NovelToon NovelToon
Di Nikahi Calon Kaka Ipar

Di Nikahi Calon Kaka Ipar

Status: tamat
Genre:Romansa / Angst / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: R.F

"Aku memang sanggup untuk menghapus namanya dan menggantikannya dengan nama suamiku di hatiku, tapi apa aku sanggup terus mempertahankan rumah tanggaku tanpa cinta dari suamiku? Yang selalu enggan untuk menyentuhku untuk lebih intim?" batin Suci

"Sampai kapan kamu tidak mencintaiku? Sampai kapan kamu akan terus belajar mencintaiku? Apa perlakuan manisku tidak bisa menggerakan hatimu walau pun sedikit saja Uci?" batin Arkan

"Bunda mohon nak, jadikan kakamu istri ke dua Arkan." ucap Anisa

Akan'kah rumah tangga Arkan dan Suci tetap utuh di saat Bunda dari Suci meminta Suci untuk menyutujui kakaknya menjadi istri ke dua dari suaminya?

Akan'kah Suci merelakan suaminya untuk kakanya sendiri di saat ia sudah mengandung benih dari suaminya karena menikah dengan dua wanita bersaudara kandung adalah haram? Atau Suci tetap mempertahankan rumah tangganya karena kakanya yang membatalkan pernikahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.F, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB. 25 Akad nikah

Ustazah Sarah yang menatap Ustazah Alisah, ia melihat matanya yang memerah, lalu ia melihat ke arah yang di lihat Ustazah Alisah, di sana hanya Arkan yang memakai jas, itu artinya kalau Suci menikah dengan Arkan.

" Pantas saja Suci menolak Gus Ali, ternyata Suci memilih Arkan, lelaki yang sangat sempurna, walau pun Arkan tidak terlalu tau tentang agama, dan sekarang duduk di kursi roda, tapi tetap saja kalau Arkan lelaki yang sempurna."

Usatazah Aisah yang mendengar ucapan dari Ustazah Sarah, ia melihat ke arah Ustazah Sarah dengan senyuman terluka, ternyata setelah bertahun-tahun hilang konteks, ia tetap saja merasakan sakit hati saat tau Arkan yang akan menikahi Suci.

Sedangkan Ustazah Syifa, ia hanya sedikit bingung, kenapa Suci menikah dengan lelaki pembisnis? Ustazah Syifa penasaran kenal dari mana dengan Sici? Mengingat Suci hanya wanita biasa, bahkan produf desain Suci juga belum terkenal, jelas ia menjadi penasaran.

" Ikhlaskan Ustazah Alisah, Arkan bukan jodohmu, mungkin dengan kamu tidak bersamanya, kamu bisa berubah menjadi wanita lebih baik lagi."

Ustazah Sarah berbicara sambil mengelus punggung Ustazah Alisah. Memang dulu Ustazah Alisah sudah tau tentang agama lebih dalam, karena Ayahnya seorang Ustazd, tapi saat mengenal Arkan Ustazah Alisah mau melanggar semuanya demi untuk berpacaran, tapi ternyata Arkan menolaknya.

" Jelas itu harus, karena tidak mungkin saya mencintai suami orang, yang ada akan sakit hati sendiri."

" benar banget."

Sekarang sudah mulai habis waktu akad nikah, tapi orang yang di tunggu Arkan masih saja belum muncul. Arkan di pindahkan duduk di karpet di bantu oleh Rangga yang selalu setia membantu Arkan.

" Adik lo ko belum juga datang Arkan?"

Rangga bingung karena adik tiri Arkan masih saja belum datang. Sebelum Arkan menjawab pembicaraan Rangga, pak penghulu itu bertanya pada Arkan

" Apa sudah bisa di mulai?"

Arkan melihat ke arah mamanya dan papa tirinya sebelum menjawab ucapan dari pak penghulu.

" Mulai saja nak, adikmu tidak bisa datang, penerbangannya di undur satu jam lagi."

