NovelToon NovelToon
Perjodohan Membawa Bahagia

Perjodohan Membawa Bahagia

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Perjodohan / Nikahkontrak / CEO / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / Tamat
Popularitas:29.2M
Nilai: 4.6
Nama Author: Rani

Kejahatan dan kelicikan mama dan adik tirinya membuat Kania harus rela kehilangan segala yang ia punya. Termasuk, Dafa, pacar yang sangat ia cintai.

Bukan hanya itu, karena ancaman dari mama dan adik tirinya, ia terpaksa setuju untuk menikah dengan seorang tuan muda yang dikabarkan lumpuh juga cacat wajahnya.

Tapi, siapa yang akan menyangka apa yang akan terjadi setelah pernikahan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode *25

Setelah beberapa saat saling tatap dengan Kania yang memandanginya dengan tatapan, Brain mengubah pandangannya dari Kania. Ia melihat satpam yang masih diam tertunduk di hadapannya.

"Jawab apa yang aku tanyakan!" ucap Brian dengan nada tinggi.

"Ma--maaf tuan muda. Ti--tidak ... tidak ada yang memberi saya perintah untuk melarang nona Kania masuk," ucap pak satpam dengan suara gelagapan karena gugup.

"Lalu? Kenapa kamu menahan dia yang berniat masuk ke dalam?"

"Itu .... "

Satpam itu tidak menjawab karena ia semakin takut saja sekarang. Ia pun mengetuk pintu dengan ketukan beberapa kali seperti sedang memberikan isyarat pada orang yang ada di dalam.

Seketika, pintu vila itupun terbuka lebar. Semua pembantu yang bekerja di vila Camar, kecuali bu Ninik dan pak Hadi, sedang berbaris tegak memanjang di kiri dan kanan pintu tersebut.

"Ini ... ada apa?" tanya Brian tak mengerti.

"Silahkan masuk tuan muda!" ucap pak satpam mempersilahkan.

Dengan perasaan penasaran, merekapun menuruti apa yang satpam itu katakan. Perlahan, mereka melangkah masuk ke dalam.

Saat kaki mereka menginjak ke dalam rumah, semua pelayan yang berbaris pun membungkuk memberi hormat sambil berucap," Selamat datang tuan muda. Selamat datang nona Kania. Selama pengantin baru buat tuan muda dan nona Kania."

Setelah ucapan selamat itu selesai mereka ucapkan. Mereka kembali berdiri tegak. Saat itu pula, kelopak bunga turun dari atas bak hujan.

Sekali lagi, Kania tersenyum haru dengan apa yang ia alami sekarang. Air mata tidak bisa ia tahan. Dibalik deraian kelopak bunga, ia menyeka air mata bahagia sambil terus menikmati guyuran kelopak bunga yang berbau harus ini.

Setelah guyuran kelopak bunga berhenti, barulah pak Hadi dan bu Ninik terlihat. Mereka berjalan beriringan mendekat ke arah Brian dan Kania.

"Selamat pengantin baru tuan muda, nona Kania," ucap keduanya serentak.

"Maafkan kami yang hanya bisa menyambut pengantin baru dengan sambutan yang sangat sederhana, tuan muda, nona Kania," ucap pak Hadi.

"Ini bukan sambutan yang sederhana, pak Hadi. Ini luar biasa," ucap Kania penuh semangat dengan nada sangat bahagia.

Brian yang berniat ingin menegur para pekerjanya pun langsung membatalkan niat untuk bicara saat mendengar nada bahagia dari ucapan Kania barusan. Niatnya, ia ingin marah dengan sambutan para pekerja yang menurutnya sangat tidak perlu di lakukan. Karena mengingat, ia dan Kania hanya menikah karena ingin mendapatkan status saja. Bukan karena cinta. Tapi, semua itu ia batalkan. Ia tidak ingin membuat kebahagiaan Kania menjadi rusak.

"Terima kasih banyak nona Kania. Selanjutnya, nona Kania adalah tuan rumah di vila camar. Apapun perintah nona Kania, adalah tangung jawab kami."

Kania menoleh ke arah Brian yang sedari tadi hanya diam saja. Ia ingin melihat ekspresi Brian saat pekerjanya mengatakan kata-kata itu.

Merasa di lirik, Brian tidak ingin diam.

"Kenapa melihat aku? Apa yang dia katakan itu benar," ucap Brain santai.

