NovelToon NovelToon
Salah Tanggung Jawab

Salah Tanggung Jawab

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Mengubah Takdir
Popularitas:24.5k
Nilai: 5
Nama Author: devi oktavia_10

Terlukanya hati Istri dan Anak saat Ayahnya memilh lebih memperhatikan kebahagian saudara dan keponakannya, dan mengabaikan tanggung jawabnya kepada istri dan anak anaknya.


"Sedikit sedikit uang sedikit sedikit yang kalian minta, kalian pikir saya ini mesin pencetak uang." Bentak pak Galih kepada anak sulungnya yang minta uang bayar SPP.


"Ini lagi mama kalian nggak becus jadi ibu, taunya cuma nadang doang, nggak bisa usaha cari uang, bisanya cuma mengemis sama suami." hina pak Galih kepada sang istri.


Ingin tau kelanjutannya, ikuti terus cerita mamak ya..... 😘😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon devi oktavia_10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Dua Puluh Empat

"Wahhh.... sepertinya rencana berjalan lancar nih? " goda Sandi melihat wajah berseri pak Galih.

"Tidak selancar itu, istri gue masih diam, bahkan sarapan pagi saja dia menghindar dari gue, anak anak masih kaku, hanya Gibran yang mau bicara dengan gue, walau bicaranya selalu menohok, tapi tidak apa apa, gue akan berusaha meluluhkan hati mereka." ucap pak Galih penuh tekad.

"Bagus, tapi perjuangan loe pasti tidak mudah." ucap pak Sandi, bukan menakut nakuti temannya, tapi itu lah kenyataannya.

"Tidak apa, selama apa pun itu, gue tidak akan menyerah, semua konsekwensi yang gue dapat dari perbuatan gue sendiri." ucap pak Galih sadar kan perbuatannya.

"Bagus. Klau loe sadar itu." ucap pak Sandi menepuk pundak pak Galih.

"Ohhh... Iya, dengar dengar hari ini bonus kita keluar." ucap pak Sandi lagi.

"Benar kah, bagus klau gitu." ucap Pak Galih ikut senang.

"Gue yakin bonus loe bakal naik lagi, soalnya tender kemaren loe yang menangin." ucap pak Sandi.

"Loe makin hari makin hebat, nggak lama lagi gue yakin bos naiki posisi loe." ucap pak Sandi lagi.

"Bisa aja loe." kekeh pak Galih salah tingkah.

"Ingat janji loe, mulai sekarang yang harus loe senangkan anak istri loe karena mereka yang lebih berhak." ucap pak Sandi lagi mengingatkan temannya itu.

"Hmmm.... Gue tau." ucap pak Galih, beberapa waktu lalu adik iparnya pun juga sudah ngobrol dengannya, dan juga menasehati pak Galih, jangan sampai pak Galih kehilangan keluarganya akibat keegoisannya sendiri.

Setelah panjang lebar pembicaraan mereka, ke dua orang itu mulai fokus dengan pekerjaan mereka masing masing.

"Bu Soraya ada mbak." tanya Pak Burhan kepada Tini yang sedang melayani pembeli.

"Ada pak, sebentar ya saya panggil dulu." ucap Tini.

"Terimakasih" ucap pak Burhan duduk di kursi yang sudah di sediakan untuk tamu.

"Bu Di depan, ada orang yang cari ibu." ucap Tini.

"Ohhh.... Iya, suruh tunggu sebentar, tolong buatkan minum ya." ucap Soraya lembut.

'Baik bu." ucap Tini lalu berlalu dari dapur.

"Tunggu sebentar ya pak, ibu sebentar lagi selesai." ucap Tini.

"Iya mbak, nggak apa apa." ucap Pak Burhan sopan.

"Silahkan di minum pak." ucap Tini lagi menyuguhkan kopi dan satu toples biskuit.

"Terimaksih mbak." ucap pak Burhan, dia senang dengan pelayanan karyawan Soraya itu, sangat ramah terhadap pengunjung, dan dia juga dengar dari tetangganya klau masakan di warung Soraya itu sangat enak, dan setiap hari ganti menu, harga juga sangat terjangkau, tapi sayangnya warung Soraya bukanya hanya sampai jam tiga sore saja, karena jualannya cepat habis.

