Pernikahan Anne Avantie Anderson dan pria yang dicintainya batal secara sepihak setelah keluarga sang kekasih menolak hubungan mereka. Di tengah keputusasaan, Anne mengikuti rencana adik sepupunya untuk membuat Davin datang menjemputnya. Ia sengaja pergi ke sebuah bar dalam keadaan mabuk, berharap pria yang masih dicintainya itu akan membawanya pulang dan kembali melanjutkan pernikahan mereka.
Namun, malam yang seharusnya menjadi jalan untuk menyelamatkan hubungannya justru berubah menjadi awal dari kehancuran hidupnya.
Anne terjebak dalam rencana adik sepupunya sendiri dan mendapati dirinya harus menghabiskan malam bersama seorang pria yang tidak pernah ia kenal sebelumnya. Saat itulah ia menyadari bahwa selama ini dirinya telah menjadi korban dari kejahatan dan tipu daya sang adik sepupu.
Fitnah, kesalahpahaman, dan berbagai masalah yang menimpanya perlahan berubah menjadi aib yang membuat Anne memilih meninggalkan kota dan memutus semua hal yang mengingatkannya pada malam itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julian_06, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Disewa Berapa?
"Nona Anne apa nona baik-baik saja?" Tanya dokter Stella.
Anne menggelengkan kepalanya, kembali
ke dalam akal sadarnya, "ah iya saya baik-baik saja dok." setidaknya ia masih terpana dengan sikap baik Viktor terhadapnya, ini benar-benar berbeda dari hari sebelumnya, sikap pria itu padanya berbalik 180 derajat.
"Aku masih tak menyangka jika tuan Viktor melakukan ini," ungkap Anne.
"Tidak perlu sungkan, tuan Viktor juga bilang jika nona bisa menggunakan mobil ini kapan pun," balas dokter Stella, Anne tertegun merasa perkataan pria itu sangat berlebihan untuknya.
Anne semakin di buat melayang seolah kehilangan kesadaran.
Di saat itu dokter Stella menuntunnya masuk.
"Mari!"
"Ya", Anne di papah oleh beberapa pengawal untuk masuk ke dalam mobil itu, setelah itu mobil dengan pelan melaju.
Setelah semula perasaannya yang berbunga kini rasa cemas bergantian menderanya, ia terpikirkan dengan bagaimana cara ia akan menghadapi keluarga bibinya nanti.
Beberapa saat melakukan perjalanan, pada akhirnya mobil itu kini berhenti di depan rumah lamanya, Anne terenyuh menatap keluar jendela, perasaan rindu itu kini menderainya, ia bahkan melihat rumah ini masih sama dengan empat tahun lalu, ia begitu rindu suasana di dalam rumah itu, rindu kehangatan dan perhatian ayahnya.
Saat ia memandang ke sana, ia juga melihat orang-orang yang dahulu bekerja bersama ayahnya.
la melihat paman Sam dan bibi Hilda terlihat berpakaian mewah mereka tampak berjalan menaiki tangga memasuki pintu rumah itu, di tangannya ia memegang paper bag dengan logo salah satu brand sebagai hadiah untuk tuan rumah, sementara yang lain juga tampak datang dengan mobil-mobil mewah mereka seakan jika malam ini adalah ajang untuk pamer kekayaan.
Di tengah lamunan Anne, sebuah bunyi klakson terdengar dari arah belakang, Anne menoleh ke spion dan melihat ada mobil Davin, ia termenung pasti dia datang bersama Selina a juga anaknya, tiba-tiba saja ia jadi mengenang masa lalu, dahulu Davin datang ke rumah ini tiap malam minggu untuk menemuinya, tapi kini Davin datang untuk melakukan reuni, apakah di dalam sana semua akan baik-baik saja nantinya.
"Jangan membunyikan klakson secara sembarangan!" peringat Davin pada supirnya di dalam mobil itu.
"Maafkan saya, tuan." sahutnya merasa bersalah.
"Kenapa kamu berkata seperti itu padanya? Ini rumahku tidak ada yang boleh menghalangi jalanku!"' sahut Selina yang duduk di sebelah Davin.
"Mobil di depan mirip mobil tuan Viktor? Apakah orang tuamu sudah mengundangnya juga?" jawab Davin, ia
merasa makin penasaran, pasalnya ini hanyalah makan malam keluarga, yang di
undang pun juga hanya anggota keluarga saja, tapi kini ia melihat mobil pria itu di sini, Davin pun membuka kaca jendelanya untuk memperhatikan mobil itu.
"Viktor siapa? Maksudmu Viktor direktur Montesano Corporation?" tebak Selina.
Davin melongok kan lehernya, "benar, ini
mobil Viktor!"
"Ayo kita turun!" perintahnya kemudian tidak lama mobil mereka berhenti, Davin, Selina, juga asisten Davin yang biasa nya
mengikutinya pun buru-buru turun untuk
menyambut mereka, Viktor adalah partner bisnisnya sehingga dalam momen apapun ia harus bisa menghormatinya.
