NovelToon NovelToon
Sekte Puncak Keabadian

Sekte Puncak Keabadian

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Sistem / Epik Petualangan
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Lin Xuan, seorang pemuda modern penyuka novel web, tiba-tiba bertransmigrasi ke Benua Langit Surgawi. Sialnya, ia terbangun dalam tubuh Ketua Sekte termuda dari "Sekte Bintang Jatuh"—sebuah sekte yang dulunya merupakan penguasa benua, namun kini hanya menyisakan dirinya dan sebuah gunung usang karena diserang oleh aliansi musuh. Di saat musuh datang untuk mengambil alih tanah sektenya, Lin Xuan membangkitkan "Sistem Pembangunan Sekte Abadi".
​Mulai dari merekrut murid jenius yang dibuang klan, membangun paviliun ajaib, hingga memanggil naga penjaga, Lin Xuan memulai perjalanannya untuk mengubah sekte bobroknya menjadi kekuatan nomor satu di seluruh alam semesta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24: Gerbang Ruang-Waktu dan Tamu dari Lautan

​Di tengah alun-alun Kota Batu Merah, ratusan kultivator yang tersisa dari Aliansi Tengkorak Merah berkumpul dengan lutut gemetar. Mereka menatap dua remaja di depan mereka seolah menatap malaikat maut.

​Ye Chen melangkah ke tengah alun-alun, membersihkan tanah berbatu, dan meletakkan miniatur lengkungan batu giok yang diberikan oleh Lin Xuan. Begitu benda itu menyentuh tanah, Ye Chen mengalirkan sedikit hawa murni elemen apinya ke dalamnya.

​WUUUSSH!

​Miniatur itu tiba-tiba membesar dengan kecepatan yang mengerikan, menyerap energi alam di sekitarnya. Dalam hitungan detik, sebuah gerbang batu giok raksasa setinggi sepuluh meter berdiri kokoh. Pusaran energi perak yang menyerupai galaksi berputar lambat di tengahnya, memancarkan fluktuasi ruang dan waktu yang sangat kuno.

​"I-ini... Gerbang Teleportasi Spasial?!" seru seorang pria paruh baya yang merupakan mantan wakil ketua kota ini. Matanya nyaris melompat keluar. "Membangun lorong spasial instan membutuhkan Master Formasi tingkat puncak dan puluhan ribu batu roh tingkat tinggi! Sekte macam apa yang ada di balik kedua monster kecil ini?!"

​Ye Chen berbalik menghadap kerumunan itu.

​"Mulai detik ini, Kota Batu Merah adalah perpanjangan tangan dari Sekte Bintang Jatuh," suara Ye Chen bergema keras. "Tambang batu roh, gudang alkimia, dan semua rute perdagangan berada di bawah perlindungan sekte kami. Siapa pun yang berani mengambil untung sendiri atau mengkhianati kami... Gerbang ini memastikan bahwa pedang penegak hukum kami akan memenggal kepala kalian sebelum kalian sempat berkedip."

​Para kultivator itu langsung bersujud serempak. "Kami tidak berani! Kami bersumpah setia pada Sekte Bintang Jatuh!"

​Ye Chen mengangguk puas. Ia menunjuk pria paruh baya tadi. "Kau, kelola kota ini untuk sementara. Kumpulkan tiga puluh persen dari total pendapatan tambang setiap minggu dan kirimkan melalui gerbang ini. Sisa tujuh puluh persen gunakan untuk membangun kembali pertahanan kota."

​"B-baik, Tuan Muda Ye!" pria itu menangis haru. Tiga puluh persen? Pajak ini jauh lebih rendah daripada yang pernah diterapkan oleh Sekte Serigala Darah maupun Kuang Jiao! Kebaikan dan ketegasan ini langsung menanamkan benih kesetiaan yang tulus di hati para penduduk kota.

​Su Yue'er melipat tangannya di dada. "Selesai? Kalau begitu ayo kembali. Aku sudah muak dengan bau debu dan darah di tempat kotor ini."

