NovelToon NovelToon
From Korea With Love

From Korea With Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: AMaeera

Aiu Himmler harus menanggung semua atas apa yang dia lakukan di masa lampau. Tak punya belas kasih dan sombong waktu duduk di bangku sekolah berimbas pada kehidupannya setelah dia mulai bekerja.

Dulu ada seorang murid laki laki pindahan dari korea, penampilannya bisa di bilang di bawah rata rata. Gemuk sipit dan semua yang berbau bau aneh melekat pada dirinya. Kang Joong Woo, dia laki laki yang tak pernah mengenal rasa benci kepada sesama, penuh dengan belas kasih dan kebaikan.

Namun semua itu berubah karena perlakuan Aiu terhadapnya.
Dia di buly habis habisan setelah berani menyatakan perasaannya kepada Aiu.

Di situlah Joong Woo yang selalu menebar senyum, seketika tak pernah terlihat sama sekali.

Beberapa tahun kemudian Aiu di pertemukan kembali dengan Joong Woo yang sudah berubah.

Tetapi Aiu di tuntut untuk merubah penampilannya di depan Joong Woo.

"Kau pasti akan menyesal ketika tahu siapa perempuan ini sebenarnya"

Apa yang sebenarnya terjadi?
Baca kisah mereka

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AMaeera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Amnesia Sesaat

Matahari sudah menampakkan sinarnya selimut berwarna putih yang terasa hangat itu masih menutupi tubuh Aiu dari ujung kaki hingga ujung kepala.

Aiu bergerak menggeliat di bawah selimut tak lama kemudian perempuan itu mengubah posisinya duduk di atas ranjang, wajah dan rambutnya berantakan.

"Aduuuuu!" Aiu menggaruk kepalanya kemudian meremas rambutnya dengan kuat ketika merasakan rasa sakit di kepala seperti ditusuk-tusuk jarum.

"Kau sudah bangun?" Cindy baru saja keluar dari kamar mandi dia masih mengenakan handuk kimono.

Aiu menoleh melihat ke arah Cindy dan seketika matanya membulat lebar dia langsung menapakkan kakinya ke lantai. "Mampus! jam berapa ini aku sudah telat berangkat ke kantor pasti Joong Woo nanti akan marah-marah!" Aiu kalangkabut kebingungan harus dari mana dia memulai aktivitasnya pagi itu karena sudah kesiangan dan jam pun menunjukkan pukul 8.

"Mati aku mati aku!" Aiu terus bergumam.

"Hei! kau lupa kalau ini hari minggu?" Cindy yang duduk di depan meja rias mencoba mengingatkannya.

Tubuh Aiu terpaku kemudian mengerjapkan matanya beberapa kali untuk mengingat bahwa saat itu adalah hari minggu.

"Oh iya, kah?" Aiu duduk di bibir ranjang lalu membuang tubuhnya kembali ke belakang.

Dia menghela nafas panjang.

Sebelumnya Aiu sudah mengira kalau dia akan telat datang ke kantor.

"Syukurlah kalau hari ini hari minggu! Haduh kenapa kepalaku pusing seperti ini" Aiu berdecak kesal.

"Apa kau tidak ingat apa yang terjadi semalam?" Cindy terlihat sibuk merias diri kemudian menggerakkan bola matanya menatap bayangan Aiu di cermin.

"Apa maksudmu?" Aiu seolah tak mengingat apa pun tentang kejadian semalam.

"Serius kau sama sekali tidak ingat?" Cindy seketika memutar tubuhnya yang masih duduk diatas kursi menghadap ke Aiu.

"Kau jangan bercanda Aiu? kalau pun kau mabuk masa sama sekali tidak ingat apa yang terjadi semalam!"

Mendengar ucapan Cindy, Aiu merasa seolah bahwa terjadi sesuatu yang sangat besar. Ayu kemudian langsung duduk dengan ekspresi wajah serius.

"Kenapa? Cindy dikatakan apa yang semalam aku lakukan, serius aku sama sekali tidak ingat apa pun bahkan saat ini kepalaku masih terasa pusing" Aiu kembali meremas rambutnya mencoba menghilangkan rasa pening di kepala.

