Hai Readers setiaku, ada kabar baik nih. Novel ini dalam tahap revisi, mungkin akan ada beberapa tambahan di dalam ceritanya.
Tunggu ya! Nanti kalau sudah selesai revisi semua akan ada pengumumannya. Terima kasih🙏
!!! JANGAN LUPA BACA SEASON 2 NYA SIK YANG BERJUDUL #* My Perfect Boss *#👍
Tiba tiba menikah karena perjodohan, alice dan zayn melewati bahtera rumah tangga mereka tanpa peduli urusan masing masing, karena keduanya memiliki sifat yang sama sama cuek. Apakah benih benih cinta bisa muncul di antara mereka? Yukk...baca novel suamiku idola kampus.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon may leni andiarsi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PULANG BARENG
Usainya jam kuliah Zayn, dia pun langsung bergegas menuju ruang kesehatan untuk menjemput Alice, setibanya disana Alice sudah di temani oleh Vira.
“Ayo pulang!” Ajak Zayn lembut.
Alice tak langsung menjawab ajakan Zayn, dia berfikir sejenak.
“Nggak mungkin loe pulang naik transportasi umum dalam keadaan kaya gini kan?” Tanya Zayn yang seakan tahu apa yang di fikirkan Alice.
“Iya Ca, bareng Zayn aja ya, gue juga takut loe malah kenapa-napa lagi ntar di jalan.” Vira menambahkan.
“Tapi gue nggak mau jadi pusat perhatian lagi.” Sahut Alice ragu.
“Lebih penting keselamatan loe atau ocehan mereka?” Tanya Zayn tegas.
Mendapatkan pertanyaan seperti itu tentu saja Alice memilih keselamatannya dulu.
“Emm...baiklah kalau gitu.” Sahut Alice pasrah.
Zayn pun tersenyum menang, akhirnya dia bisa membujuk Alice untuk pulang bersamanya.
Kemudian Zayn dan Vira pun memapah Alice menuju parkiran mobil kampus, Alice sengaja ingin di papah saja karena tak ingin di gendong oleh Zayn lagi. Jika sampai Zayn menggendongnya lagi mungkin kampus ini akan benar-benar gempar.
Para mahasiswa dan mahasisiwi pun mulai banyak yang membicarakan mereka dan tak sedikit yang diam-diam mengambil potret mereka, setelah kejadian Zayn menggendong Alice tadi pagi berita di web kampus juga semakin heboh. Dan tak hanya sedikit yang merasa patah hati dan iri akan kedekatan bunga kampus dan idola kampus ini.
“Wah..!! Lihat berita besar nih, udah dua kali bunga kampus kita terlihat dekat dengan idola kampus kita yang dingin ini.” Ucap seorang mahasiswa.
“Bunga kampus kita berhasil memikat idola kampus kita nih, kayanya mulai bosen juga tuh bunga kampus ngejomblo aja haha.” Celetuk seorang mahasiswa lainnya.
“Alah jual tampang doang aja, dasar ganjen.” Ucap salah seorang mahasiswi yang tergila-gila dengan Zayn.
“Syirik aja loe sama bunga kampus, dia kan emang cantik. Le iri kan karena nggak bisa deket sam idola kampus kita.” Sarkas seorang mahasiswa lagi.
“Bener-bener, gue juga setuju mereka memang cocok satu sama lain, satu bunga kampus dan satunya idola kampus, kita mah yang tak sebanding mereka cuma bisa iri dan jadi penonton.” Timbrung seorang mahasisiwi lain.
“Alah kalian aja yang ketipu ama tampangnya itu.” Jawab mahasiswi yang iri tadi.
“Terserah loe deh, kalau iri bilang dong.” Timpal yang lain lagi.
Membuat mahasisiwi yang tidak menyukai Alice tadi menggerutu kesal.
Seisi kampus kini hampir membicarakan hubungan Zayn dan Alice hingga terdengarlah ke telinga Merly And The Geng nya.
“Huh...sialan si Alice ini! Udah selalu ikut campur urusan gue dan sekarang mau rebut pujaan hati gue.” Ucap Merly geram, karena sebelumnya Alice sering menolong orang yang sedang dia bully.
“Kita nggak boleh diemin aja Mer si Alice j****g itu.” Imbuh Lusi memanasi Merly.
“Bener Mer, kita harus bikin rencana yang bagus buat kasih pelajaran ke bunga kampus kita ini, biar dia tahu siapa yang pantes buat idola kampus kita.” Ucap Lina tersenyum jahat.
Merly And The Geng pun memulai merencanakan siasat licik untuk Alice.
Zayn yang merasa keadaan sekitar mereka semakin ramai dan membuat tidak nyaman. Dia pun dengan segera melajukan mobilnya meninggalkan kampus tersebut.
Saat dalam perjalanan Vira menyuruh Zayn untuk mengantarnya pulang terlebih dahulu, karena sudah beberapa hari dia menginap di rumah mereka, sekaligus ingin memberi waktu agar mereka berdua bisa lebih dekat lagi.
“Zayn tolong loe anterin gue pulang dulu ya.” Ucap Vira.
“Ok.”
“Kok udah mau pulang sih Vir, temenin gue beberapa hari lagi ya.” Rengek Alice.
“Kapan-kapan lagi ya Ca, kasian nyokab gue nggak ada yang bantuin di rumah.” Sahut Vira.
“Ya udah deh Vir, lain kali nginep lagi ya, sering maen juga ke rumah gue.” Perintah Alice manja.
“Iya Caca, itu pasti.” Vira tersenyum dan memeluk sahabatnya itu.
Zayn hanya tersenyum melihat keakraban dua sahabat itu. Selama beberapa waktu Vira memang sengaja tinggal di rumah Alice untuk menemaninya, kebutuhan Vira di sana juga sudah di sediakan oleh Alice. Jika sewaktu-waktu Vira ingin meninap di sana lagi semua perlengkapan dan juga kebutuhannya sudah ada.
Setelah mengantarkan Vira selamat sampai rumahnya, Zayn pun memapah Alice menuju kursi depan agar duduk bersamanya, Alice hanya menurut dengan apa yang di lakukan oleh Zayn.
Sejenak suasana di dalam mobil begitu hening, kemudian Zayn mulai membuka percakapan.
“Mau makan di luar apa di rumah?” Tanya Zayn membuka percakapan.
“Ehh..oh..di rumah aja.” Sahut Alice gelagapan karena Zayn tiba-tiba bertanya padanya.
“Baiklah.” Balas Zayn santai.
“Bikin jantung gue copot aja, ini orang ngeselin banget nanya gitu doang habis itu diem lagi, kalau lagi baik lembutnya kebangetan, kalau lagi cuek dinginnya nglebihin es batu.” Gerutu Alice dalam hatinya.
Zayn yang melihat raut wajah Alice pun hanya mengernyitkan alisnya karena dia tak mengerti apa yang sedang di pikirkan gadis itu.
.
.
.
.
.
.
Bersambung....