NovelToon NovelToon
Si Genius, Aqeel

Si Genius, Aqeel

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Tamat
Popularitas:827.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: Puji170

Di saat Arumi mengalami kesulitan karena ibunya sakit keras, Rina - sang ibu tiri menawarinya uang dalam jumlah besar. Dengan syarat, Arumi harus bersedia tidur dengan calon suami kakak kembarnya.

Tujuh tahun berlalu, seorang anak lelaki berusia enam tahun hadir. Aqeel Elvano, bocah dengan kecerdasan yang luar biasa di bidang kesehatan.

Bagaimanakah nasib Arumi? Dan siapakah Aqeel Elvano? Hanya bisa kamu temukan jawabannya ketika membaca kisah dasyat ini. Happy reading....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puji170, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berkorban

Rasa nyeri menjalar di tangan David seusai meninju tembok rumah sakit. Rasa itu sama sekali tak Ia hiraukan. Matanya melotot marah menatap Arumi yang kini menjadi Alena.

"Bedebah. Beraninya kau menipuku," Ujar David. Kedua tangannya terkepal. Ia berusaha mati-matian untuk tidak menghabisi seseorang yang sudah berani menipunya.

"Aku... Aku minta maaf, " Arumi menunduk dalam. Kali ini ia tak ber pura-pura. Ia benar-benar ketakutan melihat sorot tajam dari David.

"Jadi, apa kau juga yang sudah menukar hasil test DNA itu?" tanya David yang memiliki keyakinan jika hasil test itu ada yang menukar dan hal itu langsung ia tuduhkan pada wanita yang kini berada di hadapannya.

Arumi patah-patah mengangguk. Walau sebenarnya ia tak melakukan hal itu. Ia hanyalah Alena palsu. Namun, ia harus mengakui sesuatu yang bukan salahnya. Semua ini semata-semata demi anaknya dan kenyataan baru ia dapatkan jika Alena yang sudah berbuat hal keji itu.

Sementara itu Alena yang berperan sebagai Arumi mendelikkan matanya. Menyuruh Arumi agar lebih serius men dramatis kan perannya.

"Maafkan aku David. Aku khilaf." Ujar Arumi patah-patah, ia menunduk dalam.

"Omong kosong." David menarik dagu Arumi agar menatap lurus kepalanya.

Wajah Arumi semakin pucat pasi saat manik matanya beradu dengan bola mata David yang membelalak lebar.

"Aku mohon. Maafkan aku David. Aku melakukan ini karena aku mencintaimu. Aku takut kehilangan mu." Ujar Arumi penuh memohon. Bukan hanya untuk sekedar drama bila ia menggantikan istri David yang sesungguhnya. Tetapi ia takut bila David akan bertindak konyol dan membunuhnya. Jika itu terjadi makan usahanya hanya sia-sia. Ia tak akan tega meninggalkan anaknya sendiri di dunia ini. Apa lagi dibawah pengasuhan Alena. Wanita picik yang hanya memikirkan harta dunia.

Arumi tidak yakin Alena akan merawat Aqeel dengan baik. Walau mungkin saja David ada di sisinya. Namun, hampir separuh waktu David, ia habiskan di rumah sakit.

"Apa kau sadar dengan ucapan mu?" Balas David tersenyum sinis.Dalam benak David terlintas, bukan hanya menipu, tetapi istrinya itu juga sudah tega mengorbankan masa depan orang lain.

Selama tujuh tahun David tidak pernah tahu bagaimana Arumi membesarkan anaknya sendirian. Selama itu pula ia juga tidak tahu Arumi menghidupi anaknya dengan uang pas-pasan, sedangkan dirinya hidup dalam kemewahan. David merasa ini tak adil untuk Arumi.

"A.. Ku mo hon, " Lirih Arumi saat merasakan nyeri di dagunya. Cengkeraman David di dagunya cukup kuat.

"Kesalahanmu sudah sangat fatal Alena. Aku tak akan mengampuni mu," Bisik Davis tepat di telinga Arumi.

Seketika bulu kuduk Arumi meremang. Ucapan David seolah menunjuk ke arah kematian.

Tak jauh dari keduanya, Alena yang menyamar menjadi Arumi tersenyum puas. Ia berharap David akan membunuh wanita itu. Sehingga ia bisa menjalani hidup tenang. Tanpa terbayang-bayang dengan masa lalu.

"Apa yang akan kau lakukan?" Lirih Arumi memberanikan diri bertanya.

