NovelToon NovelToon
The Yakuza’S Cold Princess

The Yakuza’S Cold Princess

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Crazy Rich/Konglomerat / Mafia
Popularitas:288
Nilai: 5
Nama Author: KimiHaruka

Empat kehidupan, satu takdir terlarang. Di balik aura Antartika sang putri tersembunyi, ada pengawal Yakuza yang rela menantang maut demi melindunginya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KimiHaruka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kabukichou....

​Lampu neon bernuansa merah, ungu, dan biru berkilat liar memantul di atas aspal basah kawasan Kabukicho, Shinjuku. Lembah malam Paling liar di Tokyo ini tidak pernah tidur. Di balik dentuman bass underground nightclub di sudut lorong utama—sebuah kelab malam VIP bernama Kagura yang berada penuh di bawah naungan klan Yakuza Uchiha—aroma alkohol, parfum manis, dan asap rokok tipis memenuhi udara.

​Di sofa kulit merah area lantai dua yang temaram dan berkelas, Yamato duduk bersandar santai.

​Pria berusia 29 tahun itu melepaskan jaket kerjanya, menyisakan kemeja hitam yang dua kancing atasnya terbuka bebas. Tato guratan Yakuza (Irezumi) mengintip tegap di leher dan pergelangan tangannya. Di sekelilingnya, empat wanita hostess berwajah cantik dan tubuh goyang sedang berkerumun memanjakannya. Dua di antaranya hanya mengenakan bikini renda minim warna hitam, sementara dua lainnya tampil menggoda memakai bunny suit ketat dengan telinga kelinci berbulu.

​"Yamato-san... minum lagi ya~" goda salah satu cewek bermata kucing sambil mendaratkan bokongnya di paha tegap Yamato, menuangkan bir dingin dari botol tinggi ke gelas kristal di jemari Yamato.

​Yamato hanya menyunggingkan senyum tipisnya yang dingin namun amat sangat karismatik. Tangan kokohnya merengkuh pinggang mulus wanita berkostum kelinci di sampingnya, menariknya mendekat tanpa ragu.

​Tugas utamanya malam ini memang menyisir keamanan area nightclub dan bar berafiliasi Uchiha di Kabukicho. Tapi bagi seorang Enforcer dan "Pembersih" Yakuza sepertinya, kelab malam adalah tempat melampiaskan seluruh penat. Yamato sudah terbiasa berbaur, meneguk alkohol, dan membungkus cewek-cewek hot Kabukicho untuk menghabiskan malam.

​Wanita di pangkuannya memiringkan kepala, mendekatkan bibir ber-gloss merahnya ke leher Yamato, membelai dada bidang pria itu di balik kemeja hitam yang terbuka. Embusan napas hangat dan sentuhan jemari lentik itu perlahan membakar suasana di sudut VIP menjadi kian panas. Yamato mendaratkan ciuman dalam dan liar di leher wanita itu, membuat desahan halus lolos dari bibir sang hostess di tengah temaramnya lampu kelab.

Sesekali dia menggoda dengan meremas b0k*ng dan pay"d@r* mereka, terdengar desahan halus yang memanjakan telinga.

​Namun, di balik permainan jemari dan tegukan bir dinginnya, pikiran Yamato mendadak melayang jauh.

​Mata kelam Yamato menatap pendaran es batu di dalam gelas kristalnya. Di tengah riuhnya dentuman musik dan kehangatan tubuh wanita-wanita yang mengelilinginya, bayangan wajah seorang gadis mendadak berputar liar di kepalanya: Lisa.

​Wajah cantik sahabat Yoona yang sukanya pakai baju mahal, bergaya chic, dan kalau ngomong sering ceplos-ceplos galak tapi menggemaskan itu... seperti menempel abadi di ingatan Yamato.

​Yamato memutar gelasnya, menghembuskan napas panjang yang sarat akan kepahitan.

​"Gue ini siapa...?" batin Yamato bersuara sinis pada dirinya sendiri. "Cuma 'pembersih' darah di jalanan hitam Yakuza. Tangan gue kotor, hidup gue penuh bayangan. Mana pantas cowok kek gue berharap sama cewek bersinar terang kek Lisa?"

​Rasa ketidaklayakan itu menusuk ulu hatinya, melahirkan rasa penat dan frustrasi yang membakar. Karena itulah Yamato memilih menenggelamkan dirinya di Kabukicho malam ini—mengalihkan rasa sesak di dadanya dengan tawa palsu, tegukan bir, dan kehangatan sesaat bersama wanita-wanita kelab malam.

