🌿PCDCG 🌿
Seberapa jauh pun kita terpisah
jika takdir menyatukan, maka keajaiban
pun akan datang.
- Lena & Lyon 🔆
Menceritakan tentang sepasang kekasih yang harus di paksa terpisah karena takdir dan di persatuan kembali oleh takdir itu juga.
Di sebuah kampus bernama Campus Galaksi yang akan menjadi tempat dan saksi bisu pertemuan sepasang kekasih yang telah terpisahkan dengan semua permasalahan yang akan mereka hadapi tentang cinta, masa lalu, dendam, iri, dan sebuah hubungan yang akan segera terkuak di tempat ini.
Apa saja rintangan yang akan mereka hadapi ke depan nya?
Apakah mereka akan dapat bersatu kembali seperti takdir yang telah memisahkan mereka?
Semua jawaban tersebut akan terkuak di cerita ini.
☘️ •••••☘️
PERJALANAN CINTA DI CAMPUS GALAKSI
☘️•••••☘️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sholeha Nurjanah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 23
"Wah! Udara di sini terasa sejuk". Kata Kanaya sedang terkagum dengan merentangkan kedua tangan nya untuk merasakan hembusan angin yang langsung menerpa tubuhnya.
"Kalian mau ngomong apa? Sampai ngajak kita ke sini". Kata Ellina membuka obrolan tentang topik utama mereka.
"Gw cuma mau kasih kalian undangan". Jawab Elyon sambil memberikan beberapa undangan pada mereka dan Sang penerima pun di buat heran sekaligus terkejut perihal undangan tersebut.
"Ini undangan apa?". Tanya Kanaya yang masih belum memahami situasi sambil terlihat segera membuka undangan itu.
"APA!!! KALIAN MAU NIKAH!!!!". Teriak Mereka secara bersamaan, terkecuali Elyon, Ellena, Ellen, dan Sherly.
"Jangan kenceng - kenceng, nanti semua mahasiswa lain denger. Kita kan lagi di rooftop". Kata Ellena terlihat memberi peringatan.
"Yah, sorry. Kan kita refleks, siapa suruh lo tiba-tiba mau nikah! Bukannya lo kenal Elyon masih beberapa hari yang lalu?". Tanya Ellina terdengar penuh nada bingung sekaligus penasaran.
"Huft. Sebenernya kita di jodohin sama ortu". Jawab Ellena setelah menghela nafas lelah.
"Ellena. Sebenernya lo itu siapa sih?! Dan gimana bisa keluarga lo kenal sama Keluarganya Elyon? Bukannya Elyon dari keluarga Gorneo Aditya yang terkenal di dunia, setelah keluarganya Ellen?". Tanya Ellina beruntut dan penuh tanda tanya.
"Sebenarnya gw anggota keluarga Carion Anggara". Jelas Ellena yang pada akhirnya harus mengungkapkan kebenaran tentang jati dirinya.
"Ohh, dari keluarga Carion Anggara. HAH?! APA!!! LO DARI KELUARGA CARION ANGGARA!!!". Kata Gerio kaget yang tadinya sempat tak sadar dengan perkataan nya.
"Lo beneran dari keluarga Carion Anggara?". Tanya Argara terlihat masih sedikit ragu.
"Hmm. Sorry, gw bohong ke kalian semua". Jawab Ellena terdengar merasa bersalah.
"Berarti lo itu adiknya Ellen?". Tanya Gerio mencoba meyakinkan pemikirannya dan langsung di beri anggukan oleh Sang empu.
"Lo kok ngak pernah bilang ke kita tentang identitas lo sebenarnya?". Tanya Argara penasaran pada Ellena.
"Karena gw mau nyamar buat dapet temen yang tulus temenan sama gw dan kalian lah orang nya". Jelas Ellena dengan jujur.
"Ohh, gitu. Gw jadi salut sama lo dan gw beruntung dapet temen kayak lo. Thanks udah mau jujur ke kita tentang identitas lo". Balas Kanaya terlihat merasa bangga dapat memiliki teman seperti Ellena yang tak pernah memandang teman dengan kasta.
"Selamat untuk pernikahan kalian". Kata Ellina memberikan ucapan selamat dengan tulus pada Elyon dan Ellena yang akan segera menuju ke jenjang yang lebih serius.
"Thanks. Kalian juga buruan nyusul". Balas Ellena penuh rasa terima kasih.
"Pastinya! Tapi jangan lupa kita pesen keponakan yang lucu dari kalian". Goda Ellina mampu membuat kedua pipi Ellena merona.
"Haish! Nikah ajah belum, udah minta keponakan ajah". Balas Ellena berusaha menahan malu.
"Setelah sah kan bisa". Sahut Ellen yang akhirnya ikut masuk perbincangan mereka.
"Iya kan by?". Tanya Ellen pada Sherly bermaksud mengajak nya untuk menggoda Ellena.
"Hahaha. Bener banget tuh!". Jawab Sherly tertawa kecil.
"Ck! Kok Kak Sherly malah ikutan ngegoda gw sih!". Kata Ellena terdengar kesal bercampur malu. Sayangnya, berbeda dengan Elyon yang hanya menganggap ucapan mereka sebagai angin lalu.
"Ekhm! Berhenti godain dia". Sahut Elyon terlihat mencoba menghentikan candaan para temannya.
