NovelToon NovelToon
Permaisuri Genius Mengguncang Istana.

Permaisuri Genius Mengguncang Istana.

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Transmigrasi
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: aldolado

Bagaimana jadinya jika seorang dokter bedah dan ahli toksikologi jenius dari abad ke-21 bertransmigrasi ke tubuh seorang Permaisuri yang lemah dan dibuang?

Anran, seorang dokter genius masa depan, tewas dalam insiden laboratorium dan terbangun di tubuh Permaisuri Kerajaan Great Yan. Tak hanya dibuang ke Istana Dingin karena fitnah kejam, tubuh Permaisuri ini juga diracuni secara perlahan oleh musuh-musuhnya di istana belakang.

Permaisuri lama yang penakut dan mudah menangis telah lenyap. Kini, Anran bangkit membawa kecerdasan medis modern, keahlian racun yang mematikan, dan keberanian tanpa batas!

Satu per satu racun dibongkar, fitnah selir licik dipatahkan, dan intrik politik kerajaan dihancurkan. Seluruh istana dibuat gempar oleh perubahan drastis sang Permaisuri yang kini anggun, cerdas, dan tidak bisa diintimidasi oleh siapa pun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aldolado, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

lanjut bab 23

... Tian, menyadari bahwa sang kaisar kini telah bertekuk lutut di balik pesona dan kejeniusannya. Namun, jauh di dalam hatinya sebagai wanita modern yang cerdas, Anran tahu bahwa pertempuran sesungguhnya di istana ini baru saja beralih ke tingkatan yang lebih tinggi.

"Jika Yang Mulia menginginkan Hamba berada di sisi Yang Mulia selamanya," bisik Anran halus dengan seulas senyum memikat yang sanggup meruntuhkan kerajaan, "maka pastikan pedangmu selalu cukup tajam untuk melindungi bahuku saat kita menaklukkan musuh-musuh Great Yan bersama."

Kaisar Tian tersenyum lebar—sebuah pendaran rasa bangga dan gairah yang amat membara terpancar dari wajah tegapnya. Tanpa ragu lagi, ia menarik tubuh anggun Anran ke dalam pelukannya yang tegap dan hangat. Di bawah pendaran lembut rembulan malam di atas jembatan batu giok, takdir dua penguasa Kerajaan Great Yan kini telah menyatu tanpa terpisahkan.

Pendar fajar menyingsing di ufuk timur, memancarkan warna merah keemasan yang membelah kegelapan langit kerajaan. Lonceng perunggu raksasa berdentang sembilan kali, memanggil seluruh jenderal perang dan menteri senior untuk menghadiri sidang fajar darurat di Aula Keagungan.

Suasana di dalam aula utama begitu tegang dan kaku. Berita mengenai Pangeran Xiao dari Kerajaan Selatan yang membawa racun Daun Darah Hitam ke dalam perjamuan kerajaan semalam telah menyebar luas, memicu kemarahan mendalam di kalangan para jenderal militer.

Di atas Tahta Naga, Kaisar Tian duduk berbalut jubah naga hitam bersulam benang emas yang mengintimidasi. Namun yang membuat seluruh pejabat terperanjat adalah keberadaan kursinya yang kini berdampingan erat dengan Tahta Feniks milik Anran. Sang Permaisuri duduk anggun berbalut gaun sutra kebesaran, memancarkan aura penguasa yang tak terbantahkan.

"Tindakan Kerajaan Selatan yang menyelundupkan racun di tengah perjamuan resmi adalah deklarasi perang terbuka terhadap Kerajaan Great Yan!" seru Jenderal Meng—komandan pasukan utara—seraya berlutut memberi hormat. "Hamba memohon izin Yang Mulia untuk memimpin lima puluh ribu prajurit menindak tegas perbatasan selatan!"

Kaisar Tian menatap dingin ke arah kerumunan pejabat. "Pangeran Xiao dan seluruh utusannya telah mengakui di bawah interogasi sel bawah tanah bahwa racun tersebut dipasok langsung oleh Perdana Menteri Kerajaan Selatan. Mereka berniat melumpuhkanku agar pasukan selatan bisa menerobos perbatasan tanpa perlawanan."

Para menteri berbisik-bisik penuh kecemasan.

"Namun perang bukan hanya soal menghunus pedang di garis depan," suara Anran yang halus dan jernih mendadak memotong keheningan aula.

Seluruh jenderal dan menteri seketika menoleh, menatap Anran dengan rasa hormat yang mendalam.

Anran menegakkan tubuhnya, menatap Jenderal Meng dan para komandan perang dengan pandangan tajam. "Wilayah selatan dikenal dengan rawa beracun dan wabah endemik yang sering melumpuhkan pasukan kita sebelum sempat bertempur. Jika kita mengirim pasukan tanpa persiapan medis yang matang, kita hanya akan menyerahkan nyawa prajurit secara sia-sia."

Jenderal Meng tertegun, lalu membungkuk kaku. "Lantas... bagaimana petunjuk Yang Mulia Permaisuri?"

Anran mengulas senyum tipis penuh percaya diri. "Dalam tiga hari ke depan, Balai Pengobatan Kerajaan di bawah pengawasanku akan memproduksi sepuluh ribu dosis penawar racun rawa dan salep steril untuk seluruh prajurit garis depan. Selain itu, aku telah menyusun racikan herbal penambah stamina khusus agar prajurit sanggup bertahan di cuaca lembap selatan."

Para jenderal perang seketika membelalak kagum. Pandangan mereka terhadap

1
Murni Dewita
👣
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
nah kan, sekalian aja itu si kaisar meninggoy mendadak
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
kaisar pikun yg kebanyakan selir sih ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!