NovelToon NovelToon
Terbelenggu Cinta Sahabat Suamiku

Terbelenggu Cinta Sahabat Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Diam-Diam Cinta / Selingkuh
Popularitas:10.4k
Nilai: 5
Nama Author: Red_Purple

‎Dua tahun pernikahan yang Nara jalani bersama dengan Arga mulai terasa hambar ketika Arga memilih untuk sibuk dengan pekerjaan. Hingga suatu malam dia menyaksikan suaminya itu tengah berselingkuh dengan sekretarisnya sendiri.

‎Saat dunianya terasa gelap, sosok Aditya Narendra yang merupakan sahabat baik Arga muncul sebagai pelindungnya. Rendra selalu ada di sisi Nara, memberikan dukungan dan perhatian yang telah lama tidak dia dapatkan dari suaminya.

‎Sentuhan lembut dan kata-kata hangat Rendra menjadi obat yang menyembuhkan luka dalam hatinya, sekaligus membawanya pada permainan penuh gairah pria itu. Namun, Nara tak menyadari bahwa di balik kebaikan Rendra tersembunyi sebuah rahasia besar.

‎"Jawab pertanyaanku, Nara. Lebih puas denganku, atau dengan suamimu yang selalu meninggalkanmu sendirian?" ~ Aditya Narendra.

‎‎📍Membaca novel ini mampu meningkatkan imun dan menggoyahkan iman 😁 bukan area bocil, bijak-bijaklah dalam membaca 🫣


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 22

‎Nara menelan salivanya susah payah. Wajahnya yang tadi pucat kini perlahan memerah, bukan hanya karena malu, tapi karena jantungnya yang berdegup kencang. Dia menundukkan wajah, tidak berani menatap mata tajam pria itu terlalu lama.

‎‎"Pa... pagi, Rendra," jawabnya terbata-bata, suaranya terdengar halus dan bergetar.

‎‎Arga yang duduk di samping Rendra sama sekali tidak menyadari getaran aneh yang terjadi di antara mereka. Dia justru tersenyum lega dan langsung berdiri mendekati istrinya.

‎‎"Sayang, kemari," panggil Arga lembut, lalu memegang kedua bahu istrinya itu. "Kebetulan sekali Rendra datang. Dia mau menemanimu belanja gaun hari ini karena Mas tidak bisa pergi."

‎‎Nara mengangkat wajahnya, menatap suaminya seakan tak percaya. Perlahan pandangannya kembali tertuju pada Rendra, pria itu menyunggingkan senyum miring penuh kemenangan.

‎"Ya sudah, aku berangkat kerja dulu ya," ucap Arga sambil merapikan jasnya. Dia menepuk bahu Rendra dengan penuh harap. "Tolong jagain dia buat aku, Ren. Aku pamit."

‎‎"Hati-hati," jawab Rendra santai, namun matanya tak lepas dari sosok Nara.

‎‎Arga berbalik dan mulai melangkah. Saat suara langkah kakinya menjauh, suasana di dalam rumah itu berubah total. Tidak ada lagi topeng persahabatan, tidak ada lagi rasa sungkan.

‎‎Rendra berdiri perlahan, lalu melangkah mendekati Nara dengan tatapan yang kini berubah menjadi gelap dan mendominasi. Dia berhenti tepat di hadapan wanita itu, jarak mereka begitu dekat hingga napas mereka bisa saling bersentuhan.

‎‎"Cantik," panggilnya pelan, suaranya terdengar serak dan dalam. Tangannya terulur, jari-jemarinya yang hangat dengan berani mengusap lembut pipi mulus Nara. "Akhirnya kita cuma berdua saja."

‎‎Nara memejamkan mata sejenak, menikmati sentuhan yang begitu dia rindukan. Dadanya bergemuruh kencang.

‎‎"Ren, jangan seperti ini. Ada pelayan dirumah," bisik Nara lembut, matanya terbuka menatap manik mata pria itu.

‎‎Rendra menurunkan tangannya, senyum jahil terukir di bibirnya. "Suamimu memintaku untuk menjagamu. Jadi hari ini... kamu milikku sepenuhnya."