"Bang. Gw nanti habis pulang kampus culik adek lo sebentar." Kata Elyon secara mendadak pada Ellen.
"Kemana?". Tanya Ellen penuh selidik.
"Gw mau bawa ke rumah yang di kasih Papa". Jawab Elyon seadanya.
"Hmm. Jangan sampek lecet!". Balas Ellen penuh peringatan dan hanya di balas anggukan kecil oleh Elyon.
"Mendadak banget pergi nya, tapi ya udah lah!". Kata Ellena terlihat pasrah.
Setelah itu terdengar lah suara bel berbunyi yang menandakan perbincangan ini harus segera mereka hentikan sampai di sini.
TRING TRING TRING....
Suara bel yang menandakan waktu istirahat telah usai.
"Udah bel. Yuk ke kelas!". Ajak Kanaya yang membuat mereka segera berjalan pergi meninggalkan rooftop.
Beberapa jam pun tanpa terasa telah berlalu hingga bel yang menandakan waktu pulang pun akhirnya berbunyi.
TRING TRING TRING....
Suara bel yang menandakan waktu pulang telah tiba.
Para mahasiswa terlihat segera berhamburan pergi, agar dapat secepatnya pulang ke rumah masing-masing.
"Bang gw pergi dulu." Pamit Ellena pada Ellen.
"Hmm. Elyon gw titip dia". Kata Ellen pada Elyon yang langsung menganggukkan kepalanya.
"Ellena. Hati-hati di jalan". Kata Sherly sambil melambaikan tangan ke arah calon adik iparnya.
"Iyah, kak. Bye!!!". Balas Ellena ikut melambaikan tangan sambil memasuki mobil milik Elyon, lalu mobil itu pun segera berpacu pergi menjauh dari parkiran kampus.
Beberapa menit kemudian mereka pun akhirnya sampai di rumah yang di berikan oleh Papa Devan untuk mereka.
"Ini rumahnya? Wahh! Daebak! Gw suka rumah minimalis". Tanya Ellena menatap kagum rumah besar yang berada di hadapannya saat ini.
"Suka?". Tanya Elyon pada Ellena yang masih sibuk mengagumi rumah yang kelak akan mereka tinggali setelah menikah itu.
"Banget!". Jawab Ellena dengan penuh semangat yang menghasilkan membuat Elyon tersenyum bahagia.
Tanpa membuang waktu mereka pun langsung masuk ke dalam untuk melihat - lihat beberapa ruangan di rumah itu.
"Bibi mana?". Batin Elyon terlihat mengedarkan pandangannya ke seisi rumah untuk mencari seseorang.
"Lena ini akan menjadi kamar kita nanti kamu suka?". Tanya Elyon terlihat meminta pendapat Ellena tentang kamar yang mereka masuki itu.
"Wahh! Daebak! Bagus banget kok, aku suka nuansanya." Jawab Ellena yang saat ini terlihat sangat bersemangat untuk melihat - lihat isi kamar itu.
Raut wajah Ellena yang sebelum nya bersemangat pun mendadak berubah menjadi kesu, setelah mengingat sesuatu.
"Emm. Lyon, sebelumnya aku pu-punya satu permintaan. Bisa tunggu aku si-ap dulu untuk melakukan-". Kata Ellena terhenti, karena Elyon yang langsung menarik dagu agar kedua mata mereka saling bertatapan.
"Jangan pernah menunduk! Aku ngak akan maksa kamu, kalau memang belum siap". Kata Elyon tersenyum kecil dengan tangan nya yang tengah sibuk mengelus lembut pipi Ellena.
"Makasih. Kamu sudah mau mengerti". Balas Ellena sambil tersenyum kecil dan akhirnya dapat bernafas lega.
"No problem. Bukankah wanita memang butuh di mengerti". Balas Elyon terdengar penuh kelembutan.
"Aku hanya mengharapkan kebahagiaan mu, Lena". Batin Elyon berbicara penuh ketulusan.
"Dasar gombal!". Balas Ellena terlihat langsung memalingkan wajah nya yang hanya sebagai alibi, agar Elyon tak menyadari ke arah ke dua bola mata nya yang sedang berkaca-kaca.
"Kenapa?". Tanya Elyon terlihat bingung ketika melihat tingkah Ellena yang mendadak aneh.
"Ngak papa". Balas Ellena sambil mencoba memperlihatkan senyum adalan nya.
"Huh. Dasar perempuan gampang baperan". Batin Elyon sambil menatap intens raut wajah Ellena yang tak akan bisa mengelabuinya.
CUP
Tak ada angin dan hujan tiba - tiba saja Elyon mengecup singkat pipi kiri Ellena yang langsung membuat Sang empu berdiri mematung di hadapannya.
"Sorry. Siapa suruh kamu gemesin?". Kata Elyon yang tersenyum kemenangan. Sungguh tindakan juga ucapannya tadi berhasil memberikan serangan telak untuk jantung juga hati mungil Ellena yang sayangnya suka baperan itu.
"Ihh!!! Kok tiba-tiba banget sih! Kan jantung plus hati gw jadi langsung porak poranda!!!". Batin Ellena sedang tertekan, karena euforia serta guncangan hebat yang di alami jantung juga hatinya saat ini.
BERSAMBUNG.....