NovelToon NovelToon
One Night Love Devil

One Night Love Devil

Status: tamat
Genre:Badboy / Ibu susu / Tamat
Popularitas:7.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ita Yulfiana

Harap bijak dalam memilih bacaan

Iblis Cinta Satu Malam, begitulah julukan yang diberikan oleh Rania pada pria playboy bernama Kaaran Dirga tersebut.

Dengan kekuasaannya, Kaaran bisa meniduri wanita mana pun yang dia mau dan dia tunjuk, tapi tidak dengan Rania. Karena penolakannya, gadis itu terpaksa harus berurusan dengan Kaaran dan para pengawalnya. Sampai-sampai Rania harus rela kehilangan pekerjaan yang sangat dia butuhkan karena gadis itu harus terus bersembunyi dan tidak ingin ditangkap oleh orang suruhan Kaaran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ita Yulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lagi Sayang Aa' ...

"Silahkan duduk." Ibu mempersilahkan kedua pria itu untuk duduk di salah satu kursi meja makan yang kosong.

Sementara aku, aku hanya memilih untuk duduk diam dan tidak menyapa keduanya. Saat ini kepalaku masih dipenuhi tanda tanya, kenapa mereka membantu keluargaku secara diam-diam waktu itu? Padahal, waktu itu mereka baru saja menangkapku. Dari mana mereka tahu kalau ibuku masuk rumah sakit dan harus segera dioperasi? Kenapa bisa mereka datang diwaktu yang sangat tepat? Apa jangan-jangan, jauh sebelum mereka menangkapku, mereka juga sudah mengutus orang untuk memata-matai keluargaku. Bisa saja begitu.

Dia, si brengsyek itu. Eh, tidak. Maksudku, dia saja. Meski pun dia sangat brengsyek dan menyebalkan, ternyata dia juga memiliki sisi baik yang tidak aku ketahui. Selama ini yang aku lihat hanya sisi buruknya saja.

Aku menunduk saat dia mengambil tempat duduk tepat di sampingku. Aku tidak berani menatapnya sama sekali. Entah mengapa setelah mengetahui sedikit fakta baik tentangnya, dia sedikit mengubah pandangan burukku tentangnya.

Sebelum kami memulai acara makan malam bersama malam ini, tiba-tiba saja ibu bertanya, "Sebenarnya sejak kapan kalian berpacaran?"

Pertanyaan ibu sempat membuat aku melongo, sepertinya si brengsyek ini, eh maksudku dia, dia sudah mengatakan hal yang tidak-tidak pada ibu dan adikku. Semoga saja dia belum mengatakan pada anggota keluargaku bahwa saat ini aku sedang hamil anaknya.

"Masih baru, Bu. Sekitar 4 bulan yang lalu," jawabnya sambil tersenyum, lalu menatapku bergantian dengan ibu.

Cih, pintar sekali dia berbohong. Bisa saja ibu berpikir kalau aku dan dia saling mengenal selama satu bulan sebelum akhirnya kami memutuskan untuk bepacaran. Karena sekitar 5 bulan yang lalu, aku pertama kali merantau ke ibukota.

"Oh, masih tergolong baru, ya?" ucap ibu, sambil manggut-manggut.

"Iya, Bu, masih baru," jawabnya ambil tersenyum sopan pada ibuku. Huh, dasar pencitraan. Bilang saja kalau kamu sedang cari muka di hadapan keluargaku.

"Bu, sebenarnya saya ke sini karena ingin membicarakan sesuatu," ucapnya, dan langsung membuatku membulatkan mata sambil melihat ke arahnya.

Jangan sampai dia mengatakan hal itu pada ibu sekarang. Karena aku belum mempersiapkan diri untuk menghadapi amarah dan kekecewaan ibu padaku.

"Bu, mumpung sekarang Rania juga sudah ada di sini, jadi saya ingin, ee'-" Ucapannya langsung terhenti saat aku menyumpal mulutnya dengan sepotong perkedel.

"Sayang, makan ini, kamu sangat suka makan perkedel jagung, 'kan? Masakan bi Lastri sangat enak loh, sama seperti masakan koki di restoran mewah, kamu harus mencoba masakannya banyak-banyak," kataku sambil berusaha menutup mulutnya dengan makanan, agar dia tidak sembarangan bicara di depan anggota keluargaku.

"Nia, apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu memperlakukan Nak Kaaran seperti itu? Hentikan Rania, dia bisa tersedak makanan," kata ibu, mencoba menegurku.

"Tidak apa-apa, Bu. Dia memang sangat suka makan perkedel jagung, apalagi kalau aku yang menyuapi," jawabku, sambil pura-pura tersenyum dan menatap ke arah ibu sekilas.

"Iya, 'kan, Sayang?" Aku beralih bertanya padanya, dan dia hanya manggut-manggut begitu saja sambil berusaha mengunyah makanan yang hampir memenuhi mulutnya.

