(SEDANG DI REVISI ULANG)
"Ibnu Atmajaya" Adalah seorang pengusaha yang sukses. Ia sudah menjabat sebagai seorang CEO di perusahan yang ia lanjutkan dari sang papa sejak usia nya menginjak 26 tahun. Dan kini usianya sudah menginjak yang ke 36 tahun. Dia terkenal sebagai orang yang sangat datar dan dingin. Apalagi dengan orang yang baru dikenalnya. Dia sudah berstatus sebagai suami dari seorang wanita yang bernama Renata Fadilla. Seorang dosen di fakultas XXXXX.
"Laras Safitri" Adalah salah satu mahasiswa dimana Renata mengajar. ia orang yang sangat pendiam.
Suatu hari, dia sedang tertimpa masalah. Mamanya masuk rumah sakit dan harus segera dioperasi. Dia sangat kebingungan harus mencari biaya operasi untuk operasi mamanya. Karna berasal dari keluarga yang tidak mampu, membuat ia kesulitan mendapatkan uang.
Tapi dia akan melakukan apapun saat seorang dosen bersedia membantunya namun dosen itu mengajukan syarat ke pada nya.
Ya... syarat nya adalah...
Dia harus menikah dengan suaminya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khalisa maisara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 25
Yah... like, komen, dan vote nya gak sesuai sama permohonan author sama kalian gengs...😥😥 hiks..hiks.. hiks..
Tapi gak papa lah ya.. Author sangat sangat berterimakasih sekali kepada kalian yang selalu dukung author ya.. 🙏😘😘
cerita ini bukan apa apa tanpa kalian gaes 😍
ya udah lanjut ya.. semoga kalian selalu suka sama cerita author ya..
selamat membaca dan
happy reading !!!
...🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️...
"Ba..bapak sedang apa disini..???" tanya nya terbata.
Seperti pencuri yang tertangkap basah, Ibnu langsung beranjak dari duduk nya dan salah tingkah. Gugup. Ia bingung harus berkata apa pada perempuan itu.
Mengerjap bingung sambil menggaruk tengkuknya yang bahkan tidak terasa gatal.
"Emm.. a.. aku..."
Menggantung kan ucapan nya di udara. Ia benar benar sangat malu ketahuan istri nya sedang mengusap -usap perut nya.
Laras yang melihat tingkah Ibnu ia mengeryitkan kening nya. Buru buru ia menarik selimut dan menutup tubuh nya rapat rapat. Ia takut jika Ibnu akan melakukan hal yang macam macam lagi pada nya.
"Maaf kan aku, aku tak bermaksud macam macam padamu. Tadi aku hanya... hanya... emm.... tadi aku.. aku menemukan mu sudah pingsan di dalam kamar mandi." Ujar nya dengan susah payah ia bicara.
Laras hanya menatap lelaki di depan nya dengan sorot mata tajam. Sebenarnya ada perasaan takut disana.
"Aku tadi Sudah menyuruh dokter kesini untuk memeriksa mu sebelum kau sadar tadi. Dan... dokter mengatakan pada ku jika kau sedang mengandung." Jelas Ibnu
Deg....
Jantung Laras kembali berdetak dua kali lebih cepat. Tubuh nya pun kembali bergetar. Menundukkan kepala nya menatap perut dan menyentuh nya.
Iya. Sekarang sudah ada kehidupan baru di dalam sana. Ada sedikit rasa bahagia di hati Laras. Karena Ibnu sedikit perhatian kepada nya memanggilkan dokter untuk memeriksa diri nya. Dan Ibnu pun sudah mengetahui jika dirinya sedang mengandung benih anak nya. Itu arti nya dia tidak perlu lagi memberi tahu nya kan.
Mendongakkan kepalanya menatap lelaki yang juga sedang menatap nya. Entah kenapa tiba tiba saja perasaan nya ingin sekali memeluk laki laki itu. Ia ingin menumpahkan semua perasaan nya di dalam dekapan sang suami. Tapi tidak mungkin ia meminta laki laki itu untuk memeluk nya kan.
"Jaga kandungan mu baik baik. Aku tidak mau sampai terjadi sesuatu kepada calon anak ku." Ujar nya yang kembali dengan wajah datar nya.
