NovelToon NovelToon
Istri Bodoh Pangeran Arya

Istri Bodoh Pangeran Arya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Cinta setelah menikah / Cinta Murni
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Najmu Laila

Di hari pernikahannya. Aluna menggantikan sang adik untuk menikahi pangeran Arya. Adik dari raja yang rumornya menderita penyakit aneh. Setiap penyakit itu kambuh, Dia akan membunuh siapapun yang mendekatinya. Tetapi, Setelah bertemu Aluna. Penyakit Arya melunak, Bahkan begitu lembut menghadapi sifat kekanakan Aluna meskipun penyakitnya kambuh.

Lalu, Bagaimanakah Aluna hidup bersama Arya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Najmu Laila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HARUS SEGERA PERGI

Di lantai marmer yang dingin, Dan tiang kayu yang kokoh. Pangeran seno berlutut dengan tubuh yang berkeringat dingin. Menatap raja Derry yang sedang duduk di singgasananya dengan tatapan tajam.

"Bagaimana hasilnya putraku, Apakah orang Dariyan itu sudah berhasil di temukan?" Tanya raja Derry, Seno menunduk sambil menelan salivanya kasar. "Belum, Ayahanda."

Prang!

"Yang mulia mohon tenang." Sang Kasim berkata dengan takut. Raja Derry melempar tungku dupa pengharum ke Arah Seno. Wajahnya memerah dengan kedua mata yang tajam.

"Kau tidak bisa menemukannya? Padahal jelas-jelas kereta kuda itu milik kerajaan Dariyan. Itu artinya, Seseorang dari kerajaan Dariyan telah masuk ke dalam wilayah kita!" Bentaknya.

Para pejabat menunduk takut di belakang pangeran seno, Seno menatap ayahnya dengan tegas. "Ayah tenang saja, Aku pasti akan menjalankan tugas dengan benar." Ucap Seno,

"Ayah, Izinkan aku membantu kakak menemukan orang Dariyan itu." Seorang pria berusia 23 tahun itu menunduk hormat mensejajarkan tubuhnya dengan seno, Seno menatapnya tajam. Dia adalah pangeran Arnold, Putra dari selir agung.

"Baiklah, Siapapun yang berhasil menemukan orang Dariyan itu. Aku akan mengabulkan satu permintaannya." Titah raja Derry, Arnold tersenyum miring Menatap sang kakak.

"Baik, Ayahanda." Kedua pangeran kembali berdiri. Hingga raja keluar dari dalam aula persidangan. "Kakak tenang saja, Orang Dariyan itu, pasti akan aku tangkap." Ucap pangeran Arnold. Ia tersenyum penuh arti.

Selepas kepergian pangeran Arnold.

"Yang mulia, Kita harus menemukan orang-orang Dariyan itu lebih cepat. Jika pangeran Arnold berhasil menemukan duluan. Posisi anda sebagai putra mahkota bisa bahaya." Ucap Arman. Prajurit kepercayaan Seno. "Kau benar, Ayo." Seno berjalan cepat bersama Arman. Bagaimana pun caranya, Ia yang harus terlebih dahulu menemukan orang Dariyan itu.

****

Selepas menyelesaikan pembajakan sawah. Arya pamit untuk pulang lebih dahulu. Ia khawatir dengan Aluna. Tadi pagi, Aluna terlihat sangat lelah. Itu sebabnya ia tak mengganggu tidur gadis itu. Ia sengaja melewati sebuah pasar untuk membeli sesuatu.

"Pak, mantou-nya tiga!" Sang penjual tersenyum dan segera membungkuskan roti isi daging itu. Tak lupa, Arya membayarnya dengan 3 keping koin perak. "Terima kasih " Arya berlalu dari sana. Lalu ia kembali berhenti di sebuah pedagang manisan.

"Tanghulu-nya, Satu." Ucap Arya, Penjual itu mengangguk dan langsung memberikannya. Arya membayar dengan 1 keping perak. "Terima kasih."

Setelah melihat makanan yang telah ia beli, Arya tersenyum senang. Ia membayangkan wajah senang Aluna saat memakan, Makanan yang telah ia beli itu. "Ada roti hangat dan manisan, Dia pasti akan sangat senang." Gumam Arya. Pria itu kembali berjalan pulang.

"Yang mulia, Anda yakin ingin menggunakan penampilan seperti ini untuk menangkap orang Dariyan?" Bingung Arman, Seno berdecak sebal. "Aku harus menyamar." Tegasnya. Seno menyamar sebagai pedagang kue bulan, Diam-diam ia memperhatikan gerak gerik Arya. Pria itu terlihat berbeda dari orang biasa.

"Arman, Cari tahu siapa pria tadi." Perintah Seno, "Baik yang mulia." Arman berjalan pergi, Sedangkan Seno, Ia berpikir untuk berkeliling menuju beberapa desa dengan penyamaran.

***

Arya tersenyum senang, Dengan langkah besar ia melangkah pulang. Tetapi, Instingnya menajam saat seseorang mencoba mengikutinya. Langkah kaki itu, Terlalu sepi untuk orang biasa. Dan ia bisa memperkirakan bahwa orang yang berdiri di belakangnya adalah pembunuh bayaran yang sangat lihai. Mereka orang yang terlatih dalam Medan perang, Serta penyergapan.

Tidak bisa, Ia tak bisa membahayakan nyawa istrinya. Jika para prajurit itu berhasil mengetahui tempat di mana mereka tinggal. Aluna bisa dalam bahaya. Ia tak boleh sampai ketahuan.

5 orang prajurit pangeran Seno itu terus mengikuti arya. Tanpa di duga, Arya segera berbelok menuju hutan. Sehingga kini, Para prajurit itu kehilangan jejaknya. Di balik pohon bambu, Arya menatap perkumpulan prajurit itu. Giginya menggertak kesal.