​Sementara itu, di sebuah penthouse mewah bernuansa minimalis modern di kawasan Roppongi...

​Suasana kamar Lisa terasa amat sangat hangat, harum, dan dipenuhi estetika impian.

​Lisa baru saja selesai mandi dan bergaya dengan setelan santai malam hari (loungewear chic) yang super modis. Lisa mengenakan HEYoungGIRL High Waist Bodycon Casual Jumpsuit warna putih bersih yang membungkus lekuk tubuh rampingnya, dilapisi New Autumn Women Solid O-Neck Cropped Sweater Pullover warna abu-abu rajut di bagian dada dan bahu. Bawahannya dipadukan dengan celana pendek denim Romwe Distressed Denim Shorts yang dihiasi Romwe Eyelet Decor Buckle Belt warna hitam. Leher cantiknya diperindah ganda oleh Collar Bijoux Fashion Butterfly Necklace dan LEEKER Simply Circle Round Crystal Choker Necklace yang berkilau di bawah lampu kamar.

REFERENSI OUTFIT by LISA BLACKPINK

​Sebelum menyentuh perangkat elektronik, Lisa menikmati makan malam terlambatnya di atas meja kayu.

​Menu makan malamnya benar-benar memanjakan lidah:

​Semangkuk nasi hangat bertabur irisan Chicken Teriyaki berkaramel manis gurih dengan wijen, bersanding dengan scrambled egg warna kuning keemasan yang lembut dan lumer.

​Semangkuk Mango Shrimp Salad yang dipenuhi potongan mangga harum manis, udang rebus segar, tomat ceri, dan irisan lemon segar.

​Tiga potong Matcha Swiss Roll Cake berisi krim putih lembut yang menggiurkan.

​Segelas Chupa Chups Sparkling Juice warna kuning manis yang menyegarkan tenggorokan.

Cr. Pinterest

​"Mmm~ enak banget salad udangnya," gumam Lisa puas, menyendokkan Chicken Teriyaki ke mulutnya sambil menonton tayangan kerajinan keramik di iPad-nya.

​Setelah perutnya terisi kenyang dan piring-piring bersih dirapikan, Lisa melangkah menuju sudut ruangan tempat "dunia rahasianya" berada.

​Tidak ada yang tahu—bahkan Yoona maupun Sasuke sekalipun—bahwa Lisa adalah seorang Streamer Game Anonim papan atas yang memiliki puluhan ribu pengikut di platform live-stream!

​Ruang kerja streaming-nya tertata amat sangat estetik dan serba putih:

Dua buah monitor berlayar lebar bertengger anggun, didampingi lampu hias dinding berbentuk heksagonal (nanoleaf) berkilau hangat, jam digital LED, mikrofon kondenser putih profesional, serta kursi gaming ergonomis warna putih lengkap dengan bantal boneka kelinci Miffy yang lucu. PC custom-build berlapis kaca transparan dengan kipas pendingin berlampu putih menyala halus di atas meja.

Cr. Pinterest

​Lisa menyalakan mesin PC-nya, membetulkan posisi headset putih di telinganya, lalu menekan tombol Go Live tanpa menggunakan facecam.

​"Selamat malam semuanya~ L-Anon di sini! Malam ini kita bakalan push rank Valorant sampai subuh!" sapa Lisa dengan suara yang diubah sedikit lebih manis di balik mikrofon.

​Suasana chatting di layarnya langsung membludak riuh oleh komentar para penonton. Lisa dengan jemari lincahnya mulai mengendalikan karakter gamenya, menembak musuh satu per satu di layar monitor dengan sangat mahir.

​Namun, di tengah-tengah pertempuran sengit di dalam game... saat salah satu rekan timnya melemparkan item kunci mobil ke arah karakter Lisa...

​DEG.

​Memori otak Lisa mendadak terlempar kembali ke kejadian di studio beberapa hari lalu: momen saat Yamato melangkah lempeng mendekatinya, lalu melemparkan kunci mobil Porsche GT3 RS miliknya yang sudah mulus total dicat ulang tanpa cacat sedikit pun.

​Bayangan wajah datar Yamato, tatapan matanya yang lempeng namun pekat, dan cara pria itu menepuk helmnya... seketika memenuhi kepala Lisa!

​"Aaaagghhh!" geram Lisa spontan di balik mikrofon. Jemarinya di atas kibor putih mendadak salah tekan tombol hingga karakternya malah berjalan menabrak tembok!