​Tanpa menunggu jawaban Ye Chen, gadis kecil berambut perak itu melangkah masuk ke dalam pusaran perak dan menghilang seketika. Ye Chen mendengus pelan, lalu menyusul adik seperguruannya.

​Keduanya melintasi gerbang dan dalam waktu kurang dari satu tarikan napas, mereka kembali menginjakkan kaki di pelataran sejuk Gunung Bintang Jatuh. Kemudahan ini membuat Ye Chen kembali takjub pada kekuatan misterius gurunya.

​Sementara itu, di dalam Aula Utama.

​Lin Xuan baru saja selesai mendistribusikan beberapa pil tingkat tinggi ke dalam Paviliun Alkimia agar murid-muridnya bisa menggunakannya nanti. Ia menatap antarmuka Sistem yang sedari tadi terus berkedip dengan peringatan kuning.

​[Peringatan Pemindai Jarak Jauh!]

[Gelombang energi air yang sangat masif sedang melaju ke arah timur. Jarak saat ini: 200 kilometer dari pusat Gunung Bintang Jatuh (50 kilometer di luar batas Wilayah Mutlak).]

[Estimasi Waktu Kedatangan: 10 Menit.]

[Entitas Terdeteksi: Tiga kultivator Ranah Transformasi Dewa (Tingkat 6, Tingkat 2, Tingkat 1). Satu kultivator Ranah Transformasi Dewa (Tingkat 5 - Kaisar Suci). Serta seribu Pasukan Naga Laut.]

​Lin Xuan menyipitkan matanya. "Empat ahli Transformasi Dewa? Dan salah satunya berada di tingkat 6? Ini formasi yang luar biasa mewah. Pantas saja Kaisar Suci sangat percaya diri kali ini."

​Meskipun musuh memiliki ranah kultivasi yang sangat tinggi, Lin Xuan sama sekali tidak merasa panik. Selama mereka melangkah masuk ke dalam radius 150 kilometer miliknya, bahkan jika mereka adalah Dewa Sejati, Lin Xuan bisa mencabut nyawa mereka layaknya mencabut rumput liar.

​Pertanyaannya adalah... bagaimana jika mereka menyerang dari jarak jauh di luar perbatasan domain?

​Tepat pada saat itu, Penatua Li Canggong berjalan masuk ke dalam aula, hidungnya merah karena terlalu banyak minum arak. Namun, matanya berkilat dengan niat pedang yang sangat tajam. Insting binatangnya telah mencium bahaya dari jauh.

​"Ketua," ucap Li Canggong, suaranya tidak lagi memiliki nada mabuk. "Ada bau amis ikan busuk dari laut timur yang terbawa angin. Energi mereka sangat besar, setidaknya satu tingkat di atas pedang tua ini."

​Lin Xuan tersenyum tipis. "Beberapa tamu tak diundang sedang membawa pasukan untuk menenggelamkan gunung kita, Penatua Li. Salah satu dari mereka berada di Transformasi Dewa Tingkat 6. Aku penasaran... apakah pedangmu bisa menebas lautan?"

​Li Canggong terkekeh keras, suara tawanya menggema di aula. Ia melepas labu arak dari pinggangnya, meminum seteguk besar, lalu menyeka bibirnya dengan lengan jubah.

​"Air adalah elemen yang paling rapuh, Ketua Sekte. Dia bahkan tidak bisa membuat pedangku tumpul. Jika mereka berani mengotori udara di sekitar gunung kita, aku akan mengubah mereka menjadi sup makanan laut."

​Lin Xuan mengangguk puas. "Kalau begitu, pergilah ke perbatasan wilayah luar kita (radius 150 km). Sambut mereka. Tapi ingat, jangan bertarung sampai mati. Jika mereka menggunakan formasi besar, pancing mereka masuk lebih dekat ke gunung. Aku telah menyiapkan kejutan untuk mereka."

​"Sesuai perintah Ketua!"

