NovelToon NovelToon
Lovely Savage! (Bodyguard Kesayangan)

Lovely Savage! (Bodyguard Kesayangan)

Status: tamat
Genre:Komedi / Action / Cinta Seiring Waktu / Raja Tentara/Dewa Perang / Karir / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 5
Nama Author: Wachid Tiara

Aarav Baskara Darma, seorang jaksa yang harus menyewa jasa bodyguard untuk melindunginya dari teror yang terus saja menghampirinya, setiap dia berhasil menyelesaikan satu kasus. Dia tidak menyangka jika bodyguard cantik itu selalu bisa menarik perhatiannya, hingga hatinya merasa nyaman dengannya dan perlahan-lahan mulai menyukainya, walaupun gadis itu sangat dingin dan bahkan kejam padanya, dia juga sangat mata duitan. Dan jelas selalu saja membuat Aarav dengan mudahnya naik darah.

Bagaimana perjalanan kisah manis mereka?

Yuk! ikuti ceritanya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wachid Tiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 24

.

24

.

Kini keduanya sudah sampai di rumah keluarga Aarav. Erza dan Aarav sudah bersiap untuk masuk ke dalam rumah, tapi dari dalam rumah, Adrian keluar dengan pakaiannya yang sudah sangat rapi.

Erza terdiam menatapnya. Adrian benar-benar terlihat begitu tampan saat ini.

Erza sampai tidak bisa berkata-kata apapun untuk mengekspresikan perasaan saat ini.

"Katakan sesuatu tentang penampilan ku saat ini." Pinta Adrian.

Aarav hanya menatap adiknya dengan jengah, dia tahu jika Adrian hanya ingin agar Erza memuji ketampanannya.

'itu tidak akan berhasil! Erza tidak akan mengatakannya, karena aku sudah membayarnya untuk terus memuji ku.' ucap Aaeav dalam hatinya.

"Tapi itu mungkin akan terdengar sangat berisik." Ucap Erza.

"Berisik? Kenapa bisa berisik?" Tanya Aarav, dia tidak mengerti kenapa Erza mengatakan hal itu padanya.

"Sebenarnya apa yang ingin kamu katakan? Apa kamu ingin berteriak hanya untuk mengatakan penampilan ku sekarang ini?" Tanya Adrian.

Erza menganggukan kepalanya.

Adrian tersenyum lebar, "katakanlah. Aku tidak sabar untuk mendengarkannya." Ucap.

Erza menganggukan kepalanya, dia bersiap untuk mengatakan apa yang ingin dia katakan.

"Uwaaaaoow...! Adrian... Kamu terlihat seperti pangeran dari negeri dongeng. Mungkin kamu adalah gambaran sempurna dari pangeran tampan yang ada di dongeng sebelum tidur yang sering aku dengar saat kecil dulu. Tuhan benar-benar menciptakan mu dengan sangat sempurna. Perfect!" Ucap Erza yang tidak bisa menyembunyikan rasa kagumnya pada ketampanan Adrian. Terlebih Adrian juga menyuruhnya untuk melakukan hal itu.

Adrian tersenyum lebar. Dia mendekati Erza dengan ekspresi menggodanya.

Sementara Aarav melotot ke arah Erza yang sepertinya mengabaikannya.

"Mau kencan denganku? Aku single. Dan aku kesepian." Ucapnya srsya mengedipkan sebelah matanya pada Erza.

Mendengar itu wajah Erza memanas. Walaupun sering mendengar hal seperti itu, tapi saat Adrian yang mengucapkannya semuanya terdengar sangat berbeda.

Aarav mendesis melihat bagaimana Erza yang benar-benar tidak bisa mengendalikan dirinya untuk tidak tergoda oleh adiknya itu.

"Erza sayang.... Pekerjaan mu sangat banyak. Jadi ayo kita selesaikan dulu!" Aarav merangkul pundak Erza dan menariknya masuk ke dalam rumahnya.

Walaupun Erza sebenenrnya sangat tidak mau, tapi dia juga tidak bisa menolaknya.

"Erza... Aku akan menghubungi mu nanti... Kita bisa membuat janji lagi saat aku menghubungimu." Ucap Adrian seraya kembali mengedipkan sebelah matanya pada Erza.

"Aku pergi dulu..." Ucap Adrian lagi seraya melambaikan tangannya, setelah sebelumnya memberikan ciuman jarak jauh untuk Erza. Dia benar-benar terang-terangan menyatakan jika dia ingin mendekati Erza di depan Aarav yang jelas-jelas adalah kekasihnya, walaupun itu hanyalah sebuah pura-pura.

"Ada apa dengan matanya! Apa dia terkena semacam penyakit mata?! Dia terus saja mengedipkan sebelah matanya seperti itu! Dan itu terlihat sangat menjengkelkan!" Gerutu Aarav seraya terus berjalan merangkul pundak Erza.