Kania hanya tersenyum melihat ekspresi datar yang Brian tunjukkan. Brian seperti laki-laki yang tidak mau ikut campur urusan dia dihadapan para pembantu. Namun, sangat berisik jika sedang bicara berdua saja.

"Apakah sambutannya sudah selesai? Jika sudah, aku ingin segera ke kamar," ucap Brian membuyarkan perhatian semuanya.

"Sudah tuan muda." Semua berucap serentak.

"Jika sudah, kalian juga bisa bubar dan kembali melanjutkan pekerjaan kalian masing-masing."

"Ba--baik tuan muda." Semua menjawab serentak, kemudian pamit pada Brian sebagai tanda hormat bawahan kepada atasan.

Setelah para pekerjanya bubar, hanya menyisakan bu Ninik dan pak Hadi yang masih berdiri tegak bersama mereka. Brian pun bicara pada Kania. "Kamu juga bisa kembali ke kamarmu."

"Maaf tuan muda, apakah aku boleh berjalan-jalan dulu?"

"Jalan-jalan ke mana?"

"Sekitar vila ini saja. Aku sangat ingin menikmati suasana taman yang indah di vila Camar ini. Bolehkah?" tanya Kania penuh harap.

"Terserah padamu saja. Jika kamu ingin mengelilingi vila Camar ini puluhan kali juga, tidak ada yang melarang. Asalkan kamu sanggup, kamu bisa lakukan itu sesuka hatimu."

"Terima kasih banyak tuan muda." Kania berusaha bicara sambil tersenyum yang kelihatan sekali terpaksa nya dari senyuman yang ia perlihatkan itu.

'Ngizin sih ngizin. Tapi, kata-katanya itu lho bikin kesal dan bikin naik tensi. Dasar laki-laki yang susah di tebak dan sedikit gak jelas. Pingin banget aku jitak biar tuh otak jadi bener. Barangkali gak dosa, karena pernikahan ini cuma sandiwara saja,' kata Kania dalam hati sambil menahan rasa kesal pada Brian.

"Kalo gak ikhlas gak perlu ngucapin terima kasih," kata Brian yang tahu apa yang Kania rasakan sebenarnya.

"Eh .... " Kania merasa kaget dan tidak enak hati.

'Semakin bikin kesal aja nih tuan muda,' kata Kania dalam hati sambil melotot.

"Jalan, Jo! Antar aku ke kamar!" ucap Brian sambil menahan senyum melihat tingkah Kania.

"Baik tuan muda."

Johan langsung melakukan apa yang Brian katakan. Mendorong kursi roda milik Brian menjauh lift untuk naik ke lantai dua.

"Uh .... " Kania terlihat kesal sambil terus menatap Brian dan Johan yang semakin lama semakin bergerak meninggalkan mereka.

"Sabar nona Kania, tuan muda memang seperti itu. Memang sedikit keras dan menyebalkan jika bicara. Namun, tuan muda itu sebenarnya adalah laki-laki yang sangat baik dan lembut." Bu Ninik bicara setelah memastikan Brian masuk ke lift.

"Betul. Tuan muda juga laki-laki yang sangat penyayang, nona Kania. Hanya saja, tuan muda sangat sulit untuk menunjukkan sikapnya pada orang yang baru ia kenal." Pak Hadi juga ikut membela.

"Semoga saja, nona Kania sabar dalam menghadapi sikap tuan muda. Dan tidak menyimpan dalam hati apa yang tuan muda katakan pada nona," kata Bu Ninik penuh harap.

"Tentu saja, bu Ninik. Aku akan berusaha sabar." Kania bicara sambil berusaha menarik senyum terindah yang ia miliki.

"Oh ya, terima kasih banyak atas sambutan dan ucapan tadi. Aku sangat bahagia," kata Kania lagi.

"Sama-sama nona Kania. Kami juga bahagia saat melihat nona Kania senang dengan apa yang kami lakukan." Pak Hadi dan bu Ninik bicara serentak.

"Wuah, kompak sekali. Sepertinya, pak Hadi dan bu Ninik sehati."

"Nona Kania bisa aja," kata pak Hadi senyum-senyum malu. Sedangkan bu Ninik, tersenyum merona dengan kata-kata yang Kania ucapkan.

"Oh ya, sepertinya aku ingin jalan-jalan sekarang, bu Ninik, pak Hadi."

"Apakah nona perlu ibu temani?"

"Tidak bu Ninik. Aku jalan sendiri saja. Gak papa. Aku yakin gak akan tersesat."

"Permisi," ucap Kania sambil beranjak.