‎"Ayo bersiap. Ganti bajumu. Kita punya banyak hal yang harus dilakukan hari ini," bisik Rendra di telinga Nara.

‎‎Nara mengangguk dan pergi ke kamar hanya untuk mengganti pakaiannya, tak lama kemudian dia muncul dengan penampilan yang santai namun tetap mempesona. Rendra sudah menunggunya di depan mobil mewahnya. Dengan sigap dia membukakan pintu penumpang untuk Nara, layaknya seorang kekasih yang sangat perhatian.

‎‎"Makasih," ucap Nara pelan saat masuk ke dalam mobil.

‎‎Rendra hanya tersenyum, lalu berjalan memutar masuk ke sisi pengemudi.

‎‎Sepanjang perjalanan, suasana di dalam mobil terasa begitu hangat dan intim. Rendra sesekali melirik Nara sambil tersenyum, atau tangannya akan terulur untuk menggenggam tangan Nara yang berada di persneling, mengusap punggung tangannya dengan lembut dan penuh kasih sayang. Mereka tampak seperti pasangan kekasih yang sedang dimabuk asmara, bukan sahabat suami dan istri orang.

-

-

-

‎Mereka tiba di sebuah butik eksklusif yang sangat mewah. Begitu masuk, pelayan langsung menyambut dengan hormat, jelas mereka mengenal siapa Rendra.

‎‎‎Rendra berhenti di tengah deretan gantungan baju yang indah. Matanya menyapu sekeliling, lalu menoleh menatap Nara dalam-dalam.

‎‎"Sudah dapat yang kamu inginkan?" tanya Rendra pelan, suaranya lembut namun terdengar sangat berwibawa.

‎‎Nara menggeleng pelan, jari-jarinya masih menyentuh kain-kain yang halus dengan wajah bingung.

‎‎"Belum. Terlalu banyak pilihan, aku jadi bingung," jawabnya jujur. "Mana yang menurutmu cocok untukku?"

‎‎Rendra tersenyum tipis, lalu berjalan mengambil sebuah gaun dengan warna merah marun yang elegan, potongannya terlihat sangat mewah dan sedikit terbuka di bagian punggung.

‎‎Dia kembali mendekati Nara, lalu mendekatkan gaun itu ke tubuh wanita itu, menyesuaikannya seolah sedang membayangkan Nara memakainya. Wajah mereka sangat dekat, hingga Nara bisa merasakan hangatnya napas pria itu.

‎‎"Yang ini," bisik Rendra, matanya menatap lurus ke manik mata Nara. "Warnanya melambangkan hasrat dan keberanian. Dan aku yakin, saat kamu memakainya nanti, kamu akan terlihat sangat cantik."

‎‎Nara tersipu, wajahnya memerah. "Mmm... warnanya terlalu mencolok, Ren. Aku takut tidak nyaman."

‎‎Tangan Rendra langsung bergerak mengambil gaun lain, kali ini gaun warna hitam dengan ribuan manik-manik dan sequin yang berkilauan yang menyelimuti seluruh permukaannya.

‎‎Rendra mendekatkan gaun itu ke tubuh Nara, menyesuaikannya dengan hati-hati. Matanya menyapu dari ujung kepala hingga kaki, membayangkan betapa sempurnanya wanita itu nanti.

‎‎"Atau yang ini," bisik Rendra pelan, suaranya terdengar serak dan dalam.

‎‎"Hitam..." lanjut Rendra sambil menatap Nara lekat-lekat, jarak wajah mereka hanya berjarak beberapa senti. "Warna yang melambangkan keanggunan, misteri, dan kekuatan. Cocok sekali dengan kepribadianmu yang dingin dan sulit didekati di depan orang lain... tapi manis dan hangat hanya di depanku."

‎‎Nara memukul pelan dada bidang Rendra, matanya menyipit tajam.

‎‎"Kamu ini... sedang memilih baju atau mau menggodaku?" gerutunya manja.

