NovelToon NovelToon
Huru Hara Cinta Sang Penguasa

Huru Hara Cinta Sang Penguasa

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:959.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: Erna Surliandari

Kaya raya sejak zygot, tak membuat Breyhan natta nugraha memiliki jalan hidup yang mulus. Apalagi perkara cinta, tak semudah itu menaklukan hatinya.
Suatu hari Mami dan Papi menjodohkan ia dengan seorang gadis, dan rupanya gadis itu adalah sahabat kecil yang sempat bermain menjadi pengantin dengannya.
Tiara Artamevia namanya. Gadis manja yang sebenarnya belum siap menikah di usia muda. Tapi karena perjodohan itu tak pernah bisa ia tolak, maka keduanya menikah meski dengan terpaksa.

Bagaimana kehidupan mereka selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Surliandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 25

"Kakak mau kemana?" pekik Ila yang keluar kamar dan berlari menghampirinya. Brey begitu rapi dengan setelan kemeja dan celana bahan hitamnya, Ia semakin tampan dan berwibawa. Kadang Ila sampai lupa jika Breyhan adalah kakak kandungnya.

"Mau pergi, kenapa?"

"Kemana? Kok rapi banget?" Ila sampai berputar mengelilingi tubuh besar kakaknya itu, bahkan mengendus wangi maskulin yang menyeruak bahkan keseluruh ruangan itu.

"Ila... Ngapain sih? Nanti kakak telat,"

"Mencurigakan tapi! Ini udah malem, sebentar lagi makan malem kenapa harus pergi?" Ila makin cerewet, seperti anak kecil yang penuh curiga ketika akan ditinggal orang tuanya.

"Ya... Nanti kakak balik lagi, bawa tamu buat kita."

"Siapa?" Ila menyipitkan mata.

"Udah ih," Brey meraup wajah sang adik dengan tangan besarnya, hingga Ila sedikit mundur menjauh darinya.

Brey kemudian pergi, Ia berjalan dengan cepat menghindari serbuan pertanyaan dari sang adik yang masih saja mengikuti. Untuk Mami mencegahnya, hingga Ila berhenti seketika.

"Mau kemana?"

"Itu, Kak Brey."

"Kakak kenapa, Sayang?" tanya Papi yang juga cukup rapi malam ini. Ila menoleh kanan kiri, Ia seperti orang yang paling tak tahu apa-apa dari mereka saat ini.

"Apa sih?" tanya Ila mengerenyitkan dahi.

"Ila sekarang rapikan diri aja, akan ada tamu istimewa buat kita malam ini."

"Tamu?" Tapi meski bingung, ara tetap berjalan untuk menuruti perintah Mami dan Papinya. Entah kenapa langkahnya bergerak spontan, kembali kekamar dan meraih sebuah pakaian terbaiknya.

Ara berdandan malam ini, Ia memakai dress terbaiknya agar tempak lebih feminim didepan breyhan. Wajahnya ia poles dengan make up tipis alakadarnya karena ia sudah tak memiliki alat lengkap saat ini. Ia saja meminjam catokan rambut pada tetangga kost agar lebih rapi dan indah karena Brey menyukai rambutnya yang terurai.

Pintu diketuk, padahal Ara tak mendengar suara mobilnya datang. Atau sangking fokusnya ara berbenah diri, ia sampai tak mendengar apapun disekitarnya. Ara langsung berdiri membukakan pintu untuk breyhan disana.

"Kak Brey?" tatap Ara malu-malu.

Brey yang tadinya membelakangi, langsung membalik badan dan menatap Ara tanpa berkedip dengan ketakjubannya, "Cantik," ucapnya dengan senyum mengembang.

Ara hanya tertunduk sembari menyibak anak rambut yang turun maju kedepan.

"Kita langsung? Mami sudah menunggu."

"Mami tahu, Ara mau dateng? Terus tahu, kita mau ngomongin apa?" cecar ara dengan segala pertanyaan yang keluar dari bibirnya.

"Belum... Tapi Mami nunggu kita sekarang. Yuk," Brey mengulurkan tangannya. Ara yang gugup, lalu menyambut dan keluar dari kamar tak lupa menguncinya.

"Eh tunggu!" ucap Ara menghentikan langkah keduanya. Rupanya tas ara tertinggal didalam, meski hanya formalitas dan tak ada isinya sama sekali.

Keduanya melakukan perjalanan. Wajah Brey mulai tampak sedikit tegang terlihat oleh Ara, begitu serius hingga Ia mulai mengajak bicara.

"Boleh, Ara minta sesuatu untuk pernikahan kita?"

"Apa? Rumah, mobil, atau..."

"Eng-engga, bukan itu. Tapi_..."

"Ya? Katakan saja,"

"Boleh ngga, kita tinggal dirumah sendiri?"

"Kamar terpisah?" tanya Brey.

"Kok tahu?" lirih Ara malu-malu. Ia tak enak hati, ketika Brey bahkan sudah tahu apa niat dan syaratnya untuk pernikahan itu.

"Ara hanya butuh mmepersiapkan diri hingga benar-benar siap menjalani peran sebagai istri. Tapi Ara janji, perlahan... Ara pasti menjalani kewajiban dengan baik seperti yang seharusnya," ucap Ara sembari terus memainkan jari-jarinya.

Apalagi Brey tampak semakin diam didepannya. Brey tak memberi ekpresi apa-apa padanya, dan Brey bahkan seakan tak ingin membuka mulutnya.

"Apa kak Brey kecewa sama ara?"

1
Ridwani
👍👍👍👍👍
an
baagguuss
solehatin binti rail
suka ceritanya dak bertele tele dak banyak konflik 💪
herself_22
Luar biasa
Ibelmizzel
mampir ni Thor
WaTea Sp
Luar biasa
fatimatuz zuhriyah
👍
reza indrayana
Gemesin hubungan Brey dn Ara...🫰🏻🫰🏻😘😘😘
reza indrayana
Baca lagi nich...ktna kangrn dn crtanya agak lupa dh....🥰🥰🫰🏻🫰🏻💙💙💛💙💙😘😘😘
L A
Luar biasa
L A
Lumayan
Marhaban ya Nur17
udah ???
Marhaban ya Nur17
medal" saiko se david
Marhaban ya Nur17
ko bisa se di rumah sendiri kecolongan gtu ????
Marhaban ya Nur17
gw paling males klo g jujur , sok" paling hebat di simpen sendiri krn pd ahirnya bakal jd bumerang sendiri.
Marhaban ya Nur17
pleas deh aya soraya lu kan pake hijab 🧕 masa ea mau jd ulet keket
Marhaban ya Nur17
gw ketok neh la wkwkkwk
Marhaban ya Nur17
la ila 😮😲
Marhaban ya Nur17
☹️😛
Marhaban ya Nur17
ila ila
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!