Athena clarisa mahendra. Adalah sosok gadis tangguh yang hidupnya penuh dengan siksaan yang ia dapat justru dari keluarganya sendiri. Di tindas oleh abang kembarnya dan selalu di siksa oleh ayahnya sendiri. Selama hidupnya bahkan tak pernah sedikit pun merasakan hidup bahagia. Keluarganya justru lebih menyayangi anak angkatnya yang memiliki sifat lembut,pintar dan baik hati.tanpa mereka tahu jika dibalik wajah lugu anak angkatnya itu tersimpan sifat licik dan maipulatif. Karna perlakuan keluarganya itu sudah mencapai batas sabar dan membuat Athena memiliki dendam dan janji untuk menghancurkan keluarga gilanya itu. Lalu bagaimana dengan kelanjutan hidup Athena?,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandhyaruntala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23: KETEGANGAN DI IGD
Arga meletakkan tubuh Athena dengan sangat hati-hati di atas brankar IGD. Tim dokter dan perawat langsung bergerak cepat mengecek kondisi gadis itu.
Saat seragam bagian belakangnya digunting, sepasang mata tim medis terbelalak melihat perban yang sudah basah oleh darah segar. Dokter pun segera melepaskan perban tersebut untuk mempermudah penanganan darurat.
Saat kain perban dibuka seluruhnya, tim dokter terkejut melihat kondisi punggung gadis remaja itu. Luka lama yang belum sepenuhnya sembuh kini ditimpa dengan luka cambuk baru yang teramat parah. Luka robek itu tampak membiru dan mulai mengalami infeksi hebat, menjadi penyebab utama yang membuat tubuh Athena diserang demam tinggi.
Setelah hampir satu jam tim medis bergelut di dalam untuk membersihkan luka di punggung Athena, dokter yang bertanggung jawab akhirnya keluar dari ruangan.
Pria berjas putih itu menghela napas berat sebelum menjelaskan kondisi kritis Athena akibat infeksi luka yang memicu demam tinggi ekstrem.
Mendengar setiap penjelasan dokter seketika membuat darah Kenzo mendidih. Rasa cemburunya menguap, berganti menjadi amarah yang siap meledak.
Ia langsung membalikkan badan, menuntut jawaban pada dua laki-laki di dekatnya dengan tatapan tajam.
"Bisa jelaskan?" desis Kenzo rendah.
"Ini bukan urusan Anda, Tuan Muda Kenzo. Biarkan Athena sendiri yang menceritakannya jika dia memang ingin," ucap Arga tak kalah datar, berusaha meredam gejolak emosinya sendiri.
Mendengar jawaban yang terkesan mengelak itu, habis sudah sisa kesabaran Kenzo. Detik itu juga, ia melangkah maju dengan kilat kemarahan yang jelas. Tangan kekarnya bergerak cepat, mencengkeram kuat kerah baju Arga hingga pria itu tertarik ke depan.
"Jawab pertanyaan saya! Saya tidak sedang bernegosiasi," ucap Kenzo dengan suara dingin yang menusuk, sarat akan ancaman mutlak.
Didera perasaan kalut tentang kondisi kritis Athena membuat emosi Arga ikut meledak. Ia tidak terima diintimidasi oleh remaja yang baru kemarin sore muncul di hidup adiknya. Tanpa ragu, Arga balik mencengkeram kerah jaket Kenzo dengan kekuatan yang tak kalah besar.
"Lo tahu apa tentang Athena, hah?! Lo cuma orang baru yang nggak tahu seujung kuku pun tentang penderitaannya! Lebih baik lo fokus saja pada keselamatannya!" murka Arga. Napasnya memburu.
Ia benar-benar kalut melihat adiknya dalam keadaan yang sangat tidak baik-baik saja.Suasana di depan pintu IGD mendadak mencekam. Kedua pria yang berjiwa pemimpin itu saling menatap tajam, siap baku hantam kapan saja.
"Kalian ini apa-apaan?! Ini rumah sakit, bukan ring tinju!" sela Vano tegas sembari menepis kasar tangan kedua laki-laki itu untuk melerai.
Vano menatap Arga tajam, berusaha mengembalikan akal sehat sahabatnya.
"Ga, lebih baik lo pergi urus administrasi Athena sekarang, bukan malah membuang waktu dan berantem nggak jelas di sini," ujar Vano mengingatkan dengan nada penuh penekanan.
...***...
Setelah Arga pergi, ketegangan di depan ruang IGD menyisakan kesunyian yang mencekam. Kini hanya ada Vano dan Kenzo yang berdiri kaku di koridor rumah sakit tersebut.
Vano menghela napas panjang beberapa kali. Ia sungguh benci berada di posisi rapuh seperti ini. Kilas balik masa lalu mendadak berputar di kepalanya, memicu rasa takut yang teramat besar akan kehilangan lagi. Cukuplah dulu ia kehilangan adik kandungnya. Tidak untuk Athena. Tidak akan pernah ia biarkan gadis itu pergi.
