NovelToon NovelToon
Lies Of Marriage

Lies Of Marriage

Status: tamat
Genre:Konflik etika / Selingkuh / Pelakor / Romansa / POV Pelakor / Pihak Ketiga / Tamat
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Poporing

Liana adalah seorang wanita yang paling berbahagia karena ia bisa menikah dengan lelaki pujaannya, Yudistira. Hidupnya lengkap dengan fasilitas, suami mapan dan sahabat yang selalu ada untuknya, juga orang tua yang selalu mendukung.
Namun, apa yang terjadi kalau pernikahan itu harus terancam bubar saat Liana mengetahui kalau sang suami bermain api dengan sahabat baiknya, Tiara. Lebih menyakitkan lagi dia tahu Tiara ternyata hamil, sama seperti dirinya.
Tapi Yudistira sama sekali tak bergeming dan mengatakan semua adalah kebohongan dan dia lelah berpura-pura mencintai Liana.
Apa yang akan dilakukan oleh Liana ketika terjebak dalam pengkhianatan besar ini?

"Aku gak pernah cinta sama kamu! Orang yang aku cintai adalah Tiara!"

"Kenapa kalian bohong kepadaku?"

"Na, maaf tapi kami takut kamu akan...."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Poporing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 28 : Keputusan Yudis

Setelah kejadian itu dan mengingat kembali ucapan Dimas. Yudis akhirnya melakukan suatu tindakan.

Keesokan harinya dia pergi berangkat menuju ke rumah Tiara kembali setelah beberapa hari ia tak menyambangi rumah perempuan itu bahkan tidak berkomunikasi sedikit pun.

Liana? Tentu dia tau karena ia selalu mengamati kepergian suaminya dari balik jendela kamar yang langsung menembus ke arah luar halaman rumah. Ia dapat melihat pria itu keluar dengan tergesa dan menaiki mobil pagi-pagi sekali. Dia sudah tau kalau pria itu pasti akan pergi ke rumah Tiara, tapi kali ini ia membiarkan pria itu pergi dan ingin melihat apa yang akan dilakukan oleh Yudis.

.

.

Di sepanjang perjalanan Yudis terus teringat akan Adelia dan ucapan Dimas. Itu benar, dia harus tegas sebagai laki-laki.

"Aku harus melakukannya...," ujarnya dalam hati.

Sesampainya di rumah Tiara, ia bergegas masuk, menemui wanita yang sedang memasak itu di dapur lalu berkata, "Ra, aku minta kamu pergi menjauh dulu dari sini."

Tiara yang mendengar ucapan itu spontan terkejut. Apa dia tak salah mendengar? Yudis mengusirnya??

Kening gadis itu mengkerut dan menatap heran kepada Yudis yang baru saja datang lalu memintanya pergi tanpa permisi.

"Maksud kamu apa, Dis?" Tanya Tiara sambil meremas tangannya.

"Aku ingin kamu pergi yang jauh dulu. Masalah ini gak bisa ditunda," ucapnya seperti sedang mencemaskan sesuatu.

"Yudis, tenang. Bicara pelan-pelan, apa terjadi sesuatu?" Tiara menepuk pundak pria itu dan berbicara lembut.

"Ra, kamu percaya sama aku 'kan?" Yudis menatap Tiara dengan serius.

"Iya, Mas..., aku percaya sama Mas Yudis...," jawab Tiara dengan senyuman tipis meski hatinya merasa tak tenang.

"Sekarang kita beresin barang-barang kamu, aku antar ke kontrakan yang sudah aku sewa khusus, mau ya?"

"Sekarang? Mas, aku gak salah dengar 'kan?"

Tiara nyaris tak percaya dengan apa yang didengar. Yudis memintanya untuk segera pindah hari ini. Kenapa dia sangat terburu-buru? Apa yang terjadi? Apa karena Liana telah melakukan sesuatu sehingga Yudis jadi seperti ini?