‎‎Rendra tertawa renyah, suara tawanya terdengar sangat memuaskan. Dia kembali melingkarkan tangannya di pinggang Nara, menarik tubuh wanita itu semakin dekat hingga tak ada jarak tersisa.

‎‎"Keduanya," jawabnya jujur dengan senyum nakal. "Lagipula, bagaimana bisa aku fokus memilih baju kalau di depanku ada wanita secantik kamu yang siap dimakan kapan saja,"

‎‎"Ya sudah," lanjut Rendra sambil mengambil kedua gaun yang tadi dia pegang. "Coba saja dua-duanya. Aku mau lihat gaun mana yang lebih bikin aku ingin langsung bawa kamu pulang dan mengurungmu di kamarku,"

‎‎Nara langsung mencubit pinggang Rendra mendengar godaan itu, membuat pria itu sedikit meringis namun senyum nakal tak pernah hilang dari wajahnya.

‎‎"Dasar mesum," gerutunya pelan sambil mengambil alih kedua gaun itu dari tangan Rendra. "Aku coba dulu, kamu tunggu disini."

‎‎Rendra tertawa renyah. Dia menyandarkan punggungnya di dinding, menunggu dengan sabar. Beberapa menit kemudian pintu ruang ganti terbuka perlahan.

‎‎Nara melangkah keluar dengan hati-hati. Saat itu juga, waktu seakan berhenti berputar di mata Rendra. Wanita itu kini mengenakan gaun hitam pilihan Rendra. Ribuan manik dan sequin yang menempel di seluruh permukaannya berkilau indah memantulkan cahaya lampu ruangan, membuat Nara tampak seperti permata hitam yang paling mahal dan berharga.

‎‎Gaun itu memiliki potongan bodycon yang sangat pas, memeluk lekuk tubuhnya dengan sempurna tanpa terlihat berlebihan. Model lehernya sweetheart yang feminin memperlihatkan garis bahu dan leher yang jenjang, sementara tali bahunya yang tipis memberikan kesan anggun namun rapuh.

‎‎Yang paling memikat mata Rendra adalah adanya belahan tinggi di bagian kaki kanan, yang setiap kali Nara bergerak akan memperlihatkan sekilas kulit mulus yang sangat menggoda.

‎‎Nara berdiri ragu di depan cermin besar, tangannya sedikit memegang ujung gaun, wajahnya terlihat cantik, dingin, namun memancarkan aura seksi yang mematikan.

‎‎"Bagaimana...?" tanya Nara pelan tanpa menoleh, matanya menatap bayangan mereka berdua di kaca. "Apa ini tidak terlalu ketat atau aneh?"

‎‎Rendra tidak segera menjawab. Dia berjalan mendekat perlahan, langkahnya terdengar berat dan penuh hasrat yang tertahan. Dia berhenti tepat di belakang Nara, menatap pantulan wajah mereka di cermin. Tangannya terulur, mengusap lembut kedua lengan wanita itu, lalu bergerak naik menyentuh bahu. Wajahnya mendekat, bibirnya mencium bahu wanita itu dengan mesra.

‎‎"Sempurna..." desis Rendra pelan, suaranya terdengar serak dan dalam tepat di telinga Nara. "Gaun ini terlihat seperti diciptakan khusus untukmu."

‎‎Rendra melingkarkan kedua tangannya erat di pinggang ramping Nara, menarik tubuh wanita itu menempel sempurna di dadanya. Napasnya yang hangat menerpa leher jenjang itu, membuat Nara meremang.

Nara memejamkan mata, menikmati hangatnya pelukan dan aroma tubuh pria itu yang begitu memabukkan. "Sudah, jangan digoda terus. Aku ambil yang ini saja,

‎"Sekarang turunkan tanganmu, aku pergi ganti dulu," imbuhnya.

‎‎Dengan berat hati Rendra melepaskan pelukannya. Nara berjalan kembali masuk ke ruang ganti untuk mengganti pakaiannya. Tak lama kemudian dia keluar kembali dengan pakaian santainya.

