NovelToon NovelToon
Enough

Enough

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Karir / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Tamat
Popularitas:118.4k
Nilai: 5
Nama Author: Irma

Enough berkisah tentang kisah asmara seorang wanita bernama Dia Tarisma Jingga dengan seorang lelaki yang belum lama dikenalnya, Btara Langit Xabiru

Keduanya saling mencintai dan kemudian memutuskan membangun kehidupan keluarga kecil yang harmonis dan bahagia.

Namun sayangnya semua itu hanya menjadi angan saja, hal ini terjadi lantaran trauma masa lalu dan sikap Tara yang abusive, yang pada akhirnya menjadi prahara dalam rumah tangga mereka.

Akankah Tari dan Tara mampu mempertahankan rumah tangga mereka? Kisah selengkapanya hanya ada di novel Enough.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 25

Ranu mundur selangkah, kedua tangannya memegang bahu Tari. "Kamu sama sekali tak berubah, Tari."

Tari menutup mulutnya dengan kedua tangannya, ia masih sangat terkejut dan mengamati Ranu lekat-lekat. Tak ada yang berubah dari wajah Ranu, bahkan kini ia jauh lebih tampan, bersih dan berisi.

Keduanya sama-sama terkejut hingga tak ada yang sanggup untuk berkata-kata. mereka terus menggeleng tak percaya. Ranu tertawa, kemudian Tari pun ikut tertawa. Ranu melepas tangannya dari bahu Tari dan melipat kedua tanggannya di dada. "Apa kau saat ini tinggal di Jakarta utara?" tanyanya dengan santai.

"Ya, aku tinggal di Jakarta utara," ucap Tari, ia berusaha agar terdengar sesantai pertanyaan Ranu. "Aku punya cafe di pinggir pantai. Namanya D'Jingga Cafe."

Ranu tersenyum penuh arti seolah itu sama sekali tak membuatnya terkejut.

"Tari..."

Disaat yang bersamaan, Tari mendengar Tara memanggil namanya, dan kemungkinan Tara tengah mencari dirinya. Tari melirik ke arah pintu, ia nampak bingung karena di satu sisi ia masih ingin berbincang dengan Ranu.

Melihat wajah bimbang Tari, Ranu memberi isyarat ke arah pintu. "Sebaiknya kamu kembali ke mejamu," ucapnya. "Kapan-kapan aku akan datang ke cafemu. D'Jingga Cafe, kan?"

Tari menganguk, ia melangkah ke pintu, namun Ranu masih berada di tempatnya. Sebelum keluar menghampiri Tara, ia sempat menoleh ke arah Ranu dan tersenyum "Senang sekali bertemu denganmu lagi, Ranu."

Ketika Tari keluar dari pintu, ia hampir saja bertabrakan dengan Tara yang hendak masuk ke dalam. "Hei kamu dari mana saja? Bunda sudah menunggumu dari tadi!" tanyanya, sembari menggenggam erat tangan Tari.

Tari tersenyum mencoba untuk tidak terlihat gugup, menjawab pertanyaan Tara. "Tadi di dalam ramai sekali."

"Oh ya sudah, duduk yuk!"

Keduanya berjalan ke arah meja, Tara melingkarkan tangannya di pinggang Tari, dan Ranu melihatnya dari pintu.

Sepanjang makan malam berlangsung, Tari lebih banyak diam. Namun baik bundanya maupun Tara tak begitu menyadarinya, karena keduanya sibuk mengobrol.

Surinala banyak bertanya untuk mengorek kehidupan Tara, dan Tara yang memiliki public speaking yang bagus tentu saja dapat menjawab pertanyaan tersebut dengan mudah, ia bahkan langsung dapat memikat hati Surinala.

Setelah makan malam selesai,Tara membayar semuanya. "Sepertinya aku harus mengajak Caira datang kemari, karena ia dan suaminya sangat menyukai makanan Jepang."

"Ya tante setuju, ini restoran Jepang yang sangat menakjubkan." ucap Surinala sembari menghabiskan minumannya.

Makanannya memang lezat, tapi Tari tidak ingin bundanya dan Tara datang lagi ke restauran ini. "Lumayan," ucap Tari, memberika komentarnya.