"Sekarang juga aku akan menceraikan mu, dan kau harus pergi dari rumahku tanpa membawa apa-apa," Ujar David dingin. Meski jiwa pembunuhnya muncul, tetapi ia tak akan tega melakukan hal itu. Meski amarah menyelimuti dirinya, tak bisa dipungkiri bila selama hidup bersama dengan Alena ia juga mencinta nya hingga rasa cinta itu masih ada sampai sekarang.

David berpikir dengan menendang Alena pergi dari rumah. Baginya itu sudah cukup mengingat gadis itu sangat menyukai kehidupan glamor.

"Apa kau bercanda, Vid?" Tutur Arumi tampak keberatan.

"Ya. Aku akan menjadikanmu gelandangan."

Arumi masih memasang wajah ketakutan walau dalam hatinya ia bernapas lega. Hidup menjadi gelandangan bukanlah hal yang sulit untuknya tapi, hidup tanpa Aqeel serasa dunianya sudah hilang.

"Tidak... Aku tidak mau menjadi gelandangan," Seru Arumi syok.

"Kau tak perlu khawatir, kau tak akan sendirian. Aku juga akan mengirim ayah dan ibumu turut serta ke jalanan," Ujar David menyeringai licik. Tidak mungkin Hendra dan juga Rina tak tahu masalah ini. Mereka berdua pun harus menanggung akibatnya.

Alena sedikit terkejut dengan ucapan David. Rina pasti akan mencecarnya bila tahu David menendangnya karena membantunya.

"Tunggu," Seru Alena.

David sontak mengalihkan pandangannya menatap Arumi palsu. "Ada apa?"

"Kenapa kau juga ikut menghukum ayah dan ibu?" Cecar Alena keberatan.

"Aku yakin mereka juga tau tentang masalah ini bukan? Secara tidak langsung kalian semua sudah bersekongkol menipuku," ucap David yang tak memandang bulu lagi. Keluarga Gunawan sudah mempermainkan dirinya.

Alena menggeleng tegas, "Tidak semua ini rencana Alena. Kenapa kau mengukum kami semua?" Terbersit dalam benaknya sedikit kecemasan. Ia tak bisa membayangkan reaksi kedua orang tuanya. Alena memasang tatapan tajam pada Arumi. Meminta wanita itu untuk membantunya.

Arumi lagi-lagi hanya bisa menurut ia pun membuka suaranya. "Kau boleh menghukum ku sesukamu. Tapi tolong jangan hukum mereka," Sahut Arumi cepat.

"Baik terlepas siapapun yang salah, dan siapa yang benar. Aku ingin Aqeel yang membuat keputusan. Tunggu ia sadar." Ujar David. Sejak tadi ia merasa aneh dengan sikap Arumi dan Alena, jujur saja ia tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah.

Di tambah hidungnya justru mencium aroma tubuh yang mengaku sebagai Alena itu sama seperti wanita yang sudah ia tiduri waktu itu.

"Tapi, David. Kenapa seperti itu? Kau tidak ingin aku, kau dan Aqeel berkumpul menjadi satu keluarga? Selama ini aku sudah menderita, apa kau tega bersikap seperti ini?" Deretan pertanyaan itu keluar dari mulut Alena.

David menatap tubuh Alena yang kini berada di dekat Aqeel. Lalu mengikis jarak diantara mereka.

"Kau tenang saja. Aku pasti akan memberikan yang terbaik untukmu yang bernama Arumi dan anakku yang bernama Aqeel." Tutur David membelai lembut rambut Alena.

Alena merasa senang saat David bersikap seperti itu dan pastinya rencananya juga berjalan dengan lancar.

"Siapa nama panjang anak kita?" tanya David.

"Namanya, namanya. Tentu saja Aqeel Baskoro, sesuai dengan nama belakang mu." Jawab Alena.

Kini mata David tertuju pada Arumi yang menatap tubuh Aqeel yang sedang terbaring tak berdaya, tersimpan berjuta kesedihan di mata itu.

"Kau Alena," panggil David pada Arumi namun tak ada jawaban darinya.

"Arumi," panggil David lagi dan kedua wanita itu menjawab, "Iya."

"Apa kalian sedang mempermainkan ku?" Kesal David.

Arumi tergagap ia pun langsung mengalihkan situasi, "Sayang kami tidak mempermainkan dirimu. Baiklah aku yang salah disini, aku akan pergi dan aku berjanji tidak akan mengganggumu. Sayangi Aqeel, dia sudah hidup selama ini tanpa rasa sayang seorang ayah." Tutur Arumi, ia sudah tidak ingin berdebat lebih lama lagi.