"Dia sedang memberikan tatapan genit padaku. Itu artinya dia menyukaiku." Jawab Erza.

Dia melepaskan tangan Aarav dari pundaknya, dia juga menghentikan langkahnya untuk terus mengikuti langkah Aarav.

"Erza, Jangan terlalu banyak bermimpi! Adrian belum mengetahui seperti apa dirimu yang sebenarnya. Jika dia tahu, bagaimana kamu yang begitu kasar dan kejam ini, dia tidak akan pernah mau melakukan hal itu padamu. Tidak ada pria yang suka gadis kasar dan kejam Erza... Mereka hanya menyukai gadis yang lembut dan manis seperti Olivia.. "

Mendengar itu Erza tersenyum pahit.

"Aku tidak mengerti kenapa kamu terus mengatakan jika aku ini kejam dan kasar, jika tidak ada orang seperti ku ini, hidupmu juga sudah berakhir! Ada berbagai macam tipe orang di dunia ini. Ada yang lembut dan sudah pasti ada yang kasar. Ada yang baik, jelas... Sudah pasti ada yang kejam. Semuanya saling melengkapi. Aku memang seperti ini, aku hanya tahu, jika aku tidak perlu menjadi munafik hanya untuk menutupi seperti apa aku yang sebenarnya. Aku juga tidak pernah memaksamu atau siapapun untuk menyuakiku.

Aku juga tidak pernah ingin bekerja di sini bersama mu. Jika kamu keberatan dengan aku yang kasar dan kejam ini, katakan saja pada tuan Nathan dan nyonya Hana yang sudah menyuruhku untuk daang kemari. Aku tidak pernah menawarkan diriku pada siapapun untuk memilihku. Dan aku tidak pernah meminta Adrian untuk menyukaiku juga. Aku tidak peduli dengan orang lain, entah dia menyukaiku atau membenciku. Asalkan aku tidak pernah mencampuri urusan mereka, dan mereka tidak mencampuri urusan ku. Aku sudah merasa sangat cukup. Jadi, berhenti mengatakan hal itu padaku, jika kamu memang keberatan dengan semuanya itu!" Jawab Erza.

Dadanya naik turun mengikuti tarikan nafasnya yang memburu setelah mengatakan panjang lebar sesuatu yang terus saja menggangu perasaannya sejak awal.

"Aku sadar. Aku tidak memiliki apapun, aku juga tidak bisa melakukan hal lainnya, selain bertindak kasar dan kejam. Aku bukan gadis lembut seperti yang kamu sukai. Terlebih aku bukan Olivia, tapi aku Erza. Erza Scarlett, tolong bedakan nama kami yang sangat jelas terdengar berbeda, bahkan dari pengucapan, dan dari kumpulan huruf-huruf yang membentuk nama kami. Jadi, aku berharap jika tuan Aarav bisa lebih bijak untuk tidak membandingkan aku dengannya lagi.

Lagi pula, jika tidak ada gadis kasar seperti ku, tidak akan ada gadis yang akan terlihat lembut, biar bagaimanapun aku adalah pembanding paling penting dalam hal ini, itu sebabnya nona Olivia terlihat lembut, karena harus di bandingkan dengan diriku. Coba saja jika dia di bandingkan dengan nona Raline yang juga sangat lembut, maka mungkin nona Olivia akan terlihat lebih kasar dari nona Raline. Jadi, berhenti membandingkan ku denganya." Erza kembali menghela nafasnya yang semakin terasa sesak.

Dia melihat Aarav yang masih saja terdiam tanpa mengatakan apapun.

"Cukup katakan jika kamu tidak memerlukan tenaga ku lagi, setelah itu kamu tidak perlu lagi melihat gadis kasar dan kejam seperti ku! Aku pastikan, jika kamu tidak akan pernah melihat ku lagi, aku akan menghilang dari pandangan mu, seperti angin yang tidak akan meninggalkan jejaknya sedikitpun." Tambah Erza.

Dia melihat tajam pada Aarav yang juga sedang terus menatapnya dengan tatapan matanya yang penuh dengan rasa bersalahnya.

Erza menghela nafasnya, dia tersenyum kecut pada dirinya sendiri.

"Aku akan pulang saja. Apapun pekerjaanku yang sangat banyak itu, aku akan mengerjakannya nanti atau besok. Aku sudah tidak ingin berada di sini lagi." Ucap Erza seraya berjalan untuk keluar dari rumah keluarga Aarav.

Rasanya benar-benar sakit. Nafasnya juga terasa begitu sesak. Dia tidak mengerti kenapa Aarav harus terus-menerus mengatakan hal itu. Padahal jelas-jelas dia tahu kenapa dia harus melakukan semuanya itu. Jika tidak untuk melindungi Aarav, Erza tidak mungkin juga akan melakukan apapun untuk terus melindunginya.