Ah... tadi saja selagi perempuan itu belum tersadar. Ia bisa bersikap manis. Dan sekarang sudah kembali lagi pada ke dataran nya.
Laras hanya menganggukkan kepala nya samar. Karena kini perut nya terasa sangat mual. Menyibakkan selimut yang tadi di balut kan di tubuh nya dengan cepat, ia bangkit dan berlari menuju kamar mandi guna memuntahkan isi perut nya di wastafel.
Cukup lama Laras berada di dalam kamar mandi. Ibnu pun melangkah mendekat dan berdiri di ambang pintu yang memang tidak di tutup. Ia melihat Laras yang sudah menyandarkan dirinya di depan wastafel sambil menahan perut dengan ke dua tangan nya.
"Apa kau tidak apa apa..?? Emm.. maksud ku apa calon anak ku tidak apa apa ???" Tanya laki-laki itu.
Apa kata nya..???
Bahkan perhatian yang ia maksud barusan hanya untuk calon bayi nya.
Dasar lelaki tak berperasaan !!! gerutu Laras dalam hati.
"Aku tidak apa apa." Jawab nya dengan ketus dan langsung melangkah keluar dari dalam kamar mandi.
Ibnu terkekeh melihat sikap Laras yang menjawab pertanyaan nya dengan ketus. Merasa heran, untuk seketika perempuan itu berubah.
...*****...
Jam 11 malam, Renata mengetuk ngetuk pintu rumah nya. Ia baru saja pulang dari bandara untuk menjemput sang adik yang baru saja kembali dari luar negri.
Tak lama pintu pun terbuka dan menampilkan sosok ibnu.
"Devan..." Titah Ibnu
"Hai mas, Apa kabar..???" Ujar Devan yang langsung menghamburkan dirinya memeluk sang Kaka ipar.
"Aku baik, bagaimana dengan mu..???" Ucap nya sembari membalas pelukan Devan dan menepuk nepuk pundak nya pelan.
"Seperti yang kau lihat sekarang, Aku sangat baik." jawab nya kemudian melepas kan pelukan nya.
"Sudah sudah. Ayo masuk dulu." Ucap Renata yang menyela obrolan suami dan adik nya itu.
...*****...
Pukul 2 pagi Laras sudah berada di dapur. Perut nya terasa lapar karena seharian kemarin dia tidak makan dengan benar.
Devan yang merasa kehausan ia pun bangkit dari tidur nya untuk ke dapur mengambil air.
Ia pun mengernyit heran saat mendengar suara orang yang sedang memasak di dapur.
Siapa yang masak dini hari seperti ini. Batinnya.
Kemudian ia pun melangkah dengan pelan menuju dapur.
"Siapa dia.." Ujar nya sambil mengerjapkan mata nya. "Bukan mba Renata kok." ujar nya, Kemudian ia melangkah lebih dekat ke arah Laras yang sedang mengaduk nasi goreng. Disentuh nya pundak perempuan itu dengan pelan.
"Mbak..." Gumam nya memanggil perempuan itu
Laras pun sontak membalikkan tubuh nya dengan spatula ditangan nya yang masih panas dan mengenai lengan Devan.
"Awww..." Teriak Devan sambil memegangi lengan nya karena terkena spatula panas.
Membulatkan mata nya sembari memegang dada nya karena terkejut.
"Eh... ma.. maaf.. aku tidak sengaja." Ujar nya dengan mencoba menyentuh lengan laki laki di depan nya itu.
Dan....
Deg..
Deg..
Deg..
.
.
.
.
.
...********...
Haha maaf digantung dulu ya geng... 🤣🤣
Author nya ada tugas alam yang gak bisa di tolak 🤣🤣🤣😋
besok lagi yah... 😘😘😘
jangan lupa untuk selalu dukung cerita author ya... para reader 🙏🙏🙏
Yang punya poin banyak mohon di sumbangkan untuk om ganteng Ibnu ya 😂
Terimakasih...
see yuuu ❤️❤️❤️
yg harusnya cerai tu renata krn dia yg g bs ksh anak