Sebelum beranjak pergi dari restauran, Surinala mengambil handphonenya dari tasnya, ia mendapatkan satu pesan dari teman arisannya. "Sayang, sebentar lagi teman bunda mau datang ke rumah. belanjanya nanti saja ya? Tidak apa-apa kan?"

Tari menggelengkan kepalanya, bertemu dengan Ranu secara tak sengaja membuat hatinya tak karuan, ia butuh butuh istirahat. "Tidak apa-apa bunda, lain kali saja."

Tari dan Tara mengantar Surinala sampai ke mobil, dari ekspresi yang tampak di wajah Surinala, sudah jelas bahwa ia menyuakai kedekatan putrinya dengan Tara. Dan Tari sudah bisa menebak, bahwa setelah ini bundanya akan menghubunginya untuk menanyakan tentang hubungannya dengan Tara lebih dalam dan detail lagi.

Begitu Surinala pergi, Tara mengantar Tari ke mobilnya. "Supirku sudah dalam perjalanan, kira-kira dua menit lagi sampai. Jadi kita masih bisa....." Tara menaruh handphonenya si sakunya kemudian ia meraih pinggang Tari, dan mencium pipinya. "Aku ingin sekali tidur denganmu, tapi besok pagi ada meeting. Terlalu jauh jika dari apartementmu, aku bisa terlambat."

Tari tersenyum lega mendengar Tara tak tidur di apartementnya, karena ia butuh waktu menenangkan diri. "Its okay, aku juga sedang banyak pekerjaan. Aku sedang membuat rencana anggara terbaru untuk promosi berikutnya."

"Jadi kapan kamu libur?" tanya Tara.

Tidak ada."

Tara menggeleng. "Aku pun tidak ada. Terlalu banyak ambisi kesuksesan di antara kita." ucap Tara. "Tapi tak perlu khawatir, Jumat ini aku akan datang kembali ke cafemu."

Sebuah mobil mercedes benz menepi di samping mereka, Tara menangkup wajah Tari kemudian mendaratkan kecupan selamat tinggal di bibirnya. "Terima kasih sudah mengajakku makan malam bersama orang tuamu, aku senang bisa mengenal bundamu. Jangan lupa kabari aku jika sudah sampai!"

Tara mundur dan masuk ke mobilnya. Tari memandanginya saat mobil itu bergerak meninggalkan dirinya. Ia memiliki firasat, akan perkembangan kemajuan hubungannya dengan Tara.

Tari tersenyum dan berbalik menuju mobil, tapi lengannya dengan refleks terangkat ke dada, ketika melihat Ranu berdiri di belakang mobilnya.

"Maaf. Aku tak bermaksud untuk membuatmu terkejut."

Tari menghembuskan nafas. "Tapi kau sudah membuatku terkejut." ia bersandar di mobilnya, dan Ranu tetap berdiri di belakang mobil Tari, ia menatap ke arah jalan raya. "Jadi siap pria yang berutung itu?"

"Dia..." surara Tari terputus. Semuanya terasa aneh bagi Tari, seketika dadanya sesak. "Namanya Btara. Kami bertemu sekitar enam bulan yang lalu."

Ada perasaan menyesal dalam diri Tari saat ia mengatakan soal Tara, kedengarannya seperti dirinya dan Tara adalah sepasang kekasih namun pada kenyataannya bukan.

"Bagaimana denganmu? Apakah sudah menikah? Atau punya pacar?"

Entah mengapa pertanyaan itu keluar dari mulut Tari, padahal ia sendiri tidak siap jika Ranu menjawab telah memiliki hubungan dengan wanita lain.

Ranu terdiam cukup lama, sampai pada akhirnya ia menyebutkan satu nama. "Ainsley, kami memutuskan untuk berpacaran beberapa bulan yang lalu."

Rasanya panas, Tari merasakan dadanya seperti terbakar. Ia menaruh tangannya didadanya dan mengangguk. "Selamat ya, kau kelihatan bahagia."

"Ya, senang sekali bisa bertemu lagi denganmu, Tari." Ranu berbalik hendak pergi, namun kemudian ia membalik badannya dan menghadap Tari lagi. "Aku hanya ingin bilang, aku bahagia melihatmu bahagia, peri baikku."

Tari meringis mendengar ucapannya, bahkan Ranu masih memanggilnya dengan sebutan peri panggilan sayang yang ia sematkan sembilan tahun yang lalu.

Ranu berbalik dan melangkah kembali ke dalam mall.