​SYUUUT!

​Li Canggong berubah menjadi seberkas cahaya pedang yang membelah udara, melesat keluar dari Gunung Bintang Jatuh dengan kecepatan yang meninggalkan jejak sobekan dimensi di belakangnya.

​Tujuh Ratus Mil di Udara, Perbatasan Timur.

​Kereta raksasa yang ditarik oleh tiga ekor Naga Air Jiao meluncur membelah awan. Udara di sekitar kereta itu dipenuhi oleh kelembapan ekstrem hingga awan-awan berubah menjadi badai hujan lebat di daratan fana bawah mereka.

​Di atas kereta, Utusan Ao Hai menatap daratan dengan pandangan merendahkan. Di belakangnya, Kaisar Suci berdiri dengan sikap patuh, sangat kontras dengan statusnya sebagai penguasa daratan.

​"Kita hampir tiba di batas wilayah yang dilaporkan," ucap Kaisar Suci dengan hati-hati. "Gunung Bintang Jatuh terletak sekitar seratus lima puluh kilometer di depan. Kabut keemasan di kejauhan itu adalah buktinya."

​Mata biru Ao Hai berbinar penuh keserakahan saat ia melihat pilar cahaya samar yang memancar dari Gunung Bintang Jatuh.

​"Hukum Asal-Usul Dunia... Sangat murni! Daratan kotor ini benar-benar menyimpan harta karun surgawi!" Ao Hai menjilat bibirnya. "Namun, aku juga merasakan formasi pertahanan pelindung yang menyelimuti wilayah radius seratus kilometer lebih di sekitar gunung itu. Formasi yang cukup aneh, tidak ada riak Qi, hanya hukum ruang yang terdistorsi."

​Dua pemuda murid Ao Hai melangkah maju sambil tertawa meremehkan. Keduanya berada di Transformasi Dewa Tingkat 1 dan 2.

​"Guru, biarkan kami berdua yang menguji pertahanan cangkang kura-kura mereka," ucap pemuda pertama. "Kami akan menenggelamkan seluruh pinggiran wilayah mereka untuk memancing tikus-tikus darat itu keluar."

​Ao Hai mengangguk pelan. "Lakukan. Tunjukkan pada fana di daratan ini seperti apa kemurkaan lautan."

​Kedua pemuda itu melesat ke udara. Mereka mengeluarkan tombak trisula yang terbuat dari karang es. Hawa murni dari tingkat Transformasi Dewa meletus secara bersamaan.

​"Seni Bencana Kuil Naga: Tsunami Pembelah Langit!"

​Keduanya menusukkan trisula mereka ke arah ruang hampa. Seketika itu juga, elemen air di atmosfer tersedot secara brutal. Sebuah gelombang tsunami setinggi ribuan meter—ya, tsunami yang tercipta di udara—terbentuk, menutupi sinar matahari sepenuhnya.

​Gelombang raksasa bertekanan miliaran ton itu melesat maju seperti dinding kematian biru, siap menelan segala sesuatu yang berjarak 150 kilometer dari Gunung Bintang Jatuh. Jika tsunami ini tidak dihentikan, jutaan manusia fana di kota-kota sekitarnya akan lenyap dalam sekejap mata.

​Kaisar Suci menahan napas. "Seni tingkat dewa... Kekuatan Kuil Naga Laut benar-benar tak tertandingi."

​Namun, tepat sebelum tsunami raksasa itu menyentuh garis batas 150 km, sebuah cahaya keemasan tipis melintas seperti selaput sabun di udara.

​Itu adalah pasif dari Wilayah Mutlak (Absolute Domain) milik Lin Xuan, yang kini diperkuat oleh Vena Spiritual Akar Dunia hingga mencapai tingkat pertahanan Semi-Dewa!

​BOOOOOOOOM!

​Tsunami bertenaga Transformasi Dewa itu menabrak selaput transparan tak kasat mata tersebut.

