NovelToon NovelToon
Gadis Pembayar Hutang

Gadis Pembayar Hutang

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Balas Dendam / Badboy / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nafi'

Jangan lewatkan juga "DITAKDIRKAN MENCINTAIMU" dan "NGUMBARA CINTA"



Mengandung adegan dewasa 21+ jadi bijaklah dalam membaca.

Seorang dokter cantik bernama Ziya Almahiyra yang harus membayar hutang ayahnya dengan menjadi pembantu dirumah Aditya Dewa Bagaskoro tanpa gaji sedikitpun selama satu tahun.

Lalu bagaimana dengan cita citanya yang ingin mendirikan klinik sendiri,untuk menolong sesama, meringankan rasa sakit yang diderita pasien?

Ayahnya yang bangkrut karna hutang menggunung.Membuat sang ayah mengidap sakit jantung.Sang kakak bernama Nabila Sahara yang selalu pergi ke klub bersama teman temannya seperti tidak mau tau akan keadaan yang menimpa keluarga, adalah persoalan rumit bagaikan benang kusut yang tak mampu Ziya uraikan.

Aditya Dewa Bagaskoro menikahi Ziya. Kebahagiaan pun menghampiri keduanya. Namun apa jadinya jika ternyata ibunya tidak menyetujui pernikahan itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafi', isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kembali.

Rafa dan Ziya sudah ada dimeja makan. Ziya tadi masak karna Nabila yang biasanya sudah berkutat di dapur belum keluar kamar juga.

"Bi, kenapa kakak belum keluar kamar?" Sambil menata menu di meja.

"Biasa pengantin baru pasti terlambat bangun, kamu nanti juga seperti itu." Jawab bi Narsih tersenyum senyum sendiri.

Bi Narsih tadi mengetuk pintu Nabila, saat pintu dibuka hanya nampak kepala Nabila yang menyembul dengan rambut basah dan warna merah di leher Nabila. Sudah dipastikan apa yang terjadi semalam.

Rafa dan Ziya terheran dengan sikap sang bibi yang malah senyum senyum tak jelas. Namun Rafa akhirnya mencerna maksud ucapan Bi Narsih, beda dengan Ziya.

"Apa hubungannya terlambat bangun dan pengantin baru bik." Ziya masih belum paham.

"Dasar dokter kuper, gitu aja nggak tau." Rafa mencebik.

"Sialan, mas mana yang tega ngatain adiknya kuper." Ziya mendelik.

"Lagian udah jadi dokter, masalah gituan nggak tau."

"Gituan?" Ziya nampak berfikir makna kata gituan.

"Dah, forgeted. Jadi anterin kerumah tuan Aditya nggak?"

Rafa mengalihkan pembicaraan.

"Jadilah, itung itung hemat ongkos." Ziya nyengir.

Mana tuan Aditya udah nelpon mulu dari semalem. *Ziya, besok kamu harus balik besok, izin kamu hanya sampai tujuh hari*

"Iya tuan, besok sore sudah sampai."

*Jangan sampai malem, awas jam enam harus sudah ada disini kalau tidak, tanggung sendiri akibatnya*

"Huffft." Obrolan singkatnya dengan Aditya masih terngiang di telinga.

"Ngapain tarik nafas gtu."

"Gapapa, dah lanjutkan makan."

Sesuai kesepakatan Ziya akan bertandang kerumah Aditya diantar oleh Rafa. Kini mereka pamitan dengan Nabila.

"Nanti kasih kabar kalau udah sampai ya." Nabila memeluk adiknya.

"Iya, kakak kenapa ini lehernya. Kak, ini memar lho seperti nya pembuluh darah diarea kulit kakak pecah."

Ziya menyibakkan rambut Nabila, memeriksa dengan teliti, dan ternyata ada banyak lagi di bawah leher.

"Cepat kompres dengan air es kak."

Nabila nampak bingung harus jawab apa, sedang Steven mengulum senyum. Dan bi Narsih tertawa tertahan. Rafa tepok jidat karna kepolosan adiknya. Tak habis pikir ada ya lulusan dokter nggak tau masalah perkembang biakan manusia.

