Bagas adalah seorang anak muda yang harus menerima takdir diri menjadi seorang titisan raja sakti mandraguna di masa yang lampau, akan kah dirinya mampu untuk menerima takdirnya sebagai titisan raja? atau justru ia akan menjadi orang gila yang tidak mampu untuk menahan kekuatan yang begitu dahsyat yang berada di dalam tubuhnya saat ini.
Semua akan terjawab seiring berjalannya waktu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muh. Ridwan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25. Ilmu pelet (III)
...Flashback on....
Selesai memenangkan pertarungan itu Bagas kembali ke dunia nyata dan membalas pelukan istrinya dan berkata.
"Aku sudah kembali Sintia." ucap Bagas yang membuat Sintia semakin menangis dan memeluk erat tubuh Bagas dengan tidak mau melepaskannya seolah olah ia tida mau kehilangan suami yang sangat dia cintai.
"Akhirnya kamu telah kembali Bagas, minum lah pil ini untuk menjaga dirimu dan berikan kepada istrimu agar tidak ada yang bisa menggangu keluarga kalian." ucap aki tersebut.
"Terima kasih aki sudah membantuku." jawab Bagas.
"Tidak masalah anak muda,aku justru kagum dengan kesaktian mu itu yang sudah mempunyai ilmu kanuragan tingkat tinggi dan aku harus segera pulang ke tempatku, sampurasun." ucap Aki tersebut yang berpamitan kepada semuanya untuk kembali ke tempatnya.
"Rampes." jawab Bagas yang mengiringi kepergian aki itu.
"Alex dan Zamrud kalian segera bawa aku ke tempat wanita itu, sekarang!" perintah Bagas.
"Ada apa Gas? kamu ingin membalas dendam?" tanya Zamrud.
"Tidak, kita harus menyelamatkan wanita itu dari makhluk yang tadi ada di dalam tubuhku, cepat sebelum semuanya terlambat!!" perintah Bagas.
"Baik Bagas kita akan ke tempat wanita itu." ucap Alex dan Zamrud yang memegang tangan Bagas.
...Flashback off....
Setelah makhluk itu di hajar habis habisan oleh Bagas.
Makhluk itu langsung menemui wanita pemujanya untuk mengambil nyawa sebagai ganti luka yang diberikan oleh Bagas.
"Hei kamu!!! aku akan mengajakmu bersamamu sebagai ganti rugi atas luka ku ini." pinta makhluk itu yang langsung memegang tangan wanita tersebut.
"A-aku gk mau!!! aku tidak mau ikut bersamamu." jawab wanita itu sambil menggunakan kesaktiannya kepada makhluk itu.
"Kurang ajar kamu sudah berani melawanku!!!" ucap makhluk itu dengan kesal.
Ketika ingin membalas serangan itu, tiba tiba muncul Bagas yang langsung menggunakan perisai ghaib miliknya secara otomatis.
"Huft untung kita masih sempat datang kemari." ucap Bagas.
"Baik lah kali ini kita akan menghajar makhluk tersebut!!!" ucap Alex.
"Tidak, kali ini kalian cukup jaga wanita ini, serap ilmu hitamnya agar dia tersadar akan kesalahannya." perintah Bagas.
"Yah baru aja aku mau melawan dia yang udh ngehancurin 4 pusaka milik kerajaan ku." ucap Alex dengan cemberut.
"Ahh udh aku juga tau kalau kamu di kerajaan masih punya banyak pusaka kan, jangan pelit jadi demit." jawab Bagas yang langsung melawan makhluk itu.
"Cih kamu selalu menggangguku saja anak muda!" ujar makhluk itu.
"Ya benar, karena urusan kita belum selesai makhluk jelek!!!" ucap Bagas yang langsung memulai serangan dengan menggunakan elemen api dan air yang dia lontarkan dan hasil dari serangan itu mengakibatkan asap yang cukup tebal dan di manfaatkan oleh Bagas untuk menyerang makhluk itu.
Bagas langsung menggunakan mode penggabungan antara api dan air terhadap pusaka kujang emas yang membentuk sebuah baju pelindung yang mampu menghalau semua macam serangan ilmu ghaib.
Dengan beberapa gerakan saja makhluk itu musnah dan langsung menyisakan sebuah api berwarna hitam yang langsung dimakan oleh Bagas.
Ilmu pelet yang di serap oleh kujang macan kembar memiliki kemampuan yang sangat kuat untuk Bagas.
Dia bisa menggunakan ilmu pelet itu untuk lawannya agar balik ke jalan yang lurus.
Setelah menyelesaikan urusannya Bagas menghampiri wanita itu yang sudah pingsan karena ilmu hitamnya telah di serap habis oleh Zamrud dan Alex.