"Selamat siang Pak, maaf membuat bapak menunggu. " ucap bu Soraya.

"Ahhh... Tidak apa apa bu, saya tau ibu sedang sibuk.' kekeh pak Burhan.

Setelah berasa basi sebentar, lalu pak Burhan membe tahu tujuan kedatangannya ke sana.

"Ini surat tanah sudah saya balik nama atas nama Ares ya bu." ucap pak Burhan menyodorkan surat tanah ke arah bu Soraya.

Dengan tersenyum senang dan berbinar bu Soraya mengambil surat itu, lalu mengeceknya dengan serius. "Alhamdulillah.... akhirnya selesai juga, terimakasih ya pak, saya lansung transfer sisanya ya pak." ucap bu Soraya merogoh kantong celananya, dan mengambil HP dari sana, lalu mengutak atik HP itu dengan serius.

"Sudah terkirim ya pak." ucap bu Soraya memperlihatkan bukti transferannya.

"Alhamdulillah.... Terimaksih banyak ya bu." ucap pak Burhan berkaca kaca, ada rasa tak rela menjual tanahnya, namun bagaimana lagi dia butuh uangnya untuk kuliah sang anak.

"Sama sama pak, bapak tetap kok mengelola lahannya sampai saya bisa membangunnya nanti." ucap bu Soraya.

"Terimaksih banyak bu, sudah memberi kepercayaan kepada saya." ucap pak Burhan senang.

Bu Soraya hanya tersenyum lembut.

"Klau begitu saya permisi ya bu, maaf udah ganggu waktu ibu." ucap pak Burhan tidak enak hati.

"Makan siang dulu pak, kan sudah masuk waktu makan siang." ucap bu Soraya, bertepatan dengan Tini yang datang seporsi nasi beserta lauk pauk di atas nampan, yang akan di suguhkan kepada pak Burhan.

Bu Soraya membantu menata makanan itu di atas meja.

"Ya ampun bu, jadi merepotkan." ucap pak Burhan tidak enak hati.

"Nggak repot kok pak, yang ada di warung aja." kekeh bu Soraya.

"Silahkan di nikmati pak, saya tinggal ya, masih ada kerjaan yang harus saya selesaikan." ucap bu Soraya sebelum undur diri.

"Silahkan bu, maaf ya sudah repot repot." ucap pak Burhan lagi lalu ikut berdiri untuk mengantar bu Soraya.

"Nggak udah berdiri pak, lanjut makan aja." ucap bu Soraya ramah.

Malam hati tiba, pak Galih pulang ke rumah membawa banyak tentengan.

"Assalam mu'alaikum." salam pak Galih.

"Wa'alaikum salam." kompak anggota keluarganya yang sedang menonton di ruang keluarga.

"Tumben papa pulang cepat, nggak ke rumah nenek dulu? " tanya Gibran, dia tau papanya selalu akan pulang kerumah neneknya terlebih dahulu.

"Tadi papa hanya mampir sebentar, lalu lansung pulang." jawab pak Galih.

Gibran mengangguk tanda setuju, sementara Ares dan Laras fokus menatap layar televisi, namun kupingnya tetap mendengar pembicaraan sang adik dan sang ayah.

Sementara bu Soraya menatap hpnya dan tangan sibuk meng scrol layar HP, sepertinya kegiatannya lebih menarik dari pada suaminya yang baru pulang.

Pak Galih melirik istrinya, namun tidak ingin menegur, semua memang salahnya, yang selama ini selalu mengabaikan anak dan istri, sekarang dia pun di abaikan anak istrinya.

"Papa bawa makanan, ayo kita makan bareng." ajak pak Galih menunjukan tentengan di tangannya.

Dulu anak anaknya selalu berlari dengan antusias menanyakan apa yang dia bawa, tapi sekarang tidak lagi, anak anaknya sangat acuh dan tidak tertarik dengan apa yang dia bawa, walau bau makanan itu sangat menggoda perut.

