Dua Remaja yang sama sekali tidak saling mengenal, yang harus di nikahkan secara paksa oleh kedua orang tua nya.
Kedua orang tua mereka menikahkan mereka berdua akibat perjanjian yang telah di sepakati orang tua mereka dulu.
Apakah mereka akan menerimanya? dan bagaimanakah takdir kisah mereka selanjutnya?
Ikuti terus takdir kisah mereka di dalam cerita ini.
Happy Reading❤️🔥
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cillato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Amarah Leon
Lea seakan kehabisan kata kata saat mendengar pernyataan Leon yang sangat membagongkan itu, wanita itu langsung menghentikan langkah nya dan menatap ke arah Leon dengan kesal.
Lea langsung membalikkan tubuh nya dan berjalan menuju ke arah dapur, untuk mengisi perut nya yang terasa lapar itu karena sedari tadi perut wanita itu sudah keroncongan.
Untung saja Lea selalu membantu Ibu nya memasak, jadi dia sudah paham tentang teknik memasak dan juga macam macam perbumbuan.
"Lo udah gk ngejar ngejar Gue lagi ni?". Tanya Leon
"Gk! Gk guna juga Gue ngejar ngejar Lo, gk ada faedah nya! Udah ah, Gue laper Gue mau masak dulu, Lo mau makan juga gk? Tapi minta maaf dulu sama Gue, karena Lo udah rebut paksa ciuman pertama Gue!". Cerocos Lea yang merasa kesal saat mengingat kejadian tersebut
"Lah kan gue suami Lo, ya itu kan kewajiban Lo sebagai istri Gue". Sahut Leon
Lea langsung menatap tajam ke arah Leon, lalu menghembuskan nafas nya pasrah, karena memang benar apa yang di katakan oleh Lelaki itu, jika memasak dan menyiapkan makanan untuk suami adalah salah satu kewajiban istri untuk melayani sang suami.
"Ah iya udah terserah Lo aja!". Ujar Lea pasrah
"Kalau masakan Lo enak, ya Gue makan. Tapi kalau enggak, mending Gue order online aja". Sahut Leon
Lea hanya berdecih menanggapi ucapan dari lelaki yang menurut nya paling menyebalkan di hidup nya, wanita itu langsung menggunakan apron dan langsung memilih milih bahan makanan mana yang akan ia masak di dalam kulkas.
Setelah selesai memilih milih bahan makanan dan semua bahan itu sudah tersedia di atas meja, dia langsung mengeksekusi nya.
Dengan cekatan Lea memegang pisau seraya memotong motong sayuran, hingga memotong motong Ayam. Setelah selesai dia langsung mencuci semua bahan itu hingga bersih.
Aroma harum yang keluar dari masakan itu tercium sampai masuk ke dalam kamar Leon, Membuat Lelaki itu yang baru saja keluar dari kamar mandi langsung bergegas menuju ke arah dapur, saat di dapur Leon memperhatikan bagaimana Lea dengan lihai nya memasak.
"Wuidihhh, bisa masak juga ternyata Lo". Ujar Leon entah memuji atau mengejek
Niat hati Leon memang memuji Lea, tapi lelaki itu gengsi alhasil dia memuji Lea secara tidak langsung walau harus di bungkus dengan sebuah ejekan.
Dalam hati Leon, lelaki itu terus memuji dan kagum kepada wanita yang ada di depan nya itu.
Lea tersenyum saat Leon mengatakan hal itu, dia tahu walau secara tidak langsung lelaki itu tengah memuji nya saat ini.
Lea langsung melanjutkan proses masak memasak nya, dan setelah matang dia langsung menyajikan nya di meja makan.
Akan tetapi saat hendak duduk yang berhadapan dengan Leon, wanita itu tiba tiba teringat bagaimana lelaki itu mencium nya.
Lea langsung membalikkan badan nya, sehingga membuat Leon mengerutkan dahi nya dan menatap Lea dengan tatapan heran.
"Kenapa Lo?". Tanya Leon heran
Lea menggeser tubuh nya untuk duduk di paling ujung, dia menatap Leon dengan tatapan dingin dan datar. Dia tidak ingin makan duduk saling berhadap hadapan dengan lelaki itu saat makan bisa saja Leon akan mencium nya kembali begitulah fikir Lea saat ini.
