NovelToon NovelToon
TEMAN TIDUR SANG PEWARIS

TEMAN TIDUR SANG PEWARIS

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Tamat / Cintapertama / Cintamanis / One Night Stand / Peningkatan diri-peningkatan identitas/sifat protagonis
Popularitas:26.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Five Vee

21+
Laura Anastasia, seorang gadis yatim piatu berusia 21 tahun, pemilik sebuah panti asuhan. Suatu hari ia dihadapkan dengan kenyataan bahwa mendiang sang ibu yang telah meminjam uang sebanyak 300 juta kepada seorang rentenir. Dengan menggadaikan sertifikat tanah panti asuhannya.
Mampukah Laura mendapatkan uang itu dalam waktu 2 hari? Atau ia harus rela kehilangan panti asuhan milik orang tuanya?

Edward Alexander Hugo, seorang pria mapan berusia 35 tahun. Seorang pewaris tunggal dari keluarga Hugo. Sampai saat ini, tidak ada yang tau tentang status hubungannya. Tidak pernah terdengar memiliki kekasih, mungkinkah dia seorang pria lajang atau mungkin sudah beristri?

Hingga suatu ketika, sang gadis yatim piatu dan sang pewaris di pertemukan oleh sebuah TAKDIR.

“Aku hanya membutuhkanmu saat aku tidur, jadi kembali lah sebelum aku tidur”. Edward Alexander Hugo.
.
.
.
.

Hai, aku baru belajar menulis. Mohon kritik dan saran dari pembaca sekalian.

Terima Gaji 🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Five Vee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 19. Kedatangan Mantan.

Edward menggeleng. “Aku masih waras, Jo. Felisha akan sangat cemburu jika tau ada wanita lain di hidupku”.

“Lalu sampai kapan akan begini bos? Hubungan bos dengan nona Laura tidak mungkin selamanya tanpa kejelasan kan?” Tanya Johan lagi.

“Apa yang kamu katakan Jo? Aku dan Ara, kami baru kenal selama seminggu.” Jawab Edward. “Masih jauh untuk menjelaskan hubungan apa yang kami miliki”.

Johan mencebikan bibirnya. “Baru kenal seminggu saja sudah berani melakukan ciuman panas.” Celetuk Johan.

“Kamu melihatnya?” Selidik Edward

“Tentu saja. Apa bos lupa jika aku ada disana? Sarapan bersama kalian? Aku sedang membereskan piring-piring bekas makan kalian. Tapi saat aku akan kembali ke kamarku, hal tak senonoh menodai mataku”. Jawab Johan panjang lebar.

Edward melempar botol air mineral kosong ke arah Johan. “Jangan sok suci kamu Jo. Kamu pikir, aku tidak tau apa yang kamu lakukan di depan pintu itu, dengan sekretaris ku?” Tanya Edward sambil menunjuk pintu masuk ruangannya. Dimana di depan pintu itu adalah meja kerja sekretaris sang Presdir Hugo.

“Hah” Johan terkejut. “Aku lupa. Kalau ini daerah kekuasaan mu, bos. Lain kali aku akan melakukan di daerah kekuasaan ku”.

“Memangnya dimana daerah kekuasaanmu, Jo? Bukannya kamu tinggal di tempatku?”

“Bos, yang mengajak ku tinggal disana, kalau tidak, aku pasti sudah punya daerah kekuasaan ku sendiri”.

Perdebatan antara atasan dan bawahan itu berjalan sengit. Sebagai pria sejati, tak ada yang mau mengalah.

Ting, suara pintu ruangan itu terbuka. Muncullah sosok wanita cantik berusia 26 tahun, dengan setelan kerjanya.

Kedatangan sekretaris Edward itu, membuat perdebatan dua pria berhenti.

“Pak, 30 menit lagi kita ada pertemuan dengan klien dari Singapura”. Jelas gadis itu. Ia meletakkan map coklat di atas meja kerja Edward.

“Hmm.. dimana tempatnya ?” Edward bangun dari sofa, lalu menuju kursi kerja kebesarannya.

“Klien meminta bertemu di tempat yang tidak terlalu mewah, pak. Kemarin aku sudah berdiskusi dengan Johan. Ia menyarankan di Yulia’s kitchen.” Jelas sekretaris cantik itu.

Johan yang di sebutkan namanya pun merasa bangga. Ia membetulkan kerah jas nya.