Selina berjalan mengikuti langkah suaminya bersusah payah, dia menjinjing gaunnya yang panjang agar tak terinjak oleh sepatu heelsnya.
"Dokter Stella, sepertinya setelah ini dokter bisa langsung pulang saja, aku akan masuk sendiri, aku pasti akan baik-baik saja, luka ku tidak akan mengganggu." ujar Anne, Anne tahu jika ini adalah acara yang di adakan untuk mempermalukannya.
Jadi ia tak ingin dokter Stella akan menyaksikannya.
Atau mengetahui rahasia apapun yang bisa sewaktu-waktu di bocorkan oleh bibi Evelyn dan Selina.
"Nona, tapi tuan Viktor meminta saya untuk menjaga nona,"
"Tidak apa, aku pasti akan baik-baik saja,
antarkan aku sampai di depan pintu saja." pintanya.
Dokter Stella akhirnya pasrah, lagi pula ia tak bisa merusak privasi seseorang ketika Anne sudah berada di dalam ruangan keluarganya, "baiklah!".
Mobil yang di kendarai mereka akhirnya
berhenti, dokter Stella dan pengawal tur lalu membuka pintu mobil di sebelah Anne.
Di saat yang sama juga Davin dan Selina buru-buru untuk menyambutnya.
"Selamat datang tuan Viktor!" sapa Davin.
"Selamat datang juga tuan Viktor perkenalkan saya adalah Selina istri dari
direktur Dav ..." sambut Selina juga, namun belum selesai ucapan wanita itu, pintu mobil di buka dan wajah cantik Anne dalam balutan dress mewah itu muncul di hadapan mereka.
Selina tercengang dengan mata melebar dan mulutnya yang menganga, "Anne?"
Begitu juga Davin, "Anne kenapa kamu di sini?"
"Bibi yang mengudangku," jawab gadis itu dengan tenang.
Kemudian tangan Anne menggapai tangan dokter Stella juga tangan pengawal yang terulur untuk ia turun, anak buah yang lain juga sudah mengeluarkan kursi roda, sehingga Anne akan langsung di papah untuk duduk di kursi roda itu.
"Bagaimana kamu bisa naik mobil mewah ini?" Selina masih tak percaya.
"Kamu menyewanya? Dengan harga berapa kamu menyewa? Oh, bahkan kamu juga menyewa para pengawal ini juga ya!" Selina bersuara lagi dengan nada mencibir.
"Bagus sekali aktingmu!" imbuhnya.
Di saat itu Deon asisten Davin pun mendekati Selina dan berbisik, "nyonya, tapi ini benar mobil tuan Viktor. Aku pernah melihat pengawal yang ada di belakang nona Anne ini adalah salah satu pengawal yang pernah mengawal tuan Viktor."
"Tidak mungkin, bagaimana bisa wanita ini naik mobil tuan Viktor, dia bukan siapa-siapanya."
"Dokter Stella terimakasih, kalian juga terimakasih sudah mengantarku." sela Anne.
Dokter Stella pun mengangguk. Ia dan para pengawal itu segera berlalu dari sana.
"Anne bakatmu menggoda pria memang benar-benar luar biasa! Tidak hanya gigolo tapi juga bos besar seperti tuan Viktor bisa kamu taklukan." ejek Selina.
"Selina!" sentak Davin bernada kemarahan.
Selina menoleh ke arah pria itu saat Davin telah memarahinya, "kenapa kamu
membentakku? Kamu tidak terima, jadi kamu membelanya?"
"Jangan berbicara sembarangan tentang
tuan Viktor, kau tahu!" peringat Davin, ia
merasa apapun yang menjadi bagian dari
kehidupan Viktor akan sulit terusik dan kini saat tahu Anne menaiki mobilnya maka medekatan Anne dengan Viktor tidaklah biasa.
"Jangan sampai kamu membuat proyek
pekerjaan ku batal hanya karena kamu
menyinggung tuan Viktor." tambah Davin.
Melihat peringatan Davin yang terdengar tidak main-main, itu dan kabar tentang Viktor yang kejam dan tidak suka di usik itu membuat Selina diam seketika.
Tidak lama setelah itu seorang wanita paruh baya menggenggam clutch mewah di tangan pun berlari mendekat.
"Hai Anne!"
Suara teriakan itu terdengar. Anne menatap ke arah pintu rumah itu dan melihat bibi Evelyn.
"Apa kabarmu? Ternyata kamu masih
sama seperti dulu, tetap cantik. Oh ya, bagaimana kamu bisa duduk di kursi roda seperti ini?" tanya wanita itu.
"Aku baru saja mengalami kecelakaan
ringan." jawab Anne.
"Bantu dia masuk ke dalam!" perintah Davin pada anak buahnya.
Deon pun langsung sigap untuk mendorong kursi roda Anne.