Adrian Walker, seorang pemilik sebuah Restoran terbesar di kotanya, terpaksa menikah lagi dengan seorang gadis bernama Ariana atas permintaan istri pertamanya, Elizabeth.
Elizabeth terpaksa melakukannya karena kedua orangtua Adrian sangat menginginkan kehadiran seorang cucu. Sedangkan Elizabeth tidak mungkin hamil karena rahimnya sudah diangkat akibat kecelakaan yang pernah terjadi padanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aysha Siti Akmal Ali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penyesalan Celline
Elizabeth akhirnya pulang dan langsung menuju kamar mandi yang ada di kamarnya. Ia tersenyum ketika melihat Adrian sudah berada ditempat tidur sambil menghadapi laptop.
Setelah selesai mandi, iapun menghampiri Adrian dan duduk di sebelahnya.
"Adrian, maafkan aku yang tidak bisa menemani mu mengunjungi Dokter Rico, tapi anak kita tidak rewel 'kan?" kata Elizabeth sambut bergelayut manja di lengan Adrian.
"Elly, aku sudah mengecek hasil pengeluaran mu beberapa bulan terakhir. Aku tidak mengerti kau menghabiskan uang yang sangat banyak, untuk apa Elly? jawab pertanyaan ku?!" tanya Adrian seolah-olah dia tidak mengetahui semuanya.
Deg!!!
Elizabeth gugup, ia takut Adrian tahu yang sebenarnya kalau uang itu ia serahkan kepada Eddy untuk menutupi keburukannya.
"Kenapa kamu tidak menjawab pertanyaan ku?" tanya Adrian sambil menutup laptop nya dan menatap lekat mata Elizabeth.
"E-ehmm, I-itu aku ehmm..." Elly tidak beranu menjawab pertanyaan Adrian.
Adrian menghembuskan nafas panjang, "Apa kau menggunakan uang itu untuk menutupi kejahatan mu?" tanya Adrian lagi
"Apa maksudmu, Adrian? Kejahatan apa?" Elizabeth pura-pura tidak mengerti.
Adrian tersenyum, "Hubungi Eddy, kekasih mu itu sedang berada di kantor polisi, Elly." sahut Adrian.
Seketika wajah Elizabeth memucat ketika mendengar Adrian menyebut nama Eddy.
"Apa? Eddy... Siapa Eddy?!" tanya Elizabeth baik,
Adrian masih bisa tersenyum ketika dibohongi oleh istrinya itu. "Maafkan aku, Elly. Aku tidak bisa mempertahankan hubungan ini lagi. Akupun tidak bisa membantu dirimu, kamu sudah berani berurusan dengan hukum jadi hadapilah hukuman mu." sahut Adrian dengan wajah yang sendu.
Elizabeth menangis tersedu-sedu, "Apa maksudmu, Adrian? Mengapa kamu berkata seperti itu padaku?" tanya Elizabeth lagi
"Terimakasih, sudah menemani ku selama ini, Elly. Aku tidak akan pernah lupa, kau pernah mengisi hari-hariku, mengisi hatiku dan juga pernah mengandung anakku." ucap Adrian sambil mengelus pipi Elizabeth.
Tidak lama setelah itu, polisi berbondong-bondong datang kerumah mereka untuk mengamankan Elizabeth.
Elizabeth pasrah karena Eddy sudah mengakui semua kesalahannya. Ia juga membenarkan kalau Elizabeth adalah otak dari seluruh kejahatan itu.
Adrian merasa sangat kecewa, bukan karena perselingkuhan yang dilakukan oleh Elizabeth. Namun ia kecewa karena Elizabeth yang memiliki wajah polos dan sikap lemah lembut ternyata bisa melakukan perbuatan keji hingga ingin menghabisi nyawa orang lain demi kepentingan dirinya.
Sekarang Adrian sendiri, tanpa Elly apalagi Ariana. Ia memikirkan bagaimana caranya mengembalikan sosok Ariana ke kehidupannya.
Sementara itu,
Dirumah Dokter Rico, Ariana menemani Nancy bermain boneka di ruang utama. Saat itu Dokter Rico sedang bertugas di Rumah Sakit.
Ketika sedang asik bercanda dengan Nancy, tiba-tiba Ariana dikejutkan dengan kedatangan seorang wanita yang sedang menangis tersedu-sedu mencari keberadaan Dokter Rico.
"Rico..." ucapnya lirih,
"Maaf, anda siapa ya? Dokter Rico tidak ada dirumah, dia sedang bertugas di Rumah Sakit." sahut Ariana
Saat itu Ariana tidak melihat wajah wanita itu, ia sedang berdiri dengan posisi membelakangi Ariana.
Wanita itu terkejut ketika mendengar suara seorang wanita yang menyapa nya dari belakang. Hatinya semakin hancur dan harapan wanita itu pupus.
