NovelToon NovelToon
Pernikahan Yang Terpaksa

Pernikahan Yang Terpaksa

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:277k
Nilai: 4.8
Nama Author: Ega Mdf

Kisah jovan dan alina yang terpaksa menikah karena kesalah pahaman.
mereka menjalani hari-hari pernikahan mereka dengan perasaan biasa, namun perlahan di antara keduanya tumbuh rasa cinta yang seolah sama-sama tidak ingin saling melepaskan.

Namun siapa sangka sebuah kesalah pahaman juga membuat alina ingin berpisah dari jovan.

Apakah yang membuat alina ragu dengan jovan setelah kepulangan jovan dari luar negeri?

Akankah jovan memenuhi keinginan alina untuk berpisah atau tetap akan mempertahankan pernikahan mereka?

===========================

Jangan lupa tinggalkan jejak ya readers.
selamat membaca 😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ega Mdf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 23

"Mami, shanum nggak mau menikah mudah, shanum mau bekerja dulu mam." Suara shanum yang sudah menangis sambil memeluk maminya.

Ketika para tamu papinya pulang, shanum langsung berlari masuk ke kamarnya ingin menumpahkan air matanya yang sejak tadi ia tahan.

"Sayang percayalah, pilihan orang tua adalah yang terbaik." Ucap mami jesi berusaha meyakinkan putrinya itu.

Shanum menggeleng cepat, sekilas shanum mengingat wajah datar laki-laki yang akan di jodohnkan dengannya tadi.

"Pasti pria itu sudah memiliki kekasih mi, nggak mungkin pria setampan dia belum memiliki kekasih. Shanum nggak mau jika shanum harus menikah dengan pria yang sudah memiliki kekasih, pasti laki-laki itu juga sangat keberatan dengan perjodohan ini." Tukas shanum entah pemikiran dari mana dia bisa menyimpulkan jika aby telah memiliki kekasih.

Mungkin shanum sedang berusaha membuat maminya bisa membujuk darman untuk membatalkan perjodohannya itu.

"Nggak mungkin sayang, ayahnya sendiri yang mengatakan jika putranya sama sekali tidak memiliki kekasih." Ucap jesi terus meyakinkan shanum.

Hinggah akhirnya shanum menyerah dan meminta pada jesi dia ingin beristirahat.

"Mami, shanum sudah ngantuk." Kata shanum pada maminya, melepaskan pelukannya.

"Iya sudah kamu istirahat ya nak."

Jesi beranjak dari kamar putrinya meninggalkan shanum yang ingin beristirahat. Jesi berniat ingin merubah niat suaminya agar shanum tidak perlu di jodohkan, karena jujur jesi sendiri belum ingin melihat putrinya menikah, jesi masih ingin merawat putri satu-satunya itu.

"Pi, mami mau bicara." Kata jesi pada darman.

Darman yang baru saja naik ke tempat tidur sekilas menghentikan niatnya dan melihat ke arah istrinya.

"Mau bicara apa mi." Sahut darman.

"Apa sebaiknya shanum tidak perlu di jodohkan, shanum juga masih sangat mudah lo pi." Ucap jesi dengan penuh hati-hati, takut jika suaminya akan emosi.

Dan benar saja raut wajah suaminya seketika berubah datar.

"Apa maksud mami ingin menolak perjodohan ini." Tukas darman dengan suara tegas.

"Bukan seperti itu pi, hanya saja mami merasa shanum masih sangat mudah dan belum cukup dewasa untuk menjalani rumah tangga." Ucap jesi cepat, berusaha bersikap lebih tenang.

"Tidak bisa,, papi sudah menerima perjodohan ini. Tidak bisa di tolak lagi, jangan membuatku malu mi, katakan pada shanum jika dia menolak perjodohan ini siap-siap saja dia tidak akan lagi melihat ayahnya." Ucap darman dengan tegas dan penuh penekanan.

Jesi hanya terdiam tidak lagi menanggapi perkataan sang suami.

Darman dengan suasana hatinya yang kesal pun lanjut membaringkan dirinya di tempat tidur yang tadi sempat ia urungkan hanya untuk mendengar sang istri.