"Astaga Aiu, kau semalam hampir saja mengatakan kepada Joong Woo siapa sebenarnya dirimu!"

"Serius? lalu bagaimana dengan Joong Woo?" Aiu terlihat panik.

"Berterimakasihlah kepadaku karena saat itu aku langsung datang dan membungkam mulutmu."

Aiu kembali menghela nafas untuk yang kesekian kalinya dia merasa lega.

"Ingatkan aku Cindy, aku tidak ingin lagi mabuk saat sedang bersamanya atau semuanya akan hancur dan pengorbananku selama ini akan sia-sia!"

"Tapi ada satu hal lagi yang pasti kau akan terkejut ketika mendengarkannya" Cindy berucap sengaja membuat Aiu penasaran.

"Apa lagi Cindy? katakan apa yang aku lakukan semalam!"

"Semalam kau mencium Joong Woo! apa kau tidak ingat?"

Mendengar ucapan Cindy Aiu terpaku, dunia terasa seakan berhenti berputar sesaat.

"Benarkah!" pandangannya terlihat kosong tangannya bergerak menyentuh bibir merabanya dan mencoba berpikir keras mengingat kejadian semalam dan usahanya membuahkan hasil, tak sia-sia Aiu sekilas melihat bayangan wajah Joong Woo ketika tanpa sengaja dia mengecup bibirnya semalam.

"Tidak! tidak! Cindy ini tidak mungkin terjadi astagaaaa!" Aiu menepuk dahinya kemudian mengusap wajahnya kasar.

"Ya ampun bagaimana ini Cindy, aku pasti sangat malu kalau sampai bertemu dengannya besok! astaga ya ampun bagaimana Cindy aduuuh! Aiu merengek seperti anak kecil dia bahkan menghentak-hentakkan kakinya di atas lantai lalu mendorong tubuhnya kebelakang kembali berbaring di atas ranjang dan bertingkah seperti anak kecil yang frustasi karena mainannya direbut oleh temannya.

"Bagaimana ini bagaimana ya ampun!" Aiu terus berucap dia tak menyangka kalau dalam keadaan mabuk dia akan bertingkah sampai sejauh itu.

"Kau tenang saja, Joong Woo juga yakin kalau kau melakukannya tanpa sengaja dia tahu, kan kalau kau mabuk semalam. Lagi pula aku lihat dia semalam tidak marah ketika kau menciumnya."

"Astaga Cindy! Aku bahkan tidak pernah membayangkan untuk hal itu bagaimana besok kalau aku ketemu dengannya aduh mampus! mampus!" Aiu terlihat frustasi tak tahu bagaimana harus menyikapinya besok ketika bertemu dengan Joong Woo."

"Sekarang kau lebih baik pergi mandi aku akan mengajakmu ke suatu tempat sebentar lagi kan akhir tahun biasanya di sini akan diadakan pasta kembang api tahun baru dan satu minggu sebelumnya pasti ada pameran disana."

"Pameran apaan?"

"Jangan banyak bertanya lebih baik baik sekarang kau ikuti kata-kataku masuk ke kamar mandi bersihkan tubuhmu, coba kau berkaca mukamu seperti pakaian lusuh."

Bagi Aiu tak ada salahnya dia ikut pergi bersama Cindy toh temannya itu lebih tahu seluk beluk kota Seoul. Aiu segera beranjak dari ranjang dang melangkah menuju kamar mandi.

***

Di sisi lain Oh Nari terlihat sedang sibuk membuatkan minuman untuk Joong Woo. Laki-laki itu duduk di seberang meja berbentuk setengah lingkaran seperti mini bar yang terdapat di samping ruang tv.

Nari meletakkan segelas cocktail di atas meja kemudian mendorongnya ke arah Joong Woo.

"Bagaimana dengan lenganmu apa bahumu sudah baikan?"

"Mmm" Joong Woo menganggukkan kepalanya.

"Beberapa hari lagi aku akan mengatur jadwalku kau harus datang ke rumah sakit aku akan melihat perkembangan tulangmu, aku berharap sih keretakan di bahumu sudah membaik."

