NovelToon NovelToon
The Heiress'S Scents

The Heiress'S Scents

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Identitas Tersembunyi / Cintapertama
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di balik kemegahan High School Los Angeles, Issabelle Reichenbach menyembunyikan identitasnya sebagai pewaris tunggal klan mafia legendaris.

Demi bertahan hidup, ia menyamar sebagai murid beasiswa miskin yang patuh, sembari menahan penderitaan tinggal bersama ibu kandungnya yang lemah dan ayah tiri yang kasar.

Namun, penyamaran sempurna Issabelle terancam hancur saat ia berhadapan dengan Navarro Von-Riccardo, penguasa sekolah sekaligus pewaris tunggal terkuat di Pantai Barat.

Navarro menyimpan rahasia kelam klan Von-Riccardo: sebuah genetika yang membuatnya kehilangan indra penciuman sejak lahir.

Secara mengejutkan, aroma tubuh dingin menyerupai mawar es milik Issabelle menjadi satu-satunya wewangian yang bisa dicium oleh Navarro setelah 16 tahun hidupnya.

Terpikat oleh takdir yang tak terelakkan, Navarro mulai terobsesi untuk menguak topeng misterius gadis beasiswa tersebut, memicu perang insting yang mematikan di antara dua predator puncak.


Happy reading 🌷

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#21

Langkah kaki Issabelle von Reichenbach tidak meninggalkan suara sedikit pun saat ia membuka pintu belakang rumah kayu keluarga Wadde’.

Suasana di dalam rumah terasa pengap, berbau sisa masakan instan dan asap rokok murah milik Harrison yang masih tertinggal di udara.

Jam dinding usang di ruang tengah berdentang pelan, menunjukkan bahwa waktu telah melewati tengah malam.

Chicago luar tampak begitu sunyi, namun badai di dalam kepala Issabelle baru saja dimulai.

Begitu ia melangkah melewati ruang makan yang remang-remang, sesosok wanita bertubuh kurus dengan guratan lelah di wajahnya mendadak bangkit dari kursi kayu.

Itu Sloane.

Wanita yang menyandang status sebagai ibu kandungnya itu ternyata sudah pulang lebih dulu dari bengkel dan sedang duduk menunggunya dengan cemas di bawah temaram lampu bohlam kuning.

"Sayang... kau pulang..." panggil Sloane, suaranya terdengar parau, bergetar oleh rasa bersalah yang selalu ia bawa setiap kali menatap putri sulungnya.

Issabelle tidak menjawab. Ia bahkan tidak memutar kepalanya sedikit pun untuk sekadar membalas tatapan wanita itu.

Wajahnya sekaku balok es, sedingin salju Frankfurt yang membeku di pertengahan musim dingin.

Baginya, wanita di depannya ini hanyalah sosok lemah yang memilih bertahan dengan pria kasar seperti Harrison, menghancurkan masa kecil anak-anaknya demi sebuah ilusi pernikahan.

Dengan langkah taktis yang cepat, Issabelle langsung berjalan melewati ruang tengah, mengabaikan uluran tangan Sloane, dan melesat masuk ke dalam kamar bawah tangganya yang sunyi.

Ia menutup pintu kayu itu dengan rapat, lalu memutar knop pintu hingga terdengar bunyi klik yang mengunci seluruh dunia luar.

Begitu berada di dalam wilayah personalnya, Issabelle tidak membuang waktu satu detik pun.

Ketegangan yang tadinya ia tunjukkan di depan Navarro kini menguap, digantikan oleh fokus militer yang mutlak.

Ia merogoh saku di balik gaun mini hitamnya, menarik keluar ponselnya yang beberapa menit lalu sempat memutus sambungan.

Jemari rampingnya bergerak lincah di atas layar, menekan beberapa kode untuk memulihkan frekuensi sebelum kembali menghubungi nomor darurat Martha.

Tut... Tut...

Hanya butuh dua kali nada sambung sebelum telepon di seberang sana diangkat dengan suara desis statis yang jauh lebih bersih daripada sebelumnya.

"Nona... Anda baik-baik saja?" tanya Martha di seberang sana, suaranya terdengar sangat khawatir, namun ada nada kelegaaan yang samar di balik napasnya yang memburu.

"Ya, aku baik-baik saja," ucap Issabelle, suaranya kembali dingin, datar, dan tanpa emosi, sangat kontras dengan sosok gadis rapuh yang menangis di kabin Porsche milik Navarro beberapa menit yang lalu.

Issabelle berjalan mendekati jendela kecil kamarnya, mengintip ke luar untuk memastikan tidak ada pengawal klan Von-riccardo yang berjaga di sekitar halaman.

"Dan aku paham dengan kode yang kau berikan tadi, Martha. Kode 'Daddy kritis' dan 'perlindungan Riccardo'. Aku bahkan berdrama murahan dan berpura-pura terlihat lemah di depan bajingan itu untuk memancing reaksinya," lanjut Issabelle, merujuk pada air mata dan keputusasaan palsu yang ia tunjukkan di depan Navarro demi menutupi strategi pelariannya yang sebenarnya.

