NovelToon NovelToon
Milly, Gift From God

Milly, Gift From God

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Patahhati
Popularitas:53.8k
Nilai: 5
Nama Author: ShasaVinta

Allard Junior Anderson adalah satu-satunya pewaris perusahaan properti raksasa di Indonesia dan Amerika. Baginya Milly Lynelle Harrison, wanita cantik yang lahir tepat di hari ulang tahunnya adalah kado terindah dari Tuhan.

Milly hanya untuk Allard dan Allard hanya untuk Milly.

Namun yang terjadi, Milly harus merelakan hatinya hancur berkeping-keping melihat Allard tunangannya sedang bermesraan dengan wanita lain.

Bagaimana kelanjutan kisah cinta Allard dan Milly?

Akankan janji untuk saling menjaga di sepanjang usia akan berakhir hanya karena sebuah pengkhianatan yang tak berdasarkan cinta?

"Kuizinkan kau untuk hancurkan hatiku. Hancurkan saja berkali-kali, hingga tak tersisa sedikitpun cinta untukmu. Cintaku terlalu berharga untuk pengkhianatanmu yang murahan!" gumam Milly.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ShasaVinta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24. Janji masa kecil

Membuatku jatuh cinta tidak sulit.

Kamu cukup,

genggam tanganku saat aku panik,

peluk aku setelah kita bertengkar meski saat itu kita masih berbeda pendapat,

tanyakan keadaanku saat aku sakit,

jangan menghakimi dan rengkuhlah aku ketika aku salah,

beri aku waktu untuk menikmati hobiku,

jangan hanya ceritakan, tapi ajaklah aku menggapai mimpi-mimpimu,

bantu, meski aku menolak karena ingin mandiri,

dan tertawalah bersamaku ketika aku lelah.

Dan kamu, hanya kamu, yang berhasil melakukan semuanya.

Jadi jangan salahkan aku, jika kini aku akan menghujanimu dengan seluruh cinta yang ku punya.

⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘

Genggaman tangan Al tak pernah lepas semenjak keduanya meninggalkan keriuhan pesta.

Pesta yang sudah sejak lama dipersiapkan Al, untuk menebus kesalahannya yang tidak berada di sisi wanita yang Ia cintai saat ulang tahunnya.

Pesta yang dijadikan Al sebagai kesempatannya selangkah lebih dekat untuk menjadikan Milly pendamping hidupnya.

“Limosin yang siang tadi dimana?” tanya Milly.

“Ada, ku tinggalkan di hotel. “ Jawab Al.

Jika siang tadi Al menjemput Milly menggunakan limosin, malam ini Al membawa Milly dengan mobil sport kesayangannya.

Mengajak Milly menuju tempat kedua yang sudah Ia persiapkan, sebagai kejutan lain untuk tunangannya. Kejutan yang akan mewujudkan impian mereka berdua.

“Apa kita pernah kemari sebelumnya? Aku merasa familiar dengan kawasan ini.

Al tersenyum, “Pantas saja kamu jadi lulusan terbaik di sekolahmu, ingatanmu bagus."

Mobil yang Al kemudikan memasuki sebuah kawasan perumahan. Salah satu perumahan milik perusahaan Anderson Property.

“Al, rumah siapa yang akan kita kunjungi selarut ini?” tanya Milly.

Al hanya memberikan senyuman misteriusnya membuat Milly cemberut, rasanya Ia semakin penasaran membayangkan kejutan apa lagi kali ini.

“Apakah kejutan yang romantis lagi?” batinnya sibuk menbayangkan hal-hal romantis yang mungkin Al lakukan, dan bayangan itu sukses mencetak rona merah di pipinya.

Melihat itu dengan lembut Al membelai pipi Milly, tunangannya.

“Sabarlah Baby, sebentar lagi kamu akan mendapatkan jawabanmu.”

Milly mengangguk tanpa menjawab tunangannya, Ia masih berusaha menyembunyikan wajahnya yang semakin merona setelah Al membelainya.

