Vina seorang gadis berparas cantik,putih dan juga sangat ceria harus rela menikah dengan bosnya karena adiknya yang mengalami kecelakaan dan membutuhkan banyak biaya
Aditya seorang pria tampan,kejam dan dingin yang sangat diinginkan kaum hawa namun tidak ada yang dapat mencuri hatinya,masa lalu yang kelam menjadi dinding kokoh untuk menutup hatinya. namun setelah bertemu dengan vina sifatnya berubah 180°
penasaran?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
aku akan lakukan ini setiap hari!
"aku rasa aku sudah gila karena berani menciumnya,astaga apa yang akan dipikirkannya"ucap Vina sambil memukul kepalanya
jantung Aditya berdetak dengan cepat mengingat ciuman panas dari istrinya
"ada apa dit? mengapa kau terlihat begitu tegang?"tanya Aldo yang tiba tiba datang.
"tidak,ayo kita tunggu dibawah saja"ucap Aditya datar mengajak Aldo turun menunggu Vina di ruang tamu
Vina sudah rapih dengan pakaian kantornya dan segera turun untuk menemui suami dan adik iparnya.
"maaf sedikit lama"ucap Vina setelah sampai diruang tamu.
"tidak apa apa"ucap aldo kemudian mereka langsung menuju mobil
Aldo segera duduk di kursi kemudi sedangkan Aditya bersama Vina duduk dibangku belakang,tidak ada pembicaraan diantara mereka hingga Akhirnya merekapun sampai di kantor Brawijaya.
Vina turun lebih dulu daripada Aditya dan Aldo Namun sebelum turun Vina memegang dan mencium punggung tangan Aditya membuat si empu terkejut tapi segera menutupi keterkejutan nya.
"aku akan melakukan ini setiap hari"ucap Vina sambil tersenyum ke arah Aditya hanya dijawab anggukan oleh Aditya
Vina segera pergi ke luar mobil Aditya sebelum ada yang melihatnya karena semua karyawan kantor tidak ada yang mengetahui pernikahan Vina dan Aditya termasuk ana,Jimmy dan Rizal
Aditya dan Aldo berjalan beriringan dan seperti setiap harinya itu adalah tontonan gratis untuk para karyawan kantor.
Aditya sudah berada diruangan nya sambil terus memikirkan apa yang sudah dia dan istrinya lakukan tadi pagi
"mengapa tadi aku tidak menolak nya?agh..Aditya kau bodoh sekali"ucap Aditya sambil mengacak-acak rambutnya.
tok..tok...tok..
suara Ketukan pintu tiba tiba membuat Aditya segera merapikan rambutnya yang berantakan.
"masuk"ucap Aditya.
masuklah Vina dengan membawa beberapa berkas ditangannya.
"selamat pagi pak,ini adalah laporan keuangan bulan ini yang harus anda periksa"ucap Vina sopan.
"baiklah,tolong bacakan jadwalku hari ini"kata aditya memerintah Vina dengan dingin menatap laporan keuangan itu.
"anda akan ada meeting dengan perusahaan Permanagroup saat jam makan siang dan pada pukul 15:00 anda ada akan mengunjungi lokasi pembangunan hotel bersama tuan aldo"ucap Vina sopan.
"baiklah terimakasih kau boleh kembali bekerja"jawab Aditya tanpa mengalihkan pandangannya.
Vina segera keluar dari ruangan aditya dan memutuskan untuk pergi ke pantry karena kepalanya sedikit terasa pusing.
"mungkin minum teh akan menghilangkan pusingku ini"ucap Vina sambil berjalan menuju pantry.
"Vin kamu mau kemana?"tanya Seseorang yang tak lain adalah ana.
"eh na ini aku mau pantry mau bikin teh,kamu mau ngga?"tanya Vina menawarkan.
"hmm boleh deh tapi kalo kamu ngga keberatan itu juga"jawab ana merasa tidak enak.
"ngga ko tenang aja, tunggu ya?"kata vina dibalas acungan jempol ana
Vina segera menuju pantry dan membuat teh untuknya dan ana. Tiba tiba susy datang dan mencibir vina.
"ehh ada sekretaris gatau malu Disini,lu bikin 2 teh buat siapa aja?pak Adit?jan mimpi Lo"ucap Susy menghalangi jalan Vina.
"Plis gw lagi males berdebat sama lu,jadi tolong minggir"ucap Vina malas.
"kalo gw ngga mau?"ucap Susy menantang Vina
Vina menghela nafasnya dan mulai emosi.
