Apa yang akan terjadi dan akan kamu lakukan jika, pria yang menikahimu selama beberapa bulan ini sama sekali tidak berniat untuk menyentuh dan memenuhi tanggung jawabnya sebagai seorang suami yang tidak ingin memberikan nafkah batin untuk istrinya itu.
"Abang Fahri Hamzah Noel apa kurangnya aku di matamu,apa aku tidak cantik tidak menarik lagi atau Abang sudah bosan denganku atau kah ada wanita lain di luar sana yang Abang cintai?" tanyanya Aida Izzatih Jasmine Aziz.
"Maaf aku tidak bisa,"
Hanya kata itu yang selalu meluncur dari mulutnya Fahri hingga setahun pernikahan keduanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fania Mikaila AzZahrah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.25
Persiapan acara pertunangan antara Fadli Emier Sadana Yusril dengan Atiyah Afsana Rosemalia dan juga Aisyah Agni Pratistha Noel dengan kekasihnya Farid Emil Hardja salah satu rekan kerjanya Fahri Hamzah Noel ketika mereka menjadi abk kapal sudah hampir seratus persen tersisa menunggu acara pelaksanaannya.
"Apa kamu sudah siap menikah dengan Aliya Nak?" Tanyanya Pak Hardjanto Haris Nasution.
"Insya Allah Papa, tapi aku mohon rahasiakan tentang keberadaan Amelia jangan biarkan ada yang mengetahui Amelia, terutama keluarganya Aisyah calon istriku," ucapnya Farid yang mewanti-wanti kedua orang tuanya.
"Kami pasti akan melakukan apapun demi kebahagiaanmu Nak, sudah cukup kamu menderita hidup dengannya, apalagi dengan sikap kasarnya padamu selama beberapa bulan ini, kita juga sama sekali tidak mengatakan kepada siapapun rencana pernikahan kalian karena, takutnya mereka tidak bisa dipercaya dan membocorkan hal penting ini," timpalnya Bu Santi Ismayanti.
Perbincangan kedua orang tua dengan putra tunggalnya itu cukup panjang hingga membicarakan tentang kepindahan mereka selanjutnya ke Jakarta. Rencananya Fahmi juga akan melamar pekerjaan di perusahaan milik Fatih Shafiq Akmal Himawan yang ditempati oleh Fahri Hamzah Noel sebagai manajer keuangan.
Sedang di tempat lain, seorang perempuan berjalan meninggalkan pekarangan kontrakan rumahnya itu. Tapi, langkah kakinya terhenti ketika mendengar seruan seseorang dari arah belakang.
"Farah Adiba!" Teriaknya Faizal Rizki Pratama yang berteriak memanggil namanya.
Farah segera menghentikan langkahnya itu sambil tersenyum ramah menunggu kedatangan pria yang menjadi bapak kosnya itu.
"Ada apa Mas, kenapa memanggilku?" Tanyanya Farah ketika Faizal sudah berdiri di depannya.
Faizal menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu," ehh sepertinya Mbak Adiba mau berangkat kerja, kalau boleh aku ingin mengantar Mbak sampai ke kantor AH," usulannya Faizal.
"Tidak perlu Mas repot-repot, enggak enak aku sudah repotin nantinya Mas Faizal lagi," tolaknya Farah Adiba dengan lembut.
"Tidak apa-apa kok Mbak Farah, lagian aku juga kebetulan ada sedikit urusan di sekitar alamat perusahaan itu, jadi sekalian jalan gitu, please yah jangan nolak permintaanku ini," pintanya Faisal.
"Karena Mas Faizal memaksa, jadi mana mungkin aku menolak jika menolak berarti menolak rezeki juga," guraunya Farah.
Mereka kemudian berjalan menuju parkiran mobil tempat mobil sedan hitam milik Faizal terparkir. Pria yang sedang mencari kesempatan untuk berdekatan dengan Farah perempuan cantik asal Banjar Kalimantan Selatan yang belum ia ketahui identitas dan status lengkapnya itu.
Berselang beberapa menit kemudian, mereka sudah sampai tepat di depan lobi perusahaan. Bersamaan dengan kedatangan Aida Izzati Jasmine yang turun dari mobilnya seorang diri. Aidah yang melihat kedatangan Farah tersenyum tipis, ke arahnya Farah.
Farah yang melihat Aida segera bertanya tentang ruangan HRD," assalamualaikum Mbak maaf apa saya boleh bertanya Anda?" Tanyanya Farah.
"Mbak naik lift hingga lantai sembilan Mbak jalan ke bagian kiri gedung itu, dapat deh tempatnya," jelasnya Aida.
"Makasih banyak atas informasinya Mbak, waalaikum salam," ucap Farah Adiba segera berjalan meninggalkan Aida ketika berada di depan lift karena tujuan mereka berbeda.
Aida terus menatap ke perempuan yang berjalan ke arah lift dengan ikat rambut ekor kuda nya memakai pakaian abu-abu gelap itu.
"Kenapa sepertinya aku pernah melihatnya, tapi dimana karena sepertinya wajahnya tidak asing dimataku, seolah aku pernah melihatnya sebelumnya, tapi yang jadi masalah dimana?" Batinnya Aida yang terus melihat lekat kearah kepergian perempuan yang begitu membuatnya penasaran itu.
