NovelToon NovelToon
Kehangatan Di Ujung Senja

Kehangatan Di Ujung Senja

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:34.1k
Nilai: 5
Nama Author: santi.santi

Bagi Senja Kala, pernikahan ini adalah jembatan menuju kebebasan. Bagi Alfa, pernikahan ini adalah keterpaksaan saat kekasihnya, Dila, berjuang melawan maut.

​Terjebak dalam sangkar baru, Senja memilih mencintai dalam diam dan merawat Dila tanpa dendam. Namun ketika pengorbanan terbesarnya diberikan secara rahasia dan Senja memilih menghilang, Alfa baru menyadari fakta yang menghancurkannya, wanita yang ia abaikan adalah rumah yang selama ini ia cari.

Akankah Alfa bisa menemukan Senja?

Apa Senja bersedia memaafkan dan memberi kesempatan Alfa jika mereka bertemu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi.santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Senja

Brakkk!

Suara gebrakan meja kayu mahoni bergemuruh hebat di dalam ruang kerja megah kediaman Arghantara.

Gilang Arghantara, pria paruh baya yang memegang kendali penuh atas dinamika bisnis keluarga, berdiri dengan napas memburu dan raut wajah merah padam. Amarahnya memuncak hingga ke ubun-ubun.

Ancamannya selama ini rupanya dianggap angin lalu oleh putra tunggalnya. Gilang tahu persis ke mana Alfa menghilang di detik-detik paling krusial malam itu.

Bukannya berdiri di atas panggung kehormatan untuk menerima piala Outstanding Strategic Joint Venture of the Year, Alfa justru melarikan diri demi seorang wanita yang sejak awal telah dilarang keras untuk masuk ke dalam silsilah keluarga mereka.

Telepon genggam Alfa tak berhenti bergetar. Sebuah pesan singkat dengan penekanan dingin namun mutlak dikirimkan oleh sang ayah,

"Pulang detik ini juga, atau aset apartemen dan fasilitas medis wanita itu akan diputus total esok pagi!"

Tidak hanya Alfa yang harus berhadapan dengan badai amarah. Di lorong rumah sakit yang sepi, Senja baru saja menjauhkan ponsel dari telinganya. Suara Prasetya Anjasmara, papanya masih terngiang membakar indera pendengarannya.

Prasetya murka luar biasa. Kesempatan emas untuk makin melambungkan nama Senja dan Papanya di politik.

Selama ini Senja selalu membawa nama baik keluarga dengan sangat apik tanpa cela di atas panggung mana pun, tetapi malam ini, kegagalan melangkah ke podium telah melukai harga diri sang papa.

Sementara itu, di dalam ruang rawat inap VIP tempat Dila baru saja dipindahkan dari IGD, suasana terasa begitu hening. Kondisi Dila telah dinyatakan stabil oleh tim dokter, meski tubuhnya masih terikat selang infus dan bantuan oksigen.

Senja tidak melangkah masuk. Ia memilih tetap berdiri di luar ruangan, bersandar pada dinding dingin koridor steril. Senja tahu batas dirinya. Memasuki ruangan itu hanya akan menciptakan canggung yang tak perlu di tengah kondisi Dila yang rentan.

Langkah kaki terburu-buru terdengar mendekat. Alfa keluar dari dalam kamar rawat, menutup pintu kayu itu tanpa suara. Begitu melihat Senja yang setia menunggu di luar dalam kesendirian, dada Alfa mendadak dihantam rasa bersalah yang teramat pekat.

Alfa menghampiri Senja, menatap wajah istrinya yang tampak tenang meski ia tahu pasti apa yang baru saja dialami wanita itu.

"Senja..." Panggil Alfa, suaranya parau dan sarat akan penyesalan.

"Maafkan aku. Sungguh, aku minta maaf. Aku tahu... Papa kamu pasti sangat marah padamu karena masalah ini."

Senja menoleh, mengulas senyum tipis yang amat menenangkan. Tidak ada pancaran emosi meledak-ledak atau raut wajah menyalahkan di sana.

"Mas Alfa tidak perlu minta maaf terus-menerus" tutur Senja lembut.

"Papa memang marah besar, itu hal yang wajar karena ini menyangkut reputasi perusahaan. Tapi Mas tidak perlu pusing memikirkannya. Aku sudah punya cara untuk menangani media dan menutupi masalah ini. Cara yang jauh lebih cepat, mudah, dan tidak akan menimbulkan kecurigaan apa pun."

Alfa mengernyitkan dahi, matanya memancarkan rasa ingin tahu yang besar.

"Cara apa, Senja? Tim Humas Arghantara bahkan sedang kesulitan menyusun alasan yang masuk akal."

"Aku butuh pendapatmu tentang ideku ini, Mas. Tapi..." Senja menggantungkan kalimatnya, menatap Alfa dengan binar mata serius.

"Aku berharap Mas Alfa tidak salah paham atau berpikir yang tidak-tidak dengan permintaanku nanti."

"Rencana apa sebenarnya?" Tanya Alfa kian bingung.