Arkan menghela nafas saat mendengar jawaban dari papa tirinya. Arkan mengangguk. Semua orang sudah siap mendengar ucapan sakral yang di ucapkan oleh Arkan. Arkan mengucapkan akad nikah dengan satu tarikan nafas.

" Qobiltu nikahaha wa tazwijaha alal mahrill mazkurr halalan."

" Sah!"

Mereka semua menjawab dengan serempak, banyak yang terharu melihat Arkan yang mengucapkan akad nikah dengan suara yang jelas dan mantap. Namen di sisi lain ada yang meneteskan air mata, selain Ustazah Alisah ada juga Sulis dan Gus Ali, yang sama-sama berat melepaskan orang yang di cintainya. Memang dari tadi mata Gus Ali sudah memerah, hingga satu tetes air mata jatuh di pelupuk matanya.

Suci yang mendengar suara akad nikah dari dalam kamar, ia meneteskan air mata, sedih bercampur haru saat Arkan mengucapkan akad nikah dengan bahasa arab, ia tau mungkin Arkan tidak ingin membuatnya malu di kalangan keluarga pesantren, hingga Arkan mengucapkan akad nikah dengan bahasa arab. Ke dua sahabat Suci yang dari tadi setia di samping Suci tersenyum.

" Selamat iya kamu sekarang sudah menjadi seorang istri."

Lia dan Karinah mengucapkan kata selamat bersamaan, sebelum mereka menuntun Suci turun untuk menemui suaminya, karena tadi memang Lia dan Karinah meminta pada Anisa agar mereka yang menjadi pengantar pengantin.

" Jangan sedih dong Uci."

Lia mengelus punggung Suci yang melihat Suci meneteskan air mata.

" Bukan sedih, tapi karena terharu itu Lia."

Sedangkan Suci hanya tersenyum mendengar jawaban dari Karinah. Suci langsung menghapus air matanya, ia keluar dari kamarnya, di bantu oleh Karinah yang di pegang tangannya oleh Suci, sedangkan di samping kirinya ada Lia. Setelah di tangga, Suci menghentikan langkahnya sesaat saat melihat Gus Ali yang menatapnya sekilas, mata mereka saling bertabrakan.

Suci bisa melihat mata Gus Ali yang menatapnya penuh dengan perasaan terluka, itu membuat ia sudah ingin menangis, dadanya sakit setiap kali melihat lelaki yang di cintainya tersakiti oleh pilihannya.

Sedangkan Khadijah dan Kiai Habibi hanya menatap Suci dengan tersenyum hambar, walau pun mereka tau Suci menikah untuk menggantikan kakanya karena tadi Anisa sudah menjelaskan pada Kadijah dan Kiai Habibi kalau Suci menikah dadakan, tapi tidak bisa di pungkiri mereka ada rasa bahagia dan rasa kecewa. Raka dan Ikbal menatap ke arah Suci sedikit bingung, karena Suci memakai cadar.

" Gila, istri lo sholehah banget."

Raka berbicara sambil sedikit kagum pada Arkan, tadi ia saat mendengar akad nikah Arkan sedikit bingung karena Arkan memakai bahasa arab, tapi setelah melihat Suci, akhirnya ia mengerti, mungkin Arkan tidak ingin membuat Suci malu.

" Samping-samping istri lo bidadari juga."

Rangga menatap kagum ke arah Lia yang memakai cadar juga, sedangkan Karinah, ia tidak memakai cadar.

Arkan hanya diam, matanya melihat ke arah Suci yang di atas tangga sambil tersenyum lebar hingga memperlihatkan deretan giginya, ia sangat bahagia. Suci mencoba berusaha bersikap biasa saja, ia tidak ingin sikapnya di liat banyak orang, ia menatap ke arah Arkan yang sekarang menjadi suaminya sambil tersenyum di balik cadarnya.

Mereka langsung menuruni tangga lagi. Suci sampai dan duduk di samping Arkan. Arkan menatap gaun yang di gunakan Suci, ia tidak menyangka kalau pilihannya pas di tubuh Suci.

