Terlahir dari keluarga yang sangat sederhana yang penuh dengan nyanyian luka membuat seorang Aisyah tumbuh menjadi seorang anak yang mandiri, pekerja keras, jujur, dan shalilah.Sehingga saat dewasa banyak pemuda yang ingin menjadikannya pendamping hidup. Namun siapakah yang akhirnya dapat menjadi pendamping hidup Aisyah ? Akan kah Nyanyian Takdir Aisyah berakhir bahagia?
ikuti kisah Novelku ya, dan jangan lupa dibaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitri Rahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
JAWABAN AISYAH 2
🌻Terimakasih ya sudah membaca karyaku , jika suka tinggalkan jejakmu berupa like, komen, tip dan vote karena itu sangat berarti untuk Author, semoga readers lovers sehat dan bahagia selalu.🌻
Sampai dirumah...
"Assalamualaikum, bu... Ais pulang.." Ucap Ais.
"Waalaikuussalam..... udah pulang nak, udah sholat zuhur.." Ucap Ibu.
"Alhamdulillah udah bu.." Jawab Ais.
"Oh ya, kak Ara mana kok nggak kelihatan.." Tanya Ais.
"Kak Ara ada dikebun belakang Ais sedang memetik daun singkong untuk lauk kita sore nanti," Ucap ibu.
Ais segera bergegas ke kebun belakang, karena pohon singkong yang subur Ais tak dapat melihat sosok kak Ara.
"Kak... kak Ara.." Panggil Ais dengan sedikit berteriak.
"Ehmmm.."Jawab kak Ara singkat.
"Kak.. sini deh.." Renggek Ais.
Ais memang sangat manja pada kedua orangtuanya dan kakak - kakaknya.
"Kak.... " Renggek Ais kembali.
"Ada apa sih Ais, tumben agak-agak lebay nih adek kesayangan kak Ara, pasti masalah surat cinta lagi.." Tebak kak Ara.
"Tuh kan nggak salah deh Ais mencari kak Ara, hebat banget udah kayak ahli nujum aja, tabakannya 100 persen akurat." Ucap Ais sambil tersenyum bergelatut manja pada kak Ara.
Kalau ada maunya aja, baikkkkkk banget sama kakak.." Ucap kak Ara dengan sedikit memonyongkan mulutnya.
Mereka berdua tertawa lepas, merasa senang saling meledek dan keduanya tak pernah marah.
*****
Ais dan kak Ara segera mencari posisi yang enak untuk mengobrol, dan bangku dibawah pohon jambu biji lah tempat yang terpilih.
Ais menyodorkan surat beramplop warna pink dengan harum semerbak ke kak Ara.
"Ais.. Kalau kak Ara yang dapat surat ini pasti sekarang perasaan kakak sedang terbang keangkasa luas.." Ucap kak Ara.
Ais hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala melihat kekonyolan kak Ara. Dia selalu bisa membuat Ais tersenyum.
Suasana terasa hening hanya hembusan angin yang sesekali menerpa wajah cantik keduanya dan menerbangkan rambut Ais yang panjang.
Kak Ara tampak serius membaca surat dari Hanif untuk Ais, tak ada raut senyum diwajah kak Ara.
"Ais... Kakak juga binggung harus menjawab apa, apa kamu terima saja cinta nya Hanif, sepertinya dia orang baik.." Ucap kak Ara.
"Kakak kok gitu sih jawabnya, apa kakak lupa janji kita pada ayah, kalau kak Ara kak Ani, dan kak Ari sudah terbebas dari perjanjian dengan Ayah, sedang Ais masih harus satu tahun lagi kak atau kalau nanti Ais kuliah mungkin akan masih panjang.." Ucap Ais terunduk.
"Perasaanmu bagaimana dengan Hanif apa kamu suka, atau kamu lebih suka si Rey yang dewasa.." Ucap kak Ara.
"Ais belum suka keduanya kak, kalau Hanif Ais belum kenal , Orangnya saja belum ketemu, sedangkan kak Rey, Ais punya sedikit rasa kagum entah mungkin juga Karena sikapnya yang lebih dewasa. Tapi untuk saat ini Ais belum bisa menjalani yang namanya pacaran kak, Ais masih terikat janji pada Ayah.." Ucap Ais.
