NovelToon NovelToon
Anak Sang Mafia

Anak Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Horor / Iblis / Mafia / Tamat
Popularitas:894
Nilai: 5
Nama Author: erinaCalistaAzahra

Erik Meijer adalah pemimpin mafia paling ditakuti yang dikenal tak memiliki belas kasih. Namun, dunianya yang penuh kekerasan berubah drastis saat ia menemukan seorang bayi perempuan bernama emia di kursi belakang mobilnya setelah sebuah baku tembak. Sebuah pesan misterius mengklaim bahwa bayi itu adalah darah dagingnya.
Demi melindungi emia , Erik Meijer memutuskan untuk meninggalkan takhta kekuasaannya dan bersembunyi di sebuah desa terpencil di pegunungan. Ia mencoba belajar menjadi ayah yang normal, mengganti senjata dengan botol susu, dan strategi perang dengan lagu pengantar tidur.
Namun, masa lalu tidak membiarkannya pergi begitu saja. Ketika musuh-musuhnya menemukan tempat persembunyian mereka dan mengancam nyawa emia, Erik Meijer menyadari bahwa ia tidak bisa terus berlari. Ia harus kembali menjadi sosok yang mematikan untuk terakhir kalinya demi memastikan putrinya memiliki masa depan yang damai. Ini adalah kisah tentang pengorbanan, penebusan dosa, dan sisi lembut mafia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon erinaCalistaAzahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Musuh lama

Suara deru mesin salju (snowmobile) memecah kesunyian desa mati itu. Erik segera mematikan semua lampu di dalam van. Melalui celah jendela yang membeku, ia melihat bayangan hitam bergerak taktis di antara bangunan beton yang runtuh.

"Silas," desis Erik. Ia mengenali pola serangan itu. "Dia tidak bekerja untuk Medici. Dia bekerja untuk dirinya sendiri."

Claudia memeluk emia erat di sudut van yang paling gelap. "Bagaimana dia bisa menemukan kita?"

"Dia tidak menggunakan satelit atau GPS, Claudia. Dia menggunakan insting pemburu yang aku ajarkan padanya," jawab Erik sambil

mengenakan rompi taktisnya. "Dia tahu aku akan memilih tempat seperti ini untuk bersembunyi."

Tiba-tiba, sebuah pengeras suara bergema di luar, memantul di dinding-dinding gedung yang kosong.

"Erik! Aku tidak butuh bayimu! Aku tidak butuh wanitamu! Aku hanya ingin melihat "Erik Meijer "merangkak di salju ini seperti cacing!" teriak Silas dengan suara parau yang mengerikan.

Erik keluar dari van, sengaja memancing perhatian agar menjauh dari Claudia dan emia. Ia bergerak seperti hantu di antara puing-puing bangunan. Terjadi aksi saling tembak yang sengit. Erik terluka di bahu kirinya, namun ia berhasil melumpuhkan tiga anak buah Silas dengan pisau lemparnya.

Di sebuah aula bekas pabrik yang luas, Erik akhirnya berhadapan langsung dengan Silas.

"Kau terlihat tua, Bos," ejek Silas sambil

"Dan kau masih saja banyak bicara, Silas," balas Erik tenang, meski darah mengucur dari bahunya.

Saat Silas hendak menarik pelatuk, sebuah tembakan jitu terdengar dari arah lantai dua gedung. Peluru itu mengenai lengan Silas, membuatnya menjatuhkan senjatanya.

Erik menoleh ke atas. Di sana, di balik reruntuhan jendela, Claudia berdiri dengan senapan runduk (sniper) yang ia ambil dari kotak rahasia di van. Ia tidak lagi menunggu untuk dilindungi; ia ikut bertempur.

Erik menerjang Silas, dan keduanya bergulat di atas lantai semen yang membeku. Dengan sisa tenaganya, Erik berhasil mengunci leher Silas.

"Aku sudah mati bagi dunia bawah, Silas. Jangan paksa aku bangkit lagi hanya untuk menguburmu," ancam Erik.

Silas tertawa terbahak-bahak sambil terbatuk darah. "Kau pikir ini berakhir denganku? Aku hanya pembuka jalan, Erik . Medici menjanjikan hadiah bagi siapa saja yang membawa kepala Claudia. Seluruh pembunuh bayaran di Eropa sedang menuju ke sini!"

Erik terdiam. Ia menyadari bahwa tempat persembunyian ini sudah tidak aman lagi. Ia melepaskan Silas yang sudah tidak berdaya dan berlari kembali ke van.

"Claudia! Kita harus berangkat sekarang! Bakar desa ini!" perintah Erik.

Mereka menyulap van itu menjadi bom berjalan dengan tangki bahan bakar cadangan, lalu meluncur turun gunung sementara ledakan besar menghanguskan jejak terakhir mereka di desa itu. Namun, di kejauhan, lampu-lampu helikopter lain mulai terlihat mendekat.