"Sekarang katakan padaku, apa ada kabar baik dari Frankfurt?"

Dari seberang telepon, terdengar suara helaan napas panjang dari Martha, diikuti oleh suara ketukan jemari pada papan ketik komputer militer.

"Tuan Besar baru saja menyelesaikan masalah internal klan dengan aliansi pemberontak, Nona. Semuanya sudah terkendali dalam satu jam terakhir. Pemutusan jalur komunikasi tadi sengaja dilakukan untuk mengepung sisa-sisa pengkhianat," jelas Martha, nadanya kini kembali profesional layaknya seorang kepala intelijen Dark Dubois.

"Anda sudah boleh kembali ke Jerman malam ini juga. Protokol evakuasi telah diaktifkan. Anda tidak perlu meminta izin atau berpamitan pada orang rumah. Malam ini, helikopter dan tim jemputan Anda sudah bersiap di titik koordinat Delta, lima kilometer dari posisi Anda sekarang."

"Bagus. Terima kasih, Martha. Aku mengerti," jawab Issabelle pendek, lalu langsung mematikan sambungan telepon satelitnya secara sepihak.

Issabelle menurunkan teleponnya, lalu menyandarkan punggungnya pada dinding kamar yang lembap.

Sebuah senyuman sinis yang penuh kemenangan terukir di bibir tipisnya yang masih menyisakan rasa hangat akibat lumatan Navarro.

Ia teringat kembali akan kata-katanya di dalam mobil sport tadi.

Ucapan yang mengatakan bahwa dirinya adalah 'anak haram Sloane' yang terpaksa menumpang di rumah Harrison demi melarikan diri dari Jerman.

Kebohongan yang sangat besar, batin Issabelle, matanya berkilat dingin.

Sloane memang ibu kandungnya secara biologis.

Hubungan darah itu nyata, bukan sebuah rekayasa dokumen.

Namun, Issabelle sengaja melontarkan narasi 'anak haram' dan menyusun kebohongan tersebut di depan Navarro agar pria brengsek itu mengira bahwa dirinya adalah produk dari aib keluarga, sehingga tidak akan melacak lebih jauh.

Menggunakan kenyataan pahit keluarganya sebagai umpan untuk mengaburkan fakta bahwa ayahnya—sang penguasa Dark Dubois—sebenarnya baik-baik saja dan memegang kendali penuh di Frankfurt.

"Dan soal tawaran murahan darinya?" Issabelle mendengus jijik, mengingat klausul kontrak 'satu hari satu ciuman' yang diajukan oleh Tuan Muda Riccardo itu.

"Menjaga identitas dan berciuman setiap hari? Itu benar-benar menjijikkan."

Bagi Issabelle, setiap sentuhan, lumatan, dan klaim kepemilikan sepihak yang dilakukan oleh Navarro Von-riccardo tidak lebih dari sekadar gangguan dari seorang predator Pantai Barat yang kurang waras.

Pria itu mengira telah berhasil mengunci takdirnya di bawah ancaman intelijen, tanpa menyadari bahwa putri tunggal Dark Dubois ini baru saja memutarbalikkan keadaan dan menggunakannya sebagai tameng sementara untuk mengulur waktu.

Tanpa menunda lebih lama, Issabelle langsung bergerak menuju sudut kamar.

Ia menarik sebuah koper juga Tas ransel berwarna hitam dari bawah tempat tidur.

Dengan gerakan yang sangat efisien dan terlatih, ia mengemas barang-barangnya: paspor, juga uang tunai dolar upah dari bengkel, serta beberapa amunisi cadangan.

Ia akan pergi malam ini juga, memutus seluruh rantai penyamarannya, dan kembali ke tempat di mana ia seharusnya berada—menjadi tangan kanan sang ayah di Frankfurt.

Ia bergegas meninggalkan rumah ini tanpa menulis catatan perpisahan sedikit pun untuk Sloane, wanita yang sangat dibencinya karena memilih hidup dalam ketundukan di bawah kaki Harrison Wadde’.

Bagi Issabelle, tidak ada air mata atau ucapan selamat tinggal yang pantas untuk sebuah rumah yang hanya memberikan kenangan buruk.

Namun, tepat saat ia menyandangkan ranselnya di bahu, pandangannya jatuh pada sebuah kotak kayu kecil di atas meja belajarnya.

Di dalam kotak itu, terdapat sebuah pisau kecil kesayangannya—sebuah belati lipat taktis dengan bilah baja hitam legam yang selalu ia gunakan untuk latihan pertahanan diri.

Issabelle terdiam sejenak.

Pikirannya melayang pada sosok Toby, adik laki-lakinya.

Dengan langkah tanpa suara, Issabelle keluar dari kamarnya, menyusuri koridor lantai bawah yang gelap menuju kamar tidur milik Toby.

Ia mendorong pintu yang tidak terkunci itu perlahan.

Di dalam keremangan, ia bisa melihat bocah itu sedang tertidur lelap dengan selimut yang berantakan.

Issabelle mendekati tempat tidur, lalu dengan gerakan yang sangat lembut, ia menyelipkan pisau kecil kesayangannya itu di bawah bantal Toby.