"gw udah bilang baik baik bukan?lu Minggir!"ucap Vina penuh penekanan.
tiba tiba Aditya lewat dan itu momen yang bagus untuk Susy memanfaatkan keadaan.
"aduh"teriak Susy keras sambil terduduk dilantai
Aditya dan Aldo yang sedang lewat pun menghampiri mereka.
"ada apa ini?"tanya Aditya melihat Vina dan Susy bergantian.
"ini pak,Vina udah dorong saya.padahal saya cuma mau berteman dengannya tapi dia tidak mau dan malah mendorong saya"ucap Susy berpura pura menangis.
banyak karyawan mulai menggerubungi Vina dan Susy.
"apa yang dikatakan nya itu benar Vina?"tanya Aldo kepada vina.
"tidak pak,tadi saya sedang membuat teh kemudian dia datang dan menghalangi jalan saya,saya sudah memintanya untuk minggir dengan baik baik tapi dia malah,,,"ucapan Vina dipotong aditya.
"sudah cukup saya tidak mau lagi ada keributan dikantor ini!!"potong aditya memperingati keduanya.
Vina merasa sakit hati dengan perkataan Aditya ditambah karyawan mulai mencibir Vina
"saya minta maaf pak,kalo gitu saya permisi"ucap Vina menahan tangisnya kemudian pergi.
Aditya tahu bahwa Vina menangis dia pun merasa bersalah akan hal itu sedangkan Susy tersenyum puas akan apa yang dia lihat.
Vina berlari menuju toilet sambil menangis banyak pasang mata yang melihat kearahnya.
"Vina?mengapa dia menangis seperti itu"ucap Ana mengejar Vina menuju meja kerjanya tapi dia tidak melihat Vina disana jadi dia lebih memilih bertanya nanti dan melanjutkan pekerjaannya
didalam toilet Vina menangis dengan kencang karena dia berfikir Sekarang adalah jam kantor jadi jarang ada yang akan ke toilet.
"hiks...hiks....hiks...kau benar benar jahat Aditya!!jahat sekali!"ucap Vina sambil memukul-mukul pahanya
sudah lama juga Vina menangis dikamar mandi dan sekarang adalah waktu jam makan siang,Vina segera ke mejanya karena dia ingat ada meeting direstoran purnama.
Vina keluar dari toilet langsung menuju meja kerjanya dari jauh Vina sudah melihat aditya dan Aldo sedang menunggunya.
"selamat siang pak,maaf pak saya terlambat.
"hmm..jangan diulangi lagi aku tidak suka keterlambatan"dehem Aditya sambil berjalan meninggalkan Vina dan Aldo
mereka segera menuju restoran purnama.
"do nanti setelah kita meeting langsung ke lokasi pembangunan saja biar tidak bolak balik"ucap Aditya kepada Aldo yang sedang fokus menyetir
Aditya dan Aldo memang memutuskan untuk Tidak menggunakan supir Karena menurut mereka membawa mobil sendiri jauh lebih menyenangkan
setelah beberapa menit perjalanan mereka sampai direstoran purnama dan segera masuk menuju ruang VIP.
"selamat datang tuan Aditya"ucap Budi mengulurkan tangannya. Budi Permana adalah ayah dari imel.
"terimakasih"jawab Aditya membelas uluran tangan Budi.
"silahkan duduk"ucap Budi kepada Aditya dan Aldo.
"Vina kau juga duduk lah"ucap Budi pada Vina.
"tidak apa apa pak saya berdiri saja"balas Vina tersenyum
meeting pun dimulai dan sesekali Aditya bertanya keuntungan untuk perusahaannya,setelah 1 setengah jam akhirnya mereka selesai
Budi pamit Karena akan ada meeting diperusahaannya.
"baik lah pak Adit semoga perusahaan kita bisa bekerja sama dengan baik"ucap Budi.
"iya pak semoga saja"balas Aditya.
"kalo gitu saya permisi pak sebentar lagi akan ada meeting dikantor saya"pamit budi menjabat tangan aditya Aldo bergantian.
"terimakasih,hati hati"balas Aldo
setelah kepergian Budi, mereka memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu baru menuju lokasi pembangunan.
Vina segera memanggil pelayan
"pelayan!"panggil Vina melambaikan tangan.
"silahkan nona"ucap pelayan memberikan buku menu.
bersambung.......
jangan lupa like komen dan jadikan favorit ya supaya ada notifikasi kalo aku udah up
terimakasih para readers dan jaga kesehatan ❤️
dan prov