"Baiklah Ais nanti malan kita coba merangkai kata untuk membalas surat Hanif.." Ucap kak. Ara.
Mereka berdua menyelesaikan tugas memetik daun singkong, karena sebentar lagi masuk waktu sholat Asyar.
*****
Malam hari....
"Kak nanti Ba'da Isya ya kita buat konsepnya.." Ucap Ais.
"Iya, Inshaa Allah.." Jawab kak Ara.
"Ada tugas buat makalah ya Ais ?" Tanya Ayah.
"Tumben tugasnya minta bantuan kak Ara .." Ucap Ayah lagi.
"Nggak kok Yah, Ais cuma mau minta bantuan kak Ara untuk membalas surat teman yah.." Ucap Ais jujur pada Ayahnya, karena dikeluarga Ais kejujuran itu nomor satu meski kadang konsekuensi yang diterima tidaklah mudah.
Ayah langsung menatap Ais dengan pandangan tajam dan menyelidik.
"Ayah... Ayah tenang saja, Ais nggak pacaran kok, makanya minta bantuan kak Ara untuk membalasnya supaya nggak menyinggung perasaan teman Ais, Ais nggak mau punya musuh Yah hanya karena masalah beginian.." Ucap Ais.
"Ehmmm..Ayah percaya sama anak - anak Ayah, Ayah bangga kalian masih menghormati orangtua.." Ucap Ayah.
"Maksih ya Yah.." Ucap Ais sambil memeluk bahu Ayah yang sedang duduk santai diruang tamu.
Ais dan kak Ara bergegas menuju kamar setelah selesai sholat.
Ais mengambil kertas bukunya untuk segera menulis.
*Assalamualaikum wr. wb
teruntuk Hanif...
Terima kasih sudah mengirimkan surat ini untukku.
Terima kasih juga untuk sudah mengagumiku.
Bukan maksud hati untuk mencari perhatian,
bukan maksud hati dengan segala yang aku lakukan menjadikan niat sombong.
Semua yang aku lakukan hanya semata mengharap ridho Allah.
jangan sanjung dan puji diriku secara berlebihan karena itu akan melemahkan hatiku.
Maaf... mungkin hanya kata ini yang dapat mewakili perasaanku saat ini.
Karena aku belum bisa menerima perasaan tulus yang Hanif punya.
Namun Ais yakin niatan yang tulus dan suci itu tidaklah salah, jika Allah mengehendaki kita berjodoh maka tak akan lari kemanapun jua , kita pasti bisa mengikat janji suci pernikahan.
Ais hanya bisa meminta bisakah kita menjalaninya seperti air mengalir, jika disertai ridho Allah kita akan bertemu dimuara kasih pernikahan.
Maafkan aku,
Aisyah*
Bersambung.....
Mohon masukannya ya buat author karena ini tulisan perdana author. Love you readers
Terimakasih ya sudah membaca karyaku ,jika suka tinggalkan jejakmu berupa like dan komen karena itu sangat berarti untuk Author, semoga readers lovers sehat dan bahagia selalu.
Sambil menunggu ceritaku yang ini Up baca juga Novelku Cinta Bersemi Diujung Musim.
Dan karya apik author yang lain :
Fit Fithree Fitri.
Arsitek Cantik. Cinta Untuk Dokter Nisa.
Mengejar Cinta Ariel
Almaira My Secret Wife
My Love My Babysitter
*Sohibul Ikhsan. Putih Abu - Abu
Kembar Tidak Identik
*Ergina Putri
Melawan Rasa Takutku
My Heart Is Only For You
*Sudrun
Penjelah Malam
Samudra
*Putri Tanjung
OB Kerudung Biru
*Envy Yo Wesben.
My Princess OG.
*Sisca Nasty
Mafia in Love
*Cindyelvira
Ketika Muslimah Jatuh Cinta
Istri Sholehah
*Karlina Sulaiman
Mencintaimu Dalam Diam