******

Lampu sorot helikopter mengepung van mereka di lereng gunung yang curam. Erik mengumpat, menyadari bahwa Silas hanyalah umpan untuk memperlambat mereka sementara pasukan elit Medici mengunci posisi.

"Erik, jembatan di depan dihancurkan!" teriak Claudia sambil melihat peta digital yang sempat menangkap sinyal terakhir.

Erik membanting setir ke jalan setapak yang tertutup salju tebal. Van tua itu menderu, mesinnya dipaksa bekerja melampaui batas. Di belakang mereka, tiga mobil off-road hitam dengan ban rantai terus mendekat, memuntahkan peluru yang memecahkan kaca belakang van.

"Tunduk, Claudia!" teriak Erik , meskipun bayi itu sudah menangis histeris di dalam dekapannya.

Erik melihat sebuah tebing di sisi kiri. Tidak ada jalan keluar. Ia menginjak rem dalam-diam, membuat van berputar 180 derajat dan berhenti tepat di bibir jurang. Ia keluar dari mobil dengan tenang, tangan terangkat, tapi matanya mencari celah

Dari mobil pengejar, turunlah seorang pria tua dengan setelan jas abu-abu yang sangat rapi di tengah badai salju. Dia adalah Pietro, kepala pelayan sekaligus eksekutor paling senior keluarga Medici yang dulu pernah mengajari Sofia cara memegang senjata.

"Nona Claudia," suara Pietro tenang namun mematikan. "Tuan Besar menginginkan cicitnya kembali. Serahkan bayi itu, dan Tuan Erik boleh pergi dengan nyawanya. Itu adalah tawaran terakhir."

Claudia keluar dari van, berdiri di samping Erik. Ia menodongkan pistol tepat ke arah Pietro.

"Katakan pada ayahku, Pietro. Jika dia ingin emia, putri ku dia harus melangkahi mayatku dan mayat pria ini."

Pietro menghela napas panjang, seolah menyesali situasi ini. "Sayang sekali. Aku selalu menyukai keberanianmu."

Tepat saat Pietro memberi kode pada anak buahnya untuk menembak, Erik melakukan sesuatu yang tak terduga. Ia tidak menembak ke arah musuh, melainkan menembak ke arah bongkahan salju raksasa (gletser) yang menggantung rapuh di atas tebing di samping mereka.

BOOM!

Getaran tembakan dan ledakan kecil yang sudah ia pasang sebelumnya memicu longsoran salju (avalanche) yang masif.

"Masuk ke mobil! Sekarang!" perintah Erik.

Ia memacu van itu terjun ke jalur kecil di bawah tebing tepat sebelum salju raksasa menyapu seluruh pasukan Pietro. Van mereka terombang-ambing, menghantam pepohonan, dan akhirnya terhenti dalam posisi miring, tertimbun separuh oleh salju.

Suasana menjadi sunyi senyap. Mesin mati. Lampu mati. Erik merangkak ke belakang, memastikan Claudia dan Luna baik-baik saja. Claudia pingsan dengan luka di dahi, tapi emia tetap aman dalam pelukannya, tertidur karena syok.

Erik menendang pintu yang macet. Di luar, semuanya putih. Pasukan Pietro lenyap ditelan longsoran. Namun, di kejauhan, Erik melihat satu bayangan merangkak keluar dari tumpukan salju.

Itu adalah Pietro, terluka parah tapi masih memegang radio satelitnya.

"Panggil... bantuan... koordinat..." suara Pietro terputus-putus.

Erik berjalan mendekat, mengambil radio itu dari tangan Pietro, lalu menghancurkannya dengan sepatu botnya.

"Katakan pada neraka bahwa Meijer yang mengirimmu," bisik Erik dingin.

Mereka selamat dari longsoran, tapi van mereka hancur dan Claudia terluka.

Keamanan yang mereka bangun di desa tambang tua itu runtuh dalam sekejap. Bukan karena kecerobohan Erik, melainkan karena musuh lama yang memiliki dendam lebih dalam dari sekadar urusan bisnis: Silas "The Butcher".

Silas adalah mantan tangan kanan Erik yang dulu ia khianati dan biarkan membusuk di penjara bawah tanah demi membersihkan jalur kekuasaannya. Kini, Silas muncul kembali dengan bekas luka bakar yang mengerikan di separuh wajahnya—hasil dari ledakan yang pernah direncanakan Erik bertahun-tahun lalu.

Erik , tidak menyangka akan bertemu kembali dengan silas, yang sudah lama ia tidak ketemu dan Erik pikir mereka tidak akan pernah bertemu ditempat manapun, tapi malam ini Erik dan silas bertemu, bukan antara bos dan tangan kanan , melainkan untuk berlawanan/bermusuhan.

Jika, silas pada waktu itu tidak menghianati Erik , mungkin sampai sekarang silas masih orang kepercayaannya Erik.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!