"Bo-leh ak-"

"Lagi Sayang, aa ... aa." Sekarang aku kembali memasukkan perkedel potongan kedua ke dalam mulutnya untuk mencegahnya berbicara, dan dia hanya menurut-menurut saja. Dasar bodoh. Ternyata seorang Kaaran Dirga juga bisa dibodoh-bodohi. Rasakan itu. Kapan lagi aku bisa mengerjainya tanpa perlu aku takut dia akan marah apalagi sampai melawan.

"Lagi, aa."

"To-long, a-ku, ti-dak sang-gup la-gi." Dia berkata dengan mulut yang sudah dipenuhi oleh makanan. Dia menutupi mulutnya dengan tangan karena menolak suapan ketiga dariku.

"Di mana toiletnya? Sepertinya aku ingin segera muntah," katanya lagi, setelah mengambil beberapa lembar tisu dan memuntahkan isi mulutnya.

"Di sana," jawab ibu, sambil menunjuk ke arah belakang. "Bi, Lastri, tolong antar dia sampai di depan toilet."

"Baik, Nyonya," jawab bi Lastri. "Tuan, mari saya tunjukkan toiletnya."

Dengan langkah cepat, dia dan bi Lastri berlari menuju toilet.

Eh, ada apa dengannya? Apa dia alergi dengan makanan seperti ini? Kenapa makanan enak seperti ini mau dia muntahkan? Aneh. Batinku, sambil memasukkan perkedel jagung potongan ke tiga tadi ke dalam mulutku. Entah mengapa semenjak aku curiga kalau aku sedang hamil, semua makanan terasa sangat enak di lidahku. Jika aku ingin menuruti selera makanku dan tidak membatasi porsinya, bisa-bisa berat badanku jadi naik drastis.

"Nia, kamu ini benar-benar keterlaluan, ya?" kata ibu, sambil mempelototiku seperti anak kecil.

"Nona Rania tidak salah, Nyonya. Akhir-akhir ini memang kesehatan tuan Kaaran sedikit terganggu. Setelah kami tinggal di Jerman selama hampir 3 minggu, tuan Kaaran menjadi sering mual dan muntah. Apalagi saat melihat dan mencium aroma makanan orang-orang di sana, pasti dia langsung lari ke toilet. Dia tidak ingin makan kecuali makanan tertentu yang dia pesan. Setelah kami hampir sebulan tinggal di sana, kami pun memutuskan untuk pulang ke Indonesia, karena dia sangat merindukan makanan khas nusantara," jelas asisten Roy.

Oh jadi selama ini dia tidak pernah datang menemuiku karena dia pergi ke Jerman. Eh, apa peduliku? Dia mau datang menemuiku atau tidak, itu tidak ada urusannya denganku. Bukannya malah bagus kalau dia tidak datang.

Entah mengapa ibu malah tertawa mendengar penjelasan asisten Roy barusan. Apanya yang lucu? pikirku.

"Nak Kaaran itu lucu sekali. Kenapa dia malah mirip dengan orang hamil yang sedang mengidam?" ucap ibu, lalu kembali terkekeh.

What?! Ibu bilang apa barusan? Ngidam? Apa jangan-jangan, aku yang hamil dia yang ngidam? Mungkin sebaiknya aku menyusulnya ke di toilet.

B e r s a m b u n g ...

...__________________________________________...

...Jangan lupa dukungannya ya😁...

1
wang lin
bang toyib pulang rania...😁
wang lin
betul harus nurut jngan nambah beban suamimu.... 👍
wang lin
malu2 mau🤣🤣
wang lin
ini yg k 2xnya aku baca.... dah lupa ceritanya jd baca dri awal lg...😁😁
wang lin
kasi garam biar asin trus micin biar gurih jngan lupa gula biar manis... nahh udh gk hambar pastinya
wang lin
halu yang terlalu menghalu akhirnya terhalu-halu....🤣🤣🤣
Safitri Agus
terimakasih Thor 🙏🥰
Safitri Agus
lagi mabok duit
Dewi Soraya
yg adrian judulny p
Dewi Soraya
ko bs ank dokter n mafia jd lekong hadih gmn si ni???
Dewi Soraya
y ampun q terpesona ma karan.dr awl q sk sikap tengilny yg pemaksa
Dewi Soraya
gini klo pny istri galak n bs bela diri.
Dewi Soraya
org suaminy ketua mafia mkny u disembunyikan krn karan kuatir terjd pp.
Dewi Soraya
dr awl q dh kira klo karan itu sk m rania cm dg cr tengil
Dewi Soraya
wah hebat y karan br niru di you tube enk berarti dy bnr2 cerdas
Dewi Soraya
g da gambarny nek q ngebayangin karan itu bule hot yg tampanny minta ampun
Dewi Soraya
ayo rania tersepona m karan
Dewi Soraya
lucu amat si crtany.ayo rania tersepkna m karan
Dewi Soraya
mati kutu rania.
Dewi Soraya
q ktwa sndri liat kelakuan rania.udh trm aj itu karan.gt2 royal duitny
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!