​Chat room langsung heboh:

"Wah L-Anon kenapa tuh?"

"Kenapa tiba-tiba nabrak tembok wkwkwk!"

​Pipi Lisa seketika terbakar merah padam! Lisa dengan cepat mematikan audio input-nya sejenak, memegangi kedua pipinya yang terasa panas di depan monitor.

​"Dih, anjir! Kenapa coba otak gue malah mikirin si cowok lempeng koplak itu?!" omel Lisa pada dirinya sendiri dengan muka merah penuh gengsi. "Dia mah palingan sekarang lagi tidur pulas atau nongkrong gajelas! Ngapain gue salting sendiri gini?!"

​Lisa menghembuskan napas kasar, menepuk-nepuk pipinya agar fokus kembali. "Bodo amat lah! Mending gue habisin semua musuh di game!"

​Lisa menyalakan mikrofonnya kembali dan kembali membantai musuh-musuhnya di layar dengan emosi membara.

​Di saat yang bersamaan... jam menunjukkan pukul satu dini hari.

​Di dalam markas komando bawah tanah klan Uchiha yang sepi dan dingin, Hatake Kakashi masih duduk tegap di depan jajaran layar monitor utama.

​Pria itu telah melepaskan kemeja taktisnya, menyisakan kaus oblong hitam yang melekat ketat di tubuh kekarnya. Masker hitamnya ditarik turun melingkar di leher, memamerkan garis rahang tegas dan tatapan mata kelam yang fokus penuh pada deretan baris kode enkripsi di layar.

​Kakashi sedang berusaha membedah berkas data mentah yang dikirimkan oleh Shisui dari kampus tadi sore.

​Jemarinya menari cepat di atas kibor mekanik. Berbagai algoritma peretas coba ia jebol satu per satu.

​BEEP... ACCESS DENIED.

​Kakashi menghembuskan napas panjang. Dinding enkripsi utama yang membungkus lalu lintas data peretas di kampus rupanya dipasangi sistem IP-Proxying tingkat tinggi yang sangat rumit. Jejak hacker utamanya masih belum bisa ia tembus malam ini.

​"Cukup ulet juga permainan mereka," gumam Kakashi dengan suara serak beratnya.

​Namun, Kakashi tidak pulang dengan tangan kosong.

​Saat mencoba membongkar lapisan enkripsi sekunder yang terhubung dengan data administrasi staf baru Universitas Tokyo... sistem Kakashi berhasil meretas dan menarik keluar satu berkas profil tersembunyi milik Mahira.

​Mata kelam Kakashi menyipit tajam begitu membaca dokumen di layar.

​Di sana tertera profil akademis Mahira. Tapi yang mengejutkan... seluruh riwayat rekam jejak mengajar Mahira sebelum masuk Universitas Tokyo ternyata kosong dan dibuat-buat (fiktif). Nomor identitas kependudukannya terhubung dengan sebuah organisasi cangkang (shell company) yang pernah terdaftar di daerah pelabuhan Yokohama—wilayah yang dahulu merupakan markas bekas klan musuh Uchiha!

​Lebih mencurigakan lagi, ada satu nama dokumen rahasia terenkripsi di dalam folder profil Mahira yang bertuliskan kode: "Project Velvet - Uchiha Main Estate".

​Kakashi menyandarkan punggungnya di kursi kerja, mengepalkan tangannya rapat-rapat. Pendaran mata seorang eksekutor veteran memancar dingin dari tatapannya.

​Mahira bukan sekadar dosen pick-me atau cewek panjat sosial biasa. Dia adalah umpan yang disusupkan dengan sengaja untuk mengincar sesuatu yang sangat besar di dalam kediaman utama Uchiha.

​Kakashi menyambar ponsel khususnya, memanggil nama Shisui di layar.

​"Shisui," bisik Kakashi dingin begitu panggilan terhubung. "Latar belakang target sudah terbuka. Cewek itu lebih berbahaya dari yang kita kira."

...----------------...

FYI : Cerita ini mengandung sedikit unsur kekerasan, adegan dewasa dan Age Gap (Cinta beda usia), bagi yang tidak suka boleh skip aja.

Cerita ini hanya fiksi belaka, tidak ada hubungan dengan tokoh atau organisasi manapun. Mohon bijak dalam membaca dan berikan komentar, saran, atau kritik yang sopan dan membangun. Arigatou Gozaimasu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!