Tari mencari-cari kunci mobilnya di dalam tasnya, kemudiian ia menekan tombol buka. Ia masuk dan menutup pintu, mencekram kemudi. Buliran-buliran bening mulai jatuh ke pipinya, ia sendiri tak mengerti mengapa air matanya jatuh semakin deras.

Tari mengusapnya dan menyalakan mesin mobilnya. Ia tak menyangka akan sesakit ini setelah bertemu dengan Ranu, terlebih mendengar Ranu telah memiliki kekasih.

'Tapi bagus. Hatiku perlu akhir yang jelas agar aku bisa memberikan sepenuhnya pada Tara.' batinnya, ia mulai melajukan kendaraannya.

Bagi Tari tangisan ini hanya sifat alami untuk menyembuhkan luka lama yang masih ia simpan, untuk kemudian menyiapkan diri menyambut datangnya cinta yang baru dari Tara.

1
RithaMartinE
luar biasa
RithaMartinE
yeyyy... Akhirnya🥰🥰🥰
RithaMartinE
Ranu 😭😭😭
Anonymous
tadinya kutebak ranu adalah tara....
~~𝓕𝓸𝓷𝓽𝓮𝓻𝓲𝓷𝓪~~
luar biasa karyamu,, sehat dan sukses selalu..
~~𝓕𝓸𝓷𝓽𝓮𝓻𝓲𝓷𝓪~~
hanya 1 kata untuk mu thor 𝙆𝙀𝙍𝙀𝙉!!!
👏👏👏👍
LALA LISA
betul Thor..perlu untuk diketahui hal2 itu ada di dunia nyata,,nambah wawasan juga/Rose//Heart/
ayu sukoco
next kisah Ranu, tari dan anak2nya ada gk Thor?
Kenn: ka bisa minta tolong spill ending novel k.u.n ga? tambahan nya 1 lembar aja, sayang banget kalo beli soalnya gaada bajakan nya 😭
total 2 replies
Aizivaishe Zaky
ter d best...makasih ya thor udh buat cerita ini...sukses selalu y..
Khairul Azam
Tari bertahan saja nanti dampaknya jg ke anak km seperti km benci ayahmu
Khairul Azam
aduh dududu mbak tariii Baru kenal udah mau aja diraba"
Safini Azizah
sampai akhir baru komen.. bagus banget cerita nya kak
banyak pesan moral yg didapat dari cerita ini.. asli keren kak.. bisa buat baper akut n nangis Bombay.. untuk kak Irma sukses terus sehat dan selalu di tunggu karya selanjutnya..
Irma: Terima kasih telah membaca sampai akhir
total 1 replies
Mas Bagong
Bagus. pemilihan tema dan alur jelas
banyak pesan dan ilmu yang terkandung
Lek"A"
whohoho asli keren banget 👍👍👍👍
Lek"A": mungkin saking banyaknya penulis ,pihak NT jadi bingung,yg sabar dan tetap semangat untuk berkarya💪👍, mungkin lain waktu tiba" di promosiin, rejeki kita tidak ada yg tau, cuma bisa mendo'akan dan memberi semangat 😉😘
total 2 replies
Lek"A"
Semoga semakin banyak pembacanya,
Semangat Kak author,
Terima kasih untuk cerita yg luar biasa ini,
💪👍
Irma: Terima kasih sudah membaca dan memberikan bintang 5nya😊
total 1 replies
Vthree Keisha
Cerita yang Amazing,lain dari yang lain..Sangat recommended,mengulik kisah yang sesungguhnya banyak terjadi dilingkungan sekitar kita.Tentang kdrt& pelecehan terhadap perempuan,banyak hal positif yang bisa diambil dari cerita ini.Good job buat penulisnya,sukses slalu👍❤️
Irma: Terima kasih sudah membaca, tulisan recehku🙏
total 1 replies
Lek"A"
wow ada sultan gabut🤭🤭,
adisty aulia
ide ceritanya kereeen🌺🌺🌺🌺
Irma: Terima kasih telah membaca karyaku yang ga pernah di lirik sama NT ini 😁🙏
total 1 replies
⸙ᵍᵏ𝐙⃝🦜Titian Mentari 🦈
aku baru baca 2 karyamu ka
ㅤㅤ
hmmm sweet Tara tapi saat marah kamu bagai monster😴
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!