"Aku akan mengatakannya nanti begitu kita sampai di rumah" Jawab Senja tenang. Ia lalu melirik jam tangan tipis di pergelangan tangannya.

"Sekarang aku harus pulang dulu untuk menenangkan suasana. Kalau Mas Alfa masih ingin tetap berada di sini menjaga Dila, aku tidak masalah."

Alfa menggeleng cepat tanpa ragu. Dila sudah melewati masa kritis dan kondisinya kini ditangani sepenuhnya oleh Suster Weni serta tim medis.

Alfa sangat sadar, keberadaannya di rumah sakit saat ini justru menjadi pemantik utama dari ancaman sang ayah dan kemarahan mertuanya. Ia tidak boleh membiarkan Senja menanggung akibat dari kekacauan yang ia ciptakan sendirian.

"Tidak, Senja. Aku pulang bersamamu!" Tegas Alfa mantap.

Suasana di dalam mobil sepanjang perjalanan pulang menuju kediaman mereka terasa begitu hening. Alfa fokus mengemudi dengan pikiran yang dipenuhi seribu pertanyaan, sementara Senja menatap keluar jendela, mematangkan strategi yang telah tersusun rapi di kepala cerdasnya.

Begitu melangkahkan kaki melewati pintu utama rumah mereka yang sunyi, Alfa tak sanggup lagi menahan rasa penasaran yang membakar dadanya.

"Senja, katakan sekarang. Apa rencana yang kamu maksud?" Desak Alfa saat mereka tiba di dalam kamar utama lantai dua.

Senja menghentikan langkahnya, menoleh menatap Alfa.

"Tunggu sebentar di sini, Mas. Aku ganti baju dulu."

Senja melangkah masuk ke dalam walk-in closet yang luas di sudut kamar. Alfa berdiri mematung di tengah ruangan, mengusap tengkuknya yang terasa tegang seraya menunggu.

Tak beberapa lama kemudian, pintu walk-in closet terbuka perlahan.

Deg...

Jantung Alfa seakan berhenti berdetak seketika. Pria itu terhenyak di tempatnya berdiri, matanya melebar tak percaya. Udara di sekitar paru-parunya mendadak menguap sewaktu ia menyaksikan sosok Senja yang baru saja melangkah keluar.

Senja tak lagi mengenakan pakaian kasualnya. Wanita itu kini mengenakan sebuah gaun tidur tipis berbahan sutra sutra berwarna putih gading yang jatuh meliuk di sepanjang lekuk tubuhnya.

Tali tipis gaun itu bertengger di bahunya yang mulus, sementara rambut hitam panjangnya yang biasa disanggul rapi kini dibiarkan tergerai bebas menutupi sebagian punggung dan dadanya.

Pemandangan itu begitu mengejutkan sekaligus memikat. Alfa menelan ludahnya dengan kasar, merasakan tenggorokannya mendadak mengering seketika.

Binar mata Alfa menyapu siluet anggun istrinya, sebelum akhirnya pria itu tersadar dan dengan cepat memalingkan wajahnya ke arah lain, berusaha meredam gejolak asing yang mendadak menyerang pertahanan dirinya.

"Kamu... ganti baju pakai ini, Mas!"

Suara Senja memecah keheningan. Wanita itu melangkah mendekat seraya menyodorkan sebuah kimono robe berbahan satin hitam yang serasi ke hadapan Alfa.

Alfa menatap jubah tidur di tangan Senja, lalu beralih menatap wajah Senja dengan raut wajah sarat akan kebingungan yang memuncak.

"A-apa maksud kamu, Senja? Sebenarnya apa rencanamu?" Tanya Alfa terbata-bata, berusaha keras menjaga nada suaranya agar tetap terdengar datar meski dadanya bergemuruh hebat.

"Pakai saja dulu, Mas!" Pinta Senja singkat namun tegas, menyodorkan jubah itu makin dekat.

Alfa tidak punya pilihan lain. Mengingat janji dan ketenangan Senja sejak di rumah sakit, pria itu akhirnya menurut. Ia mengambil jubah tersebut, berbalik melangkah menuju bilik ganti, dan segera menanggalkan pakaian kasualnya untuk berganti dengan kimono robe satin tersebut.

Beberapa menit kemudian, Alfa keluar dari bilik ganti. Ia mengikat tali jubah di pinggangnya dengan agak longgar. Pandangannya langsung menyapu sekeliling kamar, mencari keberadaan Senja.

Wanita itu sedang berdiri di balkon kamar yang pintunya terbuka lebar. Angin malam yang berhembus pelan membuat tirai tipis kamar melambai halus. Senja berdiri membelakangi ruangan dengan sebuah ponsel pintar yang sudah berada di dalam genggaman tangannya.

Alfa berjalan mendekat menuju pintu balkon. Pandangan mata pria itu terkunci rapat pada punggung Senja dari belakang. Di bawah terpaan pendar cahaya rembulan malam itu, tubuh berbentuk indah milik Senja tampak kian memesona.

Gaun putih tipis berbahan sutra itu menyapu lembut kulitnya saat tertiup angin, berpadu sempurna dengan kibasan halus rambut hitamnya yang tergerai.