"Mas, tolong mas, apa yang terjadi? Kamu gak biasanya sepanik ini lho." Tiara akhirnya mendesak Yudis untuk berbicara. Ia merasa perlu tau.

"Aku cuma sedang memikirkan keselamatan kamu dan calon anak kita," ujarnya bersungguh-sungguh. "Aku gak bisa ngebiarin kamu di sini sendiri sementara Liana bisa datang kapan saja, aku khawatir." Yudis mengungkapkan kekhawatirannya.

"Liana sempat berniat mengikuti aku waktu aku mau ke rumah, dan aku takut kalau suatu hari nanti dia bakal benar-benar kemari dan membuat kekacauan, atau lebih buruk...."

Pria itu mengepalkan tangannya bukan karena marah, tapi karena ia khawatir.

"Ra, aku gak bakal bisa memaafkan diri aku sendiri kalau kamu sampai terluka," ucapnya lagi dengan sorot mata yang ketakutan.

"Aku paham, Mas...." Tiara mengangguk. "Baiklah, Mas kalau begitu aku akan pergi," ujarnya seraya mengangguk.

Pagi itu juga Tiara pun membereskan semua pakaian-pakaiannya untuk sementara. Yudis menunggu di ruang tamu, sesekali ia melirik ke depan garasi dengan gelisah.

Selang satu jam wanita itu pun sudah bersiap. Ia berjalan keluar kamar dengan sebuah tas besar.

"Aku sudah siap, Mas...," ucapnya dengan mantap.

Yudis pun segera berdiri dari tempat duduk dan menghampiri perempuan itu.

"Apa tak ada yang tertinggal?" Tanyanya untuk memastikan segala keperluan Tiara sudah lengkap.

"Tak ada, jangan khawatir," balas Tiara sedikit tersenyum.

Pria itu akhirnya mengantarkan Tiara pergi keluar dari rumah. Hal yang tak diketahui oleh Yudis kalau Liana diam-diam, mengikuti dengan menggunakan driver ojek. Yudis pasti gak bakal mengira kalau wanita yang terbiasa memakai supir atau mengendarai mobil sendiri dan gak pernah naik motor itu rela melakukannya demi membuntuti dirinya dan Tiara.

Liana ada tak jauh, bersembunyi. Salah satu keuntungan menaiki motor adalah dia bisa bergerak fleksibel disaat yang diperlukan.

Wanita itu tampak bersembunyi jadi Yudis tidak melihatnya ada di sekitar. Saat mobil pria itu sudah berjalan, Liana cepat-cepat naik ke atas motor dan menyuruh sang driver untuk mengikuti mobil itu.

.

.

Mereka mengikuti mobil Yudis dari belakang dengan jarak aman, karena Liana tidak mau terlalu terlihat dan ketahuan. Tapi masalahnya sang pembawa motor terlihat tidak begitu berminat untuk mengikuti mobil Yudis yang semakin lama semakin berjalan jauh, membuat mereka cukup tertinggal.

"Gimana sih, Pak! Kenapa gak dikejar?" Liana meluapkan emosi dengan memukul punggung sang pengendara motor cukup keras.

"Ya, gimana, mobilnya ngebut banget sih, Bu!" Jawab sang driver selain karena ngebut dia memang tidak terlalu suka dengan pelanggan yang kayak Liana karena ga ada arah tujuan yang jelas.

"Awas ya Pak, jangan sampai kehilangan jejak. Pantau terus mobilnya!" Ancamnya dengan tatapan fokus ke mobil Yudis yang berada agak jauh namun masih cukup terlihat oleh pandangan matanya.

Mobil itu sedang berhenti tepat di dekat lampu merah. Bersyukur mereka tidak kehilangan jejak meski cukup tertinggal.

Namun, begitu lampu lalu-lintas kembali hijau, mobil itu langsung melaju dan tancap gas. Liana terkejut melihat itu dan langsung menyuruh sang driver bergerak.