Hingga beberapa menit kemudian, mobil Al yang terus melaju akhirnya melewati area perumahan.

Milly semakin dibuat bingung, kemana tujuan mereka sebenarnya, apalagi jalanan yang mereka lalui kini terasa asing.

Di sepanjang jalan Milly bisa melihat dinding pembatas bergaya klasik yang tidak cukup tinggi, hanya saja tepat diatasnya ditumbuhi pohon dengan dedaunan yang rimbun.

Cahaya dari lampu tiang menambah kesan hangat di tengah gaya klasik yang mempesona, terlihat seperti benteng-benteng kerajaan di mata Milly.

Milly menjadi penasaran apa yang ada di balik dinding mempesona ini, mungkinkah ada sebuah istana dibaliknya.

“Beb lihatlah dinding ini,” ucap Milly dengan telunjuk yang mengarah ke dinding yang telah membuatnya penasaran.

Al menoleh, ikut melihat hal apa yang telah membuat gadisnya begitu tertarik.

“Kira-kira apa yang ada di baliknya yah?” gumamnya penuh tanda tanya.

“Ku pikir zaman sekarang, sudah tidak ada lagi yang tertarik dengan desain klasik seperti ini. Sebagian besar orang lebih memilih tinggal di apartemen ataupun membangun rumah dengan konsep modern dan industrial.” Ujar Milly.

Al tersenyum sambil terus melajukan mobil dengan pemandangan dinding klasik yang Milly kagumi di sisinya.

“Sepertinya apa yang ada di balik dinding ini pasti sesuatu yang luar biasa, lihatlah... Sepanjang apa dinding ini, hingga kita bahkan belum bisa melihat di mana Ia berakhir.”

Senyum Al semakin merekah, melihat Milly yang begitu kagum dan antusias hanya dengan melihat sebuah dinding, “Sangat menggemaskan. Aku penasaran bagaimana reaksinya jika dia tahu apa yang ada di baliknya.” Batin Al.

Sementara Milly masih fokus menerka-nerka, mobil Al yang melaju semakin mendekat ke sebuah gerbang besi.

“Kamu sudah siap untuk mengetahui hal luar biasa apa yang membuatmu penasaran?”

“Hah?”

Gadis itu cukup terkejut, "Apakah sudah saatnya? Bagaimana aku harus bereaksi?" Batinnya.

Pandangan Milly mengikuti kemana arah Al membelokkan mobilnya memasuki sebuah gerbang yang memutus dinding panjang ini.

“What? Baby.... apa lagi ini? Apa ini tujuan kita?” pekiknya.

Milly dibuat takjub akan apa yang dilihatnya kini.

Ternyata benar dugaannya di balik dinding ini ada sesuatu yang luar biasa.

Dan beruntungnya Ia bisa melihat itu semua.

Sebuah areal perbukitan yang sangat, sangat, sangatlah luas.

Al menghentikan laju mobilnya, mengajak Milly turun setelah terlebih dahulu Ia memakaian jas miliknya agar gadisnya itu tidak merasakan dinginnya udara malam.

Milly tak henti-hentinya berdecak kagum saat Al mengajaknya melewati sebuah jembatan untuk melintasi danau.

Yah, danau. Luar biasa, bukan?

Begitulah yang ada di pikiran Milly.

“Danau itu pastilah danau buatan. Tak mungkin ada danau di area yang masih termasuk perkotaan seperti ini. Pemilik tempat ini sungguh memiliki ide yang luar biasa.” Ujarnya.

“Hemmm, tapi lebih luar biasa lagi yang mewujudkan ide itu.” Balas Al.

Milly sepertinya masih tak menyadari hal ini.

Al menghentikan langkahnya di tengah-tengah jembatan, menujuk sebuah bangunan rumah dihadapannya dengan mengangkat dagunya.

“Coba lihat apa yang ada di hadapanmu?” pintanya.

Milly dengan patuh melakukan yang di perintahkan Al.

“Woow....!"