"Maaf Ibu Aida sudah ditunggu sedari tadi kedatangannya di ruang rapat, karena rapat segera akan dimulai," tuturnya Fadli Emire Sadana Yuzril yang sudah berdiri di depannya Aida.
"Oke calon adik ipar," ucap Aida sambil bercanda yang segera berjalan beriringan dengan Fadli sahabat dari suaminya itu.
Mereka berjalan tanpa ada yang berbicara sedikitpun, mereka sibuk dengan pemikirannya sendiri.
"Pak Fadli apa perusahaan kita membuka lowongan pekerjaan yah?" Tanya Aida.
"Iya Mbak, kenapa emang?" Tanyanya balik Fadli yang menekan tombol lift.
"Hanya sekedar tanya saja, karena aku perhatiin hari ini banyak orang baru yang datang ke perusahaan yang sama sekali aku tidak kenali, tapi tadi ada seorang perempuan yang membuat aku penasaran seperti seakan-akan aku pernah sebelumnya melihat perempuan itu, tapi aku tidak Ingat dengan baik dimana," ungkapnya Aida yang kembali berusaha mengingat wajah perempuan yang tadi ia temui.
"Mungkin perasaan Mbak saja sehingga seolah wajah wanita itu mengingatkan Mbak pada seseorang,"
"Bisa jadi, mungkin karena beberapa hari ini aku banyak pikiran jadi pikiranku sedikit kacau,"kilahnya Aida.
Pintu berdaun dua itu terbuka lebar dan masuklah dua orang siapa lagi kalau bukan Aida dengan Fadli calon adik kakak ipar itu. Fahri menatap intens ke arah Aida yang tertawa lepas bersama Fadli. Sedangkan Fauzan Aksa Kim diam-diam memperhatikan perubahan raut wajahnya Fatih sahabat sekaligus atasannya itu.
"Kenapa perempuan itu terlalu mengumbar senyumannya kepada semua pria, apa semurah itu sampai-sampai ia tidak menganggap aku ada di dalam sini juga," gerutunya Fatih.
Fatih sama sekali tidak menyadari dan melupakan statusnya yang sebenarnya jika,ia hanya memakai status pria yang bernama Fahri Hamzah Noel yang meninggal dalam kecelakaan maut tabrakan di kilometer 20 tol di daerah Banjarmasin.
Fauzan hanya tersenyum smirk menyikapi sikap sahabatnya itu," kalau cinta jangan diam saja sebelum direbut oleh laki-laki lain," cicitnya Fauzan yang pastinya masih sanggup terdengar jelas di panca inderanya Fatih.
Mereka kemudian memulai meeting terbatas yang hanya dihadiri oleh beberapa manajer saja. Mereka berdiskusi cukup alot hingga berlangsung beberapa jam kemudian.
Berselang beberapa saat kemudian, Fahri sudah berada di dalam ruangannya dan memeriksa beberapa pembukuan keuangan beberapa bulan terakhir ini. Ia mendapati beberapa penyelewengan dana yang hampir saja dilakukan oleh pamannya adik dari mamanya sendiri. Pak Haris Maulana Yusuf.
"Rubah tua itu mungkin mengira dia masih memiliki kebebasan seperti beberapa minggu belakangan ini yang memanfaatkan kecelakan beberapa bulan terakhir ini," umpatnya Fatih.
Pintu ruangan pribadinya itu terbuka lebar dan masuklah Fadli tanpa permisi terlebih dahulu.
"Fadli apa tata krama dan sopan santunmu sudah berkurang sehingga kamu masuk ke ruanganku tanpa meminta izin terlebih dahulu!" Ketusnya Fatih yang menatap tajam ke arah asisten pribadinya itu yang sekarang untuk menutupi rahasianya itu terpaksa menjadi anak buahnya Fadli.
"Maaf Tuan Muda, bukannya saya tidak meminta ijin, tapi sudah berulang kali aku melakukannya tapi, Tuan Muda dalam keadaan sepertinya banyak pikiran," sanggahnya Fadli.
"Ada apa sehingga kamu datang mengganggu aktivitasku?" Tanyanya Fatih tanpa mengalihkan pandangannya dari arah berkas yang sedari tadi ia periksa dengan detail.
"Perempuan yang bersama dengan Tuan Fahri Hamzah Noel dalam mobil yang Tuan Muda tabrak itu sekaligus istri simpanannya Fahri ternyata bekerja di perusahaan kita ini," jelas Fadli yang masih berdiri tegap di depan pemilik tunggal perusahaan itu.
"Farah Adiba Khanza," cicit Fahri dengan tatapan matanya menyiratkan kegundahan hatinya yang sudah membayangkan bakal akan ada masalah besar terjadi jika mereka bertemu.
Awalnya Fatih sangat khawatir dengan apa yang akan terjadi kedepannya, tetapi tiba-tiba sebuah pikiran terlintas dalam benaknya itu.
"Sepertinya kehadiran dari istri sirinya Fahri Hamzah Noel itu membuat aku akan menjaga jarak dengan Aida, jadi aku tidak perlu repot-repot mencari cara yang jitu dan ampuh untuk berpisah dari Aida dengan membuatnya membenciku," Fatih membatin.
lanjoot