"Kakak, kalau yang ini seperti sebuah gigitan, ada salep dikamar aku, nanti cepet obati ya, biar tidak infeksi. Kak Steven nanti bantu kak Nabila ya. Sepertinya kakak salah pakai produk baru,"

Ingat saat itu kakaknya pernah merah merah seperti itu lalu melepuh kulitnya karna produk herbal dari sales keliling.

"Auuww, kenapa kak Rafa malah sentil kepala Ziya sehhh. Malah narik baju Ziya."

"Hei...dokter kuper, gitu aja nggak tau, biologi dapet nilai berapa seh?" Rafa gemas dengan adik yang satu ini, masih aja nggak tau soal begituan.

"Kok malah nanya nilai seh, a..."

Belum selesai ngomong hpnya berbunyi.

"Siapa ini yang nelpon."

Ih ni orang ya nelpon melulu.

"Halo tuan."

"Ingat jam enam harus sampai sini." Suara diseberang sangat tegas.

Ziya melihat arlojinya menunjukkan pukul tiga. Ziya belum sempat menjawab disana sudah bicara lagi.

"Kalau tidak, akan ada hukuman untukmu." Sambungan langsung terputus, Ziya menatap hpnya yang mati.

Nih orang nyebelin banget seh.

Ziya pun mengajak kakaknya berangkat dan perjalanan sudah sampai di simpang tujuh. Jam menunjukkan pukul empat kurang sepuluh menit.

"Kak, kita mampir ke toko Barokah ya beli oleh oleh untuk temen temen."

"Tapi perjalanan kita masih satu setengah jam lagi lho itupun, takutnya nanti telat."

"Telat dikit gapapa mas, aku nggak enak sama yang lain, kalau tidak bawa oleh oleh."

"Baiklah, dimana kita beli oleh olehnya."

"Diseberang sana aja mas, pertigaan dekat rumah makan."

Suasana di toko sedikit ramai, entah memang hari ini yang kebetulan malam minggu, atau karna memang kualitas produknya yang bagus dan enak tentunya.

Ziya memesan beberapa macam kue jenang dan dodol dengan beberapa macam varian rasa. Ziya membeli jenang lima kilo dan semua sudah dipisahkan dalam sebuah kotak. Ziya menenteng enam palstik kresek lalu menghampiri Rafa.

"Banyak banget oleh olehnya dek."

Terheran akan banyaknya belanjaan Ziya.

"Iya kak, ini untuk satpam dan para bodyguard menunjuk kresek lebih besar dari lainnya, untuk temen ART wanita, untuk tante nyonya besar dan penghuni rumah, ini untuk kak Winda, ini untuk Diki, dan ini untuk mas Rafa bawa pulang." Menunjuk satu persatu kreseknya.

"Ya udah, ayo kita jalan lagi."

Mereka lalu meneruskan perjalanannya, hingga sampai didepan rumah besar yang tentunya megah.

"Terima kasih ya mas, sudah dianterin."

Ziya mencium tangan Rafa, lalu Rafa mengusap rambut Ziya lembut.

"Iya, kalau nanti ada apa apa, atau dalam masalah, hubungi aku mas mu ini ya!"

"Siyap bos." Sembari tangannya hormat.

"Udah sana masuk."

"Mas nanti telpon aku ya, kalau sudah sampai." Ziya yang hampir masuk menoleh lagi.

"Iya, dahhh."

Rafa melambaikan tangannya dan kisbay sebelum pergi. Ziya menyerahkan satu kantong plastik kepada satpam sebelum masuk, dia juga menitipkan untuk para bodyguard.

Ziya sudah menyerahkan semua oleh oleh yang dibawanya. Dia juga sudah meminta maaf pada Lisa karna membiarkan Lisa pulang sendiri. Tinggal oleh oleh untuk Cak Ali dan pemilik rumah.

Nanti sajalah aku kasih ke Cak Ali dan tuan rumah setelah mandi.

Ziya pun menata beberapa pakaian nya di almari, lalu masuk ke kamar mandi dan membersihkan diri.

Sedang itu Aditya meninju dinding kamarnya berulang kali.

Sedekat itukah Ziya dengannya. Tidak, aku harus berusaha mendapatkannya, walau aku harus merebut paksa sekalipun.

Aditya menatap dirinya di cermin, memperbaiki style rambutnya yang berantakan, lalu menyemprotkan minyak. Merapikan kaos rumahan miliknya. Setelah terlihat rapi, dia mulai keluar dari kamarnya.