"Erza tunggu." Suara Aarav terdengar, namun rasanya Erza sudah tidak bisa lagi ada di sana saat ini. Mungkin besok dia sudah bisa melupakan perasaan kacau-nya yang dia rasakan saat ini.

Dia adalah tipe orang yang sangat mudah melupakan semuanya, karena dia pikir dengan begitu dia akan bisa menghadapi hari-harinya dengan lebih mudah. Karena dia tidak perlu memikirkan apa yang terjadi padanya sebelumnya.

"Erza berhenti! Jangan keluar dari pintu itu!" Teriak Aarav, namun air matanya sudah tidak bisa lagi untuk di tahan, agar tidak keluar dari matanya.

Rasanya dia tidak bisa melihat jalan yang ada di depannya saat ini, karena air matanya mengganggu penglihatannya.

Bukk!

Erza menabrak seseorang yang berdiri di depannya.

"Tenanglah..." Ucapnya dengan sangat lembut.

Suara Adrian jelas terdengar di telinga Erza. Karena ternyata orang yang dia tabrak adalah Adrian.

Adrian memeluk tubuh Erza dengan hangat. Dia membiarkannya untuk merasa tenang dan nyaman. Adrian juga mengusap lembut punggung Erza untuk menenangkannya yang sedang terus menangis tanpa suara.

Adrian melihat ke arah kakaknya yang sedang berdiri dengan terus menatapnya dengan tatapan tidak sukanya. Walaupun itu juga terlihat jelas pas tatapan mata Adrian yang sama sekali tidak menyukai, cara kakaknya saat mengatakan hal kasar pada Erza.

Dia sudah ingin berangkat ke kantornya, tapi dia melupakan dompetnya. Dan ternyata dia harus mendengarkan semuanya itu. Walaupun sedih melihat Erza seperti sekarang ini, tapi dia juga merasa sangat senang karena dengan itu Erza mungkin tidak akan pernah mau lagi bersama dengan kakaknya.

"Jangan bersedih untuk mereka yang tidak penting Erza... Apa lagi yang jelas-jelas sudah menyakitimu. Kamu hanya perlu pergi jauh-jauh darinya, dari mereka yang tidak bisa menghargai mu." Ucap Adrian pada Erza, namun tatapan matanya tajam mengarah pada Aarav, kakaknya sendiri.

"Ikutlah denganku. Aku akan membawamu ke suatu tempat yang akan membuatmu merasa sangat nyaman." Ucapnya seraya terus mengusap lembut punggung Erza yang masih berada dalam pelukannya.

Erza menganggukan kepalanya, dia memang sangat ingin pergi dari sana saat itu juga.

"Ayo!" Ajak Adrian, dia kembali menatap tajam kakaknya yang masih berada di tempatnya, dan terus juga menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa Adrian artikan.

.

1
~Daf r r
p
~Daf r r
hahhaha aarav Erza versi 2
~Daf r r
kok Erza jadi kek gini gk suka gw sama sikap Erza seakan gk menghargai perjuangan aaravv
Junae Daenk Ady
erza emang best..jdi semangat bacanya
desakpadna
ga ad otak emnk ish gk mikir aj gk paham bahasa manusia cih😩😁
desakpadna
wah gk jera🥴bz" jd musuh erza lama"
desakpadna
bangke sama" koplak😂😂 jd bengek😂
desakpadna
tante bellan lebih savage😂🤣
desakpadna
gila mama mertua lebih savage girl🤣😂🤭
desakpadna
erza koplak😁😁
desakpadna
kok nyesek dsni lebih skit Adrian prgi dr pd aarav nyesek ny bnget" emnk hub perasaan rumit n kompleks bkin gk karuan efeknya dalem bngt😔
desakpadna
ank gada akhlak😁
desakpadna
kok sakit perut bacanya ya part mreka jd kocak, oliv jd bego mendadak😁
desakpadna
cb ad visual Bimo oliv penasaran😁
desakpadna
bodoh kesel jengkel jd satu gk guna otak pinter tp bodoh😩gak ad otak jd ny d situasi kaya gtu
desakpadna
yg diem" it yg bhya menghanyutkan wlo kelihatan dr luar cantik anggun sesuai kriteria tp asli ny bli kejut gk nyangka pny pemikiran gtu, gada rasa syukur😩 aarav emnk bodoh
desakpadna
sakit jiwa breng😂
desakpadna
jd yg bos siapa😂
desakpadna
asem ngakak sumpah pen nampol zi aarav 😂😂😂
Ahlam Khoiry Al-adil
bingung di bilang kecewa tpi..mau nya erza sama Aarav saja..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!