Hanya itu yang Milly bisa ucapkan untuk mengekspresikan bagaimana Ia mengagumi sebuah maha karya yang kini memanjakan matanya.

Sebuah rumah yang cukup luas, dengan desain klasik, menggunakan material kayu yang mendominasi. Dindingnya terbuat dari batu dengan konsep nature yang dikombinasikan dengan kaca. Sungguh ide yang luar biasa.

Belum cukup kekaguman Milly, kini netranya dibuat terkejut ketika Ia melihat di bagian kiri yang tak jauh dari rumah tadi. Ada sebuah areal yang dipagari dengan kayu bercat putih.

Dan yang membuat Milly takjub adalah apa yang ada di dalam areal tersebut.

Sesuatu yang tak mungkin Ia lupakan, sesuatu yang sudah bertahun-tahun tak Ia lihat. Sesuatu itu adalah sebuah rumah kecil yang di dekorasi seperti rumah-rumah di negeri dongeng, yang tak lain adalah kado ulang tahunnya dari Al saat Ia berusia 8 tahun.

Tubuh Milly bergetar, kedua tangannya Ia gunakan untuk membungkam mulutnya agar tidak berteriak histeris.

“Beb, mungkinkah.... mungkinkah.... ini,”

Milly rasanya tak sanggup melanjutkan ucapannya.

Lalu ingatannya membawa pada kejadian 3 tahun lalu, saat Al resmi menjadi COO di Anderson Property.

Al meminta Milly menyelesaikan desain rumah impian yang pernah mereka bicarakan saat Milly berulang tahun yang ke-8.

Saat itu Milly menolak memberikan desainnya karena gadis itu belum menyelesaikan desain bagian belakang rumah.

Namun karena Al memaksa, jadilah Milly tetap memberikan desainnya.

Tanpa maksud tertentu, Milly mengatakan jika alangkah bagusnya di bagian belakang rumah ada sebuah danau , alasannya banyak hal romantis yang bisa dilakukan di sekitar danau.

Al yang masih setia berdiri dengan tenang di sisi Milly, dikejutkan dengan aksi gadis itu yang tiba-tiba saja memeluknya sambil menangis.

“Hei.... kenapa kamu menangis Baby?” tanya Al panik.

“Apa kamu tidak menyukainya?”

Milly menggeleng dan mulai berusaha menenangkan dirinya.

Untung saja dekapan Al selalu berhasil membantunya lebih tenang.

Walau masih terisak, Milly melepaskan pelukannya dan kini menatap Al.

“Beb, aku mengerti semuanya. Aku ingat tempat ini, aku ingat siapa pemilik ide soal danau ini, dan aku jadi merindukan Mommy saat melihat itu.” Ucap Milly sambil terisak dan menunjuk ke arah areal yang bak negeri dongeng.

Al mengangguk, Ia bisa memahami perasaan Milly.

Ditempat itulah, Milly dan Al pertama kali mendengar kabar buruk mengenai Mommy Grisel.

“Sssttt.... Sudah, jangan bersedih yah. Aku mengajakmu kemari karena ingin menunjukkan padamu hasil kerja kerasku selama 3 tahun ini.”

Dengan lembut Al membantu menghapus jejak air mata di wajah cantik tunangannya.

Tak lupa pula Al mengecup kedua mata Milly secara bergantian, lalu dilanjutkan kecupan di hidung mancugnya, dan berakhir di bibir seksi yang selalu Ia rindukan.

“Ayo masuk, kita akan lihat sebagus apa desain rumah impian seorang Mrs. Anderson.” Ucap Al dan sekali lagi sukses membuat wajah Milly memerah.

“Mrs. Anderson,” gumam Milly lirih.

“Aku tak sabar menunggu saat itu tiba.” Lanjutnya dalam hati.

⚘⚘⚘⚘⚘ To be continue ⚘⚘⚘⚘⚘

Terkadang menjadi tidak tahu itu lebih menyenangkan. Itu sebabnya kenapa kita selalu rindu kembali ke masa kecil.

