NovelToon NovelToon
Menjadi Pengasuh Putri Kecil Mafia

Menjadi Pengasuh Putri Kecil Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Mafia / Ibu Tiri
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Isshabell

Luna berjalan menyusuri jalanan yang sepi di malam yang semakin pekat dan dari jauh dia melihat sosok anak kecil berlari kencang dengan napas tersengal-sengal dan di belakang gadis kecil itu terlihat seorang pria bertubuh tinggi berkulit hitam dengan wajah layaknya seorang penjahat, pria itu berlari mengejar gadis kecil itu sambil mengarahkan pistolnya ke udara memberi peringatan keras pada gadis kecil yang semakin ketakutan itu.
Merasa ada yang tidak beres dengan sigap Luna meraih tubuh mungil gadis kecil itu dan membawanya bersembunyi di dalam sebuah gang sempit sambil menutup mulut gadis kecil itu agar tidak bersuara.

Luna menatap gadis kecil yang ketakutan itu sambil meletakkan jari telunjuknya ke mulutnya memberi isyarat, gadis kecil itu menganggukkan kepalanya menurut.

Luna berhasil menyelamatkan gadis kecil itu dari kejaran para penjahat.

yuk ikuti kelanjutannya di sini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isshabell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.33 Perlawanan kubu musuh

Jauh dari kediaman Leon di sebuah tempat yang tersembunyi lebih tepatnya di dalam markas musuh terlihat pimpinan dari mereka sedang mendengarkan laporan dari anak buahnya "Jack sudah ketahuan boss dan sekarang dia di masukkan ke dalam penjara bawah tanah oleh Leon," ucap anak buah kubu musuh itu pada pimpinan mereka. Laki-laki yang di panggil boss itupun tersenyum mencibir "Biarkan saja Jack membusuk di dalam penjara bawah tanah itu yang terpenting sekarang kita sudah mendapatkan informasi penting dari dia," ucap boss itu dengan sadis. "Tapi boss, bagaimana pun juga Jack sudah berjasa bagi kita dia sudah menjadi informan penting buat kita," ucap anak buah itu yang tidak terima kalau Jack di biarkan begitu saja oleh bossnya. "Lantas, kamu mau menolong Jack? Mau masuk ke dalam mansion Leon yang tidak pernah terkalahkan itu hah?!" mata boss itu mendelik menatap tajam pada anak buahnya. "T_tidak boss, saya hanya merasa kasihan pada Jack." Si boss itu tersenyum sinis di satu sudut bibirnya sambil berkata pada anak buahnya itu "Simpan saja rasa kasihan mu itu, dia berani mengambil jalan berkhianat dari Leon dan dia harus berani juga menanggung segala resikonya, paham kamu!" bentak si boss itu. "Paham boss," dengan cepat anak buah itu menjawab perkataan bossnya. "Bagus, sekarang kita pikirkan rencana selanjutnya," si boss berdiri dari kursi kebesarannya sambil menatap jalan di luar sana "Aku akan hancurkan Leon dan keluarga kecilnya itu," laki-laki yang di panggil boss itu mengepalkan dengan erat kedua tangannya sampai kubu-kubu jarinya memutih menahan dendam yang sudah dia pendam selama ini.

"Kita harus segera menyusun strategi untuk melumpuhkan kekuatan Leon," ucap si boss pada anak buahnya itu.

"Bagaimana caranya boss? Leon kan terkenal sangat pintar dan lihai dalam membaca gerak gerik musuhnya,"'ucap anak buah itu dengan wajah khawatir. "Dasar bodoh! kita akan manfaatkan informasi yang sudah di kirim Jack sebelum dia tertangkap oleh Leon," ucap boss dengan nada geram. "Kita akan serang pertahanan Leon lewat dua titik di mana titik-titik ini adalah tempat yang paling krusial. Kita akan adakan perlawanan besar-besaran pada dua titik ini dan kita buat para pengawalnya kewalahan menghadapi perlawanan dari kita dan pada saat itu juga kita akan menculik istri dan anaknya Leon, kita jadikan mereka sebagai umpan agar Leon keluar menghadapi kita," ucap boss itu dengan tersenyum puas membayangkan kekalahan Leon musuh besarnya selama ini.

Menggunakan informasi terenkripsi dari jaringan sang pengkhianat yang telah dilumpuhkan, kubu musuh melancarkan aksi pengalihan skala besar. Serangan sabotase beruntun terjadi di jalur logistik utama dan kluster bisnis terdepan milik Leon, memaksa sang pimpinan mafia membagi fokus dan mengerahkan kekuatan utamanya ke luar mansion.

Di saat pertahanan mansion merenggang karena perhatian terpusat pada krisis luar, tim eksekutor terlatih dari kubu musuh mengepung area kediaman melalui jalur tersembunyi. Sistem keamanan yang sempat ditandai oleh sang pengkhianat dilumpuhkan secara sistematis dari jarak jauh memicu kekacauan di area internal mansion.

Suasana malam di mansion yang semula tenang mendadak mencekam saat seluruh lampu utama padam secara serentak. Sistem daya cadangan gagal menyala karena sirkuitnya telah dirusak dari jarak jauh memanfaatkan celah data dari sang pengkhianat. Layar monitor pengawas mati total, dan pintu-pintu elektronik terkunci otomatis dalam posisi rawan.

