NovelToon NovelToon
ONE PIECE : RETAKAN TAKDIR

ONE PIECE : RETAKAN TAKDIR

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Sistem / Fantasi
Popularitas:13.8k
Nilai: 5
Nama Author: areann._

Ryden Vale, seorang remaja biasa yang tewas tertabrak truk, terbangun kembali di dunia yang selama ini hanya ia kenal lewat cerita — dunia One Piece. Ia mendapati dirinya menghuni tubuh baru: rambut putih, mata merah darah, dan jubah putih berlambang bulan sabit terbalik yang kelak menjadi ciri khasnya. Di sebuah pulau terpencil di East Blue, ia menemukan Rift Rift no Mi, Buah Iblis misterius yang memberinya kekuatan untuk merobek, melipat, dan berpindah lewat ruang itu sendiri — sekaligus sebuah Sistem Login Harian yang diam-diam menempanya menjadi lebih kuat, hari demi hari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon areann._, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24

Keesokan paginya, Ryden terbangun di kamar tamu mewah yang disediakan istana, matahari pagi menyinari lembut melalui jendela besar berukir motif ular. Ia baru saja selesai bersiap ketika seorang prajurit Kuja mengetuk pintu, menyampaikan pesan bahwa Hancock ingin bertemu dengannya di halaman latihan istana.

Ketika Ryden tiba di lokasi, ia mendapati pemandangan tak terduga—puluhan prajurit Kuja berdiri berjejer rapi, dan di tengah halaman, seorang wanita bertubuh kekar dengan bekas luka pertempuran di seluruh tubuhnya berdiri menantang, tombak besar tergenggam erat di tangannya.

"Ryden Vale," Hancock berdiri di podium kecil di sisi halaman, wajahnya menunjukkan ekspresi serius yang berbeda dari kehangatan yang ia tunjukkan semalam. "Salah satu jenderal prajuritku, Sonia, meragukan kekuatanmu dan menganggap kau hanya beruntung berhasil masuk ke pulau ini tanpa terdeteksi. Ia menantangmu untuk pertarungan resmi guna membuktikan dirimu."

Ryden menatap Sonia yang berdiri tegap dengan pandangan penuh keyakinan diri, jelas seorang petarung berpengalaman dengan reputasi kuat di antara suku Kuja. "Aku tidak punya masalah dengan tantangan ini," jawab Ryden tenang, meski ia menyadari betul bahwa ini bukan sekadar pertarungan biasa—ini adalah ujian kepercayaan yang bisa menentukan bagaimana suku Kuja memandangnya ke depannya.

"Jangan berharap belas kasihan dariku hanya karena kau tamu istimewa Yang Mulia," Sonia menyeringai percaya diri, memutar tombaknya dengan kelincahan yang menunjukkan bertahun-tahun latihan intensif. "Aku akan membuktikan bahwa reputasimu di dunia luar hanyalah omong kosong berlebihan."

Pertarungan dimulai tanpa aba-aba lebih lanjut. Sonia melesat maju dengan kecepatan mengejutkan untuk tubuh sebesar itu, tombaknya menusuk cepat ke arah dada Ryden dengan presisi mematikan. Ryden menghindar dengan gerakan minimal, merasakan angin tajam dari ujung tombak yang melintas beberapa senti dari kulitnya.

Kecepatan dan tekniknya jauh lebih terlatih dibanding kebanyakan bajak laut yang pernah kuhadapi, pikir Ryden, mengevaluasi cepat gaya bertarung lawannya. Suku Kuja benar-benar melatih prajurit mereka dengan sangat serius.

Sonia terus menyerang dengan kombinasi tusukan dan sabetan tombak yang mematikan, memaksa Ryden bergerak lincah menghindar sambil sesekali membalas dengan retakan kecil yang sengaja ia kendalikan agar tidak melukai terlalu parah—mengingat ini adalah pertarungan ujian, bukan pertarungan hidup mati sesungguhnya.

"Kenapa kau hanya bertahan?!" bentak Sonia frustrasi, menyadari Ryden belum sekali pun melancarkan serangan serius.

"Jangan meremehkanku!"

"Aku tidak meremehkanmu," jawab Ryden tenang, menghindar dari tusukan berikutnya dengan gerakan halus. "Aku hanya tidak ingin melukaimu lebih dari yang diperlukan untuk membuktikan maksudku."

Kata-kata itu justru membuat Sonia semakin marah, meningkatkan intensitas serangannya dengan kombinasi yang lebih kompleks—tusukan ganda diikuti putaran tombak yang mengarah ke kaki Ryden, mencoba menjatuhkan keseimbangannya.

Ryden melompat tinggi menghindari sapuan itu, dan pada saat yang bersamaan, menciptakan sebuah retakan besar tepat di bawah kaki Sonia.

Bukan untuk menyerang langsung, retakan itu justru menciptakan efek gravitasi lokal yang aneh, membuat Sonia sedikit kehilangan keseimbangan selama sepersekian detik—cukup lama bagi Ryden untuk mendarat kembali dan mengarahkan telapak tangannya tepat ke leher Sonia, berhenti tepat sebelum menyentuh kulitnya.

"Ini akan menjadi serangan mematikan jika aku menginginkannya," ucap Ryden tenang, meski napasnya sedikit memburu dari pertarungan intensif itu. "Tapi aku rasa kita berdua sudah cukup jelas memahami hasil dari pertarungan ini."

Sonia terdiam, wajahnya memerah antara amarah dan rasa malu, namun perlahan ekspresi itu berubah menjadi pengakuan tulus. Ia mundur selangkah, menurunkan tombaknya sebagai tanda menyerah.

"Kau... benar-benar kuat. Aku mengakui kekalahanku."

Sorak sorai dan gumaman kagum terdengar dari para prajurit Kuja yang menyaksikan pertarungan itu, jelas terkesan dengan pengendalian diri dan kekuatan yang ditunjukkan Ryden tanpa perlu melukai lawannya secara berlebihan.

Dari podium, Hancock menyaksikan seluruh pertarungan dengan mata berbinar penuh kekaguman yang semakin sulit ia sembunyikan.

Kekuatannya benar-benar nyata, pikir Hancock, jantungnya berdegup dengan cara yang belum pernah ia rasakan sebelumnya terhadap siapa pun. Dan caranya menahan diri, menunjukkan kehormatan yang jarang kutemukan bahkan di antara prajurit terbaikku sendiri.

1
MALES NGETIK 3
mantap
Kasma Wati
lanjut👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!