Edward menyungging bibirnya. “Akhir pekan nanti, aku beri kalian berdua waktu kencan 2 hari”.

“Benarkah, bos? Asyik, Monica persiapkan dirimu. Kita akan berkencan sepuasnya.” Kata Johan gembira.

Sekretaris yang bernama Monica itu tersenyum malu, ia pun menaikkan ibu jari tangan kanannya sebagai tanda setuju.

*****

“La.. ada yang mencari mu tuh”. Kata salah satu pramusaji di Yulia’s kitchen.

“Siapa mbak?” Tanya Laura, ia menghentikan kegiatan mengelap meja yang baru saja di tinggalkan pelanggan nya.

“Aku tidak tau. Cowok cakep sih, Itu di meja nomer 15”. Tunjuk pramusaji wanita itu ke arah meja nomer 15 yang berada di pojokkan ruangan.

Terlihat punggung tegap seorang pria, sedang membelakangi tempat Laura berada.

“Ya sudah mbak, aku permisi dulu. Aku titip ini ya mbak”. Laura menyerahkan lap dan cairan pembersih meja kepada rekan kerjanya itu.

“Maaf, ada yang bisa saya bantu?” Tanya Laura setelah ia sampai di samping pria itu.

Pria yang memakai setelan santai dengan jaket kulit dan kacamata hitam itu menoleh ke arah Laura. Ia melepaskan kacamatanya.

Deg…

‘Kak Arga’ Laura terkejut setelah melihat pria itu.

“Duduklah, La”. Pria itu menarik kursi di sampingnya, untuk Laura tempati.

“Maaf pak, tidak bisa. Saya sedang bekerja. Tidak enak dengan teman yang lain”. Tolak Laura secara halus.

“Ada urusan apa bapak mencari saya?” Tanya Laura ‘to the point’, ia tak mau berlama-lama dengan pria ini.

“Tidak bisakah memanggilku seperti dulu kamu memanggilku?” Tanya Rendra.

Laura menggeleng. “Sekarang anda adalah dosen saya. Jadi saya harus menjaga sopan santun saya.”

“Tapi kita sedang tidak berada di kampus, La.”

“Sama saja, pak. Dimana pun berada, anda tetap dosen saya.” Tegas Laura. “Jika tidak ada hal penting yang ingin di bicarakan, saya mohon undur diri, pak.”

Laura akan berbalik, tetapi tangannya di tarik oleh Rendra. Dan di saat bersamaan, dari pintu masuk restoran terlihat kedatangan dua orang pria yang Laura kenali.

Tatapan mata Laura bertemu dengan tatapan mata Edward. Pria dewasa itu melihat ke arah tangan Laura yang di genggam oleh pria lain. Seketika tangan Edward terkepal. Laura pun melihat itu. Kepala Laura menggeleng, memberi kode pada Edward jika semua tak seperti yang pria dewasa itu pikirkan.

Edward pun berlalu begitu saja, diikuti oleh Johan dan salah seorang pramusaji.

“Lepaskan aku pak,.” Laura berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Rendra atau yang dulu ia panggil dengan nama ‘Kak Arga’.

“La, tidak bisakah kita memperbaiki hubungan kita? Aku rindu kita yang dulu, La.” Ucap Rendra.

Laura menggeleng. Ia tidak mau lagi berhubungan lebih dengan pria ini. Bukan karena sudah tak memiliki rasa, tapi ia sadar jika keluarga pria ini tidak bisa menerima latar belakang nya. Penolakan yang disampaikan oleh ibu dari Rendra 3 tahun yang lalu, masih ia ingat sampai sekarang. Tidak menerimanya tidak masalah bagi Laura, tapi jika sudah berkaitan dan membawa-bawa keluarganya. Laura tak akan kompromi.

“Maaf mengganggu.” Suara seorang pramusaji memecah ketegangan yang ada di meja itu.

“La, itu tamu yang baru datang tadi, mereka mau kamu yang melayaninya.” Sambung pramusaji itu lagi.

“Mereka ada dimana mbak?” Tanya Laura sembari melepas tangannya dari genggaman Rendra.

“Mereka ada di ruangan ‘VIP.”

“Baiklah mbak, sini menunya. Biar aku yang kesana.” Laura pergi tanpa permisi meninggalkan Rendra.