​Apa yang terjadi selanjutnya melampaui nalar Kaisar Suci dan para Utusan. Gelombang raksasa itu tidak meledak, tidak juga menembus. Ia justru hancur berkeping-keping menjadi uap putih dalam sekedipan mata, seolah sebongkah kecil es yang dilemparkan ke permukaan matahari!

​Tidak ada satu tetes pun air yang berhasil melewati garis imajiner tersebut.

​"Apa?!" Kedua pemuda dari Kuil Naga Laut terhuyung mundur akibat gaya tolak dari hancurnya sihir mereka. Trisula karang di tangan mereka retak.

​Mata Ao Hai menyipit tajam, ekspresi santainya langsung menguap. "Formasi pertahanan macam apa itu? Ia tidak menyerap serangan, ia... menolaknya dengan menggunakan hukum alam mutlak? Bahkan pelindung utama Kuil Naga Laut tidak sesempurna ini!"

​Sebelum keterkejutan mereka mereda, sebuah aroma arak yang sangat kuat menusuk hidung mereka, terbawa oleh angin dari dalam wilayah formasi tersebut.

​Sebuah tawa serak dan mabuk menggema di langit, mengalahkan suara guntur dari badai awan mereka.

​"Hic! Para bocah dari lautan datang jauh-jauh hanya untuk menyirami tanaman di gunung kami? Sungguh pekerjaan rendahan yang sia-sia!"

​Dari balik selaput pertahanan tak kasat mata itu, sebuah labu botol raksasa melayang keluar secara perlahan. Di atas labu itu, Penatua Li Canggong duduk bersila, menggaruk janggut putihnya yang berantakan, dan menatap pasukan Kuil Naga Laut dengan sebelah mata terbuka.

​Kaisar Suci mengerutkan kening. Ia mencoba memindai kultivasi orang tua itu, dan wajahnya langsung menegang. "Transformasi Dewa... Tingkat 3?! Sejak kapan ada ahli setingkat ini yang bersembunyi di wilayah timur?!"

​Ao Hai melangkah maju, memancarkan aura Tingkat 6-nya yang luar biasa menekan, mencoba mengintimidasi Li Canggong.

​"Orang tua, apakah kau Ketua dari Sekte Bintang Jatuh?" tanya Ao Hai dengan nada tinggi.

​Li Canggong meminum seteguk araknya, lalu meludah ke samping dengan ekspresi jijik.

​"Ketua Sekte? Hahaha! Aku bahkan tidak pantas mencuci sepatu Ketua Sekte kami! Aku hanyalah seorang penyapu halaman tua yang dikirim untuk mengusir anjing-anjing liar yang menggonggong di depan pintu kami."

​Li Canggong perlahan berdiri dari labu botolnya. Ia meletakkan tangannya di atas gagang pedang berkarat di pinggangnya. Tiba-tiba, aura mabuk dan konyol itu lenyap sepenuhnya.

​Langit di sekitar Li Canggong seketika dipenuhi oleh ratusan ribu pedang hantu tak kasat mata. Niat pedang yang murni merobek awan badai milik Utusan Ao Hai hingga terbelah dua.

​"Karena kalian sudah datang," mata Li Canggong berkilat membunuh, "maka tinggalkan cangkang kura-kura kalian itu di sini untuk kujadikan mangkuk arak."

1
Hadi Hadi
up up🤭
Hadi Hadi
is good💪💪
Hadi Hadi
bantai💪💪
Hadi Hadi
sikat💪💪
Hadi Hadi
bantai💪
Romansah Langgu
Novel yang mantap
Hadi Hadi
is good😄😄💪💪
Hadi Hadi
up up💪💪
Hadi Hadi
is good😍😍😍
Hadi Hadi
up up😍💪
Hadi Hadi
sikat😍😍💪
Hadi Hadi
bantai💪💪
Hadi Hadi
up up💪
Hadi Hadi
semangat😍💪💪
Hadi Hadi
is top
Hadi Hadi
is y😍😍💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!