terus menangis pelan.

Ia mengusap punggung bayi kecil itu dengan penuh kasih sayang.

"Sudah... jangan menangis lagi, Nak."

"Aku ada di sini."

Agnes perlahan terdiam.

Nisa menatap wajah mungil itu dengan mata berkaca-kaca.

"Kalau saja kamu tahu... Betapa besar rahasia yang menyelimuti hidupmu."

Ia memeluk Agnes lebih erat.

"Dunia mungkin belum berpihak kepadamu sekarang tapi aku berjanji.. Selama aku masih bekerja di rumah ini, aku akan menjaga dan menyayangimu semampuku."

Tanpa disadari Nisa... Ucapan itu menjadi awal dari tekadnya.

Ia mulai mengumpulkan keberanian untuk mencari tahu kebenaran dan ia juga siap untuk membela Agnes di kemudian hari

1
Ma Em
Arman awas jgn lalai jaga Sebastian ada orang datang untuk mencelakai Sebastian lagi , Arman hrs waspada .
Ma Em
Semua ga Sebastian cepat sadar jgn sampai Baron bisa celaka lagi untuk kedua kalinya , Jason kamu terlalu ambisi untuk menguasai harta orang sehingga Jason melalukan segala cara agar TDK ada orang yg menghalangi niat busuknya , semoga kejahatan Jason dan Kasandra segera terungkap dan membusuk dipenjara .
Ma Em
Semoga Sebastian selamat dan cepat sehat kembali , dan Baron cs segera tertangkap agar terbongkar siapa yg membayar Baron untuk membunuh Sebastian .
Yeni Astriani: udah jelas yg Jason yg menyuruh Baron untuk mencelakai Sebastian, semoga orang kepercayaan Sebastian bertindak.
nanti pas ultah Tina seret Jason dan Kasandra ke dalam penjara apalagi hukuman Jason berlapis.
total 1 replies
sunaryati jarum
Jangan.lupa dikunci , ruangan Fisya dan pengawasan terhadap Jason dan Kasandra.Kamu.telpon dulu Tina , jangan buru-buru
Ma Em
Sebastian kena jebakan Jason dan Kasandra , hati2 Sebastian kamu hrs waspada kalau kamu celaka Jason akan senang karena TDK ada lagi penghalang untuk melakukan apapun pada Fisya dan Tina .
sunaryati jarum
Nah sudah ada sedikit jalan untuk mengetahui ayah Tina, sebenarnya Kasandra tahu,dia kan dalangnya.Delspsn belas tahun tersimpan rapat ,maka sekarang sesuai rencana Fisya akan dibongkar.Untuk memastikan Tina itu putri kamu Sebastian ,segera tes DNA.Emak sudah tidak kali ini usul ,Nak Bastian.😄😄😄
sunaryati jarum
Emak tidak sabar melihat Jason dan Kasandra hancur dikuliti karena kejahatannya dibongkar Fisya di depan umum.Ada ya ibu yang hanya demi harta bukan haknya tega menyuruh seseorang untuk membunuhnya.Agnes sekarang tidak bisa kau sentuh Kasandra , karena orang - orang Fisya dan Sebastian selalu melindunginya.Kamu tidak tahu jika telepon kamu telah diretas oleh orang - orang Fisya dan gerak - gerikmu juga tak lepas dari pengawasan mereka.Jadi makin kau banyak melakukan rencana kejahatan pada Agnes dan Fisya maka makin banyak bukti kejahatan kamu di tangan Fisya
Ma Em
Semoga Sebastian segera bisa membuktikan bahwa wanita yg tidur dgn Sebastian adalah Fisya dan Tina adalah anak kandung Sebastian .
Ma Em
Sudah tdk sabar nunggu waktu terbongkarnya kejahatan Jason dan Kasandra , Kasandra skrg suruh orang untuk menculik Agnes bahkan Agnes untuk dibunuh , Kasandra setelah tau kebenaran nya bahwa Agnes anak kandung nya pasti Kasandra dan Jason akan menyesal sampai mati .
Queen_Fisya08: sebentar lagi kak akan ketahuan
total 1 replies
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up thor
sunaryati jarum
Selain Agnes yang mendengar omongan Kasandra,tidak tahu kebenarannya.Karena yang tahu kebenarannya antara Agnes da Tina,hanya Fisya,Bi Lili,dan Bi Nisa .Masa Kasandra tidak curiga pada Tina yang wajahnya mirip Fisya,dasar bodoh karena hanya terobsesi memiliki harta Fisya,sampai mengabaikan kenyataan.
Ma Em
Thor jgn sampai Agnes bertemu Kasandra takut dicelakai .
sunaryati jarum
Jangan sampai Agnes ketangkap Kasandra
sunaryati jarum
Bagus Fisya itu juga cara mempermalukan Jason dan Kasandra.
sunaryati jarum
Segera tes DNA Bastian dengan Tina,emak sudah usul dua kali ini Lho, jangan sampai Angel mengaku putri kamu
sunaryati jarum
Baik Sebastian dan Fisya tahu siapa pasangan yang membuat hadirnya Tina
sunaryati jarum
Ternyata Fisya sudah tes DNA sungguh cerdas,dan rencana yang bagus
Datu Zahra
wes dah nongol masalah Angel. Kalau sampe Sebastian bisa masuk jebakan Angel, bodoh sih berarti. percuma kaya dan berkuasa
sunaryati jarum
Jangan sampai sampai Angel berbuat buruk untuk menipu Sebastian yang ada dia malah masuk penjara.Tidak mudah membohongi Sebastian.Semoga Sebastian segera melihat tana lahir kupu kupu di paha Fisya,atau segera tes DNA dengan Tina
Dokkan Battle: ANGEL HARUS DIBUNUH
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!