‎Rendra sudah berdiri menunggu. Dia mengambil gaun hitam itu dari tangan Nara, lalu menyerahkannya kepada pelayan butik yang sudah standby di dekat mereka dan memintanya untuk membungkusnya.

Selesai membayar, Rendra mengambil paperbag berisi gaun itu. ‎‎Mereka berjalan menuju area parkir yang luas di halaman bangunan itu. Rendra berjalan santai dan penuh wibawa, satu tangannya memegang belanjaan, sementara tangan lainnya tak pernah lepas menggenggam tangan Nara.

‎‎Namun, baru beberapa langkah, tiba-tiba kaki Nara terhenti kaku. Tubuhnya menegang seketika. Matanya membelalak lebar, wajahnya pucat pasi saat melihat ke arah gerbang parkir. Disana, Dina, Riri, dan Dea baru saja turun dari mobil mereka. Teman-temannya itu tampak sedang tertawa ria, sepertinya berniat masuk ke butik yang sama.

‎"Gawat..." desis Nara pelan, jantungnya seakan berhenti berdetak. "Bagaimana ini?"

-

-

-

Bersambung...

1
Zuri
makanya milih melayani orang lain ya nar🤧
Zuri
tapi kan sekarang dirimu juga sama nar/Slight//Slight/
🔥Violetta🔥: Dia bakal ngaku 😅😅😅
total 1 replies
Zuri
giamana reaksi mereka ya kalo misal udah ada kecebong sebelum progam,
Zuri
karena mereka berdua slengki dengan pasangan masing masing.. omelin aja omelin, saklian othornya omelin juga🤧🤧
🔥Violetta🔥: Othornya masih polos .. diajarin sama Rendra ini 🤣🤣🤣
total 1 replies
Zuri
dirimu yg pernah slengki pasti paham lah itu apa
Zuri
lu itu suami juga bukan main asal klaim aja/Sweat//Sweat/
Zuri
eehh.. yakin mo dilepasin😏😏
Devi Novita
perempuan goblok harga diri kok murah apa bedanya sama Agra suamimu berhubungan dgn laki laki lain saat masih menjadi seorang istri melakukan kesalahan yg berulang ulang 😴😴😴
Devi Novita: 🤣emosi Aku jadi wanita tu berkelas Napa masak menjatuhkan Marwah harga diri sendiri katakan pada suami Dunia belum berakhir tanpamu duniaku indah tanpamu dan hidupku lebih bahagia tanpamu nah setelah cerai selesai baru cari pengganti bales dgn menjadi pasangan si renda biar tau tu laki kalau byk pria yg ngejer cintanya🤭🤣
total 2 replies
°RhaiKen™
ketauan pisah ranjang 👏👏👏👏
🔥Violetta🔥: 👏👏👏👏👏
total 1 replies
Endah Puji
thanks😍
🔥Violetta🔥: Kembali kasih kakak 🙏😁
total 1 replies
Zuri
eeeh... dobel pragrap ini. di atas ada,
🔥Violetta🔥: Efek lierr sama tulisan sendiri 😅😅😅
total 1 replies
Zuri
pasanganku lagi bersama pasanganya.. coba jwab gitu ren🤣
Zuri
bakal cemburu saling beradu sih ini🤧
°RhaiKen™
astagaa....😲 Mereka yg mau kepergok knp malah aku yg deg"an panik panas dingin c njirrr 😅😅😅 kyanya c akoh terlalu mendalami peran Nara 🤦
°RhaiKen™: /Chuckle//Chuckle//Chuckle/
total 6 replies
Zuri
biar bisa bebas main kemana aja gitu yaa😏
Zuri
sekarang binikmu yg lagi hobi ma ular lain🤧🤧
Zuri
kalo Nara tau rumah tangganya rusak karena Rendra, entah ya.. kan Cinta gak kenal logika. si Arga juga gak tahan godaan
Zuri
istri sahabatku..detik berikutnya kejang si papa Hendry🤧
Zuri
nar denger gak tuh?? dengerin yak🤣
Zuri
disaat suami ingin memperbaiki hubungan, tapi dia juga membuka peluang pabinor masuk🤧🤧
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!