"Mami tidur saja tidak perlu memikirkan hal-hal buruk, papi sangat percaya dengan keluarga hendra, papi sudah sangat mengenalnya." Ucap darman pada jesi.

Sementara jesi tidak lagi bersuara dia hanya mendengar ocehan suaminya yang sudah berbaring di sampingnya.

****

Di tempat lain di waktu yang sama, malam sudah semakin larut namun aby masih terlihat berkutat dengan benda persegi yang ada di hadapannya itu.

"Gio, bagaimana dengan proyek yang akan kita ajukan kerjasama atas ijin pemerintah, apa mungkin akan di setujui?" Tanya aby pada gio sahabatnya.

"Bisa saja asal kita punya bajet banyak, kamu kan cukup tajir jadi gampanglah buat ngedapatin proyek besar seperti itu. Eh tapi juga harus ada relasi dari dalam loh biar makin gampang." Sahut gio menjelaskan mengenai proyek besar yang akan mereka incar.

Aby terlihat manggut manggut mendengar ucapan gio yang ada benarnya juga.

"Kalau begitu kita lakukan sesuai apa yang kamu bilang barusan." Kata aby kemudian.

"Hahh? benaran by, kamu mau ajuhin proyek gede itu." Gio sedikit terkejut pasalnya akan sulit untuk mendapatkan tender proyek yang menurutnya cukup sulit untuk di dapatkan.

Aby menyerngitkan dahinya, sedikit heran melihat reaksi gio.

"Kamu keberatan?" Sinis aby.

"Nggak sih, tumben aja kamu mau berjuang sampai segitunya. Biasanya kamu bakalan ngelepasinnya begitu saja." Tukas gio.

"Apa jangan-jangan karena kamu di jodohkan terus dengan proyek itu kamu bisa mempunyai alasan buat nolak perjodohan kamu itu?" Gio kembali bersuara dengan mata yang memicing ke arah aby.

Aby tidak mau mendengar ocehan gio dia beranjak dari kursi kejanya lalu merogoh kunci mobil serta jasnya berniat ingin pulang karena waktu sudah larut malam.

"Pulang, udah larut." Kata aby meninggalkan gio sendiri yang masih di ruangan kerjanya.

"Ehh, enak aja lu ninggalin gue sendiri." Suara gio sedikit kesal pada sahabatnya itu.

"Ya udah balik, ngapain masih kerja larut malam gini." Teriak aby yang sudah berada di luar ruang kerja.

Gio dengan cepat membereskan berkas yang sedikit berserakan, setelah itu bergegas meninggalkan kantor yang memang sudah terlihat sangat sepi.

"Mau ngapain kamu?" Tanya aby yang tiba-tiba melihat gio sudah memasuki mobilnya.

"Ya ngikut pulang lah, gue nginep di tempat lu malam ini ya." Sahut gio dengan santai tanpa beban.

"Nggak, aku nggak pulang ke apartemen. Aku pulang ke rumah." Ucap aby yang sudah geram melihat tingkah gio.

"Ya udah anterin gue pulang, kan lu tau sendiri mobil gue masuk bengkel tadi." Gio dengan santainya sudah memasang seatbelt di kursi penumpang samping aby.

Aby menggeleng melihat tingkah bar bar sahabatnya itu. Mau tidak mau terpaksa aby harus mengantar gio terlebih dulu meski ini sudah pukul 22.00 hampir larut malam.

Aby dan gio memang terlambat pulang hari ini, karena ada pekerjaan yang mengharuskan keduanya untuk lembur. Dan juga membahas mengenai proyek baru yang akan mereka tangani.

"Jadi kapan acara perjodohan lu di laksanakan?" Kali ini gio sedikit kepo dengan aby yang benar-benar akan di jodohkan.

"Nggak usah tanyain yang nggak penting, aku muak ngebahasnya." Sarkas aby yang memang malas membahas masalah perjodohan yang sama sekali tidak dia inginkan.

"Loh kok gitu.. Bukannya lu seneng ya dapat calon bini

cantiknya masyaallah gitu."

"Nggak usah ngaco, emang kamu udah pernah ketemu?" Tanya aby.

