Khaira yang hamil saat kuliah terpaksa tidak melanjutkan cita cita nya, ia hamil terbuai oleh rayuan kakak kelas yang playboy.
Namun setelah menikah nasib Khaira justru tragis karena Sam, suami nya yg meneruskan kuliah bermain api dengan teman kampus nya.
Sementara di sisi lain ada Bram kakak Sam yang memberi perhatian kepada Khaira.
Akankah Khaira mengakhiri pernikahan nya? dan melanjutkan scandal yang di buat dengan Bram?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chariz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 25
*****
Bram membuka pintu apartemennya, Mikha menyambut nya dengan senyuman yang hangat. Malam ini Mikha tampak begitu cantik dan menggoda, Bram tampak sesekali melirik Mikha yang saat ini tampak begitu berbeda.
"Kenapa pulang nya telat?" Mikha membantu Bram melepaskan pakaian nya.
"Menemani papa menanyakan proyek baru" Bram terlihat gugup.
"Maaf ya" lirih Mikha dengan mata yang terlihat sendu.
"Untuk?"
"Untuk semua nya, untuk aku yang dulu meninggalkan mu demi karir, lalu menjebak mu agar bisa menikah dengan ku, sungguh aku melakukan semua itu karena tidak sanggup jika ada wanita lain yang menggantikan posisi ku" Mikha menangis, penyesalan yang selama ini bersemayam di hati nya kini tidak bisa di tahan lagi.
"Aku ke kamar mandi dulu" Bram mengelus rambutnya.
Entah perasaannya untuk Mikha saat ini seperti apa, namun melihat nya menangis ia pun tidak tega. Bram sekilas mengingat kenangan mereka waktu dulu yang masih menjadi sepasang kekasih, sebelum ego dan ambisi Mikha memberikan luka di hati nya.
"Iya kamu bersih-bersih dulu, aku buatin teh hangat" kata Mikha sambil memberanikan diri nya mengecup pipi Bram.
Selama ini ia hanya diam jika Bram tidak peduli pada nya, kali ini ia ingin berusaha lagi untuk mendapatkan hati suaminya itu.
Bram berdehem, lalu pergi ke kamar untuk membersihkan diri terlebih dahulu.
Mikha memotong kue yang tadi ia beli sebelum pulang ke apartemen nya, kemudian menyiapkan teh hangat untuk Bram.
Aku akan berusaha lagi, batin Mikha.
Bram sudah terlihat segar, wajah lelah yang tadi terlihat sudah berganti dengan wajah yang bersih dan tentunya tampan.
Mikha tersenyum manis, lalu meletakkan kue dan teh di atas meja.
"Tadi aku mampir beli kue, sudah tengah malam gak baik kalau makan yang berat. Dengan kue ini bisa mengganjal perut yang lapar"
Bram mendaratkan bokong nya di atas sofa, kemudian ia mengambil kue yang sudah di potong di atas piring kecil.
"Enak?" tanya Mikha dengan wajah penasaran.
"Not bad" kata Bram sambil terus menjejalkan kue itu masuk ke dalam mulutnya.
Tampak Bram menikmati nya, lalu menyeruput teh yang ada di depan nya.
"Kamu pasti lelah, aku pijat ya?" Mikha mengambil alat pijat di dalam lemari, ia mulai menggerakkan alat tersebut di punggung milik Bram.
"Sudah cukup" Bram merilekskan otot-otot nya.
Tanpa di rencanakan sebelum nya, ia duduk di pangkuan Bram. Matanya menatap lembut, ia sekilas mengecup bibir milik Bram.
Mikha merutuki dirinya yang terlampau berani, namun tekad nya sudah bulat ia ingin membuat Bram jatuh cinta lagi pada diri nya.
Untuk malam ini ia ingin cosplay menjadi ani-ani halal untuk suami nya. Mikha dengan gencar memberikan serangan-serangan yang lembut dan memabukkan, membuat Bram pusing dan segera ingin melepaskan sesuatu di dalam milik nya.
"Kamu nakal" geram Bram sambil menggendong tubuh Mikha menuju ranjang di apartemen milik nya.
Tatapan Mikha yang sayu semakin membuat Bram semakin gila.
Ia membuka pakaian nya hingga hanya menyisakan dalaman nya saja, lalu dengan keras menindih tubuh Mikha yang langsung berteriak kecil karena cukup terasa sakit.
"Jangan menyesal karena sudah memancing ku" Bram memberikan hisapan kecil di daun telinga, membuat Mikha merasa geli namun ketagihan.
Mikha tanpa sadar mendesah, Bram semakin intens memberikan sentuhan yang membuat istrinya itu tak berdaya.