NovelToon NovelToon
Tak Seindah Mutiara

Tak Seindah Mutiara

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Perjodohan / Tamat
Popularitas:860.5k
Nilai: 5
Nama Author: meliani

"Siapa bilang Mutiara selalu indah berkilau?
Tidak, aku menggeleng. Mutiara yang kumiliki menyakitkan. Bahkan dalam keadaan tak tersentuh sekalipun. Apalagi seandainya bila aku menyentuhnya? Pasti kilauannya membuat kedua mataku buta." Jimmy~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menelan kembali susunan kata

Setelah perbincangan-nya dengan Ryan selesai, Jimmy memutuskan untuk pulang ke rumah. Melihat jam tangan di tangan kirinya, kini waktu telah menunjukkan pukul tiga pagi WIB. Jimmy duduk bersandar di sofa setelah melepaskan kaos kakinya.

"Waktunya nanggung" gumamnya. Jika Jimmy tidur, pasti akan sulit untuk bangun waktu subuh nanti. Sambil menunggu datangnya waktu itu, Jimmy memutuskan untuk membuat makanan di dapurnya karena perutnya terasa keroncongan. Sudah berapa hari ini juga Jimmy tidak memperhatikan makannya. Dan tubuhnya terlihat sedikit lebih kurus.

Aroma makanan menguar di seluruh sudut dapur sesaat setelah Jimmy membuat spaghetti. Ya, hanya itu yang tersedia. Kulkas pun kosong melompong. Sekalipun Mutia tak pernah mau mengisinya dengan sayuran mentah. Jimmy benar-benar heran dengan istrinya, apakah sebagai seorang perempuan Mutia tidak mempunyai keinginan untuk memasak?

Setelah selesai mengisi perutnya, Jimmy membuka mesin cuci satu tabung yang terletak di dekat kamar mandi dapur. Jimmy memasukkan baju-bajunya. Memilih satu persatu mana yang bisa di cuci di dalam sana, kemudian menekan tombol on. Hal ini sudah biasa ia lakukan sendiri. Jika masih belum sempat juga, Jimmy akan membawa pakaian-pakaian kotornya ke tempat laundry.

***

Ting tong!

"Iya sebentar!" seru Jimmy pada tamu yang datang. Dia segera memakai kaosnya karena sedang bertelanjang dada barusan. Kemudian membukakan pintu.

"Assalamualaikum, Pak Jimmy..."

"Waalaikumsalam, masuk saja Mbak Wati..."

"Baik Pak..." perempuan berusia tiga puluh lima tahunan itu masuk ke dalam rumah. Memulai aktifitasnya.

Sudah beberapa minggu terakhir Jimmy mempekerjakan seseorang untuk membersihkan rumah, tidak menginap, hanya pulang pergi.

Triiiing!

"Mutia..." gumam Jimmy saat melihat Mutia menelponnya.

"Halo, assalamualaikum Mas Jim," terdengar suara panik Mutia.

"Waalaikumsalam, kenapa suara kamu panik, nangis?"

"Papa masuk ke rumah sakit hiks..."

"Kenapa bisa masuk rumah sakit?"

"Nggak tahu. Karena Papa pagi ini nggak keluar kamar, jadi tadi aku bangunin. Tapi ternyata Papa nggak mau bangun, beliau pingsan... aku takut hiks... aku takut Papa--"

"Jangan berpikiran buruk," potong Jimmy cepat.

Terdengar Mutia semakin terisak disana.

"Di rumah sakit mana?" tanya Jimmy.

"Siloam."

"Yaudah, Mas segera kesana. Tenangin diri kamu ya?"

"Iya."

Panggilan ditutup. Jimmy segera mengganti pakaiannya kemudian langsung meluncur ke rumah sakit tempat Papa mertuanya di rawat.

Sesampainya di rumah sakit.

"Mas Jim, Papa..." greb!