Melihat Arya yang menghilang tiba-tiba. Para prajurit itu terlihat berkeliling mencari jejak Arya. "Dia, Menghilang?" Para prajurit itu menatap ke atas. Tidak ada siapapun. "Periksa semuanya!" Teriak Arman.

Arya tersenyum, Ia berbalik meninggalkan hutan dengan langkah yang Amat sangat ringan. Bahkan daun kering pun tak akan berbunyi. Setelah menjauhi hutan, Arya kembali berjalan pulang. "Makanan ini tak boleh dingin, Aluna tak akan suka." Gumam Arya. Membawa mantou dan tanghulu itu dengan hati-hati.

Di lain sisi, Aluna merasa sangat haus. Tubuhnya masih terbaring lemah di atas dipan. Ia memakai dalaman tipis yang sebelumnya kembali arya kenakan pada tubuhnya. Ia menatap luka kemerahan di beberapa area tubuhnya. Bagian bawahnya masih terasa perih. Tatapan gadis itu beralih pada selimut putih mereka. Ada sedikit noda darah di sana. "Aku, Berdarah lagi." Gumamnya cemberut.

Tak lama, Arya membuka pintu. Senyumnya sangat cerah menatap Aluna yang kini sedang merasa gelisah. "Kau sudah bangun?" Arya menatap Aluna dengan berbinar. Bahkan tanpa mandi dan melakukan apapun, Di mata Arya, Aluna sangatlah cantik.

"Sudah, Tapi...aku sangat lemah." Ucap Aluna, Arya berjongkok dengan khawatir. "Maafkan aku, Aku terlalu kasar padamu tadi malam." Arya menatap Aluna dengan wajah merasa bersalah. Aluna menggeleng. "Tidak apa-apa. Lagipula aku hanya lemas Saja. Tidak terlalu sakit." Ucap Aluna, Berbohong.

"Ini, Aku membelikan-mu ini." Arya menyerahkan mantou dan tanghulu yang tadi sempat ia beli, "Wah! Mantou...Tanghulu!" Teriak Aluna, Tanpa aba-aba gadis itu segera melahap mantou itu hingga menembus isinya. Setelah itu, Ia juga menggigit tanghulu itu lalu setelah itu tersenyum lebar. "Terima kasih Arya."Aluna memeluk Arya dengan gembira. Arya mengangguk dan tersenyum.

Selepas memberikan Aluna makanan, Arya memilih keluar untuk melihat kebocoran atap rumah yang sedang mereka tempati. Tak sengaja, Ia melihat keberadaan tabib Julian yang baru pulang. "Julian, Kau sudah pulang?" Tanya Arya, Tanpa di duga tabib Julian menarik Arya dengan wajah gelisah.

"Gawat! Di desa bambu. Pangeran Arnold datang dengan 100 orang prajurit. Mereka mencari orang Dariyan." Bisik Julian, Arya menatapnya dengan tertegun. Setau Arya, Pangeran Arnold adalah pangeran kedua kerajaan Xuan. Sedangkan yang mengikutinya tadi adalah orang-orang putra mahkota. Pangeran Seno.

Jadi, Apakah raja Derry sudah mengetahui soal seseorang dari kerajaan dariyan yang terjatuh di jurang perbatasan. Itu sebabnya ia mengutus kedua putranya untuk mencari keberadaan mereka.

"Sial, Aluna tidak bisa pergi sekarang." Gumam Arya, Tak lama tabib Julian mengeluarkan sebotol minuman herbal. "Yang mulia, berikan ini pada nona Aluna. Ini adalah obat herbal penambah daya tahan tubuh. Agar dia merasa lebih baik." Ucap tabib Julian, Arya mengangguk lalu seperkian detik ia membeku. "Apa kau tau sesuatu?" Tanya Arya dengan kedua mata memicing. "Khem! Tadi malam aku ingin mengantar obat untuk anda, Tetapi, Anda tidak menyahut, hanya ada suara derit dipan yang terdengar sangat... cepat." Ucap tabib Julian dengan wajah memerah.

"Kau!" Kesal Arya, "Sudahlah, Aku akan kembali masuk." Arya berjalan cepat, Tabib Julian terkekeh pelan.

Arya masuk dan menatap Aluna yang sudah rapih menggunakan hanfu biru miliknya. Ia tersenyum manis menatap Arya yang sudah datang, Ia berjalan pelan menuju Arya. "Arya, Terima kasih makanannya, Sangat enak." Ucap Aluna, Arya mengangguk. "Ini, Dari tabib Julian. Minuman herbal." Ucap Arya, Aluna menatap minuman itu dengan heran.

"Aku tidak sakit, Mengapa harus minum. Minuman herbal?" Bingung gadis itu. "Untuk kesehatan saja, Agar tidak gampang sakit." Aluna mengangguk, Ia langsung meminumnya meskipun pahit, Ia tak mengeluh sedikit pun. "Pintarnya istriku." Gemas Arya, "Sudah."

Arya duduk dengan wajah yang terlihat gelisah, Aluna menyadarinya dan duduk di sebelah Arya. "Ada apa, Arya?" Bingung Aluna. "Kita harus segera pergi dari sini." Aluna terdiam beberapa saat. Padahal, Ia sudah merasa sangat nyaman tinggal di sana.

TBC

like dan komen.

1
jenny
semoga Seno bisa menyelamatkan Arya dan Aluna.
jenny
Terima kasih kak, sudah update kembali.
ditunggu kelanjutannya 🙏
Nycthophile
yok arti buat anak 🤭🤭
Nycthophile
tiba tiba banget
Nycthophile
dih dasar pangeran busuk mending ama Arya ke mana-mana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!