Alex Zenifer adalah seorang ketua gengster White Tiger yang dikenal dengan julukan raja dari para gengster.
Alex berhenti menjadi ketua gengster White Tiger karena ibunya meminta dia untuk berjanji padanya.
Perjanjian yang harus diwujudkan oleh Alex adalah melanjutkan sekolah di akademi elite untuk menjadi orang yang baik.
Di Akademi Alex tidak sengaja bertemu dengan lima gadis kembar.
Alex selalu fokus dalam belajar karena ingin mewujudkan janji yang tertanam pada jiwa dan pikirannya.
Orang tua dari ke lima gadis kembar adalah teman baik ayah dan ibu Alex sebelum mereka berdua meninggal.
Alex diminta untuk mengajari mereka berlima sekaligus juga melindungi mereka semua dari bahaya, karena kedua orang tua dari lima gadis kembar mengetahui Alex adalah ketua gengster terkuat di indonesia.
Apakah Alex bisa mengubah semua sifatnya?
Apakah Alex bisa mengajari dan melindungi mereka berlima?
Apakah Alex bisa merasakan cinta dari lima gadis tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ligar Cahyadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#24 Insting Tajam Dari Mantan Seorang Pembalap
...*Selamat Membaca*...
Setelah menghabiskan waktu di salah satu perusahaan kendaraan roda dua, Alex langsung pergi begitu saja dan menyerahkan semua proses nya pada manager tersebut. Dia mengendarai sepeda motornya dengan sangat kencang, dan sama sekali tidak memperdulikan keselamatan dalam berkendara.
Namun Alex tetap mematuhi rambu-rambu lalu lintas, dan dia berhenti ketika lampu merah menyala dalam perempatan jalan. Disaat bersamaan, HP nya berdering, lalu dia segera mengangkat telpon tersebut yang berasal dari paman Salim.
"Halo paman. Bagaimana hasilnya? Apakah paman sudah mengetahui lokasi dari mobil itu?" sapa Alex dalam telpon nya, lalu menanyakan keberadaan mobil yang membawa Olivia.
"Ya tuan muda, saya mendapatkan jejaknya, dan jarak tuan dengan mobil itu cukup jauh." jawab Salim sambil memantau mobil tersebut.
"Tidak peduli seberapa jauhnya itu, yang paling penting pandu aku untuk mendekat pada orang itu." pinta Alex, lalu dia menyambung headset nya pada HP tersebut, karena beberapa detik lagi lampu hijau akan menyala.
"Baik tuan muda." jawab Salim sambil memberitahukan arah mana saja yang harus dilewati oleh Alex.
Kemudian lampu berwarna hijau pun menyala, dan Alex langsung tancap gas sambil menyalakan lampu kedua lampu sen dengan artian ada situasi darurat.
Dalam perjalanan mengejar mobil tersebut, dari kejauhan Alex melihat polisi yang sedang bertugas melakukan penertiban. Salah satu polisi itu menatapnya juga dari kejauhan, dan hendak memberhentikan nya menuju ke pinggir jalan. Namun Alex menghiraukan peringatan tersebut, karena situasi nya ini sangat darurat.
"Dasar anak muda!" ucap polisi tersebut, lalu dia meminta pada kedua bawahannya untuk mengejar Alex. Kedua polisi tersebut langsung berjalan menuju kendaraan nya, lalu mereka menancap gas sambil menyalakan sirine.
Dalam beberapa saat, kedua polisi tersebut sudah berada dekat dengan Alex. Namun hal ini sama sekali tidak membuat dirinya gugup, dan malah memberikan kesempatan yang bagus untuknya karena pengendara lain langsung ke pinggir bahu jalan.
Lama kelamaan kedua polisi itu mencurigai dirinya, dan salah satu dari mereka melaporkan pada pihak kepolisian terdekat untuk membantu memblokir jalan yang dituju oleh Alex. Mendengar perkataan seperti itu, beberapa personil kepolisian hendak melakukan pemblokiran jalan terdekat guna untuk memberhentikan Alex.
Dari kejauhan, Alex melihat beberapa personil kepolisian sudah menutup jalan yang ingin dilalui olehnya, dan hal ini membuat dirinya merasa terganggu, apalagi itu adalah satu-satunya jalan pintas untuk mengejar mobil yang membawa Olivia.