"Aqeel butuh istirahat, aku pergi dulu." Imbuhnya lagi. Arumi pun segera berlari keluar dari ruangan yang membuat ia tidak bisa bernafas lagi.

Lama Arumi berlari, kini ia membutuhkan satu tempat dimana ia bisa menangis sepuasnya, dan kini disinilah kaki jenjang miliknya membawa ia masuk kedalam toilet.

"Aqeel, maafkan Bunda, Nak. Bunda bukan ibu yang baik untukmu. Sejak kau lahir bunda tidak pernah memberikan kehidupan yang layak untukmu. Kau justru yang membantu Bunda melewati masa-masa susah." Ujar Arumi sembari menangis sesenggukan.

Arumi ingat dengan betul saat Aqeel berusia dua tahun, saat itu ia membawa Aqeel menemui salah satu kliennya untuk menawarkan barang. Diperjalanan Aqeel melihat balon yang berwarna warni dan anak-anak seusianya sedang tertawa bahagia memainkan balon itu.

Aqeel pun menarik bajunya sembari berkata, "Bun, Aqeel ingin balon itu. Boleh ya Bun."

Arumi saat itu hanya bisa menelan pil pahit, saat anaknya ingin mainan tapi ia sama sekali tidak memiliki uang. Meskipun harganya hanya beberapa ribu tapi uang yang ia pegang saat itu hanya tersisa untuk membeli makanan untuk Aqeel. "Aqeel, anak baik dan pintar. Kita bisa menunda dulu ya nak buat beli balon. Bunda janji, Nanti setelah bunda gajian kita akan datang kemari untuk membeli balon itu."

Kenangan itu terlintas begitu saja di benak Arumi, dada Arumi semakin sesak untuk menahan rasa sakit, air bening pun tak bisa tertahan lagi.

"Aqeel, bunda minta maaf Aqeel. Bunda tidak bisa berbuat apa-apa lagi, selain melepaskan mu bersama dengan Alena dan David." Gumam Arumi dengan suara sesegukan namun begitu kencang hingga suara itu terdengar ditelinga seseorang.

1
Anne Siregar Siregar
🤣🤣🤣🤣🤣
Anne Siregar Siregar
🤣🤣🤣👍👍👍👍👍👍
Anne Siregar Siregar
🤣🤣🤣🤣🤣
Erlinda
receh banget cerita nya si arumi juga terkesan wanita murahan masa dgn mudah nya tidur di apartement org dan melupakan anak nya ternyata si arumi seorang ibu yg bertanggung jawab
Erlinda
David seorang dokter genius tapi perilaku dan kata kata kasarnya pada wanita tidak mencerminkan dia org terhormat dan tidak berpendidikan..
Rani Saraswaty
flashback ato flace?
Moertini
sedihnya ceritanya tidak lanjut bikin penasaran sekali Author ada seasons ke dua kan baru asyiiiik ceritanya sampai nahan nafas lhooo Author harus bantuin hati ini yang kecewa dilanjutin Author semangat ditunggu🙏👍💪
𝐇⃟⃝ᵧꕥ📴𝓗𝓪𝔂𝓾𝓻𝓪𝓹𝓾𝓳𝓲: sabar ya kak, ini autornya sampai lupa alur, waktu dulu tamat ngegantung karena ngurus anak baru lahir..
total 1 replies
Linsi bleskadit
loh kok udah hbis? tdk dinikahi juha🤣
Linsi bleskadit
saya kasihan arumi, seharusnya dia dgn pria yg lbih baik
Linsi bleskadit
takut Alena yg krim pesan
Linsi bleskadit
arumi carikan jodoh lain aj, yg lebih syng dia
Linsi bleskadit
kalau tdk suka arumi, tdk usah lagi kau cari2 semoga jodoh arumi orng lain
Linsi bleskadit
LULU😍😍😍 ah aku padamu sayang, makasih sdh jelaskan semua
Linsi bleskadit
emosi skli David, dia tdk sadar yg baik itu siapa
Linsi bleskadit
biarkan Alena kmbli ke suaminya saja, arumi kamu cari pria lain saja ya syng
Linsi bleskadit
emosi knp semuanya bdoh ya
Linsi bleskadit
arumi benar@ benar bodoh
Linsi bleskadit
arumi sangat bodoh ya, emosi skli bacanya
Nadira ST
memang semua laki2 itu lupa pernah norehkan rasa sakit,seenaknya mau ngajak bersatu preeettt
echa purin
👍🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!