Ia berbalik dan saling tatap dengan Ariana.
"Celline?!" alangkah terkejutnya Ariana, ternyata sosok itu adalah Celline, mantan istri Dokter Rico.
"Anna? Apakah kamu dan Dokter Rico sudah menikah?" tanya Celine kepada Ariana tanpa basa-basi,
Ariana sempat terdiam sambil memperhatikan penampilan Celline sekarang ini. Penampilan wanita itu terlihat berantakan, tidak seperti saat di pesta syukuran Adrian kemarin.
Saat itu Celline terlihat sangat cantik dan penampilannya begitu elegan dengan barang-barang branded menghiasi tubuhnya belum lagi aksesorisnya, satu set berlian yang berharga sangat mahal itu.
"Aku dan Dokter Rico belum menikah, aku bekerja disini sebagai Babysitter nya Nancy." sahut Ariana.
Wajah Celline yang mulanya hancur dan terlihat putus asa, setelah mendengar penuturan Ariana, iapun menyunggingkan sebuah senyuman di wajahnya itu.
Secercah harapan menghampirinya, ia masih memiliki kesempatan untuk kembali ke sisi Dokter Rico dan anak perempuannya, Nancy.
Tepat disaat itu Nancy berlari menghampiri Ariana,
"Mama...!" teriak Nancy sambil memeluk kaki Ariana dengan erat.
Ariana pun segera menggendong anak itu sambil menciumi pipi chubby nya.
"Nancy..." ucap Celline lirih sambil menghampiri Nancy yang sedang berada di gendongan Ariana.
"No! No! No!" ucap Nancy sambil menggoyangkan jari telunjuknya dengan wajah yang menekuk.
Celline menjatuhkan air matanya sekali lagi. Ia sangat bersedih karena anaknya itu sama sekali tidak mengenalinya.
"Maafkan dia, Celline. Sepertinya dia tidak mengenali mu." sahut Ariana.
Disaat Celline menangis lirih meratapi nasibnya, Dokter Rico tiba di rumahnya. Lelaki itu terlihat sangat bahagia, ia membawakan sebuah kado untuk Ariana dan Nancy.
Namun ketika ia menginjakkan kakinya diruang utama, ia memasang wajah kesal sekaligus kecewa.
"Mau apalagi kamu kemari?!" ucap Dokter Rico dengan wajah merah menahan amarahnya.
"Rico, aku mohon dengarkanlah penjelasan ku..." ucap Celline sambil terisak mendekati Dokter Rico.
Dokter Rico menjauhi Celline yang ingin mendekatinya, "Jangan mendekatiku, Celline! Aku jijik padamu!" ucap Dokter Rico.
"Aku mohon, Rico... berilah aku kesempatan untuk memperbaiki semua kesalahan ku." kata Celline lagi,
Ariana merasa tidak enak, diapun ingin segera menjauh dari tempat itu sambil membawa Nancy bersamanya.
Dokter Rico dan Celline masih berdebat didalam sana, sedangkan Ariana membawa Nancy bermain di halaman rumah Dokter Rico.
Ariana ingin sekali pergi dari kehidupan Dokter itu namun ia tidak tega meninggalkan Nancy, ia terlanjur menyayangi gadis itu sama seperti anaknya sendiri.
Setelah beberapa saat, Dokter Rico tiba-tiba berteriak dari dalam rumahnya. Ia memanggil pelayannya untuk membantunya mengangkat tubuh Celline.
Ternyata Celline jatuh pingsan setelah menggores tangannya dengan pisau yang ia ambil dari dapur. Rupanya terjadi pertengkaran hebat diantara mereka.
Celline begitu nekat ingin mengakhiri hidupnya jika Dokter Rico mengusirnya. Ia sudah tidak tahu harus kemana lagi, hanya Dokter Rico harapannya.
Ariana pun segera menghampiri mereka bersama Nancy. Dokter Rico masih melakukan pertolongan kepada mantan istrinya itu.
"Bagaimana keadaannya, Dok?" tanya Ariana,
"Dia baik-baik saja, ia cuma pusing karena banyaknya darah yang keluar dari lukanya." sahut Dokter Rico.
Setelah itu, Dokter Rico segera kembali ke kamarnya untuk membersihkan diri dan mengganti pakaiannya.
Sedangkan Ariana masih menemani Celline yang tengah terbaring lemah dikamar tamu. Hari Ariana bergetar, ia merasa iba kepada wanita itu namun ini semua akibat perbuatannya sendiri.
Karena ia tega meninggalkan anak dan suaminya demi lelaki lain yang lebih kaya. Sekarang wanita itu mendapatkan karma nya karena sudah berbuat jahat kepada keluarganya dan sekarang dia dicampakkan oleh Thomas yang kini memperistri sepupunya Ariana, Siska.
***
👍👍👍
smoga saja ariana berjodoh dgn dokter yang sdh menolongnya