1
ㄒ丨卂尺卂
nahlo,,, milly pergi kemana itu🤔🤔🤔🤔 nahaya kalo jadi korban balas dendam para mantannya al🤔🤔
💞🍀ᴮᵁᴺᴰᴬRiyura🌾🏘⃝Aⁿᵘ
ujian cinta dan kesetiaan mereka akan diuji...
💞🍀ᴮᵁᴺᴰᴬRiyura🌾🏘⃝Aⁿᵘ
tentulah sangat berat bagi mereka berdua utk berpisah..secara selama 17 tahun selalu bwrsama
💞🍀ᴮᵁᴺᴰᴬRiyura🌾🏘⃝Aⁿᵘ
alhamdulillah aku nggak pernah ldr
©®ℤℍYe💜N⃟ʲᵃᵃ࿐ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈
waahh ko bisaa,,, siapa yg jamin,,
©®ℤℍYe💜N⃟ʲᵃᵃ࿐ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈
mau km milly,,, dan siapa yg ingin km temui
©®ℤℍYe💜N⃟ʲᵃᵃ࿐ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈
jgn seyakin itu Al,,, Milly bisa sj diam2 pergi dr km
©®ℤℍYe💜N⃟ʲᵃᵃ࿐ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈
ingat Al gitu2 Milly lebih memilih Edric drpd km,😆😆😆
🦋⃟ℛ🍾⃝ᴅͩʀᷞɪͧᴇᷠᴀͣʀ♕ᴬ∙ᴴ࿐
yaa hanya saling percaya yang bisa kalian lakukan
🦋⃟ℛ🍾⃝ᴅͩʀᷞɪͧᴇᷠᴀͣʀ♕ᴬ∙ᴴ࿐
kita gak tau rencana Tuhan apa, yakini aja bahwa Tuhan sudah memiliki rencana yang terbaik untuk kita
🦋⃟ℛ🍾⃝ᴅͩʀᷞɪͧᴇᷠᴀͣʀ♕ᴬ∙ᴴ࿐
tuh diinget ya Al sama omongan nya Milly... Milly akan menghilang dari kamu klo kamu mengkhianati nya
🦋⃟ℛ🍾⃝ᴅͩʀᷞɪͧᴇᷠᴀͣʀ♕ᴬ∙ᴴ࿐
semoga aja ya Al... berjanji dan berkata itu mudah, tapi pembuktian itu yang harus kamu lakukan
🦋⃟ℛ🍾⃝ᴅͩʀᷞɪͧᴇᷠᴀͣʀ♕ᴬ∙ᴴ࿐
mungkin Milly siap LDR an, tapi apa Al bisa LDR an, kan laki-laki suka tergoda sama yang lain klo LDR an
🦋⃟ℛ🍾⃝ᴅͩʀᷞɪͧᴇᷠᴀͣʀ♕ᴬ∙ᴴ࿐
wooww sweet banget 😍😍
🌟𝙈𝙗 𝙔𝙪𝙡²🇵🇸
waduuh milly dlm bahaya.. mana milly keluar tanoa pamit lg..
🌟𝙈𝙗 𝙔𝙪𝙡²🇵🇸
yakin milly ga akan kemana²??..jgn suka kepedean allard..
🌟𝙈𝙗 𝙔𝙪𝙡²🇵🇸
edric ini kesempatanmu nikung allard 😅😅😅✌✌🙏
🌟𝙈𝙗 𝙔𝙪𝙡²🇵🇸
sementara allard keluar kota kamu yg jagain milly, kevin krn wanita masa lalu allard mah berkeliaran..
🌟𝙈𝙗 𝙔𝙪𝙡²🇵🇸
PD jasa kamu allard.. it's okay sakarepmu wae..
🌟𝙈𝙗 𝙔𝙪𝙡²🇵🇸
yaah milly kalo kamu merasa nyaman n msh cinta sm allard yaudah maafkan kesalahan allard .. beres kan ga usah nyiksa diri..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!