Bagaimana kisah Cinderella menaklukan Kemal seorang pria yang ternyata adalah pemain wanita. Benarkah, cinta itu buta, tidak memandang rupa dan tak kenal waktu?
Simak ya jangan lupa untuk Like di setiap chapter.
Salam Sayang,
Rehuella.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rehuella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dijadikan Tumbal
Kasih bintang 5 ya biar saya juga bisa semangat ngetiknya.
Happy reading semoga suka dengan karya saya, jangan lupa tekan 👍.
.
.
.
.
.
Cinderella menatap lelaki di depannya itu tanpa mengedipkan matanya, matanya yang sipit membuat dia teringat dengan kawanya itu.
“Hallo ...” ucap lelaki itu sambil mengoyangkan tangannya di depan mata Cinderella. Cinderella tersentak, kaget karena goyangan tangan lelaki itu, dia langsung menggelengkan kepalanya mengusir pikiran-pikiran baik yang bersarang di otaknya.
“Hai selamat pagi,” Cinderella menyapa lelaki di depannya itu dengan sangat ramah, sambil mengulurkan tangannya.
“David,” lelaki itu menyebutkan namanya, sambil menerima tangan lembut Cinderella.
“Ow... Ya ya ya, baru saja Pak Revan memberitahu saya, jika Anda akan datang kemari,” ucap Cinderella yang masih berdiri di depan pintu ruangannya.
“Ayo kita bicarakan di dalam ruangan saya,” ajaknya sambil membukakan pintu untuk David.
“Bisakah Anda memperkenalkan diri Anda?” Pinta David saat sudah duduk di kursi, dengan nada yang sama dinginnya dengan Kemal, tapi wajahnya lebih ramah lingkungan dari pada kakaknya, Cinderella tersenyum ke arah David.
“Baiklah. Nama saya Cinderella Zaina Wijaya, usia saya 22 tahun, hobi saya makan tapi takut gendut, makanan favorit ayam, ikan, daging, sayuran yang bisa di hitung dengan jari seperti wortel, buncis, kentang, dan lainnya,” ucapnya dengan nada anak SMP yang sedang berkenalan di depan kelas, David tertawa sambil memegang perutnya.
“Kenapa ada CEO stupid sepertimu,” Cinderella cemberut saat mendengar ucapan David, dia melirik tajam ke arah lelaki yang baru saja dikenalnya itu.
Kurangngajar! Baru kenal saja sudah berani mengataiku, tak beda jauh dengan kakaknya itu. Batin Cinderella.
“Apa maumu datang kemari?” tanyanya pada lelaki yang duduk di depan kursi kerjanya.
“Saya hanya ingin menawarkan kerja sama yang akan saling menguntungkan, saya sudah menawarkannya pada Pak Revan, dia bilang saya harus mempresentasikan dulu di depan Anda,” ucapnya panjang lebar.
“Mau sekarang?” lelaki bernama David itu mengangguk saat mendengar pertanyaan wanita di depannya itu.
Cinderella memperhatikan setiap kata yang diucapkan David, sesekali mengangguk membenarkan perkataanya, dia bertanya berulang kali untuk sekedar memastikan kecerdasan lelaki di depannya ini, dia tidak habis pikir ternyata Kemal mempunyai adik secerdas David. Kemal juga cerdas tapi terkadang otaknya juga sering konslet.
“Baiklah. Proyek ini akan saya diskusikan dulu dengan Pak Revan, selebihnya saya akan segera mengabari Anda,” ucapnya sambil berdiri mengambilkan minuman dingin untuk David.
David mengangguk dan berharap Wijaya Group akan menerima tawarannya ini.
“Boleh saya bicara pribadi denganmu,” ucap David saat sudah menyelesaikan pekerjaanya.
“Maksudnya?” Tanya Cinderella yang tidak paham, karena sejak tadi mereka hanya berdua di ruangan itu.
“Apa kamu kenal dengan Kemal?” Tanya David yang tidak ingin berbasa-basi.
“Kenapa?” Tanyanya lagi karena tidak mengerti maksud dari David.
“Jawab saja, jangan menjawab dengan pertanyaan lagi,” David mewanti-wanti agar tidak memberikan jawaban dengan pertanyaan.
“Ya aku mengenalnya,” ucapnya singkat.
“Bisakah kau membantuku membuatnya jera,” David mengutarakan maksud keduanya datang menemui Cinderella. Cinderella menatap mata David mencari tau dengan mata hatinya, lalu tersenyum kecut ke arah David.
“Maksudmu apa? Dan kenapa harus aku!” ucapnya lagi yang sedikit menahan amarahnya karena teringat ucapan Kemal.
“Karena aku tau, kamu wanita yang saat ini dicintainya,” ucapnya menjelaskan pada ella.
“Dia tidak tulus mencintaiku,” ungkap Cinderella sambil menundukkan kepalanya.
“Please! Bantu aku, aku hanya ingin dia sadar bahwa apa yang selama ini dia lakukan itu salah, dia selalu menodai wanita yang tidak dicintainya, akibat pengkhianatan pacarnya dulu,” jelasnya.
“Apa??” mata Cinderella melotot sempurna karena kaget dengan ucapan David. Bibirnya pun ikut berekpresi terbuka membentuk huruf O yang tidak sempurna.
“Iya ....” David lalu menjelaskan semuanya tentang Kemal, termasuk masa lalu Kemal yang buruk itu, dan menyampaikan niat orangtuanya yang akan menjadikan Cinderella menantu.
“Aku tidak bisa ...” ucapnya singkat dengan menatap mata David.
“Ini hanya jebakkan saja, dan kamu pura-pura hamil,” jelasnya.
“Gila! Aku nggak mau, bagaimana jika aku yang akan benar-benar dinodainya,” jelasnya menolak permintaan David.
“Ya itu bagus, berarti dia akan segera sembuh dari sikap gilanya,” ucapnya pada Cinderella yang membuat Cinderella merasa menjadi wanita terhina di muka bumi ini.
“Nggak aku nggak mau, keluarga Martin memang aneh semua, kemaren kakakmu yang memintaku jadi pacar simpananya, dan sekarang kamu memintaku untuk melemparkan tubuhku padanya, bisa-bisanya papaku mengenal keluarga Martin,” ucap yang sudah pusing.
“Pergilah... Aku tidak ingin lagi mendengar permintaanmu,” ucapnya terakhir pada David.
“Pikirkanlah baik-baik kumohon, ini demi wanita diluar sana, agar tidak menjadi korban kekejaman Kemal,” David memohon pada Cinderella. Namun, Cinderella juga tidak mau menjadi tumbal kenakalan Kemal. Cinderella menggelengkan kepalanya kearah David, dan segera menyuruh lelaki itu pergi meninggalkan ruangannya.
Setelah David pergi, pikiran Cinderella berlarian kemana-mana, ternyata apa yang diucapkan sekertarisnya dulu itu benar adanya, Kemal suka bermain wanita.
.
.
.
Terimakasih sudah membaca kisah Kemal dan Cinderella, Author berharap kalian suka dan like serta votes yang banyak.🙏👍
Ng