"Hehe belum sih, tapi pirasat gue bilang pasti calon bini lu cantik banget."

Aby kembali fokus dengan kemudinya, sedikit malas mendegar gio yang sejak tadi membahas tentang perjodohannya.

Untung jalanan sudah terlihat sepi jadi aby sedikit mempercepat laju mobilnya agar segera menurunkan laki-laki cerewet yang ada di sampingnya itu.

Tak membutuhkan waktu lama aby sampai di halaman rumah gio.

"Makasih brow." Ucap gio yang sudah turun dari mobil aby.

"Hmmm." Gumam aby, lalu meninggalkan halaman rumah gio.

Aby kembali melajukan mobil dengan kecepatan sedang, pikirannya masih di penuhi masalah perjodohannya, sesekali dia mengingat wajah perempuan bermuka bule yang akan di jodohkan dengan dirinya.

Dua puluh menit aby mengendarai mobilnya kini sudah sampai di kediaman orang tuanya.

"Aby, kok baru pulang nak." Tanya bunda yang memang menunggu kepulangan putranya.

Karena bunda rumy tidak pernah melihat aby pulang agak larut malam.

"Ada sedikit pekerjaan yang harus aby selesaikan di kantor bun, jadi aby terlambat pulang. Maaf, aby nggak memberi kabar pada bunda tadi." Jawab aby dengan sopan pada bundanya.

"Baiklah, sekarang istirahat. Apa kamu sudah makan malam?" Tanya bunda rumi lagi.

"Udah bun, tadi di kantor bareng gio." Sahut aby.

Aby pun meninggalkan ruang tamu, menuju kamar miliknya.

Sementara bunda rumy merasa kasihan pada putra sulungnya, pasti gara-gara perjodohan ini jadi aby sedikit menyibukkan dirinya di kantor hanya untuk melupakan tekanan dari ayahnya yang selalu membahas perihal perjodohannya yang memang putranya tidak menginginkan sama sekali.

Ada rasa khwatir di benak rumi, mengenai masa depan anaknya nanti ketika sudah menjalani pernikahan tanpa di dasari oleh cinta. Pikira-pikiran buruk selalu berputar di otaknya.

Rumy menggeleng cepat, untuk menghilangkan pikiran buruk yang mungkin tidak akan terjadi. Semoga saja semuanya baik-baik saja kedepannya.

1
Lina aja
nah gtu donk bersyukur atas Rahmat yg Alloh ydahberi
Nona Kinyiss
lah kan iya jovan dah mau tanggung jawab tanpa di suruh.. muter" ja dialog mereka ini
Diah Retnasari
kuliah di PT A kok ganti di PT B?
Selviah Selviah
aku suka sekali
FUZEIN
Bah..bah....ni la frust sangat..pas sayang sayangnya...ceritanya tergantung....😭😭😭😭
FUZEIN
Hahahaha..gagal.dah
FUZEIN
Kan bagus begitu....
FUZEIN
Simpati kat anum...aby ni..ku lesing kang...terburai gigi tu..acuh tak acuh ngan isteri
FUZEIN
Turut berbahagia
FUZEIN
Si jo ni..satu je perangai tak elok dia...merasa diri maha benar....tapi sendiri enak je tolong perempuan lain tanpa pengetahuan alin..sedangkan perkara buruk oertama disebabkan kesalahfahaman pun dsebabkan erika..masih gak tak..faham...
FUZEIN
Terlambat
FUZEIN
Aku jadi geram kat jobann ni....sanggup awal pagi jumpa perempuan lain..kan dah menimbulkan fitnah tu...
FUZEIN
Nah.. pergilah tolong erika tu..seharusnya kita dah ada isteri janganlah dekat dengan perempuan lain..yg boleh menimbulkan kan fitnah...
FUZEIN
Semakin tertarik dengan jalan cerita ni..🥰
Mirta Soriale
kok baru muncul thor
Mila Karmila
Lamaa bangeet up nya thor,, semangat teeuss
Mila Karmila
Hampir lupa ceritanya kak,, up dong
Jabal Nabila
next
Roro Anggun
di tunggu karya berikutnya
Mila Karmila
Asmiin, goodluck kakak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!