"Pak, cepat ikuti mobil itu! Buruan dong, Pak!!" Liana panik. Dia menepuk-nepuk pundak sang pengemudi beberapa kali.

"Aduh, sabar dong, Bu, udah tau ini banyak kendaraan loh!" Ujar sang driver yang juga berusaha untuk lolos dari arus pemotor lain.

"Gimana sih, masa enggak gesit!" Liana pun kesal lalu mulai menyindir.

"Ibu gak lihat tadi banyak motor? Kalau salah sedikit saja, bisa kena senggol dan kalau jatuh saya juga yang salah dianggap lalai!" Balas sang pengemudi akhirnya terpancing emosi.

"Saya harus kejar mobil itu, Pak! Saya lagi kejar suami saya sama selingkuhannya!" Ungkap Liana dengan tangan yang bergetar.

"Ealah, lagi ngejar suami sama pelakor toh? Kenapa gak bilang dari tadi sih?" Nada bicara sang pengemudi motor mendadak berubah.

"Saya kejar nih, Bu, sampai dapat. Ibu pegangan aja yang kuat sama jangan kebanyakan gerak, nanti jatuh kitanya," ujarnya kemudian diiringi dengan laju motor yang bergerak semakin cepat.

Pada akhirnya Liana memang berhasil menyusul ketertinggalannya di belakang meski tadi mobil Yudis sempat tidak terlihat.

Sekarang ia persis beberapa meter di belakang kendaraan itu. Tangannya kembali mengeras saat sadar pria itu sedang berduaan dengan Tiara.

"Bu, kaca helmnya tutup aja biar muka Ibunya gak keliatan," ucap sang driver yang agaknya cukup mengerti posisi.

Liana hanya mengangguk mengikuti saran si pria dan langsung menutup kaca helm itu, karena sang driver mulai bergerak sedikit lebih maju lagi ke depan di sisi kanan mobil. Ia khawatir kalau pengemudi mobil melihat wajah wanita yang diboncengnya lewat spion lalu ketahuan.

Mereka pun mengikuti mobil itu yang mulai melaju lebih pelan dan memasuki sebuah kawasan perumahan biasa.

Apa yang akan terjadi setelah ini? Apa Liana akan ketahuan, atau Liana justru akan memergoki mereka dan membuat kerusuhan di sana agar semua orang di komplek itu tau perselingkuhan Yudis dan Tiara?

.

.

.

Bersambung....

1
sutiasih kasih
jgn lm" hmpaskn para pnghianat....
semakin cpt... semakin baik untuk kewarasan mentalmu liana....
beri mereka hadiah terakhir yg tak akn prnah mereka lupakan.... dan akn mnjadi penyesalan seumur hidup untuk laki" bodoh sprti yudis...
Panda: siapkan jiwa raga kak

makasih sudah mampir
total 1 replies
sutiasih kasih
klo km ngotot cerai.... setidaknya punya lah hrga diri yudis.... srcara sadar keluar dri zona nyamanmu slm ini yg mmberimu ketenaran karir...
dan saat nanti trbukti liana memang hamil.... jgn lgi ada kta mnyesal yg berujung mngusik ketenangan hidup liana dan anknya....🙄🙄
dan untuk liana.... brhenti jdi perempuan bodoh jdi jdi pngemis cinta dri laki" yg g punya hati jga otak...
jgn km sia"kn air matamu untuk mnangisi yudis sialan itu..
sutiasih kasih
knapa km msih mau prtahanin laki" macam yudis....
sdh tau km tak prnah di anggp.... bhkn km matpun yudis g akn sedih liana....
justru klo yudis km buang.... yg bkalan hidup susah itu dia dan gundiknya...
yudis manusia tak tau diri.... g mau lepasin km krna dia butuh materi untuk kelangsungan hidup gundik dan calon anaknya...
jdi... jgn lm" untuk mmbuang kuman pnyakit...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!