Mutia langsung memeluknya erat saat begitu ia tahu Jimmy datang. Jimmy tidak menolak atau pun membalas pelukan Mutia. Bukan apa-apa, dia hanya ingin membentengi dirinya agar tidak terlalu jatuh terlalu dalam. Jimmy tahu saat ini yang Mutia lakukan hanyalah spontanitas pada saat seseorang tengah bersedih, panik, dan tak tenang. Dan itu bisa Mutia lakukan kepada siapa saja yang ada di dekatnya, termasuk dirinya. Bukan berdasarkan perasaan saling membutuhkan.

"Sudah dek, yakin Papa pasti baik-baik saja..." ucap Jimmy kemudian.

Satu jam berlalu.

Segala pemeriksaan sudah selesai, Papa Ahmad juga sudah sadarkan diri meskipun kondisinya masih lemah. Dokter juga baru saja keluar dari ruangan ini setelah menjelaskan penyebab beliau pingsan, yaitu karena tekanan darah Papa Ahmad turun dan jantung tidak dapat memompa darah seperti seharusnya.

Berkata lirih, Papa Ahmad memanggil nama menantunya. "Jimmy, Papa ingin bicara Nak..."

Jimmy mendekat, kemudian duduk di samping kiri Papa mertuanya untuk mendengar apapun apa yang akan beliau sampaikan.

"Tolong maafkan putriku..."

"Ya, Papa jangan khawatirkan itu, saya sudah memaafkannya Pa," jawab Jimmy setelah terdiam beberapa saat.

"Tolong berjanji dengan Papa, jangan lepaskan Mutia. Cuma kamu satu-satunya yang Papa punya, nggak ada yang lain lagi..."

Jimmy mengangguk-kan kepalanya pelan. Dia telah menelan kembali susunan kata yang akan ia katakan kepada Papa Ahmad. Nyatanya, dia bukan orang yang tega membicarakan perpisahan kepada laki-laki tua yang sudah terbaring lemah di depannya.

Siapa dia? Sehingga dengan gampangnya berucap cerai, mengembalikan Mutia kepada orang yang sedang sekarat. Mau membunuh laki-laki tua ini secara cepat?

Mutia tidak berani hanya menunduk dalam. Dia sudah benar-benar ingin di lepas bebaskan. Tapi keadaan kenapa malah kembali memaksa dirinya lagi?

***

To be continued.

Masih ada susulannya. Sabar menunggu ya?

1
Ibelmizzel
dasar pelacur laknat.
Edah J
Ceritanya bagus tidak berbelit Belit karena sdh end jd bacanya cuma 2hari
thank author novelnya kereeeeen 👍👍👍
sukses terus yaa😊
Edah J
Emang sih firasat ibu terkadang lebih tajam
Edah J
ohh begitu yaa
Edah J
nyesel kan Lo😏
Edah J
Apa frans akan dendam
Edah J
So mut mut
Edah J
Istri yang g ada akhlak 😁😁😁
Edah J
Agaknya sedikit rese nie si mut mut🙁
Edah J
like ahh👍
Edah J
Aku engap,sesek nie napas 🙁
Edah J
Hadirr☝️☝️☝️
tp sdh ada yg nyesek didada🙁
ibah
Candu bangaat baca karya othor yg satu ini,😘
sayangya aku baru Nemu novel ini..Sukses terus Kaka othor 😍
Ana_: terima kasih kak❤😙
total 1 replies
Hr sasuwe
suka ceritanya ngena banget tuh
Hr sasuwe
suka critanya
Hr sasuwe
sedih lo dengerin penyesalan mutia nyesek banget bgitu mutia berusaha buat ikhlas
Ekawati Hani
Sosok Jimmy👍👍👍
tidak mau membahas masa lalu.
Ekawati Hani
Ini hukuman buat mutia belum selesai.
Ekawati Hani
Karma buat mutia
Ekawati Hani
Akhirnya Jimmy bersikap tegas👍
nyesek berada diposisi Jimmy😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!