“La, tunggu”. Panggil Rendra

Namun Laura tak mendengarkan dan semakin menjauh bersama rekan kerjanya.

“La, mbak minta rahasianya dong. Bagaimana caranya menarik perhatian pria-pria tampan itu. Dari tadi para pelanggan minta kamu terus yang melayani”. Oceh rekan kerjanya itu.

Laura menyunggingkan senyum dan menggelengkan kepalanya. Ia pun berlalu menuju ruangan ‘VIP’ yang ada di restoran itu. Meski bukan restoran bintang lima, tetapi restoran milik Yulia itu juga di lengkapi ruangan ‘VIP’.

Di depan pintu, Laura menarik dan membuang nafasnya kasar. Ia tau, dirinya dalam masalah besar. Masuk kedalam berarti menyerahkan diri pada singa yang sedang meradang.

Laura mengetuk pintu ruangan, lalu pintu terbuka menampakkan Johan di baliknya. Johan mempersilahkan Laura untuk masuk.

Laura masuk dengan perasaan campur aduk. Ia ingin sekali menundukkan kepalanya. Tak berani menatap Edward yang kini menatapnya tajam. Tapi ia ingat, Edward tidak akan suka.

“Jo.. tinggalkan kami berdua. Tunggu kliennya di depan”. Titah Edward kepada Johan.

“Tentu, bos. Nikmati lah waktu kalian berdua”. Johan berkata sambil terkekeh. Lalu meninggalkan tempat itu.

“Apa ada yang ingin kamu jelaskan, Ara?” Itu bukan pertanyaan, tapi nada suara Edward lebih ke sebuah perintah.

“Ed, itu.. itu..” Laura bingung harus menjelaskan darimana.

Edward berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri Laura. Pria itu dengan ganas menarik pinggang dan tengkuk Laura secara bersamaan. Lalu memagut kasar bibir tipis Laura.

“Aku tidak suka miliki di sentuh orang lain”. Bisik Edward setelah ia puas menyesap bibir tipis Laura.

Nafas keduanya masih memburu, dengan kening mereka yang saling menempel.

.

.

.

To be continue

1
Eka Nur Aisah
👍
Suzanne Shine Cha
setelah aq baca tamat baru ngebaca awal lgi trnyata mmg agak2 gimana gtlah jlnya..mmg suka2mu Thor kau yg karang tapi kau ngajarin org ga bener lohh tapi mungkin dunia nyata jg ada gini ..trus aq melihat dan menurut pengalaman ku bersaudara kembar se dekat2 dan se akrab2 kami gaa da tuchh perlakuan Kya gini kembar Kya suami istri...mungkin Krn kami culture kluarga yg strict laki2 dan perempuan hrs jaga jarak Krn beda jenis lohh sdh dewasa jg takut khilaf....jd yaa sorry crita bgss tapi kurang moralitas sorry to say✌🏻✌🏻✌🏻/Hey//Grimace//Casual/
Sugi Winarti
Luar biasa
@arieyy
baru nemu, baru baca😁
Aurell And Friends
Luar biasa
yuning
lama tak muncul kukira author nya lupa sama Kita
Riri Lala
jngan ngulang lah langsung cerita
bab nya jdi sama ceritanya
Siroj Judin
Luar biasa
wahyu widayati
rektor kan cuma ada 1. kl lebih dr satu berarti dekan....
wahyu widayati
bahasanya enak dibaca ini novel....keren thor....👍👍👍👍
Nuddin Salim
mayan Thorr... !!
lanjutkeun... 👍👍👍
melting_harmony
Luar biasa
Lismardiana
iiii aq bkn lg merinding.. air mata q sdah banjir.
Lismardiana
suka banget sm sikap monic
Dewi Soraya
biarin aj u jg dh pny istri ngpain
Dewi Soraya
ternyta udh pny ank n istri.kasian laura.
Dewi Soraya
enk amt y
Jeankoeh Tuuk
cerita yg amat bagus
menguras emosi & air mata
terima kasih banyak
semoga judul2 yg lain lebih bagus lagi
semangat berkarya utk author
Tuhan memberkati 🙏
Jeankoeh Tuuk
Rencana Tuhan indah & yg terbaik utk kehidupan anak2NYA
Jeankoeh Tuuk
lagi hangat2 nya kasih sayang suami istri
koq habisss
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!