"Paman, beritahu Aqila untuk mengurusi pihak kepolisian yang menghalangi jalanku. Kalau seperti ini terus, besar kemungkinan Olivia tidak bisa diselamatkan!" pinta Alex dengan nada kesal.
"Baik tuan, akan segera saya sampaikan." jawab Salim, sambil memberitahukan situasinya pada Aqila. Dengan sigap, Aqila langsung menghubungi pihak kepolisian pusat yang berada di wilayah selatan.
Tidak sampai memakan waktu 1 menit, salah satu dari personil kepolisian itu mengangkat panggilan telpon, dan seperti biasa menyapa sampai bertanya mengenai tujuannya. Tanpa basa basi, Aqila menyebutkan tujuannya secara singkat, dan mengatasnamakan gangster white tiger. Mendengar nama dari gangster tersebut, polisi tersebut langsung berlari ke ruangan kepala Kepolisian tanpa mengetuk pintu.
"Braakk"
"Pak kepala, pak kepala!!!" panggil polisi tersebut dengan nafas terengah-engah.
"Ada apa terburu-buru seperti itu? Dan mengapa kamu tidak memakai tatakrama dalam memasuki ruangan?" tanya kepala Polisi tersebut dengan kesal.
"Maaf mengenai hal itu pak kepala, dan seseorang... Seseorang ingin berbicara dengan anda sekarang juga!" jawab polisi tersebut dengan gugup.
"Hah, siapa orang yang membuat mu bertindak tidak sopan itu?" tanya kembali kepala Kepolisian tersebut dengan kesal.
"Ga-ga-gangster White Tiger." jawab polisi tersebut dengan sangat gugup.
Kepala Kepolisian tersebut sangat terkejut setelah mendengar perkataan seperti itu dari bawahannya. Tanpa banyak bicara, dia langsung keluar dengan terburu-buru, karena bila telpon itu ditutup maka riwayatnya akan tamat.
"A, ha-halo." ucap kepala Kepolisian tersebut dengan gugup.
"Sepertinya anda memiliki urusan yang sangat penting, sehingga saya harus menunggu cukup lama." jawab Aqila dengan nada kesal.
"Gleg. Su-suara ini tidak salah lagi adalah nona Aqila. Halah, tamat sudah riwayat ku." gumam kepala Polisi tersebut dengan pasrah. "Ma-maaf membuat nona menunggu, tadi itu saya..." lanjutnya namun perkataan nya disela.
"Kesampingkan yang barusan, karena ada hal penting yang harus anda lakukan dengan segera." sela Aqila dengan perkataan serius.
Singkat cerita Aqila menjelaskan semua kejadian yang terjadi di taman bermain mengenai penculikan anak. Dia meminta kepadanya, untuk menghentikan kedua polisi yang sedang mengejarnya serta berikan akses jalan tanpa adanya hambatan.
"Kalau boleh tau, siapa orang yang sedang dikejar oleh kedua polisi itu? Apakah dia keluarga nona, atau..." tanya kepala Polisi tersebut, namun perkataan nya segera dijawab oleh Aqila.
"Orang itu adalah tuan muda, sekaligus Ketua dari gangster White Tiger. Bila anda masih terus menerus membuang waktunya, apakah anda bisa mengatasi konsekuensi nya?" jawab Aqila dengan sedikit ancaman.
"Ba-baik, sesegera mungkin akan saya lakukan." tanggap kepala Polisi tersebut, sambil menutup teleponnya. Tanpa banyak bicara, dia itu langsung menghubungi setiap pihak kepolisian yang berada di wilayah Selatan, dan ikut serta membantu Alex dalam penyelamatan anak yang di culik.
Tidak lama setelah itu...
Kedua polisi yang sedang mengejar Alex, secara tiba-tiba mereka mendapatkan panggilan dari atasannya, untuk segera menghentikan pengejaran terhadap orang tersebut, dan memberikan perintah baru untuk membantunya.
Salah satu dari polisi tersebut sempat menanyakan mengenai Identitas orang yang sedang dikejarnya, namun atasannya tidak memberitahu mengenai Alex dikarenakan menyangkut janji pada waktu dulu.