"Nggak mau lah, nanti papa akan mengatai kami setelah memakan makanan yang papa bawa." jawab Gibran dengan polosnya.

Jawaban sang anak lansung menohok hati pak Galih.

"Papa janji, tidak akan berkata kasar lagi sama kalian dan tidak akan mengungkit ungkit apa pun lagi." ucap pak Galih sungguh sungguh.

Anak anak dan istrinya hanya diam, Gibran menatap mata sang ayah, mencari kesungguhan di mata itu.

"Mau ya, sayang dong makanan sebanyak ini tidak di makan." ucap pak Galih.

Melihat tidak ada respon dari anak anaknya, membuat sedikit kecewa di hati pak Galih.

"Makan lah nak, tidak baik membuang buang makanan, ingat dulu kita pernah tidak mempunyai makanan, jadi sekarang jangan pernah membuang buang makanan." Ucap bu Soraya bijak.

Ke tiga anak itu mengangguk, walau dengan rasa enggan, tapi mereka tetap menurut kepada sang ibu.

Pak Galih tersenyum melihat anak anaknya pada akhirnya mau memakan makanan itu.

Saat bu Soraya lewat di depan sang suami, pak Galih berbisik pelan.

"Maaf, sudah banyak menyakiti kalian." ucapnya lirih.

Bersambung....

1
Azda Syafril
sabar eaa bu Soraya..... ibu mertuMu takut ATM brjln ny macet Krn pa galih kecelakaan dn TDK bisa bkrj mncri nafkah ge....
Erna Fkpg
lihat saja si Hindun anaknya kecelakaan palingan GK mau ngerawat soalnya hanya butuh uang anaknya saja
𝐈𝐬𝐭𝐲 𝟏💋
baru saja hidup Bu Soraya & pak galih membaik, eh malah dapat musibah...
Erna Fkpg
Alhamdulillah kehidupan Bu Soraya sukses
Muft Smoker
sumpah serapah mak2 satu ini boleh gx sih ,,
geraam banget liatny ,,
Ariany Sudjana
kenapa bukannya Hindun yang kecelakaan, biar cepat mati? sudah bau tanah, masih juga jahat sama menantu
Naning Naning: iyah betol itu harusnya hindun yang dibuat kecelakaan biar bungkam tu mulut
total 1 replies
Shee_👚
udah berapa hari gak up, eh pas up berasa baru baca dah abis🤭
Shee_👚
usir aja pak, kalau perlu seret aja keluar
Shee_👚
nenek peot gak ada otaknya, dah tau bu Soraya kerjaan cuma dirumah ya otomatis lakinya kerja y bu soraya dirumah aneh nenek satu ini🙄
Shee_👚
kirain pak tono ini orang yang dulu asisten perusahaan yang nawarin kerja sama, taunya beda ya
Shee_👚
duh jangan sampai pak galih meninggal atau cacat kasian bu Soraya, baru juga galih berubah malah kecelakaan😭
Shee_👚
ini bu rini kali ta yang ngomong 🤔
Yantie Narnoe
lanjut up kak...ditunggu
Ma Em
Semoga nenek yg dikampung tdk seperti nenek dari papamu , pasti mereka akan senang dan menyambut kedatangan mu Laras .
Marifatul Marifatul
kooo dikit .......
yg bnyyyykkkk doooongggg /Drool/
Shee_👚
setidaknya galih dah sadar akan kesalahannya sekarang. semoga gak kumat lagi
Shee_👚
astaghfirullah dah selama itu mereka gak pernah liat kakek neneknya, jahatnya galih😭😭😭
Shee_👚
wow Gibran aku padamu🥰🥰
Shee_👚
kasian sekali kalian, dah takut duluan karena penolakan keluarga dari pihak keluarga pak galih😭😭😭
tenang dek keluarga dari ibumu pasti menerima kalian🫂
Shee_👚
betul apa yang pak sandi ucapkan. jangan ngomong apa² dulu ke bu hindun. aku yakin kalau kamu ngomong pasti gagal dah rencana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!