Menggunakan kegelapan malam dan kacamata pemantau malam (night-vision), tim eksekutor musuh melompati pagar pembatas di titik buta kamera. Mereka melumpuhkan para pengawal luar satu per satu menggunakan tembakan berperedam suara sebelum sirine darurat internal sempat diaktifkan

Suara benturan keras dan pecahan kaca mulai bergema di lantai dasar. Kepala tim pengawal yang tersisa menyadari bahwa jalur komunikasi ke luar telah diputus total oleh alat pemancar frekuensi (jammer). Ia berusaha mengumpulkan personel tersisa untuk membuat barikade terakhir di tangga menuju lantai dua tempat Luna dan Emily berada.

Tim penyusup bergerak sangat cepat dan terlatih, menguasai setiap sudut lorong utama dalam hitungan menit. Tanpa ada hambatan dari sistem keamanan otomatis, mereka memblokir seluruh akses keluar mansion dan mengepung koridor lantai dua, memutus ruang gerak Luna dan Emily hingga terjebak di dalam kamar utama.

Barisan pengawal Leon yang mencoba menghadang kekuatan musuh agar tidak masuk ke dalam kamar utama telah gagal mereka semua telah di lumpuhkan oleh kekuatan musuh dan akhirnya tentara musuh itupun meringsek masuk ke dalam kamar utama sementara itu Luna yang sudah mendengar adanya keributan di luar sudah bersiap-siap dengan menyembunyikan Emily di suatu tempat yang tidak akan terjangkau oleh musuh. Luna mengunci pintu kamar utama itu dari dalam dan dengan sigap dia meraih pistol punya Leon yang ada di dalam lemari dengan tangan gemetar dan berusaha untuk kuat Luna akhirnya memegang pistol itu dan mengarahkannya pada pintu yang sedang di dobrak dari luar oleh musuh dan dalam hitungan detik pintu kamar utama itu pun sudah berhasil di dobrak paksa oleh musuh. Beberapa tentara musuh masuk ke dalam kamar utama dan berdiri di ambang pintu saat melihat Luna mengarahkan pistolnya pada mereka "Jangan mendekat, kalau tidak ingin aku tarik pelatuk pistol ini," ancam Luna pada tentara musuh itu. "Tenang Nyonya, kita tidak akan menyakiti Nyonya kalau Nyonya mau kooperatif dengan kita," ucap salah seorang tentara musuh sambil meletakkan kedua tangannya di udara mencoba mencegah Luna menembakkan pistolnya ke arah mereka. "Tidak! sampai kapan pun aku tidak akan pernah bekerja sama dengan kalian, pergi...!! Atau aku akan tembak kalian semua hah!" Luna berteriak dengan lantang mengancam para musuh itu.

"Segera lumpuhkan dia," bisik ketua tentara itu pada tentara yang sedang berbicara dengan Luna dan dengan segera dengan gerakan secepat kilat tentara itupun berhasil melumpuhkan Luna meringkus tubuh Luna serta menjatuhkan pistol yang ada di tangan Luna ke atas lantai kamar itu. "Mana anaknya Leon? Kamu sembunyikan di mana dia!?" bentak tentara itu dengan kasar pada Luna."Dia tidak ada di sini," jawab Luna dengan ketus pada tentara masih meringkus tubuhnya itu. " Jangan bohong Nyonya, cepat katakan! Di mana anak Leon kau sembunyikan?!" bentak tentara itu lagi pada Luna. "Aku tidak akan katakan," Luna pun bersikeras untuk tidak mengatakan tempat persembunyian Emily. Sementara itu salah satu dari tentara itu kemudian berteriak saat menemukan sebuah lemari yang terletak di balik dinding yang mencurigakan "Anak itu ada di dalam lemari itu pastinya," ucap salah seorang tentara itu pada rekannya sambil mengamati lemari yang berukuran sangat besar itu. Luna yang melihat itu sangat terkejut dan berkata dengan mengancam "Jangan kalian dekati lemari itu kalau tidak ingin Leon datang dan membunuh kalian semua." Ancam Luna dan tentara musuh itupun tertawa terbahak mencibir Luna "Sadarlah Nyonya, mansion ini sudah kita kuasai dan sebentar lagi Leon pun akan kita tangkap bersama kalian, hahahaha....." dan tiba-tiba salah seorang dari mereka sudah berhasil mengeluarkan Emily dari tempat persembunyiannya. "Mami Luna....!" teriak Emily pada Luna saat tentara musuh itu mendorong tubuhnya ke arah Luna yang juga masih berdiri sambil di todong pistol oleh tentara musuh yang berdiri di sampingnya. "Sayang, tidak apa-apa jangan takut dan jangan menangis mami Luna di sini bersama kamu," Luna bersimpuh memeluk tubuh Emily yang tadi tersungkur di kakinya itu. "Emily takut mami Luna....," tangis Emily pecah dalam pelukan Luna. "Tenang sayang, papa akan segera menyelamatkan kita," Luna mengusap kepala Emily mencoba menenangkan gadis kecil itu.

Demi memastikan keselamatan Emily yang berada di bawah ancaman laras senjata musuh, Luna terpaksa menyerahkan diri dan menahan Emily tetap rapat dalam dekapannya. Kedua sosok paling berharga bagi Leon tersebut diseret keluar dan dimasukkan ke dalam kendaraan taktis musuh sebelum tim bantuan tiba.

Leon yang tiba di mansion yang telah porak-poranda mendapati ruang kerja pribadinya berantakan, dengan satu pesan tertulis menggunakan darah di meja utamanya. Musuh memancing Leon keluar ke arena mereka untuk sebuah pertukaran mematikan: menyerahkan seluruh kekuasaan dan nyawanya, atau menyaksikan ratu dan putrinya dihancurkan.

1
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
kuy double up kk 🙌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!