Aku Indah. Aku hanyalah gadis lulusan SMA.
Hidupku penuh dengan perjuangan.Di umurku yang masih belasan,aku harus menanggung beban yang sangat berat
Setiap tetesan keringat dan air mata yang mengalir,tak pernah aku hiraukan. Ini semua demi Kesembuhan ayahku.
Sekarang,bukan ayah yang menjadi beban di pikiranku.tapi, aku dijodohkan oleh orang yang tidak aku kenal dan dipaksanya agar aku menikah dengan anaknya.
penolakan bukan lah jawaban dari semuanya.karna jika itu terjadi ,semuanya akan lebih runyam dan menambah beban hidup lagi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Immur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24 [ Pulangnya suami dan Hadirnya teman dekat]
Sore itu Laura sangatlah kelelahan. Tubuh dia merasa sangat sakit. dia sangatlah marah dengan tipuan Sam.
"lihat saja kau sam. aku akan balas dendam atas apa yang kau lakukan padaku." batin Laura.
sementar itu,Sam sedang diperjalanan menuju pulang.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Pagi 05.30
pagi ini indah merasakan mual yang hebat,badannya terasa sangatlah lemas. sesekali dia meneteskan air matanya karna tidak ada yang bisa membantunya.
dan indah ingat sesuatu. ya, tespeck.
Indah mencoba mengambilnya,lalu dia menggunakan alat itu. indah sangat mengharapkan kalau hasilnya negatif,tapi Tuhan berkehendak lain.
DIA HAMIL.
Indah terkulai lemas tak berdaya.bukannya dia menolak pemberian Tuhan,akan tetapi dia belum siap,apalagi dia belum mempunyai pekerjaan.
indah menangis sejadi jadinya.
" ya tuhaaannn bagaimana ini? aku harus bagaimana? aku belum sanggup menjalani semua ini " tangis indah
"mas,kau dimana. apa kau tidak pernah mengharapkan ku kembali?" ucap indah terisak memeluk lututnya.
Dia rindu ayah dan Ibunya,memori itu kembali . kebersamaan bersama ayahnya berputar dikepalanya seperti kaset yang sedang terus memutar isi video nya.
Tok tok tok..
seseorang mengetuk pintu kosan indah,dan membuyarkan lamunannya.
indah menghapus air mata dan jejaknya.menampakan bahwa dirinya baik baik saja.
"hey,Revan? kau kesini?" tanya indah tersenyum
"kenapa? memangnya tidak boleh?" tanya Revan ketus.
"dari dulu kau sangat sensitif, seperti pant*t bayi saja kau." ucap indah mengerucutkan bibirnya
"apa ?pantat bayi? kau bilang temanmu yang tampan ini seperti pantat bayi?" ucap Revan tidak terima
"kau jelek,tidaklah tampan." ledek indah menjulurkan lidahnya
[visual Revan]
merasa gemas dengan tingkah indah,Revan pun mengacak ngacak rambut indah.
"kau tidak akan mempersilahkan aku masuk?" tanya Revan
"kosan ku sempit,nanti kau kegerahan. " ucap indah
"kan tinggal buka baju" ucap Revan nyengir
"apaaaaaa?" jawab indah membelalakan matanya.
"kau bersiaplah,kita main ke rumah ku." ucap Revan
"emm gimana ya?" indah berfikir sejenak.
"jangan banyak mikir,suka cepet tua tau" becanda Revan
"yaudah ,sebentar ya." ucap indah masuk ke dalam kosannya kembali untuk bersiap dan mengganti pakaiannya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Sementara itu,keluarga Siregar terus menerus mencari keberadaan indah. Hingga akhirnya mereka menemukan alamatnya.
pagi ini Paula,Siregar,dan Sam akan menjemput indah ke kosannya.
siregar dengan habis habisnya memaki Sam ketika kedatangannya pulang.
dia merasa gagal mendidik putranya.
Sam meminta maaf dan mengakui kesalahannya. dan sesungguhnya dia benar benar menyesal.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"rumah kamu bagus dan besar juga ya" ucap indah melihat sana sini di rumah Revan
"ini bukan rumahku,tapi rumah orang tuaku." ucap Revan tanpa melihat indah
"kau duduk dulu disini,aku akan cari mama dulu ya." ucap Revan lalu mencari ibunya.
indah merasa takjub dengan rumah revan. walaupun tidak sebesar rumah keluarga Siregar, tapi rumah nya juga sangat nyaman dengan di kelilingi oleh taman dan pepohonan.
indah menatap dari jendela rumah Revan,menatap ke arah luar.
"OYYYYY" panggil Revan mengagetkan indah
indah yang sedang asyik menatap keluar,terperanjat kaget dengan kelakuan temannya.
"revannn,kamu gila? kalo jantungku pindah ke jidat gimana?" ketus indah
mama Revan yang melihat kelakuan anak dan temannya tersenyum disana.
indah pun tersadar bahwa mama Revan memperhatikannya.
"e..eh ibuuu" ucap indah menggaruk kepalanya yang tak gatal
lalu indah menghampiri ibu Revan dan mencium punggung tangan ibu Revan untuk bersalaman.
"maafkan putra mama ya" ucapnya tersenyum pada indah
"tidak apa apa Bu,Revan memang bandel ya kayanya. atau dulu ibu lahiran Revan gak di adzanin dulu?" ucap indah meledek dan bermaksud untuk bercanda dengan mamanya Revan.
mendengar kalimat indah,Revan langsung mendekati mamanya.
"ma apa bener Revan gak di adzanin?" bisik Revan pelan di telinga mamanya.
mamanya mendengar hal itu tertawa lalu mengajak mereka untuk sarapan bersama.
BERSAMBUNG...
BAGI TEMEN TEMEN YANG SETIA MEMBACA NOVEL INI,DAN MEMBERIKAN KOMENTAR DAN SARAN YANG POSITIF, KETIKA NOVEL INI SELESAI,AKAN AUTHOR KASIH HADIAH YA !!!!
YUK TEKAN FAVORIT,SUPAYA KALIAN TIDAK TERTINGGAL EPISODE******* !!!
suka banget thou kisahnya