Sepanjang menuruni tangga, begitu jelas wajah Ziya yang begitu bahagia bersama Rafa. Apalagi, Ziya mau bersentuhan dengan pria itu.

"Tuan muda, ada yang bisa saya bantu?"

Cak Ali mendekat saat Aditya sampai dihalaman dekat kamar pembantu.

"Kamar Ziya dimana cak?" Cak Ali terbengong sejenak, memastikan benar atau salah apa yang dia dengar.

"Kamar Ziya dimana cak?" Mengulangi pertanyaannya.

"Disebelah sana tuan, yang ini pondok pria."

"Mari saya antarkan tuan."

Aditya langsung ke pondok putri diikuti oleh Cak Ali. Beberapa pambantu lain yang melihat berbisik bisik, dan kagum melihat ketampanan tuannya. Inilah pertama kalinya tuan muda ke pondok pembantu. Sungguh pemandangan yang langka.

Cak Ali memberikan sorot mata yang tajam, sehingga semua menunduk dan masuk ke kamar masing masing. Aditya santai saja mengikuti arahan dari Cak Ali.

"Benar ini kamarnya cak?"

Memperhatikan dengan seksama.

"Betul tuan, nona Ziya sendiri di kamar ini."

"Baiklah, kau boleh pergi." Cak Ali membungkuk, lalu pergi.

Aditya mengetuk beberapa kali, namun tak jawaban. Handel pintu pun dibukanya lalu...

"A...kau..

Aditya terdiam sejenak mengatur nafasnya.

**Bersambung...

Happy reading..

Mohon like, komen, dan vote juga rate agar author semangat. Terima kasih. Love you all**.

1
Ita Mei Lestari
Marina thoorr
Ran Tea
Luar biasa
Les Tary
zea adalah ziya yg lupa ingatan ya thor
Les Tary
sepertinya mama Maya hrs dikasih pelajaran biar kapok
Putri: Hai Kak, mampir yu ke karya ku "Dia Rain" seru kok walau baru terbit/Drool/
total 1 replies
Thasiroh Dita
luar biasa
Thasiroh Dita
luar biasa
Indh Fitrya
aditya lemot udh tau gitu kenapa g langsung menegahi malah udh di tabrak baru datang
Indh Fitrya
sebenarnya kembar gak sih,,,kog kayaknya malah marina yg tau rahasia tisya dan syita.harusnya kalo kembarkan aditya udh curiga.
Indh Fitrya
apakah syita kembar?????
rosalia rosalia
hadehhjjj....crtnya membuat q bingung.....hmmmmmmm
Elwi Chloe: Hai, ka. Baca novelku juga yuk! "Benih Tuan Leon"

Suatu hal yang harus dia pertaruhkan untuk mendapatkan uang, yakni tubuhnya sendiri. Jecy berakhir menghabiskan satu malam bersama seorang milyarder muda bernama Leon, pria yang terkenal dengan tempramen buruk. Hidupnya kacau ketika sang nenek meninggal dan dia mengetahui bahwa dia hamil.
total 1 replies
Dyon Ayaskelana
😅😅😅
ending yang membanggongkan
suti markonah
masa iya ada novel pemeran utama ny mati smua,aneh
Li5naJait
ngak jelas, berliku2 hanya utk mematikan zeya aza, untung diskip
Li5naJait
trlalu berbelit2 dan makin pusing ngak ada ujung, mana pemerannya banyak bgt, bingung dgn semua hubungan yg ada
Li5naJait
Nabila sgt egois, saat dia sndiri tahu dr awal bahwa kedua org tua Zafran masih hidup
Li5naJait
kenapa aku merasa bahwa Maya sgt hebat dgn semua kejahatannya, hingga saat ini dia masih baik2 aza, padahal semua org tahu perbuatan jahatnya trhadap ziya trmasuk Aditya
Lina Tobing
kasih senyum buat ceritanya ...ok di lanjut thor..semanggat💪
Nafi' thook: terima kasih
total 1 replies
Lina Tobing
Bismillah semoga ceritanya seru yaa
Betty Nurbaini
ujung2nya jatuh cinta... blum perna nemu cerita cewek yg pada akhirnya gak menikah sama penganiaya...
Mercy Sondakh Watti
haaaaa!!!
Nafi' thook: kenapa kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!