"Aku berharap juga demikian, tapi sepertinya sekarang hanya tinggal sedikit rasa pegal selebihnya aku baik-baik saja" Joong Woo berucap sembari menyentuh bahunya.

Nari duduk di seberang meja menggunakan tangan untuk menyangga dagu yang bertumpu di atas meja perempuan itu menatap Joong Woo dengan lekat.

Joong Woo mengarahkan pandangannya ke arah nari kemudian berucap.

"Kenapa? kenapa kau melihatku seperti itu" Joong Woo kebingungan dia meraih gelas dan meminum cocktail buatan Nari.

Perempuan itu tersenyum manis.

"Tidak, kalau bahumu sudah membaik jadi bisakah aku menagih janjimu hari ini? berhubung hari ini aku libur bagaimana kalau kita pergi berkencan?" ucap Nari dengan lembut diselipi sedikit nada manja di ucapannya.

Joong Woo tersenyum sinis.

"Jangan seperti itu, aku tetap akan akan menepati janjiku tapi jangan manja kepadaku" Joong Woo berucap terdengar berat membuat Nari menyipitkan kedua matanya.

"Kenapa? kenapa? kenapa? kenapa aku tidak boleh melakukan hal itu kepadamu?" Nari terlihat jengkel dia memanyunkan bibirnya.

"Aku hanya tidak mau hal itu menjadi kebiasaan, aku takut nanti kau akan merasa nyaman" Joong Woo menghabiskan minumannya kemudian melangkah menuju ke tangga.

"Astaga! jahat sekali kau" ujung matanya bergerak mengikuti gerakan tubuh Joong Woo yang sedang berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya.

"Bilang saja kau takut akan terbiasa denganku yang manja, dasar!"

"Joong Woo! cepat ganti bajumu jangan lama-lama aku akan menunggumu di mobil kita akan pergi ke suatu tempat" Nari mengeraskan nada bicaranya.

1
Sekar Sekar
aiu yg terkenal pintar knp jdi Oneng😁😁
upiknira
Luar biasa
Cicih Sophiana
Sayang buat kak thor💋💋❤❤❤
Semangat dan sehat sllu..
amaeera: baca lagi kak novelku yg baru, judulnya hamil anak presdir😍😍😍😘
total 1 replies
Cicih Sophiana
ko END sih kak... kaya belum puas deh... makasih karya kakak 👍👍😍😍😍
Cicih Sophiana
ahh akhirnya aq bahagia Joong woo... ohh salah maksud nya Aiu yg bahagia...🥰😍😍😍😍
Cicih Sophiana
gimana coba sakitnya Aiu dan Joong woo...udah berharap mereka yg akan menikah
Cicih Sophiana
jujur aja dulu Joong woo dgn ibu mu... klo kalian mau menikah
Cicih Sophiana
Joong woo kalah cepat...ayo Joong Woo kejar duluin mereka...
Cicih Sophiana
ko bisa sambil ngorol yah... 😂padahak kan mereka lagi sibuk...
Cicih Sophiana
kenapa harus bertanya Joong woo... lakukanlah🤭panaasssss ahhh
Cicih Sophiana
hajar Joong woo Aiu... 😁bikin enak enak sampai lemas...🤭
Cicih Sophiana
Il sung kakak yg baik😍😍
dia berkorban lagi untuk Joong woo
Cicih Sophiana
aq sedih jikalau Joong woo pisah dgn Aiu 😭😭😭😭😭
Cicih Sophiana
Il Sung😔😪😪
Cicih Sophiana
semangat Presdir Joong... aq akan mendorong mu dari belakang 😁😆😆
Cicih Sophiana
kakak yg super baik Il Sung... 🥰🥰🥰dia sll mengalah untuk Joong woo..
Cicih Sophiana
semangat Joong woo ada penghalang di antara kalian... padahal Oh nari udah mengalah...
Cicih Sophiana
aq jadi bingung thor mau pilih yg mana yahhh...
Cicih Sophiana
Joong woo fighting... cepat datang debelum di duluin kakamu...
Cicih Sophiana
😪😭😭😭😭😭😭 sedih untuk cinta Joong woo dan Aiu...
ayo Joong woo kejar Aiu ke jakarta...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!