Bagas hanya menyisakan secarih kertas dengan tulisan
"Lupakan aku, karena aku sudah memiliki istri yang sangat aku cintai, kamu bisa mencari lelaki yang lebih baik dari aku, kalau kamu menuruti permintaan ku ini, aku akan tetap mengizinkanmu untuk kerja di kantor ayahku, Bagas." isi tulisan secarih kertas itu.
Bagas lalu mengajak kembali ke rumahnya yang masih ditunggu oleh Sintia, pak Zaka dan om Fateh.
Sintia langsung berlari ke arah Bagas dan langsung memeluknya sambil berkata.
"Jangan tinggalkan aku lagi. Aku takut kalau tidak ada dirimu." ucap Sintia.
"Iyah aku gk akan pergi lagi, ayah aku izin libur ke kantor selama 4 hari Yah untuk menemani Istriku yang sedang trauma akan kejadian ini." ucap Bagas yang langsung di lihat Sintia dengan terus memeluk Bagas.
"Iyah nak tidak apa apa." jawab pak Zaka.
Sintia langsung melepas pelukannya dan langsung memarahi Bagas.
"Kamu kenapa tadi pergi lagi ke tempat wanita yang udh pelet kamu?!!!!" tanya Sintia dengan nada tinggi dan cemberut.
"Owh itu, aku masih ada urusan dengan makhluk itu,dan harus menyelamatkan wanita itu dari makhluk pujaannya." jawab Bagas dengan mengusap kepala Sintia.
"Hilih kamu masih ada urusan sama makhluk itu atau Ama wanita itu? biarin aja wanita itu di bawa sama makhluk yang dia puja." jawab Sintia secara kletus.
"Astagfirullah sayangku ini udh di butakan rasa cemburu, kita jangan membalas orang yang telah berbuat buruk kepada kita, kita harus membalasnya dengan perbuatan baik agar dia sadar." ucap Bagas yang membuat istrinya tersenyum malu dan langsung memeluknya.
"Ekhem ekhem kayaknya kita di sini jadi nyamuk nih Zam." cibir Alex yang melihat ke uwu an Bagas dan Sintia.
"Iya nih Lex, mending kita balik lagi aja yu ke tempat kita, Gas kami pulang dulu yah gk mau jadi nyamuk aku di sini, babay aku gk mau ganggu kalian yang lagi bermesraan." jawab Zamrud sambil menghilang dari hadapan semua orang.
Setelah kedua makhluk itu pergi, pak Zaka dan om Fateh pamit pergi juga untuk melanjutkan aktivitas nya yang tadi sedang di lakukan.
Ketika semua orang pergi, Bagas dan Sintia duduk di sofa ruang tamu yang menceritakan semua tentang kejadian Bagas selama di tempat wanita itu.
"Jadi tadi aku ke sana untuk memusnahkan makhluk itu agar tidak ada lagi manusia yang tersesat karena dia dan sekarang ilmu peletnya sudah aku masukan ke dalam pusaka kujang milikku, jadi aku tidak akan terkena pelet kembali." ucap Bagas.
Sintia hanya mendengarkan cerita Bagas dengan seksama dan berkata.
"Baiklah gas kalau itu maksudmu ke sana tadi, terima kasih yah sudah mengingatkan aku kalau aku sudah berkata buruk terhadap wanita itu." ucap Sintia.
"Iyah aku memaklumi perkataan mu, Istriku yang tukang cemburuan sama ambekan.” ucap Bagas.
Setelah menjelaskan semua kejadian itu mereka berdua tertidur di sofa dengan Sintia yang masih memeluk Bagas.
Sore hari pun tiba, Sintia yang terbangun duluan langsung ke dapur untuk membuatkan teh manis untuk suaminya dan langsung membuat makan sore untuk keluarga kecilnya.
Akan tetapi Sintia mulai merasakan mual mual yang sangat hebat.
Bagas yang terbangun karena mendengar istrinya sedang munt*h darah warna merah bercampur dengan warna biru tua langsung membawa istrinya ke rumah sakit.
Di rumah sakit setelah di periksa dokter ternyata Sintia....
...#Next part 26....
Dari cerita kali ini dapat di tarik kesimpulan bahwa kita tidak boleh membalas keburukan dengan perbuatan buruk namun harus membalasnya dengan perbuatan baik agar orang tersebut tidak berbuat buruk kepada kita.
Kalau orang itu tidak berubah jadi kita jangan berhenti untuk berbuat baik kepada orang itu.
...Sekian cerita kali ini terima kasih telah membaca karyaku dan jangan lupa di like dan tambahkan ke novel favorit kalian ya teman teman🤗🤗💚see you next day....