Pemandangan itu menciptakan sebuah siluet yang teramat cantik dan sensual, sebuah keindahan alami yang membuat laki-laki manapun tak akan sanggup mengalihkan pandangannya meski hanya sedetik.

Alfa menarik napas dalam-dalam untuk menetralkan debar di dadanya, lalu mengeluarkan dehaman pelan untuk menutupi keagungannya yang sempat terpesona.

"Hmm..." Dehem Alfa.

Senja menoleh ke belakang. Wajah cantiknya bersinar lembut oleh pendar lampu balkon.

"Oh, kamu sudah selesai, Mas? Ayo sini mendekat!" Perintah Senja halus, mengibaskan tangannya memberi isyarat agar Alfa berdiri di sisinya.

Alfa melangkah maju, memangkas jarak di antara mereka hingga ia kini berdiri tepat di hadapan Senja, merasakan aroma wangi lavender dan mawar yang menguar dari tubuh istrinya.

Alfa menatap Senja lurus-lurus, tak sanggup lagi membendung rasa penasarannya yang sudah berada di puncak.

"Apa rencana kamu sebenarnya, Senja?" tanya Alfa dengan nada suara yang dalam.

1
Ass Yfa
Senja ttp merasa sendiri..karna hati suaminya bukan miliknya
Nar Sih
sperti nya kmu mulai jatuh cinta dgn alfa senja
Nar Sih
dari perhatiaan alfa ke senja seperti psng suami istri yang saling mencintai pdhl ...mungkin hnya sbts tangung jwb alfa
Ari Atik
pengen nya alfa merasa kehilangan senja..
biar dia tau perasaan .yg sesungguhnya ...
juwita
kasihan senja jatuh cinta sm suami sendiri tp di hatinya ada cwek lain😭😭😭
mery harwati
Ada kopi online bwt author agar membuka rahasia, apakah orang tua Senja tau bahwa Alfa masih berhubungan dengan Dila meski Alfa sudah menikah sah dengan Senja
Karena bisa jadi nanti pelarian Senja dalam pernikahan ada campur tangan orang tua Senja karena Senja diabaikan oleh Alfa
Agnezz: makanya Senja dan Alfa harus tahan2 diri aja dulu Suatu saat mereka jadi pimpinan dan pemilik perusahaan. Ayah2 mereka sudah tertalu tua dan sakit2an, suatu saat akan menyerahkan perusahaan pada mereka
total 3 replies
mery harwati
Sebentar² aq jadi berpikir tentang pernikahan antara Senja & Alfa memang sudah disetujui oleh kedua orang tua mereka, tapi soal Alfa yang masih merawat Dila & "menelantarkan" Senja sebagai istri sah, diketahui tidak oleh orang tua Senja? Sebab selama episode ini hanya ayah Alfa yang keras menentang hubungan Alfa & Dila, andaikan orang tua Senja bahwa Alfa punya kekasih Dila & tetep menjodohkan Senja dengan Alfa, brati memang Senja benar² sendiri hidupnya ditengah kemewahan, tapi seandainya orang tua Senja tak tau bahwa Alfa masih berhubungan dengan Dila dan Alfa menyakiti Senja, waahh harusnya orang tua Senja menyembunyikan Senja dari Alfa & keluarganya 🤔💪
Agnezz: mungkin karena Senja mulai jatuh cinta pada Alfa dan dalam pandangan Senja, hati.Alfa sudah terkunci pada Dila. Tujuan awal.Senja mau menikah adalah pernikahannya menjadi jembatan menuju kebebasannya. Senja audah bosan terlalu dituntut dan disetir ayahnya. yah memang Senja KESEPIAN. orang tuanya hanya menjadikan Senja sebagai alat.
total 3 replies
Agnezz
Alfa emang cowok yg penuh kasih sayang dan perhatian. Dia tidak bisa berdiam diri kalo orang lain sakit. Pantas sangat mengkhawatirkan Dila karena dia sepeduli itu.Hati2 Senja jangan sampai jatuh cinta.
Agnezz
Untung yg jadi istri Senja, coba kalo wanita lain yg gak terima Alfa masih berhubungan dan memikirkan Dila. bisa dibejek-bejek kamu Alfa.
Agnezz
"Jangan merasa sendirian lagi Senja" berati Alfa paham kalo Senja kesepian.
" Selama kita bersama, aku akan selalu ada disini menemanimu." Jangan terlalu umbar janji Alfa. saat masih bersama sebagai suami istri, dihatimu masih ada Dila.
Hanima
lanjuttt
Cahaya
senja😍
Cahaya
lanjutttt
Hanima
Lari lah jauh2 senja
Inara Khimar
saran ku lari senja lari yang jauh
Ikaaa1605
😍
Cahaya
masihh spi ini blm pada hadir
Sastri Dalila
🤗
Nar Sih
semoga badai nya cpt pergi dan kalian sgra kmbli sampai daratan lgi
Umfaiq
baru kali ni ada CEO bodoh ga ketulungan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!