"Iya, nona Kania. Jika butuh apa-apa, panggil pelayan saja."

"Baik bu Ninik."

1
belum atur
antah reread yang keberapa x
watashi tantides
Life’s Lesson
watashi tantides
Semoga aku mendapatkan jodoh seperti Brian Aditama🥹 Aamiin YRA
juwita
mampir
Siti Syamsiah
seru ceritanya cuma terlalu pabaliet
🌹ʳᵉᴍʙᴜˡᵃⁿ❤️ᴍυɳҽҽყ☪️
Luar biasa
🌹ʳᵉᴍʙᴜˡᵃⁿ❤️ᴍυɳҽҽყ☪️
Lumayan
Sulaiman Efendy
DAN LO JGN MARAH THOR JIKA ADA KOMEN2KU YG PEDAS... AKU KOMEN PEDAS KRN AKU SBAGAI READER PRDULI DGN KARYA2 LO..
AKU SUKA TOKOH UTAMA BAIK TOKOH WANITA ATAU LAKI2, TOKOH YG KUAT.. BKN TOKOH YG SLLU TRTINDAS..
Sulaiman Efendy
DLU LO SUKA MNUMPAHKN AIRMATA KANIA. SKRG GILIRAN LO YG SLLU BANJIR AIRMATA
Sulaiman Efendy
BKN SALAH ZARA, TPI SLH LO YG JDI PRIA TRBAHLUL..
Sulaiman Efendy
ORTU LO GK SALAH JODOHIN LO DGN ALMARHUMAH MAMA KANIA, TPI MATA HATI LO TLH DIBUTAKN KBENCIAN..DAN DIBUTAKN CINTA K SALMA WANITA IBLIS.. SBAGAI LAKI, SUAMI & AYAH, TANGGUNG JAWAB LO BKN HNY DI DUNIA SAJA, TPI SMPE KE AKHIRAT..
Sulaiman Efendy
AZAB DI BAYAR KONTAN, APA YG LO TABUR, ITU YG LO TUAI..
Sulaiman Efendy
TAMPAN & CANTIK KRN OPLAS AJA DI KAGUMI TU KOREA... 65% MRK PADA OPLAS..TRUTAMA ARTIS2 & ORG2 KAYA DISANA..
Sulaiman Efendy
LIAT AJA NNTI SAAT KALIAN LIAT SOSOK ASLI SI BRIAN, MUNTAH DARAH & MIMISAN KALIAN.. DN SI ZARA PSTI LGSUNG NIAT JDI PELAKOR TUHH
Sulaiman Efendy
JGNKN BISIKN, SUARA DLM HATI AZA TAU...😘😘😘😘😘
Sulaiman Efendy
DARI KMARIN2 KEK LO BICARA SPRTI ITU, JGNKN PRUSAHAAN SI BURHAN, PRUSAHAAN DAFA JUGA BSA DIBUAT BANGKRUT SAMA BRIAN..
Sulaiman Efendy
KLO KNP LO MSH SEDIH DN GK TRIMA, HRSNYA LO SUJUD SYUKUR.. KRN ALLAH SYG DGN LO, MKANYA LO GK DIJODOHKN SAMA DAFA..
Sulaiman Efendy
SHINTYA YG MALANG TLH MNDAPATKN AZABNYA, BGITU JUGA DGN IBUNYA SI ESRI.. TINGGAL GILIRAN KALIAN..
Sulaiman Efendy
DAFA YAA DAFA, BRIAN YAA BRIAN, HRSNYA LO BRSYUKUR KRN ALLAH TDK MNJODOHKN LO DGN DAFA, DAFA LAKI2 BAHLUL YG MUDAH TRHASUT TNPA MAU CARI KBENARANNYA...IMAN DN PNDIRIANNYA LMAH.. GK PNY SMANGAT JUANG MMPRTAHANKN APA YG DIMILIKINYA, LO BRSYUKUR DAFA BRKHIANAT SAAT MASIH JDI TUNANGN, BKN SAAT JDI SUAMI. HRSNYA LO BRPIKIR KSANA KANIA, JGN JDI ANJING PCUNDANG TRUS..
Sulaiman Efendy
11-12 JAHATNYA ESRI DGN SALMA. YG BEDA ZARA DGN SHINTYA, SHINTYA JAHAT KRN OTAKNYA DICUCI SAMA ESRI SDARI KECIL, SDGKN ZARA MMG TRLAHIR JAHAT DRI GEN JAHAT..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!