Itu adalah senjata pertahanan, sebuah warisan dari seorang kakak perempuan yang berharap agar adik laki-lakinya tidak tumbuh menjadi pria lemah seperti Harrison.

Setelah selesai, Issabelle berbalik dan melangkah menaiki tangga kayu menuju lantai dua, tempat kamar Claire, berada.

Issabelle mendorong pintu kamar Claire, melangkah masuk ke dalam ruangan yang dipenuhi oleh aroma bedak bayi.

Ia mendekati meja rias Claire yang Rapi, mengambil selembar kertas kecil dan sebuah pena.

Dengan goresan tangan yang cepat dan tegas, Issabelle menuliskan beberapa angka—nomor ponsel yang tidak akan bisa dilacak oleh siapa pun, termasuk klan Von-riccardo.

Di bawah deretan angka tersebut, ia menuliskan satu kalimat pendek:

Hubungi aku jika kau butuh keluar dari neraka ini. — Issabelle.

Ia meletakkan kertas itu tepat di bawah botol parfum Claire agar mudah ditemukan keesokan paginya.

Setelah memastikan semua jejaknya bersih, Issabelle memutar tubuhnya, menyandangkan ransel taktisnya lebih erat, dan melangkah menuju jendela koridor lantai dua yang mengarah langsung ke atap garasi luar.

Dengan cepat, ia melempar Koper hitamnya, dan segera melompati pagar pembatas, mendarat tanpa suara di atas rumput halaman belakang yang basah oleh embun malam, dan langsung menghilang ke dalam kegelapan pekat labirin kota, meninggalkan rumah dan seluruh obsesi gila Navarro Von-riccardo tanpa meninggalkan jejak sedikit pun.

1
Mia Camelia
aduh isabel kok keras kepala banget sih mpe membenci navaro😔😔😔
gak adil nih klo navaro dan isabel trz salah paham mulu😔
ayolah thor bikin mereka baikan lagi😂😂😂
Game Semut
kaciaaan bngt navvaro
Ros 🌷🦋: huhuhu🥲
total 1 replies
Mia Camelia
semoga isabel cepet muncul lgi thor, kasian navaro jadi patung es bgtu🤣
Ros 🌷🦋: dicairin sama kak reader 🤭🤣🤣
total 1 replies
Mia Camelia
yah kasiah issa ternyata di jebak doang suruh pulang ke jerman😂😂😂😂😂
Ros 🌷🦋: huhuhu😅🤭
total 1 replies
BONBON
aku tunggu kak, 22nya setara dan gk jomplang. bukan kisah Cinderella, mafia x gadis yg dijual oleh keluarganya blabla. 🤣🤣🤭
Ros 🌷🦋: hihi ma'aciww kak atas dukungannya 🫶🥰
total 1 replies
Angela Ghunu
karya kakak bagus skli, semoga semakin maju dan karya " kk makin bnyk🥰🥰
Ros 🌷🦋: Ma'aciww banyak kak🫶🥰
total 1 replies
Mita Paramita
navaro mati rasa sama perempuan 🤨 nunggu Isabella kembali.
Ros 🌷🦋: iyaaa kek nya 😅🤭
total 1 replies
Shusy Bharel
lanjut tho😍😍
Ros 🌷🦋: siap kak🥰
total 1 replies
Mita Paramita
see you again navaro 😘😘😘
Ros 🌷🦋: see you kak reader 🥰
total 1 replies
Mita Paramita
Isabella pecah perawan nya sama navaro 🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: aku malah ngakak loh kak reader 🤭🤣
total 1 replies
Mia Camelia
akhir nya 🥰🥰🥰
Ros 🌷🦋: wkwkw🤭
total 1 replies
Mia Camelia
yah masa baru bucin udah perpisahan aja thor🤣😂😂😂
Ros 🌷🦋: Berpisah dulu biar tau artinya rindu 🤭🤣🤣
total 1 replies
Mia Camelia
yaaah ketauan deh 🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: kwkwk😅
total 1 replies
Mita Paramita
sekarang Isabella punya tempat bersandar walaupun sih navaro plu mines 🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: kesayangan reader 🤣
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut Thor 💪💪💪
Ros 🌷🦋: siap kak🫶
total 1 replies
Mita Paramita
navaro diem diem nyelidikin asal usul Isabella 🤣🤣🤣 saking penasarannya
Ros 🌷🦋: kwkwk🤣
total 1 replies
Debu Nakal
lagi.. lagi... lagi... lagi...
Ros 🌷🦋: padahal sudah didraf sampai bab 20 kak😅
total 1 replies
Mia Camelia
wah gak sangka kalo claire pacar nya skylar?? thor ceritaiin dong mereka juga🤔😄
Ros 🌷🦋: author selipin dikit2 nanti mereka 😅
total 1 replies
Mia Camelia
visual nya sempurna banget 🥰🥰👍
Ros 🌷🦋: huhu ma'aciww kak 🥰
total 1 replies
Mita Paramita
bucin akut nih navaro 🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: wkwkw 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!