Mendengar helaan napas berat itu, Kenzo mau tidak mau menoleh dan menatap Vano dalam-dalam.
"Bisa kau ceritakan tentang Athena?" tanya Kenzo datar, namun tersirat nada memohon yang teramat jarang ia tunjukkan.
"Gue nggak mau melanggar privasinya. Bener kata Arga, biar Athena sendiri yang cerita kalau dia memang mau. Dia benci dikasihani," ucap Vano parau sembari menatap kosong ke arah langit-langit koridor rumah sakit.
Setelah itu, keheningan kembali menyelimuti keduanya.Beberapa saat berlalu, Arga akhirnya kembali dari meja administrasi.
Tak lama kemudian, beberapa suster keluar dari IGD untuk memindahkan Athena menuju ruang rawat inap VIP.
"Ga, telepon Bunda. Bunda pasti marah besar kalau kita nggak kabari beliau," bisik Vano, yang langsung diangguki paham oleh Arga.
Bagaimana dengan Kenzo? Laki-laki itu sama sekali tidak memedulikan sekelilingnya. Ia tetap setia mengekor di samping brankar, menggenggam jemari dingin Athena seolah takut gadis itu akan menghilang jika ia lepas barang sedetik saja.
Arga mengambil ponsel dari saku celananya, lalu segera menghubungi nomor sang bunda. Setelah beberapa kali nada sambung berdering, sebuah suara lembut menyahut di seberang sana.
"Halo, Abang?"
"Bunda..." Arga mendadak terdiam. Lidahnya kelu, bingung bagaimana cara menyampaikan kabar buruk ini tanpa membuat ibunya syok.
"Abang kenapa? Ada apa?" tanya sang bunda mulai curiga.
"Bun... Thea dirawat," jawab Arga akhirnya dengan suara yang sedikit bergetar menahan sesak.
Pyarrr!
Suara benda pecah yang menghantam lantai di seberang telepon seketika membuat kepanikan Arga melonjak drastis.
"Bunda?! Bunda kenapa?!" seru Arga panik. Namun, tidak ada jawaban.
Hanya ada keheningan dan suara napas yang memburu di seberang sana.
"Bunda jawab Arga, Bun! Arga pulang sekarang buat jemput Bunda!"
"Apa yang terjadi sama putri Bunda, Bang? Kenapa Athena bisa sampai dirawat? Apa karena ulah orang sialan itu lagi?! Jawab Bunda, Bang!" cecar sang ibu dengan suara yang mulai terisak panik.
"Arga jemput Bunda sekarang. Nanti di rumah sakit baru Arga jelaskan semuanya," potong Arga cepat.
Tanpa menunggu balasan lagi, Arga langsung memutus panggilan secara sepihak. Rasa khawatirnya kini terbagi dua. Ia segera berbalik untuk bergegas pergi.
"Titip Thea. Gue jemput Bunda dulu," ucap Arga cepat pada Vano, lalu melangkah lebar meninggalkan area ruang rawat Athena dengan terburu-buru.
Setelah kepergian Arga yang terburu-buru, Vano melangkah masuk ke dalam kamar rawat, menyusul Kenzo yang sudah lebih dulu duduk di samping brankar.
Kedua pria yang semula saling melempar tatapan membunuh itu kini mendadak membisu, dipersatukan oleh satu rasa takut yang sama: kehilangan Athena.
Di dalam ruangan yang hanya dipenuhi suara ritmis alat pendeteksi jantung, mereka berdua kini hanya bisa menunggu dalam kecemasan yang mencekam, mengiringi tubuh mungil yang masih berjuang melawan demam tingginya.
...****************...
WELCOME TO MY 2ND BOOK! ✨
Mari kita temani Athena membalaskan dendamnya pada keluarga yang selalu menyiksanya.🔥
STAY TUNE TERUS SETIAP HARI YA GUYS! Karena bab baru akan selalu UP SETIAP PAGI DAN MALAM jam 07.00 dan 17.00 😙
JANGAN LUPA YAAA
LIKE 👍🏻 DAN KOMENNYA 💬, KARENA DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI DAN BUAT AKU SEMANGAT BERKARYA. THANK YOU! 🥰
orng mh malu2 meong,ni mlah malu2 setan....🤣🤣🤣
mau blang dia bdoh,tp dia ky gt ada alasannya....tp mlai skrng,jgn jd pngmis lg y thea....luka saat ini jd luka trakhir untkmu,abs tu ksih mreka blsan yg stimpal.....gemes aku tuuhh....pgn nabok....😠😠😠😡
Aku udh mmpir,slm knal....
btw,mskpn aku udh prnh bca crta yg sma tp aku ttp bca ko....aku suka cwek kuat dn tgas,ga yg ratu drama ky yg onoh....😁😁😁....
Aku tnggu up'ny y....smngttt....