Tanpa banyak bertanya, kedua polisi tersebut melakukan apa yang diperintah oleh atasannya, dan mereka mematikan bunyi dari sirine sambil memberikan arahan pada personil kepolisian terdekat.
Selain itu juga, kepala Kepolisian pusat ikut membantu dalam penanganan hal tersebut, sehingga semua polisi memberikan akses perjalanan Alex tidak terhambat meski dalam beberapa detik.
"Tuan muda, masalah mengenai kepolisian sudah teratasi dengan baik." ucap Salim dengan memberi kabar atas keinginannya tadi.
"Terimakasih paman, Aqila. Dengan ini aku bisa mengejar mereka." jawab Alex sambil melaju dengan kencang melebihi kecepatan sebelumnya.
Kemudian Salim kembali fokus untuk memandu Alex ke jalan yang lebih cepat, supaya jarak diantara mereka berdua lebih dekat. Cuma dalam beberapa belokan lagi, Alex bisa melihat mobil yang membawa Olivia.
Sesampainya pada belokan terakhir, Alex melihat mobil berwarna putih dari jarak yang cukup jauh, lalu dia menancap gas nya supaya bisa mendekat atau menyusul mobil tersebut.
Selang waktu beberapa menit, akhirnya jarak antara mobil itu semakin dekat. Namun Alex kembali meminta bantuan pada Salim, kalau mobil itu benar-benar yang dia cari.
Dengan teknologi serta akses penuh yang diberikan oleh kepala Kepolisian wilayah selatan, Salim mencoba untuk mengakses beberapa kamera yang terdapat di antara lampu merah.
Dalam penglihatan kamera yang di akses oleh Salim, dia melihat kalau ada 2 orang berada di bagian depan mobil dan salah satu dari mereka masih mengenakan pakaian seorang badut.
"Tuan muda, tidak salah lagi itu adalah orang yang sudah menculik anak dari panti asuhan. Soalnya itu sangat cocok dengan orang yang keluar lebih dulu di taman bermain." ucap Salim dengan memberitahu apa yang sudah dilihatnya dari kamera lalulintas.
Tanpa banyak bicara, Alex sesegera mungkin mendekati mobil tersebut tanpa disadari oleh mereka. Akan tetapi, sopir yang mengendarai mobil itu bukanlah sopir biasa, melainkan seorang ahli dalam berkendara roda 4.
"Aku merasa, kalau kita sedang diikuti oleh seseorang." ucap sopir tersebut sambil memperhatikan dari kaca spion.
"Hah, bukankah tidak ada seorangpun yang melihat kita ketika keluar dari taman bermain? Masa iya ada orang yang menyadari hal ini, terlebih lagi sudah lebih dari setengah jam?" tanggap rekannya dengan meragukan perkataan dari rekannya itu.
"Diam dan tetap perhatikan pengendara motor itu!" sopir tersebut pada rekannya yang duduk di sebelah nya.
Setelah mendengar perkataan seperti itu, rekannya itu terus memperhatikan Alex yang sedang mengikutinya. Lalu dengan sengaja sopir tersebut berbelok beberapa kali untuk memastikan kalau orang yang dilihatnya itu benar-benar mengikutinya.
"Sialan, benar dengan ucapanmu tadi, kita sedang diikuti oleh pengendara motor itu!" ucap rekannya setelah memperhatikan Alex.
"Kalau begitu pegangan yang erat, dan beritahu juga rekan kita di dalam untuk melakukannya, karena saat ini aku ingin menunjukkan kemampuan ku dalam berkendara." ucap sopir tersebut sambil tersenyum lebar dan hendak melaju dengan cepat tanpa ada keraguan sedikit pun.
...Bersambung......
...{Pemberitahuan Update}...
...Untuk Update dilakukan pada waktu 19.00 WIB...
...Jika berkenan dan bersedia jangan lupa untuk dukung author dengan Like, Komen, Vote, Rate novel ini. Karena hal seperti inilah yang membuat para author sangat bahagia, terutama bagi saya....
...Terimakasih 🙏...
semangat ya👏👏