Aku mulai tertarik dengan sosok wanita yang duduk disebelah ku dibangku delapan delapan C dalam penerbangan pesawat Jakarta ke Makassar. Dia duduk diam, mengunakan baju serba hitam, sepintas ku melihat ada air mata yang membasahi pipinya. Hatiku mulai ibah, siapa kamu manis, ingin rasanya aku mau menenangkanmu.
Ini perasaan yang dirasakan oleh Kapten Marinir Martinus Revelino. Yang sedang dalam perjalanan menuju tempat tugas baru di Papua. Saat ini dia ditugaskan sebagai Komandan Intel pada kesatuan angkatan laut di Papua.
Dalam penerbangan ini, dia bertemu dengan Gracia Natasya, seorang apoteker yang harus kembali ke papua karena duka yang dia alami.
Apakah Ino dan Cia bisa menjalin hubungan cinta??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tahun Baru
Fransisco Imanuel Rehata akhirnya menjalankan sakramen baptisan kudus di kampung omanya Kuching Serawak Malaysia di gereja yang kebanyakan adalah orang - orang yang bisa menggunakan bahasa Indonesia. Karena mereka seumpun dengan orang suku dayak yang ada di Kalimantan.
Tradisi makan meja panjang terlihat waktu kami pulang dari gereja. Banyak sekali makanan yang tersedia. Budaya kebersamaan yang masih kental. Banyak hadiah yang Nuel terima yaitu emas.
"Mi, gimana kita mau bawa ke Jakarta."
"Nanti mami tanyakan."
"Adek kamu bisa jadi juragan emas."
Malam tahun baru di kampung maminya atau di negara ini tak kala indah dengan negara - negara lain. Suasana ini akan sangat di rindukan. Karena Ino bersama keluarganya tinggal di pusat kota yang menjadi pusat keramaian. Sehingga sangat mudah bagi mereka menyaksikan pesta kembang api di malam akhir tahun ini. Semua orang berpesta menyambut pesta tahun baru di setiap lorong atau gang - gang di kota ini. Karena Nuel sudah bobo, mamim, opa dan omanya memilih tetap di rumah, bersama orang - orang tua maminya. Sedangkan Ino mengajak istrinya berjalan kaki ke arah jembatan yang menjadi ikonik kota Kuching. Disitu banyak muda mudi berpesta.
"I love you sayang dan selamat tahun baru. Terima kasih sudah mau menemani mas menjalani kehidupan ini." Ino langsung mencium bibir istrinya.
"I love you more mas. Terima kasih sudah jadi papi yang hebat buat Nuel dan juga suami yang hebat buat aku."
"Tahun ini, sepertinya kita harus program adek buat Nuel sayang. Kamu mau sayang."
"Mau dong mas. Aku ngak mau Nuel bernasip sama seperti yang tidak mempunyai adek atau kakak."
"Kita doakan ya sayang, semoga Tuhan mengabulkan permintaan kita berdua."
"Amin."
Karena sudah pukul setegah dua dini hari, Ino dan Cia langsung berjalan kaki pulang kerumah. Di rumah besar maminya ternyata opa dan oma ada yang belum tidur. Masih duduk cerita. Ternyata mereka masih menunggu anak mereka yang belum pulang yaitu Ino dan Cia. Dan benar waktu Ino dan Cia masuk kamar, maka mereka pun mulai tidur. Ada yang di ruang keluarga, ada yang di kamar mereka.
Jam tiga subuh Ino terbangun, karene mendengar suara istrinya yang sedang muntah di kamar mandi. Cia berpikir, mungkin dia masuk angin karena semalam pulang ke rumah sudah jam setengah dua pagi.
"Sayang, are you oke."
"Ade mual mas."
Ino langsung mengendong istrinya dibawa ke kamar, karena Cia sudah berlutut lemas di depan kloset. Usi yang mendengar suara adeknya meminta tolong, langsung keluar dan menuju ke kamar di ikuti oleh papi dan mami yang ketiga orang ini sudah siap dengan alat tempur mereka. Mereka berjalan sangat pelan, agar tidak membangunkan orang rumah. Ino sudah mengendong Nuel anaknya yang sendirian di kamar di pindahkan ke kamar mereka.
"Adek, selamat kamu hamil sayang."
"Hamil usi."
"Iya sayang. Ini usi dengar denyut nadi yang lain didalam tubuh kamu sayang. Coba kamu rilex dulu."
Cia tidak keberatan hamil, respon kagetnya dia hanya tidak menyangka bahwa doa yang baru dia dan suami minta kepada Tuhan di jawab dengan cepat. Ino juga kaget. Dan dia menceritakan kejadian semalam kepada mami, papi dan juga usi kakaknya.
"Puji Tuhan sayang, ingat kita akan lalui ini bersama - sama sayang."
"Iya mi. Cia ngak takut karena ada usi yang bisa menjaga dan menolong Cia, menjaga kandungan ini, kehamilan ini. Juga mami dan papi yang sayang sama Cia."
"Sayang.... Terima kasih. I love you."
"Love you more mas."
Karena tahun baru, Cia dibawa ke klinik yang ada di tengah kota. Dan puji Tuhan dokter kandungannya ada bersiaga di klinik. Setelah mengurus administrasi, Cia di periksa oleh dokter kandungan di temani Ino suaminya dan usi kakak iparnya.
"Wah kandungannya sudah tiga minggu lebih. Sehat dan bagus."
Sama seperti hamil anak pertama, kehamilan kedua ini Ino dan Cia tahu berada di negara orang.
Akhirnya untuk kepulangan mereka ke Jakarta, mami memtuskan melewati Kalimantan. Jadi lima hari hotel di Kuala Lumpur di batalkan. Dan puji Tuhan pihak hotel tidak mempermasalahkan sehingga uang lima hari dikembalikan utuh kepada kami.
Semua surat - surat keberangkatan termasuk kepemilikan emas yang banyak sudah dibuat. Dan bukan hanya Nuel yang terima hadiah mas itu waktu dia baptis, waktu tahu Cia sedang mengandung, calon bayi juga di berikan hadiah oleh nenek moyang mereka yang ada di Kuching. Bahkan ketika kami mau berangkat di bandara mereka memeluk kami dan menangis.
Penerbangan kali ini dari Kuching Serawak Malaysia langsung ke Pontianak Kalimantan Indonesia. Dan dilanjutkan Pontianak ke Jakarta. Jam empat sore waktu Jakarta Kami tiba dan di jemput oleh pak Iwan supir di rumah kami. Opa duduk di depan disebelah pak Iwan, di deret tengah ada mami dan Cia yang hamil. Sedangkan di belakang anak - anak Rehata dan cucu.