" Silahkan Suci tanda tangan."

Pak penghulu itu memberikan surat nikah dan kertas lainnya untuk Suci tanda tangani, sedangkan Arkan sudah tanda tangan dari tadi. Suci mengangguk pelan, ia langsung menanda tangani. Setelah selsai menanda tangani, Arkan langsung memasangkan cincin di jari manis Suci, begitu pun Suci memasangkan cincin di jari manis Arkan.

Setelah selsai Suci mengambil tangan suaminya untuk ia cium, di ikuti dengan Arkan yang mencium kening Suci cukup lama. Arkan merasakan bahagia, hingga setetes air mata jatuh begitu saja di pelupuk matanya.

Semua orang yang melihat di sana mengira kalau mereka memang saling mencintai, hanya keluarga dari Keyla yang menatapnya bingung, seharusnya pengantin wanitanya adalah Sulis, tapi ia tidak menyangka kalau di ganti dengan Gadis lain. Ada beberapa keluarga dari keluarga tiri papa kandung Arkan yang sedikit tidak suka, karena Arkan masih saja melanjutkan pernikahan, itu artinya perusahaan Wijaya Grup tetap menjadi milik Arkan, karena Arkan adalah cucu sah dari keluarga Wijaya.

" Terima kasih sudah mau menjadi istri saya Uci, saya sangat bahagia sekali hari ini, saya belum pernah sebahagia ini setelah papa meninggal, tapi saya merasakan kebahagiaan setelah mengenalmu dan sekarang saya menjadi suamimu, jujur seperti mimpi."

Suci tersenyum mendengar ucapan dari Arkan, walau pun ia tidak mencintai Arkan, tapi ucapan Arkan mampu membuat hatinya menghangat.

" Uci juga berterima kasih, karena mas sudah mau menjadi imam Uci. Uci harap kalau kita di persatukan bukan hanya di dunia, tapi Uci berharap kalau kita di persatukan hingga ke surganya. Mas, bimbinglah Uci ke jalan yang di ridhoi Allah, ajarkan Uci untuk menjadi istri yang sempurna dan jadikan Uci satu-satunya bidadari di dunia mau pun di akhirat kelak."

1
juwita
Luar biasa
juwita
hama dmn2
julia sorong
Luar biasa
julia sorong
Buruk
Just Reader ^-^
rumah apa hotel thor?
Just Reader ^-^
ak padamu uciii
syifa
karya yang menguras emosi
..
bagus
🍒Nungma🍃
assalamualaikum kak author
ceritanya bagus kak,,,,,alurnya menarik gak membosankan,, and maafken kak aku gak komen per bab,, aku lebih suka komen setelah tamat baca ceritanya,,, yok kak lebih semangat lagi yokk😉😉😉
R.F: wa'alaikumsalam
terima kasih kak
total 1 replies
Cia Sanu
novel yg sangat bagus
R.F: terima kasih kak
total 1 replies
Maya Jutsu
👍👍👍
R.F: mksh kk
total 1 replies
Juan Sastra
ibu yg tidak berakhlak,,
Juan Sastra
keberatan dengan kata iya thorr,,
umpama,, bertanya, "tempat pendaftarannya dimana ya ? gitu thorr !!
bukan di mana iya ?..🙏🙏🙏
Juan Sastra
asal jangan mengecewakan aja thorr karyamu misalnya poligami gitu,,karena sibnosis di depan kayak ada berbagi cinta gitu..nyesek aja jika harus berbagi suami
Qilla
namen lagi
Qilla
namen lagi namen lagi
R.F: tinggal baca aja ribet, enggak suka iya enggak usah baca
total 1 replies
Susy Qween
ya Allah rumahna kaya gedung aja 15 lantai😁
Nurmiati Aruan
ngomong langsung dong....biar istrinya tau...
Nurmiati Aruan
salah paham maning...hadeeehhh...🤦
Nurmiati Aruan
ampun deh ini mereka berdua...bikin gemes...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!