"Ngapain Lo duduk jauh begitu?". Tanya Leon lagi
Lea tidak menjawab, wanita itu fokus untuk menyantap makanan nya hingga habis. Sedangkan Leon langsung mencicipi makanan yang di masak oleh Lea itu, mulut nya mengunyah sepotong ayam dengan mata berbinar, namun Leon langsung meletakan kembali makanan itu di piring.
Saat Leon melirik ke sana ke mari dan melihat jika Lea sudah tidak berada di dapur, lelaki itu langsung melahap makanan nya dengan habis.
Tiba tiba Lea datang dan sudah bersiap siap untuk pergi, Leon yang melihat nya langsung menarik tangan wanita itu.
Namun Lea langsung menepis nya, karena dia sendiri parno jika Leon akan melakukan hal hal yang tidak tidak terhadap nya.
"Kenapa?". Tanya Lea
"Mau kemana Lo?". bukan nya menjawab Leon malah bertanya balik
"Mau ke sekolah lah, Mau Lihat Kak Devan tanding basket". Sahut Lea santai
"Apa apaan Lo ini! Gk Boleh, Lo gk boleh keluar!". Ujar Leon dengan cepat
"Kenapa gk boleh, suka suka Gue dong". Jawab Lea dengan heran
"Kalau Gue bilang gk boleh ya gk boleh!". Ujar Leon ketus
"Kenapa? Karena Kak Devan saingan Lo kan? Emang apa untung nya sih kalian berdua saingan kayak gitu?". Tanya Lea penasaran
"Gk usah banyak tanya, cepat masuk ke dalam kamar. Lo gk boleh kemana mana, Lo harus diem di rumah aja!". Perintah Leon dengan tegas
"Gk!". Tolak Lea
"Masuk sekarang!". Bentak Leon dengan suara yang keras
Lea tidak peduli dengan bentakan Leon itu, wanita itu langsung pergi begitu saja. Namun Leon dengan terpaksa mengangkat tubuh wanita itu ke atas bahu nya dan membawa nya masuk ke dalam kamar.
Lea memberontak untuk melepaskan diri nya, namun sia sia saja dia tidak bisa, karena tenaga nya tak sebanding dengan tenaga Leon yang kuat.
"Lo diam di sini!". ujar Leon langsung mengunci wanita itu di dalam kamar karena sedang emosi
Leon sangat merasa kesal dengan sikap wanita itu, karena terus memikirkan tentang Devan, Leon membanting Vas bunga dan juga beberapa hiasan yang berada di meja hingga terdengar suara pecahan keramik dengan kuat.
Lea yang mendengar suara itu hanya mampu meneguk saliva nya dalam dalam, dia langsung memundurkan langkah nya dan mengganti pakaian nya dengan pakaian santai ala rumahan, lebih baik jika saat ini ia mengabaikan Leon yang tengah di landa Emosi.
Saat setelah membanting beberapa vas itu, suara dering ponsel milik Leon berbunyi membuat lelaki itu langsung mengambil nya.
"Hallo". Ujar Leon dingin
"Leon, gimana kalau kita berdua taruhan!". Ujar Devan dari sebrang telpon yang menantang Leon
"Apa?".
Leon pun mendengarkan perkataan Devan tanpa menjawab nya sama sekali, setelah berbicara dengan Devan, Leon langsung mematikan sambungan telpon nya dan melempar ponsel nya hingga retak jatuh di lantai, membuat Lea saat ini menutup telinga nya kuat kuat.
"Apa apaan sih dia, apa aja yang sudah di banting banting nya. Apa gk sayang kalau barang barang gitu pada di banting banting, trus nanti siapa yang bakalan bersihin sisa sisa bantingan itu? Pasti Gue, dahlah males emang Gue sama tuh manusia, mending Gue tidur aja". Ujar Lea seraya menutup tubuh nya dengan selimut
"Padahal kan Gue tadi niat nya mau belanja ke Mall sebelah Apartemen ini, cuma alasan gitu doang, eh dia malah ngamuk kayak macan. Iiihh ngeri juga ya". Ujar Lea tiba tiba bergididk ngeri